Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 68


__ADS_3

Clara menoleh ke arah sumber suara tepuk tangan tersebut.


Kertas yang Clara pegang seketika terjun bebas mendarat ke lantai.


Wajah cantiknya yang semula penuh senyum kemenangan, langsung sirna begitu saja saat melihat seseorang yang sedang tersenyum ke arahnya.


Tubuh Clara bergetar penuh ketakutan yang sangat luar biasa.


"Kenapa dia bisa ada di sini?" Clara mulai merasa frustasi.


Pria itu mendekat ke arah Clara di iringi senyum liciknya.


Semua kamera menyorot ke arah pria bertubuh jangkung tersebut dengan paras yang cukup tampan namun tak setampan Arnon pastinya.


"Apa kabar,Clara Sayang!" terus berjalan dengan jarak semakin mendekati Clara.


"Pergi! untuk apa kau kemari!" teriakan Clara memenuhi ruangan itu.


Arnon yang sudah geram dengan Clara semakin di buat muak dengan kekasihnya itu.


Belum sempat pria jangkung itu menjawab pertanyaan Clara,Arnon terlebih dulu memotong pembicaraan mereka berdua.


"Siapa pria itu,Clara?" tanya Arnon yang mulai meradang.


Clara menoleh ke arah Arnon yang sudah menatapnya tajam.


"Dia ...."


"Aku James,tunangan Clara Davidson," sahut James dengan bangganya.


Lagi-lagi amarah Arnon di buat semakin meletup bahkan sudah akan meledak namun di tahan oleh pria itu.


Clara menatap James sinis hendak ingin menyumpal mulut pria itu rapat-rapat.


"Tutup mulutmu James!" Clara mulai memperingati pria yang bernama James tersebut.


Clara beralih mendekat ke arah Arnon yang sudah terlihat sangat marah padanya.


"Arnon! semua ucapan pria gila itu tak benar! dia hanya ingin memisahkan kita berdua," jelas Clara menggenggam erat tangan kanan Arnon.


Aktor tampan itu masih mencoba menetralkan perasaannya yang sudah cukup rumit.


"Hahahaha! kau memang sangat cocok menjadi pemain film Clara,aktingmu sangat apik," sindir James.


"Dasar pengacau! aku harus segera membuat laki-laki gila ini keluar dari sini," pikir Clara yang mulai mencari cara untuk mendepak James sejauh mungkin.


"Arnon dengarkan aku! aku tak kenal dengan pria ini,dia mungkin hanya penggemar yang terobsesi denganku! kau tahu sendiri bukan jika banyak sekali pria yang ingin memilikiku?" Clara mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya.


Arnon diam tak menanggapi penjelasan Clara.Pria itu menatap Clara tajam.


"Aku tak yakin dengan perkataan Clara! mana mungkin pria dengan penampilan modis seperti James hanya seorang penggemar?" hati kecil Arnon mulai merasa ada yang aneh dengan hubungan keduanya.

__ADS_1


"Kau jangan berbohong pada orang yang sangat kau cintai,Clara!" James kembali membuka suaranya.


"Hei! diam kau pria gila! aku tak kenal denganmu dan tak ingin berurusan dengan penggemar yang sangat terobsesi sepertimu ini," cerca Clara sambil menunjuk James dengan raut wajah merah padam.


James tersenyum simpul menanggapi ucapan Clara padanya.


"Kau tak salah mengatakan jika aku gila? padahal kau sendiri yang keluar dari rumah sakit jiwa."


"Kau yakin jika aku hanya seorang penggemarmu?" tanya James yang ingin memancing kemarahan Clara lagi.


"Ya,aku yakin! karena aku tak mengenalmu," sahut Clara penuh percaya tinggi.


"Tapi aku mengenalmu,Nyonya James," celetuk James.


"Hahahaha! aku semakin yakin jika kau ini pria gila!" Clara mulai mengumpat tak terkendali.


"Aku tak gila,Clara! aku membawa bukti jika kita berdua saling mengenal bahkan hubungan kita lebih dari sekedar artis dan penggemarnya." Pria itu mulai tersenyum meledek Clara.


Model cantik itu mulai menegang mendengar perkataan James.


"Jangan sampai pria gila ini membuka rahasia yang sudah aku kubur selama ini," batin Clara.


James meminggirkan dirinya untuk memberi jalan pada seseorang yang berada tepat di belakangnya.


Saat wajah orang tersebut terpampang nyata di hadapan Clara,wajah model itu mulai pucat pasi.


"Ada apa dengan semua ini? aku berharap hari ini adalah hari dimana Melati akan merasakan malu yang luar biasa,tapi kenapa aku yang harus berada dalam situasi terburuk dalam hidupku."


Pria paruh baya itu mendekat ke arah Clara dengan raut wajah datarnya.


"Tapi Pa?"


"Sudah cukup kau membuat Papa malu,Clara!"


Clara diam membisu mendengar ucapan dari mulut ayahnya,ia tak berani menjawab karena Clara tahu betul ayahnya orang yang tak suka di bantah.


Arnon melepaskan genggaman tangan kirinya pada tangan Melati.


Pria itu berjalan mendekat ke arah ayah dan anak yang sedang sibuk berdebat.


Tangis Melati kini semakin deras saat melihat orang yang ia cintai lebih memilih dekat dengan kekasihnya.


"Tuhan ... jika memang perasaan yang aku rasakan saat ini salah,aku mohon ... tolong hilangkan saat ini juga! aku tak ingin hati ini merasakan hal yang lebih menyakitkan lagi."


Arnon berdiri tepat di samping Clara.


"Maaf Pak! apa Bapak ini orang tua Clara?" tanya Arnon.


Karena selama Clara di Indonesia gadis itu hanya tinggal bersama para pelayan,sedangkan orang tuanya berada di London untuk mengembangkan bisnis mereka.


"Iya,saya Papa Clara dan pria yang bernama James itu adalah tunangan putri saya."

__ADS_1


Seketika amarah Arnon yang awalnya sudah sedikit mereda kini bergejolak kembali.


Bukan karena cemburu atau sakit hati karena Clara bersamaan pria lain,tapi Arnon merasa dirinya telah di tipu oleh orang yang sangat ia sayang selama ini.


Arnon menatap Clara dengan mata penuh kebencian.


"Arnon,kau jangan percaya dengan perkataan Papa dan James! mereka berdua hanya ingin memisahkan kita dan kau harus percaya padaku Honey!" Clara bersimpuh di kaki Arnon dengan derai air mata.


Arnon tak ada pergerakan apapun.


Pria itu tak menghiraukan atau mendorong Clara untuk menjauh darinya.


"Arnon! saya hanya ingin memberitahu,Clara sudah bertunangan dengan James,jadi tolong jauhi dia! lagi pula kasihan gadis itu, sepertinya dia sangat mencintaimu," ujar ayah Clara sembari menatap ke arah Melati yang menundukkan kepala menyembunyikan kristal bening yang terus mengalir membasahi wajah cantiknya.


"Apa yang Papa katakan! cukup Pa ... cukup! kenapa papa selalu melakukan hal ini padaku ... kenapa Pa ... kenapa?"


"Kau yang seharusnya sadar Clara! sejak awal Papa sudah menjodohkanmu dengan James karena dia anak rekan kerja Papa dan kau harus tahu juga,jika tak ada keluarga James yang membantu perusahaan kita,mungkin perusahaan Davidson sudah tinggal nama dan kau harus paham itu," tutur ayah Clara tegas.


"Tapi ini bukan zaman Siti Nurbaya,Pa! aku tak cinta dengan James dan aku ...."


"Cukup Clara! jika kau tetap pada pendirian tak bergunamu itu,maka Papa akan menyeretmu pulang secara paksa ke London."


"Tidak Pa,aku tak mau!" Clara mulai berteriak kembali.


"Jadi selama ini kau menipuku,Clara?" tanya Arnon menundukkan kepalanya menatap ke arah Clara yang masih bersimpuh di kakinya.


Wanita itu berdiri menggenggam erat tangan Arnon.


"Honey,dengarkan aku! aku sangat mencintaimu,aku tak ingin kau menjadi milik wanita lain dan aku sangat ingin kita kembali seperti dulu," ujar Clara dengan tetesan air mata yang satu persatu membasahi pipinya.


Hati Arnon tak merasakan kesedihan yang Clara alami.Pria itu seperti kehilangan rasa cinta yang teramat sangat dalam pada kekasihnya.


Arnon menatap kedua manik mata Clara dalam dengan kedua tangan yang menangkup wajah wanita itu.


"Clara! aku sangat mencintaimu dan sungguh sangat mencintaimu," ucap Arnon sembari menghapus air mata yang terus membanjiri wajah kekasihnya.


Badan seorang gadis yang berstatus menjadi istri Arnon mulai bergetar hebat mendengar ungkapan cinta suaminya pada orang yang di cintai oleh Arnon.


"Jika memang ini akhirnya dari pernikahanku,aku akan mengikhlaskan suamiku untuk wanita yang di cintainya,Tuhan! Arnon, terimakasih karena kau telah membuat aku dapat merasakan jatuh cinta pada seseorang untuk pertama kalinya ... semoga kau bahagia dengan pilihanmu dan ... selamat tinggal." Tetesan air mata Melati sudah meluap tak terkendali lagi,gadis itu sudah tak kuat melihat Arnon bersama Clara.


Dengan langkah lemah tanpa tenaga,Melati berjalan melewati Arnon dengan tatapan fokus ke depan tanpa ingin melihat ke arah Arnon yang sedang bersama pujaan hatinya.


Wajah Melati kembali tertunduk saat dirinya sudah berhasil melewati Arnon.


James melihat semua itu dengan tatapan iba pada istri Arnon.


"Kasihan sekali gadis ini,Clara benar-benar sudah melewati batasannya," batin James.


Saat Melati sudah hampir mencapai ambang pintu,gadis itu tak sengaja menabrak dada bidang seseorang.


"Maaf! saya yang salah karena menundukkan kepa ...."

__ADS_1


Ucapan Melati terhenti saat melihat pemilik dada bidang tersebut.


"Kau?" wajah Melati kebingungan.


__ADS_2