Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 268 ( Season 2 )


__ADS_3

Marquez dan Sandra bergandengan tangan menyusuri jalan untuk berburu berbagai macam kuliner tradisional. Mereka berdua melihat berbagai macam makanan khas Indonesia.


Langkah kaki Sandra terhenti dan langkah Marquez juga ikut terhenti. "Ada apa?" tanya Marquez melihat ke arah Sandra dan arah tatapan mata Asisten cantik itu mengarah pada keluarga kecil yang tengah membeli kue tradisional.


Sandra tersenyum melihat keluarga itu yang terdiri dari ayah, ibu, kakak dan adiknya bersama-sama membeli makanan.


Sandra membayangkan jika dirinya suatu saat nanti memiliki keluarga hangat dan bahagia seperti mereka.


Marquez mengikuti arah tatapan mata Sandra. Desainer tampan itu melihat satu keluarga kecil yang bahagia.


Seketika hati Marquez bagai ditikam ribuan celurit. Ia tahu apa yang tengah dipikirkan Sandra saat ini.


"Maafkan aku! mungkin apa yang ada dalam bayanganmu tak akan terwujud dan hubungan kita ...."


"Kau masih ingin membeli makanan tradisional atau tidak?" tanya Marquez agar Sandra tak berlarut dalam angan-angannya yang sebentar lagi akan membuatnya jatuh ke dalam jurang paling dalam.


Sandra tersadar dan menoleh ke arah Marquez. "Aku sudah tak ingin membeli makanan itu, kita pulang saja! hari sudah semakin sore dan kau harus cepat kembali ke Amerika kan?" tanya Sandra dan Marquez menganggukkan kepalanya sembari tersenyum palsu.


"Dan aku mungkin tak akan pernah kembali kemari."


Sandra menggenggam erat tangan Marquez. "Kita pulang sekarang!"


Sandra menarik tangan Marquez menuju ke arah mobil.


Keduanya saling genggam. Sandra sudah membayangkan masa depannya yang indah, sementara Marquez hanya bisa diam dengan tatapan kosong karena waktunya dengan Sandra sebentar lagi akan habis.


"Aku berharap hanya aku yang merasakan rasa sakit ini karena aku tak ingin kau kecewa padaku, tapi Niken ...."


Marquez dan Sandra sudah berada di mobil. Mereka berdua masih saling genggam. Sandra menoleh ke arah Marquez. "Saat kau sampai disana, kau harus menghubungiku," pinta Sandra pada calon suaminya.


Marquez mengangguk mengiyakan permintaan calon istrinya yang sebentar lagi sudah tak akan menyandang calon istrinya lagi.


Kini roda mobil yang dinaiki oleh Marquez dan Sandra sudah berhenti di depan halaman rumah Asisten Zinnia.


Marquez dan Sandra segera masuk ke dalam rumah Sandra. Marquez bergegas masuk ke dalam kamar tamu rumah itu. Desainer tampan tersebut keluar dari kamar tersebut sembari menarik kopernya.

__ADS_1


Sandra sengaja menunggu calon suaminya di ruang tamu. Wanita itu berbalik menatap ke arah Marquez. "Kau akan pulang sekarang?" tanya Sandra dan Marquez menganggukkan kepalanya.


Sandra berjalan cukup cepat menghampiri Marquez yang juga berjalan ke arahnya.


Sandra memeluk tubuh Marquez erat dan pria itu juga memeluk tubuh Sandra tak kalah eratnya. "Aku pasti akan merindukanmu," tutur Sandra dan tanpa Sandra sadari air mata Marquez sudah menetes.


"Maafkan aku! aku harus melakukan ini demi keluargaku dan Niken!"


Marquez menghapus air mata yang masih menempel pada wajahnya. "Aku juga pasti sangat sangat sangat merindukanmu! aku sangat mencintaimu, Sandra Adista!"


Marquez menjauhkan tubuhnya untuk menatap wajah Sandra. Wajah keduanya sudah bertemu dengan kedua manik mata yang sama-sama memandang satu sama lain. "Satu hal yang harus kau ingat dalam hatimu, jika aku sangat mencintaimu melebihi lelaki manapun," ungkap Marquez mengelus pipi Sandra penuh kasih sayang.


Sandra merasa janggal dengan perkataan Marquez namun, wanita itu tak ingin berpikir hal yang aneh-aneh, ia mencoba menghilangkan perasaan janggal itu.


"Aku juga sangat mencintaimu," balas Sandra mendekatkan wajahnya pada wajah Marquez dan ....


Cup


Kecupan hangat mendarat pada bibir Marquez. Desainer tampan itu memejamkan matanya merasakan bibir Sandra yang mungkin ini untuk yang terakhir kalinya karena ia tak akan kembali ke negara ini lagi.


Marquez melakukan pergerakan yang cukup intens dan menuntut. Setelah puas, keduanya sama-sama melepaskan ciuman selamat tinggal itu.


"I love you more than my own life!"


(Aku cinta padamu melebihi hidupku sendiri!)


Marquez mencium kening Sandra untuk yang terakhir kalinya. Sandra memejamkan matanya menikmati kecupan hangat lelaki yang akan menjadi suaminya.


Marquez melepaskan kecupan itu. "Aku harus berangkat sekarang! sampaikan pada, Kak Nina! aku sangat berterimakasih karena telah diizinkan menginap di rumah ini," tutur Marquez dan Sandra mengangguk.


Marquez masih menggenggam tangan Sandra erat sebelum ia benar-benar pergi. "Kau harus ingat jika aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi," ingat Marquez kembali pada Sandra.


"Kau ini seperti tak akan pernah kembali saja, sampai memberikan wasiat seperti itu," kesal Sandra dan Marquez menariknya ke dalam pelukannya. "I love you!" Marquez mengecup puncak kepala Sandra.


Pria itu menguatkan dirinya untuk segera pergi. Dengan berat hati, Marquez melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


Ia tersenyum manis pada Sandra. "Aku pergi dulu!"


Marquez memaksa kakinya untuk melangkah keluar dari rumah itu, meskipun langkahnya terasa sangat berat. Marquez mencoba menormalkan hatinya yang berontak tak ingin pergi dari rumah Sandra.


"Marquez! kau harus melakukan ini karena kau melakukan hal kebaikan meskipun kau harus mengorbankan cintamu!"


Marquez tak ingin menoleh ke arah Sandra karena ia takut tembok pertahanannya akan runtuh.


Marquez menguatkan tekatnya untuk terus melangkah tanpa berbalik ke arah Sandra.


"Selamat tinggal, Sandra! aku selalu mencintaimu sampai akhir hidupku!"


Sandra melihat punggung bidang Marquez yang perlahan mulai menjauh dari arah tatapannya. Wanita itu merasa calon suaminya tak akan kembali lagi namun, Sandra mencoba tak memikirkan hal itu karena ia pikir itu hanya perasaan takut kehilangan saja dan perasaan cintanya yang terlalu dalam pada Marquez membuatnya parno akan hal yang tak akan terjadi.


Sandra melangkah mengikuti langkah Marquez. Ia ingin melihat calon suaminya itu masuk ke dalam mobilnya.


Saat sudah berada di depan teras rumahnya, Sandra menghentikan langkah kakinya. Ia melihat Marquez sudah masuk ke dalam mobilnya dengan kaca mobil yang masih tertutup rapat.


Marquez melihat Sandra dari dalam kaca mobil yang tertutup rapat. Ia sungguh tak sanggup dengan kenyataan yang lagi-lagi tak berpihak padanya.


"Kau harus membuka kaca mobil ini untuk salam perpisahanmu," gumam Marquez pada dirinya sendiri.


Perlahan tangan Marquez menekan tombol pada pintu mobilnya dan kaca mobil itu perlahan turun ke bawah.


Wajah Sandra terlihat jelas. Wanita itu tersenyum manis padanya dan Marquez juga membalas senyuman itu.


Mobil itu perlahan mulai bergerak maju ke depan dan Sandra melambaikan tangannya dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.


Marquez ingin menangis saat itu juga tapi pria itu mencoba untuk menahannya.


Marquez tersenyum manis pada Sandra sampai ia tak bisa melihat wajah cantik yang pasti akan ia rindukan saat ia sudah tiba di negaranya.


"I love you, Sandra!"


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.

__ADS_1


__ADS_2