Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 259 ( Season 2 )


__ADS_3

Hari ini tepat dimana hari keberangkatan Zinnia dan para rombongannya ke Australia untuk acara pergelaran busana rancangannya dan Marquez.


Zinnia dan yang lain menaiki jet pribadi milik Marquez.


Sandra dan Marquez sudah bersantai di dalam sana, sementara Zinnia pasti bersama Pak Dokter tampan tentunya karena William tak akan membiarkan istrinya sendirian di negeri orang, apalagi dengan keadaan Zinnia yang saat ini tengah berbadan dua.


Kini jet pribadi milik Marquez sudah mengudara dan para penumpang di dalamnya merasa mata mereka sudah mulai berat karena mengantuk.


Tak terasa kini jet pribadi itu sudah mendarat sempurna. Zinnia dan yang lain turun dari jet pribadi milik Marquez.


Para pria membawa dua koper masing-masing pada tiap tangannya, yang satu milik sendiri dan satunya lagi milik pasangan mereka.


Zinnia dan Sandra berjalan lebih dulu karena tubuh mereka terasa sangat pegal harus berlama-lama di dalam jet pribadi milik Marquez.


Bagi Zinnia dan Sandra lebih nyaman tidur di kamar yang menapak pada bumi daripada di kamar yang terbang melayang di udara.


Satu mobil Alphard sudah menunggu mereka berempat untuk membawa keempatnya ke hotel yang sudah di sediakan.


Kebetulan sekali, kamar hotel itu hanya di sediakan untuk tiga orang.


Beruntungnya Zinnia dan William sudah halal, jadi bisa satu kamar, sementara Sandra dan Marquez harus beda kamar.


Mereka sudah berada di depan salah satu hotel elit di Australia dan resepsionis segera memberikan kunci kamar ketiganya.


Mereka berempat masuk ke dalam lift menuju kamar nomor 111, 112, dan 113.


Saat di dalam lift Zinnia masih belum mood untuk bicara, ia hanya ingin cepat sampai di depan kamarnya karena badannya sudah terasa lengket.


William merangkul Zinnia mesra, sementara tangan Marquez hendak merangkul pinggang Sandra namun, Asisten cantik dengan tubuh yang sama rampingnya dengan sang bos menepis tangan nakal Marquez.


PAKK


Marquez menatap Sandra kecewa dan tatapan mata Asisten itu sudah melebar ingin melompat keluar.


"Aku hanya ingin memelukmu sedikit saja," mohon Marquez dengan wajah di buat sesedih mungkin.


"No, Mr. Copaldi!"


Zinnia yang awalnya tak mood bicara atau berinteraksi dengan orang lain, kini arah tatapan matanya tertuju pada dua mahluk yang beda ras si tikus dan kucing yang sedang menjalin kasih. Begitu pula dengan William karena kegaduhan yang dibuat keduanya.

__ADS_1


Marquez masih terus berusaha dan ....


PAKK


"Sakit, Sayang!" Marquez mengaduh manja.


Zinnia melihat semua adegan itu tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! jangan berani menganggu kucing garong betina yang sedang tidur, Tuan Copaldi! nanti kau yang akan terkena cakar," ledek Zinnia pada Marquez.


"Huss! jangan begitu, Sayang! Marquez hanya ingin di manja, betul kan, Marq?" tanya William kembali menimpali dengan candaannya.


Marquez menatap pasangan suami-istri itu kesal. "Puas kalian kan! melihat aku di acuhkan seperti ini?" tanya Marquez dan denting pintu lift berbunyi.


Pintu itu terbuka. Zinnia dan William keluar lebih dulu diikuti Sandra yang menarik kopernya sendiri dan di susul Marquez dengan langkah lemah.


Zinnia dan William saling rangkul bagai truk gandeng yang tak bisa dipisahkan, sedangkan Sandra dan Marquez tak semesra itu karena Sandra bukan tipe wanita yang manis dan romantis seperti Zinnia.


Kini mereka sudah berada di depan pintu kamarnya masing-masing. Zinnia dan William di pintu kamar nomor 111, Sandra di pintu kamar nomor 112, dan Marquez di pintu kamar 113.


Sebelum masuk, Zinnia kembali menggoda Sandra dan Marquez. "Tidur jika ada yang menemani itu pasti lebih seru, daripada harus tidur sendirian, iya kan, Sayang?" tanya Zinnia pada William dan Dokter tampan itu tahu maksud ucapan istrinya.


"Tentu saja, Sayang! karena kita bisa semalam suntuk tak perlu tidur dan bisa membuat ranjang kamar hotel nomor 111 ini berdecit tanpa henti," ujar William yang ingin menggoda Marquez dan Sandra.


Sedangkan Marquez menatap keduanya dengan tatapan siap mencabik-cabik dengan ganas.


Zinnia dan William saling tatap dan kemudian dengan gerakan cepat, Dokter tampan itu membuka kunci kamarnya dan masuk ke dalam bersama sang istri namun, sebelum pintu itu tertutup rapat, kepala William keluar mengintip Marquez. "Marq! aku hanya ingin mengingatkan, jangan terlalu lama berendam di dalam kamar mandi karena itu tak baik, bisa membuatmu masuk angin! ini hanya saran dariku yang seorang Dokter," jelas William tersenyum simpul pada Marquez, kemudian dokter tampan itu menutup pintunya rapat-rapat.


Marquez menganga karena ucapan William yang terdengar begitu ambigu, antara ia mengejek dan memang benar-benar ingin memberitahunya jika berendam terlalu lama itu tak baik.


Marquez mengacak-acak rambutnya yang tak gatal. Desainer tampan itu bingung harus bagaimana. Ia ingin sekali bertemu dengan Sandra karena tadi kekasihnya seperti kelihatan marah.


Marquez mencoba menghubungi Sandra namun, tak diangkat oleh asisten Zinnia itu.


Sudah berkali-kali Marquez mencoba menghubungi Sandra namun, hasilnya tetap sama saja.


Akhirnya ia memutuskan menggedor-gedor pintu kamar hotel Sandra.


BUKK BUKK


Taka ada niatan pintu itu terbuka untuknya. Saat Marquez hendak kembali menggedor pintu itu, tiba-tiba pintu tersebut terbuka dan seorang wanita cantik dengan bathrobe-nya muncul di hadapan Marquez. "Ada apa?" tanya Sandra yang sudah selesai mandi.

__ADS_1


Wangi tubuh Sandra tercium oleh hidung Marquez. "Kau sudah mandi?" tanya Marquez. "Sudah!" Sandra lagi-lagi menjawabnya dengan nada ketus.


"Dia ini kenapa sih! apa salah makan atau sedang dalam mode tak ingin diganggu?"


"Boleh aku masuk sebentar?" tanya Marquez hanya ingin sekedar berbincang berdua dengan kekasihnya.


"Tidak!"


Marquez ternganga dengan jawaban menohok dari mulut Sandra.


"Hanya 5 menit saja, Sayang! aku ingin berduaan denganmu," bujuk Marquez lagi.


"Tidak!"


"3 menit saja!"


"Tidak!


"Satu menit saja!"


"Tidak!"


Marquez menghembuskan napasnya perlahan mencoba mengontrol dirinya.


"Satu detik saja!"


Sandra tersenyum manis pada Marquez, kemudian senyum manis itu hilang berganti dengan wajah datar.


"Jika kau meminta waktu hanya sedetik saja untuk masuk, yang ada sebelum kau masuk melewati pintu ini, waktumu sudah habis, Sayang! dan satu lagi! jika hanya kita berduaan di dalam kamar dan masih belum halal, orang ketiga dalam kamar itu adalah setan! apa kau mau ada setan diantara kita?" tanya Sandra pada kekasihnya dan kepala Marquez hanya menggeleng tanda tak mau.


"Bagus! itu baru kekasih yang baik, dan satu lagi! jangan terlalu menuntut karena saat ini aku sedang datang bulan, jadi aku lebih mudah emosi."


Sandra langsung menutup pintu kamarnya dan Marquez hanya diam menganga mendengar kata datang bulan.


"Pantas saja dari tadi seperti aku selalu salah dimatanya, ternyata dia sedang datang bulan dan aku tak bisa bermesraan? ah, kenapa harus datang di hari yang tidak tepat seperti ini," kesal Marquez berjalan gontai ke arah kamarnya.


VISUAL ZINNIA DAN WILLIAM ADA DI BAB 255, SILAHKAN DI CEK LAGI BAB 255 YA KAKAK.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.

__ADS_1


__ADS_2