
Victor dan Naomy masuk kedalam sebuah butik yang begitu megah, begitu juga dengan bima ia berjalan dibelakang kedua calon pengantin
"Selamat siang tuan dan nyonya silahkan masuk" ujar salah satu pegawai di butik itu
Naomy tersenyum ramah
Mereka berjalan menuju sebuah ruangan yang terletak di bagian kanan butik
"Selamat datang dibutik kami" ujar perempuan yang berdiri diruangan tersebut
"Ini mbak Sherly ya?" tanya Victor
"Iya saya Sherly, ini pak Victor kan?"
"Iya saya Victor"
"Jadi Sherly ini pemilik butik ini" ujar Victor memperkenalkannya kepada Naomy
"Oh benarkah? Senang bertemu dengan anda" Naomy tersenyum
"Oh iya perkenalkan ini Naomy calon istri saya"
"Wahh cantik sekali, kalian berdua memang pasangan serasi"
"Terima kasih" sahut Naomy
"Yaudah kita langsung aja ya pilih baju nya, Butik kami mengeluarkan gaun pengantin baru yang di lengkapi 127 berlian" ujar Sherly
Mereka berjalan menuju gaun-gaun tersebut
Naomy membuka mata nya lebar, ia takjub melihat gaun yang cantik-cantik
"Kalian mau yang seperti apa? Modern? Tradisional? Atau klasik?" tanya sherly
"Saya mau lihat gaun yang terbaru" ucap Victor
__ADS_1
"Disebelah sini pak"
"Naomy coba yang ini" ujar Victor
"Eh i..iya" sahut Naomy kaget yang sedari tadi memandangi gaun-gaun
Naomy memasuki ruang ganti dan langsung mencoba gaun tersebut, namun ia tak dapat menarik resleting yang panjang tersebut
Beberapa menit kemudian Naomy tak kunjung keluar, Victor pun mulai khawatir dan berjalan mendekati ruang ganti
"Naomy?"
"Hmm"
"Kok lama?"
"Tangan saya gak bisa narik resletingnya pak"
Lagi dan lagi Naomy memanggilnya pak namun kali ini victor tak menghiraukan nya
Naomy melihat Victor yang berdiri dibelakang nya melalui cermin yang ada dihadapan nya
Naomy sontak kaget karena Victor masuk tanpa aba-aba
Victor menarik resleting lalu memajukan wajah nya dan berhenti tepat di samping telinga Naomy
"Kamu cantik" Bisik Victor
Muka Naomy langsung memerah bagai setumpuk cabai
Mereka berdua keluar dari ruang ganti
"Wahh ini sangat cocok untukmu" ucap sherly
"Yaudah aku ambil yang ini aja" ujar Victor
__ADS_1
Naomy langsung menatap Victor
"Ya ampun ini kan mahal banget" ujar Naomy dalam hati
"Gak mau coba yang lain aja?" tanya Naomy
"Gak, aku mau yang ini aja"
"Tapi ini ter..." ucapan Naomy terpotong oleh Victor
"Sher aku mau yang ini" ucap Victor tanpa menghiraukan Naomy
"Baik pak Victor" sahut Sherly
Setelah selesai mereka kembali ke mobil namun langkah mereka terhenti oleh Bima
"Tuan ini undangan nya sudah jadi" ujar Bima
Victor mengambil dan menatap undangan tersebut
"Nanti minta sekretaris diandra membagikan nya dan ingat hanya untuk orang-orang terdekat saja"
"Baik tuan"
"Aku mau satu" ucap Naomy
"Buat apa capek-capek diandra bisa membaginya nanti" sahut Victor
Namun Naomy tak menghiraukan nya ia langsung mengambil satu undangan dari tangan Bima dan memasukannya kedalam tas
Mereka pun pulang, di sepanjang jalan Naomy hanya diam ia tak berani membuka pembicaraan, mata nya menatap jalanan
Berbeda dengan Victor yang sedari tadi sibuk dengan telepon yang tak henti-hentinya mengganggu nya
Setelah sampai di depan rumah Naomy, Naomy pun turun dari mobil tanpa sepatah kata pun, saat ia menutup pintu mobil mulutnya mulai terbuka
__ADS_1
"Terima kasih"