Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 70


__ADS_3

Arnon dan Melati sudah berada di depan para wartawan yang sudah siap mengabadikan momen keduanya.


Pria itu melirik ke arah surat perjanjiannya dan Melati yang tergeletak tepat di bawah kaki Arnon.


Arnon mengambil surat perjanjian tersebut dan memperlihatkan pada kamera isi dari perjanjian itu.


"Ini perjanjian saya dan Melati saat awal pernikahan kami,tepatnya dua minggu yang lalu," jelas Arnon yang masih memperlihatkan surat perjanjian tersebut pada para awak media.


"Pernikahan saya dan Melati memang tak di dasari oleh cinta! kami berdua saling membenci satu sama lain dan kami juga tak menginginkan pernikahan ini terjadi." Arnon mulai membuka satu persatu rahasia yang ia tutupi selama 2 Minggu ini.


"Perjanjian pernikahan kami hanya sampai 1 bulan saja karena pada saat itu saya sangat mencintai Clara," tutur Arnon lagi.


Melati menatap lekat wajah suaminya yang mengatakan semua kebohongan pernikahan mereka berdua tanpa ragu.


"Apa yang sebenarnya ingin Arnon tunjukkan pada semua orang?"


"Pernikahan kami berjalan seperti pernikahan pada umumnya karena Melati meminta pada saya, jika ia ingin tetap melayani kebutuhan sehari-hari saya di rumah."


"Awalnya saya tak ingin ia berlagak menjadi istri yang sesungguhnya untuk saya ... karena saya memang tak mencintainya! hari-hari kami lewati bersama meskipun layaknya film kartun Tom and Jerry yang selalu bertengkar,dan perlu kalian ketahui ... hari-hari kami tak pernah absen dari yang namanya pertengkaran layaknya anak kecil." Senyum Arnon terukir saat mengingat pertengkaran konyolnya dengan sang istri.


Semua orang yang ada di ruangan itu tak ada yang berani membuka suara.Mereka semua hanya diam mendengarkan curahan hati Arnon.


"Entah sejak kapan saya mulai memperhatikan semua hal yang berhubungan dengan Melati,dan sejak saat itu pula saya ingin selalu dekat dengannya! mungkin bagi kalian ini terdengar konyol,namun bagi saya ini titik awal untuk menemukan seseorang yang sungguh mencintai saya dan orang yang saya cintai."


"Selama 2 Minggu kebersamaan kami,saya tak mengingat Clara dan yang terbayang dalam pikiran saya hanya Melati! kalian boleh menyebut saya pria yang ingin menang sendiri atau apalah itu terserah kalian! yang jelas saya mulai mengerti bahwa pernikahan tak bisa di buat main-main karena tanpa di sadari kita telah berjanji pada yang maha kuasa akan selalu menjaga dan mencintai istri sampai maut memisahkan,dan hal itu yang sekarang terjadi pada saya! jika yang maha kuasa sudah mentakdirkan kita berjodoh,sekuat apapun kita menolak pada akhirnya akan tetap bersama." Arnon menatap Melati sambil tersenyum kecil.


Melati masih terus menatap lekat Arnon tanpa ingin mengalihkan pandangannya dengan kedua telinganya masih setia mendengarkan semua pengakuan Arnon.


"Dari pernikahan ini saya dapat belajar, meskipun perjalan awal suatu hubungan penuh dengan berbagai macam duri yang kita pijak, tapi yakinlah! dari semua rasa sakit itu suatu saat nanti kita akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira dan semua ini sudah saya alami." Ucapan Arnon seketika membuat senyuman ketiga sahabatnya secara bersamaan terpampang jelas di bibir mereka.


"Untuk surat ini ...."

__ADS_1


Arnon tanpa pikir panjang merobek surat perjanjian tersebut sampai menjadi serpihan-serpihan kecil dan melemparnya ke sembarang arah.


Pria itu mendekati Melati menyentuh wajah istrinya yang masih menatapnya penuh tanya.


"Aku tahu kau pasti bingung mendengar pengakuan hubungan kita di depan semua orang,aku akan menjelaskan padamu dalam versi pendeknya," tutur Arnon membelai lembut pipi Melati.


"Melati ... aku mencintaimu! entah dari kapan rasa ini tumbuh,yang aku mau sekarang ingin selalu bersamamu di manapun,sampai kapanpun, dan dalam keadaan apapun aku ingin selalu ada di sampingmu! menjadi teman curhatmu, menjadi sandaranmu saat kau merasa gundah, dan menjadi sapu tanganmu saat kau menangis seperti tadi," ledek Arnon yang mendapat pukulan kecil dari Melati pada dada bidangnya.


"Awwww! sakit,Sayang!"


Wajah Melati tersipu malu saat Arnon memanggil dirinya dengan sebutan"sayang" di depan banyak orang.


"Aku ingin bersamamu sampai akhir hayat kita,apa kau mau menerimaku sebagai suamimu yang sesungguhnya kali ini?" tanya Arnon menatap lekat kedua manik mata Melati untuk meyakinkan semua rasa cinta dan sayang yang ia miliki untuk sang istri.


Melati masih diam tak menjawab pertanyaan Arnon,karena gadis itu saat ini tengah menikmati ribuan bunga yang bermekaran memenuhi rongga dadanya.


Senyum Melati seketika terukir manis menanggapi pertanyaan Arnon di iringi anggukan oleh gadis itu.


Arnon mendekap tubuh Melati erat penuh kasih sayang.


Melati membalas pelukan pria yang ia cintai dan juga mencintainya,terlebih lagi pria itu telah berstatus sebagai suaminya.


Semua orang yang hadir serentak bertepuk tangan melihat drama yang benar-benar menguras emosi bagi penontonnya.


Sebagian wartawan yang ada di sana kagum akan keberanian Arnon.Bagi mereka tindakan aktor tampan itu sangat gentleman dan patut di acungi jempol karena pria itu berani mengakui semua kesalahannya di depan umum dan berani mengungkapkan rasa cintanya pada sang istri di hadapan banyak orang.


Pasangan yang masih di mabuk cinta itu mulai melepaskan pelukan mereka.


Arnon melihat ke arah kamera karena ada sesuatu yang masih ingin pria itu sampaikan.


"Terimakasih untuk acara ini karena telah membantu saya mengungkapkan isi hati saya pada Nyonya Arnon ... dan kalian harus ingat! jika kita sering bersama,maka perasaan cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu." Arnon tersenyum dan menarik tangan Melati keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Di sepanjang jalan menuju keluar gedung,tangan Arnon terus menggandeng tangan Melati dengan sangat erat.


Gadis itu menatap wajah suaminya tanpa henti.Ia merasa ini semua seperti mimpi.


"Tuhan! jika ini semua memang mimpi ... Aku mohon hentikan waktu sekarang juga,tapi jika ini semua nyata ... aku mohon padamu, satukanlah kami sampai ajal memisahkan." Air mata Melati menetes dengan sendirinya.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat,apa kau mau ikut denganku?" tanya Arnon.


Tak ada sahutan dari mulut Melati karena gadis itu masih terfokus dengan pikirannya sendiri.


Arnon menghentikan langkahnya,kemudian menatap ke arah Melati.


Wajah Arnon terkejut langsung menyentuh kedua pundak istrinya.


"Kau kenapa?" tanya Arnon menelisik wajah Melati dengan raut wajah cemas karena pria itu takut jika ia telah menyakiti hati istrinya kembali.


Melati hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tak apa-apa.


"Kau pasti berbohong padaku kan? cepat katakan ada apa?" tanya Arnon yang ingin memastikan apa yang terjadi pada istrinya.


Melati menyentuh pipi kiri Arnon dengan seutas senyum manis untuk suaminya.


"Seseorang mengeluarkan air mata bukan berarti dia sedang sedih,tapi bisa juga air mata yang ia keluarkan merupakan air mata kebahagiaan ... dan itu sedang terjadi padaku," jelas Melati mengusap lembut pipi Arnon menggunakan ibu jarinya.


Arnon mendekap tubuh Melati di iringi raut wajah yang penuh dengan kebahagiaan.


Keduanya menikmati kehangatan satu sama lain.Arnon menjauhkan sedikit wajahnya menatap wajah Melati.Gadis itu juga mengangkat sedikit wajahnya agar dapat membalas tatapan suaminya.


"Aku mencintaimu," ucap Arnon pada Melati.


Senyum Melati lagi-lagi terukir indah menatap kedua manik mata Arnon.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu." Kembali mendaratkan kepalanya pada dada bidang Arnon.


Pria itu mencium lama puncak kepala istrinya sambil mendekap erat bahkan lebih erat dari sebelumnya.


__ADS_2