Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 200 ( Season 2 )


__ADS_3

Zinnia dan William sudah berada di rumah mereka. Keduanya langsung menuju ke kamar untuk membersihkan diri. Sebelum mereka berdua pulang, William dan Zinnia mampir ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka.


William mandi lebih dulu, kemudian berganti Zinnia.


Saat Zinnia sudah selesai dengan ritual mandinya, gadis itu mencari keberadaan suaminya namun, batang hidung William tak kunjung juga ia temukan. "Kemana dia? katanya lelah," gumam Zinnia berjalan keluar mencari keberadaan suaminya kembali.


Saat sudah sampai di lantai dua, Zinnia tak sengaja berpapasan dengan Asih. "Apa kau melihat, Suamiku?" tanya Zinnia pada Asih.


"Tuan muda ada di taman belakang, Nyonya!"


"Terimakasih!"


Zinnia langsung turun dengan langkah kaki cukup cepat. Gadis itu berjalan ke arah taman belakang.


Sebelum ia sampai di taman belakang rumahnya, Zinnia masih sempat melihat dua kelinci kecil yang sedang asyik memakan wortel kesukaan mereka.


"Cepatlah kalian gemuk," ujar Zinnia tersenyum gemas melihat lucunya kelinci peliharaan William.


Zinnia mulai memasuki area terlarang untuk para penghuni rumah itu kecuali dirinya dan suaminya.


Desainer cantik itu mulai melihat ke arah sekeliling taman. Ia mencoba mencari keberadaan suaminya. "Kemana Pria mesum itu? apa dia sudah masuk ke dalam? tapi aku tak melihatnya!"


Zinnia terus mencari keberadaan William sampai ia melihat seorang pria tengah duduk di gazebo menatap hamparan bunga yang berbentuk hati dengan tatapan sedih.


Zinnia berjalan pelan karena ia tak ingin mengagetkan William yang sedang dalam mode melamun.


Zinnia sudah duduk di samping suaminya. Zinnia melihat ke arah William yang masih termenung menatap hamparan bunga di tamannya.


"Apa dia tak sadar jika aku ada di sampingnya?"


Zinnia menyentuh tangan William dan pria itu sontak terkejut. "Siapa ka ...."


Ucapan William terhenti kala ia tahu siapa orang yang berani menyentuh tangannya. "Sedang apa kau di sini?" tanya William pada Zinnia.


"Tentu saja aku mencarimu, kau kira aku ingin melakukan apa di sini?" tanya balik Zinnia.


William kembali menatap ke arah bunga itu lagi. "Aku sangat merindukan mereka," gumam William.


Zinnia tak mengerti maksud suaminya. "Kenapa kau harus merindukan bunga-bunga itu? kau bisa setiap hari duduk di sini," ujar Zinnia dan William akhirnya terpancing oleh kata-kata Zinnia yang tak mengerti maksud ucapannya.

__ADS_1


"Dasar, Gadis cerewet! kau itu tak tahu maksudku, Sayang!" William mengacak-acak rambut Zinnia.


"Ih! jangan begitu, Will! rambutku kan baru saja aku rapikan, kenapa harus di rusak lagi sih!" Zinnia menggerutu karena sikap jahil William.


"Ayo kita masuk! hari sudah hampir gelap," pinta William menggenggam tangan Zinnia erat.


"Tapi aku ingin tahu kenapa kau ada di sini?" tanya Zinnia sambil mengikuti langkah kaki suaminya.


"Nanti akan aku jelaskan di kamar," tutur William.


"Tapi ...."


"Kau diam saja, Sayang! jika kau masih berisik aku akan menciummu," ancam William.


Nampaknya ancaman pria itu tak di indahkan oleh Zinnia. Gadis itu lebih memilih terus membuka suaranya. "Kau mana berani menciumku di sini? ini kan ...."


Ucapan Zinnia terhenti saat tubuhnya terasa di tarik oleh William dan bibirnya sudah mendarat pada bibir suaminya.


Cup


"Kau jangan mengujiku, Sayang! apa kau ingin aku memakanmu di tempat ini juga?" tanya William menggoda istrinya sampai pipi gadis itu bersemu merah.


Sementara Dokter tampan itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan menggemaskan sang istri. "Kenapa dia di goda sedikit saja sudah begitu? biasanya Zinnia yang lebih agresif padaku."


Zinnia dan William sudah berada di kamar mereka. William sibuk dengan laptopnya, sementara Zinnia sibuk dengan ponselnya.


Keduanya sudah berada di atas kasur namun, masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Besok hari ulang tahun rumah sakitnya, jadi William memastikan semuanya berjalan lancar, saat dokter tampan itu membaca susunan acaranya, William nampak sedikit bingung.


"Acara apa ini? kenapa tumben sekali ada game di peringatan ulah tahun rumah sakit? biasanya hanya membagikan makanan gratis pada kaum duafa dan anak yatim," gumam William yang dapat di dengar oleh Zinnia.


Gadis itu yang masih sibuk dengan ponselnya langsung menggeser sedikit duduknya agar lebih dekat dengan William dan ia bisa melihat apa yang sedang di kerjakan oleh Hot Dokter tersebut.


Zinnia hendak mengintip layar laptop suaminya namun, William langsung mencegah istrinya. "Mau apa kau, Sayang?" tanya William pada Zinnia.


"Aku hanya ingin melihat saja," sahut Zinnia dengan tatapan mata memohon.


"Jika kau ingin melihatnya, kau harus duduk di depanku," ujar William.

__ADS_1


"Tapi kau harus mundur sedikit," pinta Zinnia dan pria itu langsung menggeser duduknya sedikit.


Zinnia saat ini sudah duduk di depan William dan William menggeser duduknya lebih menempel pada sang istri.


Karena Zinnia fokus membaca agenda di laptop suaminya, sampai ia tak sadar jika wajah William sudah berada di ceruk lehernya ikut melihat ke arah layar laptop.


Zinnia lebih fokus membaca dan tanpa sadar gadis itu sudah menyandarkan tubuhnya pada dada bidang William.


Laptop William ia letakkan di atas pahanya sambil terus membaca isi dari agenda acara besok pagi.


Perhatian Zinnia tersita pada tulisan "game romantis".


Kening Zinnia mengkerut karena baru kali ini ia tahu ada game aneh seperti itu.


"Ini game apa?" tanya Zinnia dengan arah tatapan matanya masih tertuju pada layar laptop William, sementara William semakin mendekat ke arah wajah istrinya sampai pipi mereka bersentuhan.


William melihat apa yang di baca istrinya. "Aku juga tak tahu, mungkin Daddy yang mempunyai inisiatif seperti itu," jelas William pada Zinnia.


Zinnia terus membaca agenda itu untuk acara besok, sampai gadis itu merasa bosan sendiri.


"Apa kau tak punya film yang bisa aku tonton?" tanya Zinnia sambil mencari file film pada laptop suaminya.


"Apa kau ingin menonton film?" tanya balik William.


"Ya, sekarang masih jam 8 malam, jadi aku ada waktu dua jam untuk menonton film hari ini," sahut Zinnia.


Tangan William sedikit susah untuk menggapai laptopnya. Pria itu memeluk perut Zinnia dan menarik tubuh istrinya agar lebih dekat lagi padanya dan ia juga bisa menggapai laptopnya untuk mencari film yang cocok untuk Zinnia.


Zinnia tak melakukan penolakan apapun saat tubuhnya di peluk oleh William karena pikirannya saat ini terfokus pada film.


William mulai mengutak-atik laptopnya sampai pria itu membuka folder dimana semua file filmnya tersimpan.


"Kau pilih saja film mana yang kau suka," ucap William pada Zinnia.


Gadis itu mulai membaca satu persatu judul film tersebut sampai matanya terbelalak saat Zinnia membaca judul film yang paling fenomenal yaitu "Fifty Shade Of Grey".


Zinnia langsung menoleh ke arah William hendak menanyakan pada suaminya tentang film tersebut.


Saat Zinnia seenaknya menoleh ke arah William, ternyata wajah suaminya sangat dekat dengannya sampai saat wajah Zinnia menghadap ke arah William dan ....

__ADS_1


Cup


__ADS_2