Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 201 ( Season 2 )


__ADS_3

Bibir Zinnia sudah mendarat di bibir kenyal milik William. Mata keduanya sama-sama terbelalak karena merasa terkejut satu sama lain.


Mereka berdua tak sadar jika akan terjadi hal seperti itu.


Zinnia segera menarik bibirnya. Gadis itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


William yang awalnya terkejut langsung tersenyum melihat tingkah lucu Zinnia.


"Sayang? kau kenapa?" tanya William pura-pura tak tahu.


Zinnia hanya menggelengkan kepalanya tak menjawab pertanyaan suaminya dan masih dengan wajah tertutupi oleh tangannya.


"Jika kau tak menjawab berarti kau memang ingin menciumku," goda William dan tangan Zinnia langsung terhempas jauh dari wajahnya.


"Maaf ya, Pria mesum! kau jangan terlalu percaya diri, itu semua tak sengaja. Aku tadi ingin menanyakan tentang film di laptopmu," jelas Zinnia yang sudah memutar posisi duduknya berhadapan dengan William.


William memandang istrinya acuh. "Alasanmu sudah basi, Nona! aku tahu kau ingin menciumku kan?"


Mata Zinnia menyipit sempurna. Gadis itu mengambil laptop William dan menunjukkan film yang ingin ia tanyakan pada William.


Zinnia memberikan laptop itu pada pemiliknya. Telunjuk Zinnia langsung menunjukkan film mana yang menyita perhatiannya.


William melihat film yang Zinnia tunjuk. "Kau ingin menonton film ini?" tanya William tersenyum nakal.


Tangan Zinnia bergerak sendiri tanpa di minta langsung mendarat memukul lengan suaminya cukup keras.


"Kau ini ya! kau kira aku tak tahu film ini? hah, aku sudah menonton semua sekuelnya saat aku berusaha membuatmu jatuh cinta padaku! jadi ...."


Zinnia menutup mulutnya karena ia secara tak langsung sudah membocorkan rahasianya sendiri karena sudah menonton film itu.


Wajah William di buat sekaget mungkin. "Jadi kau sudah menonton semua sekuelnya? bagaimana menurutmu? apa aku perlu melakukan semua adegan yang di lakukan Cristian pada Anastasia?" tanya William mendekatkan dirinya pada Zinnia.


Laptop yang awalnya berada di tangan pemiliknya sudah berpindah tempat berada di samping William.


Pria itu menyentuh bibir Zinnia lembut sembari terus menatap bibir indah istrinya.


Senyum William terbit. "Apa kau ingat adegan ini saat Ana dan Cristian berada di dalam kamar dan pria itu menyentuh bibir Ana."


Seketika ingatan Zinnia mulai berputar untuk mengingat adegan itu dan wajah Zinnia sudah ketar ketir saat ia ingat setiap adegan yang di sebutkan suaminya.


"Awas saja jika dia macam-macam."

__ADS_1


William menarik hidung Zinnia. "Aku tak akan melakukan hal itu padamu, Sayang! karena kita belum berkencan," tutur William.


Pria itu beranjak dari kasurnya untuk meletakkan laptopnya di atas tempat tidur. William kembali lagi ke atas ranjang sudah dengan posisi terlentang dan mengisyaratkan Zinnia untuk ikut tidur bersamanya.


"Apa?" tanya Zinnia.


"Tidur, Zi! ini sudah malam," sahut William halus.


"Tidak! aku masih tak mengantuk! mataku masih tak terasa pekat," tolak Zinnia yang langsung melihat ponselnya.


Gadis itu membuka aplikasi membaca komik secara online untuk menghilangkan kejenuhannya malam ini.


Zinnia membaca komik romantis dan saat ia ingin membaca komik yang baru saja rilis, mulut Zinnia menganga karena adegan yang ia tonton adalah adegan ranjang.


William yang penasaran merampas ponsel Zinnia dan seketika wajah pria itu tersenyum nakal pada Zinnia.


"Kau suka komik seperti ini ternyata ya? apa perlu aku mempraktekkan adegannya," goda William lagi.


"Ih! aku tak sengaja melihat itu dan itu juga komik baru rilis tapi kenapa langsung ada adegan ...."


"Jika aku menyuruhmu tidur, kau harus menurut, Sayang! kemarilah!"


"Tapi aku ...."


William memeluk Zinnia erat. Desainer cantik itu sampai sesak napas. "Aku sesak napas, Will!"


William melonggarkan sedikit pelukannya. Zinnia menatap ke arah suaminya yang sudah memejamkan matanya namun, Zinnia tahu jika William masih belum tidur.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Zinnia masih dengan kepala mendongak menghadap ke arah suaminya. "Tidak!" William menolak mentah-mentah pertanyaan Zinnia.


"Hanya satu pertanyaan saja," bujuk Zinnia.


"Tidak!"


"Please!"


"Tidak!" William langsung membawa kepala Zinnia agar bersandar pada dada bidangnya. Gadis itu masih terus mencoba mendongak dan William kembali membawa kepala Zinnia bersandar pada dada bidangnya. "Besok kau akan tahu dan sekarang kita harus tidur karena besok pagi-pagi sekali kita harus berangkat ke rumah sakit."


"Untuk apa kita ke rumah sakit?" tanya Zinnia yang memang tak tahu jika dirinya di wajibkan ikut sebagai istri pemilik rumah sakit tersebut.


"Besok kan hari ulang tahun rumah sakitku, Zi! kau sebagai istriku harus hadir di sana." jelas William masih dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Tapi aku masih belum mengantuk," ujar Zinnia membuat kelopak mata William kembali terbuka.


"I love you, Zinnia!"


William mencium kening istrinya lembut. Setelah selesai dengan kening sang istri, William menurunkan sedikit wajahnya menatap ke arah bibir Zinnia. "Mimpi indah! aku mencintaimu, Istriku!" William mengecup bibir Zinnia.


Cup cup cup


Bukan hanya sekali, tapi tiga kali kecupan untuk ciuman pengantar tidur.


"Tidur sekarang dan besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat," tutur William memeluk tubuh Zinnia erat.


Gadis itu tersenyum. Zinnia membalas pelukan erat suaminya.


"Selamat tidur, Pria mesum!"


William dengan mata terpejam mendengar ucapan Zinnia akhirnya tersenyum sambil mencium puncak kepala istrinya.


Keduanya terlihat tidur nyenyak, sampai saat jam menunjukkan jam 12 malam, Zinnia ternyata masih belum mengantuk. Gadis itu masih berada dalam pelukan William. Menikmati wangi tubuh suaminya yang memabukkan.


"Jangan tinggalkan William, ma! jangan tinggalkan William, pa!"


Dokter tampan itu mengigau dengan tetesan air mata yang mengenai rambut Zinnia.


Gadis itu melihat wajah William yang sudah di penuh air mata suaminya.


Zinnia mengusap air mata di wajah suaminya. "Apa kau sangat rindu dengan mereka?" tanya Zinnia yang merasa kasihan dengan William karena harus di tinggalkan oleh kedua orangtuanya saat umur pria ini masih kecil.


"Ma! Pa!"


William kembali memanggil kedua orang tuanya. Zinnia mengusap punggung William agar suaminya merasa lebih tenang namun, tangisan pria itu semakin menjadi.


"Tenanglah! aku ada di sini untukmu," ucap Zinnia pada William dan pria itu lebih memeluk dirinya erat.


Zinnia terus mengusap punggung suaminya tanpa henti sampai William tenang dan bisa tidur dengan nyenyak.


Zinnia kembali mengusap air mata suaminya. "Kau nampak kuat di luar, tapi kau justru sangat rapuh di dalam. Aku berjanji akan terus bersamamu, Will! I love you, Aiden William Pattinson!"


Zinnia mengecup dada bidang suaminya yang masih terlapisi oleh baju yang di pakai oleh William.


Zinnia berusaha memejamkan matanya agar besok pagi dia dan William tak telat bangun untuk acara ulang tahun rumah sakit.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰


__ADS_2