Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 191 ( Season 2 )


__ADS_3

Zinnia masih diam memikirkan ucapan William yang akan mempertahankan wanita yang harus ia pertahankan dan wanita itu sudah dapat di pastikan adalah Marion.


Tanpa sadar, air mata Zinnia jatuh tanpa ia pandu. Gadis itu mengusap buliran cairan bening tersebut.


"Hei, Zi! Kau kenapa? Ayolah, besok adalah hari penting untukmu dan kau harus fokus untuk acara besok!"


Zinnia mengambil ponselnya. Ia mencari tahu kenapa dirinya tiba-tiba menangis saat mengingat pria itu.


Saat Zinnia melihat ponselnya, pencarian yang keluar di layar ponselnya adalah semua tentang jatuh cinta.


Mata Zinnia terbelalak. Gadis itu tak menyangka jika yang muncul adalah masalah percintaan semua.


"Aku jatuh cinta? pada pria mesum itu? ah, pasti ponselku sudah rusak! apa perlu aku membeli ponsel keluaran terbaru? atau aku harus membanting ponsel ini agar bekerja dengan baik? ya ampun, Zi! apa kau sudah gila! kau itu hanya merasa terbiasa dengan keberadaan pria mesum itu, jika kalian sudah terbiasa tak bersama, suatu saat juga akan seperti orang tak merasakan apapun."


Zinnia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. "Aku harus minta pendapat pada siapa ya? jika hanya dari ponsel aku tak yakin! apa aku tanya pada mommy saja? tapi aku harus bertanya bagaimana? aku malu pada, mommy!"


Zinnia memejamkan matanya berharap otaknya bisa memunculkan ide yang tepat untuk bertanya pada ibunya.


Ting


Lampu besar bercahaya di kepala Zinnia. Gadis itu tahu bagaimana ia harus memberi alasan pada ibunya.


Zinnia menghubungi Melati. Beberapa detik kemudian, akhirnya Melati mengangkat panggilan dari putrinya.


"Halo, Zi!


"Halo, Mom! apa mommy sedang sibuk?"


"Tidak, Nak! kenapa?"


"Boleh aku bertanya sesuatu pada, mommy?


"Tentu saja boleh, Sayang! kau ingin bertanya apa?"


"Sebenarnya ini bukan masalahku, mom! tapi karena aku kasihan dengan temanku, aku akan membantunya mencari jawaban lewat, mommy!"


"Pertanyaan apa itu, Zi! kenapa kau sampai membutuhkan bantuan, wanita yang sudah keriput ini?"


"Ah, mommy! jangan berkata seperti itu, mommy masih cantik dan segar kok!"


"Katakan, Nak! kau ingin bertanya tentang apa!"


Zinnia diam, ia terlihat ragu-ragu untuk menanyakan hal itu pada ibunya.


"Duh, aku bertanya atau tidak pada, mommy! nanti ketahuan lagi! tapi jika aku tak bertanya, aku tidak akan tahu apa penyebab air mata ini jatuh begitu saja saat aku memikirkan pria mesum itu bersama wanita lain."


"Zi! kenapa diam?"

__ADS_1


"Ti-tidak apa-apa, mom! ini masalah agak sensitif sih!"


"Tanyakan saja, Nak!"


Zinnia menarik napas secara perlahan, kemudian menghembuskan secara perlahan pula.


"Begini, mom! tadi teman wanitaku menelpon, dia berkata tiba-tiba dia menangis saat mengingat teman prianya bersama perempuan lain."


"Hahaha! kau tak tahu kenapa itu, Nak?"


Zinnia melihat ponselnya dengan tatapan bingung.


"Ini mommy kenapa ya? apa mommy kesurupan? kenapa tiba-tiba tertawa terbahak-bahak begitu?"


"Jika aku tahu, aku tak akan bertanya pada, mommy lah!"


"Temanmu itu tengah jatuh cinta pada pria yang sedang ia pikirkan, Sayang!"


"Uhuk uhuk uhuk uhuk."


Zinnia langsung terbatuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri. Gadis itu tak menyangka jika dirinya sudah mulai jatuh cinta pada suaminya sendiri.


"Mana mungkin aku jatuh cinta pada pria mesum seperti, Si William! aku masih tak yakin!"


"Memangnya ciri-ciri orang jatuh cinta itu seperti apa, mom?" tanya Zinnia pada ibunya untuk memastikan lagi jika perasaannya pada William hanya sebatas teman biasa.


"Mommy tak perlu meledekku! mommy tahu kan, jika aku tak pernah berpacaran."


"Uluh uluh! anak gadis mommy ternyata masih bau kencur ya!"


"Mom!" Zinnia memperingati ibunya agar tak melanjutkan ledakannya.


"Baiklah! kali ini mommy akan serius! jadi tanda-tanda orang jatuh cinta itu adalah saat kita dekat dengan lawan jenis, jantung berdebar-debar, saat ...."


"Bukannya jantung berdebar-debar itu gejala penyakit jantung ya, mom?" Zinnia memotong penjelasan ibunya.


"Astaga, Zi! kenapa kau polos sekali, Nak!"


"Bukan polos, mom! tapi tak tahu!"


"Jika kau tak tahu dengarkan mommy dulu!"


Zinnia memutar bola matanya kesal. "Baiklah! mommy teruskan saja!"


"Tanda-tanda orang jatuh cinta yang pertama jantung berdebar-debar saat kita dekat dengan lawan jenis, yang kedua kita merasa nyaman saat bersama dia, yang ketiga kita merasa kesal atau sedih saat di bersama wanita lain dan bisa dikatakan cemburu, yang keempat kita merasa bahagia jika dia juga bahagia, dan masih banyak lagi tanda-tandanya, Zi! tapi yang paling umum sih itu."


Zinnia diam tak menanggapi penjelasan ibunya. Gadis itu memikirkan semua yang di jelaskan oleh Melati padanya.

__ADS_1


"Semua yang di jelaskan oleh mommy itu ada pada diriku."


Zinni mulai menghayal dalam benaknya. Dalam otak desainer cantik tersebut seperti ada tulisan yang sudah tercentang dengan benar.


1.Jantung berdebar-debar✓


2.Merasa nyaman saat bersamanya✓


3.Cemburu✓


4.Dia bahagia kita juga ikut bahagia✓


Keempat tanda-tanda itu sudah Zinnia alami dan gadis itu sudah bisa menarik kesimpulan, jika dirinya mulai menaruh hati pada William.


"Zi!"


Tak ada sahutan dari putrinya, karena Zinnia masih asyik dengan empat poin penting yang menentukan nasibnya.


"Zi!"


Zinnia terkesiap langsung menyahut, "Ya, mom!"


"Kau ini kenapa sih!"


"Tak apa-apa, mom! hanya sakit perut! sudah dulu ya, mom! aku ingin ke kamar mandi, I love you, mommy!"


Panggilan langsung di akhiri oleh Zinnia. Gadis itu menatap layar ponselnya. Ia mencari nomor ponsel suaminya.


"Kenapa aku harus jatuh cinta padamu? kenapa perasaan ini harus muncul pada saat kau akan memperjuangkan wanita lain! kenapa nasibku menjadi seperti ini."


Air mata Zinnia mulai kembali menetes. Kali ini bukan hanya setetes atau dua tetes, melainkan banyak tetesan air mata yang jatuh tak dapat Zinnia bendung lagi.


"Kenapa hatiku sakit saat membayangkan kau akan bersama wanita itu, Will! aku ingin menguhubur rasa ini! aku ingin menghilangkan rasa yang tak seharusnya aku miliki!"


Zinnia sudah meringkuk di atas tempat tidurnya dengan linangan air mata.


"Aku tak ingin rasa ini hanya aku yang merasakannya, aku tak ingin rasa ini harus bertepuk sebelah tangan! Tuhan! jika memang pria itu bahagia dengan wanita lain, hamba ikhlas! tapi hamba mohon padamu, tolong hapus rasa ini dari dalam hati hamba!"


Isak tangis Zinnia tak dapat terhenti. Ia masih meratapi nasibnya yang tak beruntung itu.


"Semoga kau bahagia bersama wanita itu! aku hanya bisa mendoakan, meskipun hatiku sakit."


Air mata Zinnia kembali menetes mengingat William akan bersama wanita lain.


"Kenapa cinta pertamaku sangat menyakitkan seperti ini?" tanya Zinnia dengan suara sesegukan.


"Berhentilah menangis, Zi! kau harus bisa melupakan pria mesum itu!"

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰


__ADS_2