Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 52


__ADS_3

Melati dan Arnon sudah sampai di depan halaman rumah Hadi.


Arnon mengedarkan pandangannya kearah rumah sederhana tersebut.


"Ini rumahmu?" tanya Arnon pada istrinya dengan tatapan yang masih terfokus pada rumah yang ada di hadapannya sekarang.


"Iya! kenapa? jelek ya?" tanya Melati yang coba menebak isi kepala Arnon.


"Tidak! siapa yang mengatakan rumahmu jelek." Keluar dari dalam mobilnya.


Melati juga keluar dari dalam mobil berjalan kearah suaminya.


"Ayo kita masuk sekarang," ajak Melati pada suaminya.


Tak ada pergerakan apapun,pria itu masih fokus menatap bangunan dimana istrinya tinggal sebelum menikah dengan dirinya.


"Apa yang kau pikirkan? ayo kita masuk." Melati menarik tangan suaminya,entah gadis itu sadar atau tidak dengan apa yang ia lakukan.


Arnon tersentak karena Melati menarik tangannya begitu keras.


"Tenagamu itu kuat sekali,tanganku rasanya ingin lepas," ucap Arnon sambil berjalan dengan tangan yang masih tetap bergandengan.


Arnon diam-diam tersenyum di belakang Melati.


"Ada angin apa gadis ini berani menyentuh tanganku seperti ini." Tersenyum bahagia tak terkira.


Karena asyik dengan lamunannya sendiri,tubuh Arnon terbentur badan istrinya yang berhenti mendadak,sebenarnya bukan mendadak,lebih tepatnya Arnon yang memperhatikan jalan karena ia sedang terlena bahkan terbang tinggi dengan perlakuan kecil dari Melati.


DUKKKK


"Awwww," rintih Arnon.


Melati menoleh kearah suaminya.


"Kenapa kau menabrakku?" tanya gadis itu dengan wajah sedikit kesal namun ia tahan.


"Kau yang kenapa?" Arnon balik bertanya pada istrinya.


Mata Melati berputar indah dengan wajah yang sudah mulai kusut.


"Kenapa kau menabrakku?" tanya Melati lagi yang mengulang pertanyaan kembali.


"Kau juga kenapa berhenti mendadak sampai aku menabrakmu?" tanya Arnon yang masih tetap dengan pendiriannya.


"Apa kau tak bisa melihat pintu sebesar ini?" tunjuk Melati pada pintu rumahnya.


Arnon terdiam tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Astaga! pintu sebesar ini mataku tak bisa melihat? ini pasti karena memikirkan gadis ini," pikir Arnon.


"Aku tadi sedang melamun," jelas Arnon pada istrinya.


"Pantas saja,pintu sebesar ini kau tak melihatnya," celetuk Melati dengan nada meledek.


"Kau ...."


"Tidak usah berdebat disini! dan kau harus ingat bersikaplah layaknya suami yang baik dan sayang istri,mengerti Pak aktor?" menatap Arnon penuh intimidasi.


"Dengan senang hati," jawab Arnon dalam hati.


"Iya," jawab Arnon singkat dalam realita.


Melati mengetuk pintu rumahnya.


Tok tok tok


Ceklek


Suara pintu terbuka, seorang wanita setengah baya membuka pintu memandang kedua tamunya dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


"Melati kan?" tanya wanita tersebut memastikan, wanita itu adalah Anggi.


"Iya Ma,ini Melati," jawab Melati sambil memberikan seutas senyum cantiknya.


"Beberapa hari tak bertemu,anak ini sudah berubah drastis rupanya! bahkan kacamata tebalnya sudah hilang entah kemana," pikir Anggi yang tetap fokus menatap anak tirinya.


"Apa aku boleh masuk Ma?" tanya Melati yang membuyarkan lamunan ibu tirinya.


"Silahkan masuk," pinta Anggi pada Melati dan menantunya.


Kedua pasangan muda itu masuk kedalam rumah Hadi.


Arnon melihat sekeliling ruangan yang ia masuki,disana nampak seperti ruang tamu yang cukup sederhana.


Pria itu juga melihat beberapa foto yang terpajang di dinding ruang tamu tersebut,tak nampak foto istrinya, melainkan hanya foto kakak ipar,ibu,dan ayah mertuanya.


"Kenapa tak ada gambar Melati di rumah ini?" pikir Arnon yang semakin menambah banyak pertanyaan dalam otaknya.


"Silahkan duduk," pinta Anggi pada menantunya.


Arnon masih tetap melihat foto-foto yang di pajang di dinding ruangan itu,masih mencari mungkin ada foto istrinya yang terselip disana,namun hasilnya sama saja tetap tak ada.


Mata Arnon terkunci pada foto gadis kecil dengan rambut yang di kuncir dua,gadis kecil di foto itu tersenyum riang dengan dua gigi ompongnya.


Melati melirik Arnon yang masih belum juga duduk.


"Apa sih yang dilihat oleh pria aneh ini? kenapa tak duduk juga," gumamnya dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.


Karena suaminya masih fokus dengan dunianya sendiri,Melati menyenggol lengan Arnon cukup keras.


Pria itu menoleh kearah istrinya hendak memarahi Melati,namun saat ia sadar jika ada ibu mertuanya,wajah kesal itu langsung berubah tersenyum manis pada sang istri.


"Kenapa ... Sayang?" tanya Arnon pada istrinya sambil menaik turunkan alisnya.


Mata Melati terbuka lebar hendak keluar mendengar Arnon memanggil dirinya dengan sebutan "Sayang".


Melati tersenyum kearah Arnon.


"Duduklah ... Sayang," pinta Melati dengan senyum manisnya namun bagi Arnon senyuman itu penuh intimidasi dan sangat menakutkan.


Tanpa pikir panjang Arnon mendaratkan bokongnya di sofa.


Anggi melihat gelagat aneh pada kedua pasangan yang ada dihadapannya saat ini.


"Ada yang aneh dengan mereka berdua,aku harus mencari tahu." Menyeringai namun tak di ketahui oleh kedua pasutri tersebut.


"Kalian duduk dulu,Mama akan membuatkan kalian minum." Berjalan kearah dapur.


Saat Anggi sudah pergi dari ruangan itu,dua orang yang bagai tikus dan kucing tersebut mulai melirik dengan tatapan mata tajam satu sama lain.


"Apa?" tanya Arnon.


"Kau yang kenapa? enak saja memanggilku "Sayang",panggilan itu hanya boleh di lontarkan oleh orang yang aku sayang," jelas Melati menatap Arnon tajam.


"Hooooo! kalau begitu aku akan memanggilmu Melati saja," ancam Arnon dengan wajah santai luar biasa.


"Bisa ketahuan jika dia memanggil namaku," pikir Melati yang mulai menimang-nimang resiko jika Arnon tak ada panggilan khusus padanya.


"Ba-baiklah,aku setuju kau memanggilku seperti tadi tapi hanya pada saat ada keluargaku saja! paham?" Melati mengecilkan volume suaranya yang setengah berbisik takut ibu tirinya mendengar.


"Tidak mau! aku sudah berubah pikiran,aku akan memanggilmu Mel ...."


Melati menutup mulut Arnon dengan telapak tangannya.


"Diam! jika kau tak diam ...."


"Kalian berdua sedang apa?" tanya Anggi menatap Melati dan Arnon dengan tatapan curiga.


"Matilah aku," rutuk Melati pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tak ada cara lain,aku harus melakukan hal ini," pikir Melati untuk menghilangkan prasangka buruk ibu tirinya.


Melati mengecup pipi kiri suaminya.


Cup


"Maaf,Sayang! tadi kau minta itu kan? jangan marah lagi ya," tutur manja Melati sambil menjauhkan tangannya dari mulut Arnon.


Pria itu tersenyum manis menatap istrinya.


"Aktingmu lumayan juga! mari kita lihat,siapa disini yang paling menghayati peran ini," gumam Arnon tersenyum simpul.


"Terimakasih Sayang," ucap Arnon menyentuh pipi istrinya lembut.


Melati tersenyum manis seolah bahagia dengan perlakuan manis Arnon.


"Kalian berdua kira aku ini obat nyamuk apa?" Anggi menggerutu dengan wajah kesal.


"He'em"


"Maaf jika Mama mengganggu kalian." Tersenyum manis namun Anggi paksakan.


"Kalian lanjutan saja,Mama ke dapur dulu." Berjalan kearah dapur.


Saat Anggi sudah tak di ruangan itu,Melati dan Arnon sama-sama menjauhkan diri karena keduanya tadi terpaksa duduk berdempetan.


Keduanya saling memasang wajah ketus dan lirikan maut mematikan.


"Apa?" tanya Melati pada suaminya.


Tak ada tanggapan dari Arnon,pria itu menampakkan wajah acuh pada istrinya.


Karena merasa sudah muak dengan sikap Arnon,gadis itu menampakkan wajah super konyolnya agar emosinya tersalurkan.


"Bleeeee!" menjulurkan lidahnya dengan kedua matanya yang di buat menjadi juling.


Arnon tak tahan dengan kelakuan Melati,pria itu tak dapat lagi menahan tawanya.


"Hahahaha!" tawa Arnon menggelegar.


Melati memandang Arnon dengan tatapan aneh.


"Pria ini tadi marah,sekarang malah tertawa! sungguh gila," umpat Melati dengan bibir yang sudah mengerucut kedepan.


"Kau bisa berhenti tertawa tidak?" tanya Melati pada Arnon yang masih asyik memperdengarkan suara tawanya.


"Dasar gadis juling,hahahaha!" melanjutkan kembali tawa renyahnya.


Melati melihat ada bantal sofa di dekatnya,ia langsung memukul pelan Arnon dengan bantal sofa tersebut berkali-kali.


"Diam! diam! diam!" sambil terus memukul Arnon.


"Hei hentikan Mel! Apa kau ingin ibu tirimu mendengar pertengkaran kecil kita?" tanya Arnon yang menyilangkan kedua tangannya menangkis serangan dari Melati.


Belum sempat gadis itu menjawab,suara pintu terdengar.


Ceklek


Keduanya melihat kearah pintu secara bersamaan.


Saat Melati mendengar suara orang tersebut,ia langsung meletakkan bantal sofa pada tempatnya semula dan duduk berdempetan dengan suaminya.


Arnon bingung melihat Melati tiba-tiba duduk sangat dekat dengannya.


"Ada apa," bisik Arnon pada istrinya.


"Ssstttt! diam! kau ikuti saja permainanku," bisik Melati pada Arnon.


Pintu terbuka lebar,orang yang berada di depan pintu tersebut terkejut melihat keberadaan Melati dan Arnon.

__ADS_1


__ADS_2