
Hari ini tepat acara konferensi pers untuk mengkonfirmasi kembalinya Clara Davidson ke industri perfilman Indonesia.
Semua awak media sudah berada di ruang acara tersebut dengan berbagai macam alat yang mereka bawa untuk mengabadikan momen penting itu.
Wanita cantik berbalut baju hijau dengan memperlihatkan bagian leher jenjangnya tengah berlenggak lenggok di koridor sebuah gedung dimana gedung tersebut merupakan tempat dirinya akan melaksanakan konferensi pers sekaligus untuk membeberkan pernikahan di atas kertas antara Melati dan Arnon.
"Arnon,Sayang! kita akan segera bersatu kembali," gumam Clara yang mengibaskan rambut panjangnya dengan raut wajah menggoda.
Di kediaman Hadi,Melati sudah membuat sarapan untuk semua anggota keluarganya.
Gadis itu telah membuka apron yang ia kenakan untuk memasak karena semua masakan telah terhidang di meja makan.
Saat Melati hendak naik ke atas,Pram menghentikan langkahnya.
"Maaf,Nona!"
Melati menoleh ke arah asisten pribadi Arnon.
"Pram? ada apa kau pagi-pagi sudah berada di sini?" tanya Melati yang heran dengan kedatangan Pram.
"Saya kemari ingin memberitahu Tuan muda jika sebentar lagi akan ada acara konferensi pers untuk menyambut Nona Clara come back ke dunia perfilman tanah air," jelas Pram.
Kedua mata Melati memicing sempurna.
"Untuk apa Arnon harus hadiri acara kembalinya Clara ke industri perfilman? apa mungkin mereka akan mengumumkan tentang hubungan keduanya yang masih tetap berlanjut?" otak Melati mulai berpikir keras.
"Nona!" Pram membuyarkan lamunan Melati yang tengah asik dengan pikirannya sendiri.
"Maaf,aku akan sampaikan pada Arnon." Melati bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Wajah gadis itu masih terlihat gusar.
Melati membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah Arnon yang masih terlelap.
"Orang ini tidur bagai orang mati," gumam Melati yang duduk di dekat Arnon.
"Arnon! bangun!." Melati mengguncang tubuh suaminya keras agar pria itu cepat terbangun dari tidurnya.
Arnon menggeliat meregangkan otot-ototnya dengan kedua tangan yang ia rentangkan ke atas.
Pria itu melihat ke arah Melati yang sudah berada di dekatnya.
"Ada apa? ini kan masih pagi," ujar Arnon dengan suara khas orang bangun tidur.
"Pram memberitahuku jika hari ini kau ada acara konferensi pers untuk menyambut ... Clara," tutur Melati dengan wajah tak dapat di jelaskan lagi.
Arnon paham dengan raut wajah istrinya yang mulai tak bersahabat.
Pria itu bangun dengan posisi masih duduk di atas kasur.
"Apa kau cemburu?" Arnon menggoda Melati.
"Ti-tidak! siapa yang mengatakan jika aku cemburu," kilah Melati membuang muka ke arah lain.
"Sudah terlihat sekali jika kau cemburu." Arnon tersenyum melihat Melati yang berkilah darinya.
Arnon turun dari atas ranjang menuju kamar mandi,namun sebelum tubuhnya berhasil menghilang di balik pintu kamar mandi,ia berbalik menatap ke arah Melati.
__ADS_1
"Siapkan baju untuk acara konferensi pers itu," pinta Arnon kemudian menghilang di balik pintu kamar mandinya.
Melati melangkah ke arah lemari pakaian dengan wajah lesu tak bergairah.
Gadis itu memilih baju yang cocok untuk Arnon kenakan.
Setelah cukup lama menyortir beberapa baju yang cocok untuk Arnon,akhirnya pilihan Melati jatuh pada setelan jas berwarna hitam dengan Kemeja putih.
Melati meletakkan setelan baju itu di atas kasur.
Gadis itu duduk di ranjang sambil meraba baju yang akan Arnon kenakan.
"Apa mungkin cinta yang aku rasakan akan berakhir hari ini? benar-benar kisah cinta yang tragis! aku mencintai seseorang yang belum pasti pria itu memiliki perasaan yang sama denganku." Melati tersenyum kecut meratapi nasib yang lagi-lagi mempermainkan hidupnya.
Melati berjalan hendak keluar dari kamarnya namun suara pintu kamar mandi terdengar membuat langkah gadis itu terhenti.
"Kau harus ikut denganku," pinta Arnon yang masih mengeringkan rambut basahnya.
Melati menoleh ke arah suaminya dengan tatapan mata tajam.
"Apa kau ingin aku menonton kemesraanmu dengan pacarmu itu?"
"Aku tak ada maksud seperti itu? aku hanya memintamu menemaniku," jelas Arnon mulai memakai kemejanya.
Melati berbalik karena pria itu hanya memakai handuk yang ia lilitkan pada pinggangnya.
"Dasar pria aneh," umpat Melati berjalan keluar menuju meja makan.
Arnon tersenyum mendengar umpatan istrinya.
"Perempuan saat cemburu ya begitu! apa yang di lakukan orang lain pasti salah baginya,huh! nampaknya aku harus ekstra sabar menghadapi Melati untuk kedepannya." Melanjutkan memakai celana dan jasnya.
Anggi dan Hadi juga berada di meja makan, sedangkan Agnez ada perjalanan bisnis sejak kemarin.
"Kau tak sarapan,Nak?" tanya Hadi pada putrinya.
"Aku akan sarapan roti saja Pa! sebentar lagi aku dan Arnon akan berangkat untuk menghadiri acara konferensi pers," jelas Melati yang mengoles roti kedua dengan selai coklat untuk suaminya.
Anggi tak memperdulikan perbincangan Melati dan Hadi,ia lebih fokus dengan sarapannya karena baginya pembicaraan antara anak dan ayah itu tak bisa menghasilkan uang.
Setelah selesai membuat sarapan untuk dirinya dan Arnon,Melati berjalan menuju kamarnya dengan 2 potong roti tawar yang sudah di olesi selai beda rasa.
Arnon sudah keluar dari kamar itu dan melihat Melati berjalan ke arahnya dengan dua potong roti di masing-masing tangannya.
"Apa itu untukku?" tanya Arnon yang masih berhenti di depan pintu kamar mereka.
"Ini untukmu! Pram menunggumu di ruang tamu." Melati memberikan roti dengan selai coklat pada Arnon.
"Terimakasih! kau harus segera bersiap." Arnon melenggang menuju lantai dasar.
Saat pria itu sudah berada di lantai bawah,ia melihat ke arah kedua mertuanya yang sedang menikmati sarapan.
"Selamat pagi Pak,Ma!"
"Selamat pagi," sahut Hadi dan Anggi bergantian.
Arnon berjalan menuju ruang tamu dimana Pram telah menunggunya.
__ADS_1
"Kenapa kau memberitahu schedule hari ini secara mendadak?" tanya Arnon yang duduk di sofa.
"Maaf,Tuan muda!"
"Apa ada yang harus aku lakukan selain menyambut Clara?" tanya Arnon lagi sambil menikmati sarapan buatan Melati.
"Tidak ada,Tuan!"
Arnon hanya menanggapi dengan anggukan kepala sambil kembali menggigit rotinya.
Melati sudah bersiap,gadis itu menuruni anak tangga dengan rambut yang sudah di kuncir kuda.
Baju yang Melati pakai benar-benar ia perhitungkan kali ini karena dirinya pasti sedikit banyak akan di sorot oleh kamera para awak media yang akan meliput Clara.
Melati memakai loose pant berwarna coklat susu di padu padankan dengan atasan turtleneck berwarna putih berbahan lace terbaik dengan model baju lengan buntung.Kakinya di hiasi dengan hells berukuran 6 cm berwarna hitam,membuat penampilan gadis itu semakin terlihat elegan dan tentunya sangat serasi saat bersanding dengan Arnon.
Gadis itu berbelok menuju meja makan untuk mengambil susu hangat Arnon yang pastinya belum di minum oleh si aktor tampan tersebut.
Melati berjalan ke arah Arnon dengan segelas susu hangat di tangannya.Pria itu tengah berbincang dengan Pram di ruang tamu.
Anting bulat besar menghiasi kedua telinganya membuat gadis itu nampak seperti bukan gadis biasa,lebih tepatnya seperti model yang sedang berjalan di peragaan busana desainer ternama.
Arnon tak sengaja menatap ke arah Melati.
Pria itu di buat ternganga bukan main melihat penampilan istrinya yang sudah berubah total.
"Apa ini benar istriku?" pikir Arnon.
Melati tersenyum pada Arnon dan ia duduk tepat di samping suaminya.
"Minum dulu susunya," pinta Melati memberikan segelas susu hangat pada Arnon.
Pria itu masih menatap lekat wajah Melati yang terlihat semakin membuat jantungnya terguncang hebat.
Arnon menerima susu hangat pemberian istrinya.Arnon meneguknya sampai habis dengan mata yang masih setia melirik ke arah Melati.
Setelah susu dalam gelas itu tandas,Arnon meletakkan gelas kosong tersebut di atas meja.
Melati tersenyum karena melihat bekas susu yang menempel pada bibir atas Arnon.
Gadis itu menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Arnon dan mempermudah dirinya untuk membersihkan sisa susu yang masih menempel.
Arnon mulai menerka-nerka apa yang akan di lakukan oleh istrinya.
"Apa dia akan menciumku lagi?"
Melati mencondongkan badannya ke depan menyentuh bibir Arnon dan mengusap lembut sisa susu yang masih menempel pada bibir indah suaminya.
"Sudah selesai," ucap Melati yang memundurkan badannya kembali.
"Kau hanya ingin melakukan itu?" tanya Arnon yang membuat kening Melati mengkerut sempurna.
"Ya! aku hanya ingin melakukan itu," sahut Melati sekenanya.
Arnon mencebik kesal karena dirinya berpikir terlalu jauh.
Pram mencoba menahan tawa yang sudah berada di pucuk karena Tuan mudanya pasti telah berpikir mesum kali ini.
__ADS_1
"Apa Tuan muda mengira jika Nona Melati akan menciumnya? hahahaha! sungguh pikiran pria mesum di pagi hari." Pram masih mencoba menahan tawanya yang ingin meledak.
Jika saja perkataan Pram itu di dengar oleh Arnon,sudah pasti ia akan di potong gaji sebesar 99% karena telah berani mengatakan jika Arnon itu pria mesum di pagi hari.