
Melati dan Arnon turun dari tangga dengan setelan baju yang sangat serasi.
Arnon tak henti-hentinya menatap ke arah istrinya yang sudah tampil sangat mempesona malam ini.
Gadis itu mengenakan gaun malam berbahan tile premium dengan lengan berbentuk balon terawang. Kedua bahu terbuka dengan sentuhan tali melingkar indah pada leher jenjangnya.
Rambut di Cepol ala wanita kalangan atas. Make up tipis namun masih terlihat elegan.
Gaun menjuntai ke bawah mengembang bagai putri negeri dongeng. Senyumnya selalu terukir di hiasi lesung pipi yang tertancap indah pada kedua pipi manisnya.
Suara helss yang berwarna senada dengan gaunnya terdengar bagai alunan nada cinta di telinga seorang Arnon Marvion Gafin. Pria itu terus menatap wajah istrinya diiringi senyuman yang tak pernah luntur dari bibir menawannya itu.
Tangan Melati terus melingkar pada lengan kekar suaminya. Keduanya terlihat begitu serasi saat bersanding menuruni anak tangga.
Arnon dengan setelan jas berwarna senada dengan gaun Melati. Dasi kupu-kupu yang menambah ketampanan seorang Arnon menjadi berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.
Keduanya sudah berada di dalam mobil dengan wajah penuh kebahagiaan.
Arnon menggenggam tangan Melati dan terus mengecup punggung tangan istrinya.
"Sayang! berhenti! aku merasa malu pada supir," tutur Melati pada suaminya.
"Kau cantik sekali, Sayang! pasti semua orang ...."
Ucapan Arnon terhenti saat mengingat laki-laki yang akan hadir di sana selain dirinya.
"Astaga! kenapa aku sampai lupa jika di pesta itu bukan hanya aku prianya, tapi masih banyak pria lain yang akan melihat kecantikan istriku?"
Wajah Arnon sudah mulai merengut kesal. Melati menyadari perubahan raut wajah suaminya.
"Kau kenapa?" tanya Melati pada Arnon.
"Tidak apa-apa! aku hanya kesal saja," tutur Arnon dengan nada super ketus.
"Orang ini kenapa? tadi perasaan tak apa-apa? kenapa sekarang jadi badmood begini?"
"Sayang? kau kenapa?" tanya Melati manja.
Arnon menatap ke arah istrinya dengan tatapan datar.
"Aku tak suka jika ada pria lain yang akan melihat kecantikanmu," sahut Arnon.
Melati tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut suaminya.
__ADS_1
"Apa kau sedang cemburu?" tanya Melati yang terkesan meledek.
"Tidak!"
"Sungguh?" tanya Melati lagi.
"Iya," sahut Arnon masih dengan nada ketusnya.
"Kalau begitu jika ada pria yang melirikku dan jatuh ...."
Arnon tiba-tiba menarik Melati dalam dekapannya. "Aku tak ingin milikku di lihat oleh orang lain dengan tatapan lapar, aku tak ingin kau sampai digoda oleh mereka," ujar Arnon memeluk erat tubuh istrinya.
Melati membalas pelukan erat suaminya.
"Sayang! kau itu orang yang aku cintai, orang yang akan selalu berada di sampingku sampai kita tua, dan yang akan menjadi Daddy dari anak-anak Mommy-nya," bisik Melati yang secara langsung membuat jiwa lesu Arnon kembali berbunga-bunga mendengar bisikan manis dari mulut istrinya.
"Aku ingin sekali segera menjadi Daddy," tutur Arnon mengecup puncak kepala istrinya.
Beberapa menit roda mobil bergulir, akhirnya Melati dan Arnon tiba di tempat acara.
Mereka berdua turun dari mobil berjalan masuk ke dalam ruang pesta. Di dalam sana sudah hadir beberapa top model dalam negeri, sutradara, fotografer, dan para aktor serta aktris papan atas lainnya termasuk Arnon Marvion Gafin.
Mata semua tamu yang hadir tertuju pada pasangan muda yang saat ini tengah menjadi topik terhangat yang sedang di bicarakan dalam berbagai acara gosip.
Tangan Melati terus melingkar pada lengan kekar Arnon. Senyum keduanya bertebaran menyambut sapaan semua tamu yang hadir di sana.
Roger ternyata tengah berbincang dengan para fotografer senior. Ia masih tergolong fotografer muda, namun semua karyanya tak perlu di ragukan lagi karena sang ayah merupakan fotografer legendaris di dalam negeri.
"Selamat ulang tahun Roger," ucap Arnon yang sudah bergabung dalam sekumpulan para selebritis dan deretan beberapa orang penting di industri hiburan Indonesia.
Semua mata tertuju pada pasangan yang terlihat seperti pangeran dan putri pesta malam ini.
"Terimakasih, Tuan Arnon!"
"Ini istrimu, Nak Arnon?" tanya sutradara senior kondang.
"Iya, Pak! ini istri saya, Melati," ujar Arnon memperkenalkan sang istri.
"Wah, baru kali ini kami melihat wajah istrimu secara langsung dan sangat dekat seperti ini! dia sangat cantik dan kau beruntung bisa memilikinya, Nak!"
"Terimakasih, Pak! saya juga merasa seperti itu." Menatap wajah Melati diiringi senyum manisnya.
Melati juga membalas senyuman Arnon. Ia sebenarnya sedikit malu dengan pujian Arnon padanya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun, Roger!"
Semua mata tertuju pada sumber suara tersebut, tak terkecuali Melati dan Arnon.
Pria itu tersenyum ramah pada Roger kemudian beralih pada Melati yang tepat berada di sampingnya.
Melati terkejut saat melihat siapa si empunya suara tersebut.
"Kak Erick? kau datang juga kemari?" tanya Melati keheranan.
"Iya, Mel! aku datang kemari bersama ayahku, dia masih berbincang dengan teman lamanya," jelas Erick yang terus menatap Melati tanpa henti.
"Kau memang sangat cantik, Mel! tak salah jika semua pria jatuh cinta padamu ... termasuk aku," batin Erick.
Arnon menatap ke arah Erick dengan sorot mata elangnya yang siap kapan saja menerkam habis mangsanya.
"Ada yang tak beres dengan pria ini! aku harus menyelidikinya," pikir Arnon.
Acara inti dari pesta ini sudah di mulai. Roger meniup kue tart berukuran besar dan memotongnya.
Setelah acara potong kue telah rampung, acara dilanjutkan dengan game memilih pasangan dansa lewat undian.
Semua tamu undangan yang hadir mengambil gulungan kertas kecil untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan dansanya.
"Mari kita buka bersama-sama gulungan kertas yang ada di tangan para undangan semua! saya hitung sampai tiga! satu, dua, tiga!" suara MC tersebut menggelar seisi ruangan.
Semua tamu undangan membuka gulungan kertas mereka.
Arnon menatap ke arah Melati, begitu pula dengan gadis itu yang juga menatap suaminya.
Mereka berdua memperlihatkan kertas kecil yang berisikan nomor pasangan pada pesta tersebut.
Senyum Arnon dan Melati terukir indah saat melihat nomor mereka ternyata sama, yaitu angka lima.
"Aku mencintaimu, Sayang!" sambil menarik pinggang Melati agar jarak mereka lebih dekat lagi.
"Aku juga mencintaimu, Suamiku," balas Melati pada suaminya.
"Pada game kali ini, akan ada kejutan untuk pasangan dansa yang beruntung! kita lihat saja nanti apa kejutan tersebut," ucap MC yang memandu jalannya game pada pesta tersebut.
Mata Erick tak sengaja melihat angka yang ada pada kertas milik Melati. Senyum pria itu tersungging indah.
"Ini kesempatanku," batin Erick tersenyum simpul.
__ADS_1
Nomor urut pasangan pertama sudah mulai berdansa. Nomor urut dua dan berikutnya terus sambung menyambung sampai pada nomor urut lima.
Semua tamu yang berada di sana tercengang melihat ada tiga orang yang maju menunjukan nomor urut lima.