Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 196 ( Season 2 )


__ADS_3

Kedua tangan William mulai bergerak melingkar di pinggang Zinnia.


Pria itu semakin membenarkan posisi kepalanya di perut rata Zinnia. Wangi tubuh istrinya sungguh bisa membuat hatinya tenang.


William memejamkan matanya menikmati usapan lembut tangan Zinnia pada rambutnya.


Tangan kiri Zinnia mengusap lembut punggung William.


Pria itu mendongakkan kepalanya menatap ke arah Zinnia dan gadis itu juga menundukkan kepalanya menatap ke arah wajah suaminya, karena kepala pria itu bergerak-gerak sampai Zinnia menundukkan kepalanya ingin tahu apa yang sedang dilaksanakan oleh William.


"Apa hatimu sudah lebih baik sekarang?" tanya Zinnia pada William sambil menyentuh kedua pipi suaminya membelai pipi itu dengan kedua ibu jarinya.


William tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pertanda jika Dokter tampan yang tadinya bersedih kini sudah kembali normal kembali.


Kedua tangan William menyentuh lengan istrinya yang masih menempel pada pipinya. "Terimakasih!"


Zinnia membalas ucapan terimakasih suaminya dengan senyuman manis yang sangat tulus untuk William.


"Kau harus kuat menjalani hidup ini, karena masih ada wanita lain yang pasti akan mencintaimu dengan tulus melebihi wanita itu," tutur Zinnia menatap kedua manik mata William.


"Apa kesempatan itu juga bisa berlaku untukmu?" tanya William pada Zinnia.


Tak ada jawaban dari bibir Zinnia. Gadis itu hanya diam memperhatikan mimik wajah William yang nampak terlihat kecewa karena dirinya tak memberikan tanggapan apapun.


William tersenyum kecut karena Zinnia tak merespon ucapannya. "Jika kau memang tak ada perasaan apapun padaku, lebih baik aku menyerah dari seka ...."


Ucapan William terhenti saat tubuh Zinnia mulai sedikit merunduk mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya.


Gadis itu mencium bibir William dengan lembut penuh kasih sayang. Ia tak ingin William menyerah saat ini juga, karena ia sesungguhnya juga sudah mencintai suaminya namun, ia ingin membuat William sedikit saja mau memperjuangkannya.


Zinnia mulai menggerakkan bibirnya memberikan sedikit rasa percaya diri pada suaminya agar tetap membuatnya lebih jatuh cinta lagi dan lagi.


Gadis itu yang kali ini menguasai permainan. William diam tanpa menggerakkan bibirnya, karena ia masih dalam mode syok.


William masih tak menyangka Zinnia mau menciumnya lebih dulu, bahkan gerakan bibir istrinya sangat agresif kali ini.


Tangan Zinnia sudah berada di belakang kepala suaminya untuk menyangga kepal William yang sudah tertarik ke belakang karena ciuman Zinnia sangat menuntut.


Karena lampu hijau terus menyala tanpa berganti kuning atau merah, akhirnya William mulai mengikuti permainan istrinya.

__ADS_1


Tanga William kini menelusuri pinggang Zinnia. Merambat terus naik ke atas sampai tangan itu sudah berada di punggung istrinya.


William tak ingin Zinnia sadar dengan pergerakan tangannya. Pria itu mulai ikut menggerakkan bibirnya membalas ciuman istrinya.


Karena terlena dengan ciuman mahir William, Zinnia sampai tak sadar jika perlahan tangan William menarik resleting gaun belakang Zinnia.


Kini resleting itu sudah terbuka sempurna sampai batas pinggang Zinnia.


Tangan William mulai nakal menyentuh pinggang istrinya yang setengah polos.


Suasana semakin panas. Kini William sudah berdiri menarik tengkuk istrinya agar ciuman mereka lebih dalam.


William perlahan merubah posisi Zinnia yang saat ini desainer cantik itu sudah berada di bibir ranjangnya.


Pria itu perlahan membaringkan istrinya di atas ranjang. William ingin menarik gaun Zinnia namun, gadis itu menahan tangan suaminya.


Ciuman keduanya terlepas. "Jangan sekarang," pinta Zinnia pada suaminya.


Kedua mata mereka sudah saling tatap. William mencoba menahan nafsunya lagi.


"Tapi kau sudah membuatku panas, Zi!"


"Tapi aku tak mau mandi air dingin, Zi! ini sudah malam," tolak William mentah-mentah.


"Apa kau masih akan menolak jika aku yang menemanimu mandi?" tanya Zinnia menggoda suaminya.


William masih tak yakin dengan ucapan Zinnia. Gadis yang saat ini sudah berada di bawahnya pasti sedang bergurau.


"Aku tak percaya dengan bualanmu, Zi!"


Zinnia tersenyum pada suaminya. "Kau buka kemejamu sekarang!"


Zinnia memerintahkan agar William membuka kemejanya sekarang juga.


"Apa kau serius dengan ucapanmu?" tanya William lagi yang masih tak yakin pada ucapan Zinnia.


"Aku serius dengan ucapanku, Pria mesum! aku ingin menunjukkan padamu jika sebagian hatiku sudah terbuka untukmu dan kau jangan sampai menyerah untuk membuat hati ini terbuka lebih lebar lagi," tutur Zinnia agar William tak memiliki pikiran untuk menyerah lagi.


William langsung bangun dan membuka satu persatu kancing kemejanya. Saat semua kancing itu sudah terlepas, otot yang terbentuk sempurna terlihat begitu indah di pandang.

__ADS_1


William membuka kemejanya. Saat pria itu hendak melempar kemejanya sembarangan, Zinnia langsung bangun dan menahan tangan William. "Aku akan memakai kemejamu, karena aku hanya akan menemanimu mandi saja tak lebih," tutur Zinnia mengambil kemeja William dari tangan suaminya.


"Kau berbalik badan! karena aku akan berganti pakaian," pinta Zinnia dan William langsung mengikuti perintah istrinya.


William memejamkan matanya menahan sesuatu yang kini mulai terasa bangkit dan menegang.


Gaun Zinnia sudah jatuh tepat di kakinya dan kini gadis itu sudah menggunakan kemeja putih suaminya yang mirip seperti dress di atas lutut saat di kenakan oleh Zinnia.


Zinnia menepuk pundak William memberikan kode jika ia sudah selesai berganti baju.


Pria itu berabalik melihat ke arah Zinnia. Gadis itu ternyata sedang memunguti gaunnya yang tergeletak di lantai.


Zinnia meletakkan gaun itu di atas ranjang suaminya.


Sementara William nampak terhipnotis dengan penampilan istrinya yang begitu seksi dengan kemeja miliknya. Meskipun terlihat kebesaran namun, Zinnia tetap cantik dengan kemeja putih itu.


Rambut Zinnia yang masih di gulung membuat mata William sedikit terusik dengan tatanan rambut yang tak sesuai dengan kemeja yang saat ini di pakai oleh istrinya.


William yang sudah bertelanjang dada mendekati Zinnia yang masih diam berdiri tanpa ingin menghindari suaminya.


Jarak keduanya sudah sangat dekat. Kini William telah saling berhadapan dengan Zinnia dengan jarak yang sangat dekat.


Mata William terfokus pada rambut Zinnia. Pria itu mengangkat tangannya mengarahkan tangan kekar itu pada bagian belakang rambut Zinnia.


William menyentuh rambut itu dan dalam sekejap mata, rambut hitam Zinnia sudah tergerai sempurna.


Kecantikan yang awalnya 99,9% kini menjadi 100%.


William memperhatikan penampilan istrinya dari atas sampai bawah dan senyum William terpancar indah.


"Kau terlihat sangat cantik jika rambutmu di gerai seperti ini," tutur William.


William bergerak satu langkah mendekati Zinnia. "Sekarang waktunya mandi!" William mengangkat tubuh Zinnia dan gadis itu spontan melingkarkan kedua kakinya pada pinggang suaminya.


Dada keduanya saling bersentuhan. Zinnia bisa merasakan otot-otot tubuh William yang sangat kekar dan keras.


Tangan Zinnia juga sudah berada pada leher William. Mata keduanya tetap saling pandang meskipun William membawa istrinya menuju ke arah kamar mandi dengan posisi Zinnia masih dalam gendongannya.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2