Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Prediksimu Salah


__ADS_3

Reyhan menghampiri Jeni dimeja kasirnya. Sementara itu, Nayla berjalan lebih masuk lagi memastikan bahwa dia mengenal sosok perempuan dibalik rak berisi deretan novel. Tempat yang cukup jauh dari jangkauan mata suaminya.


Nayla berdiri dari jarak beberapa meter dibelakang sosok itu.


"Alma..." Panggil Nayla memastikan.


Perempuan itu berbalik. Dengan style khasnya, Alma menatap Nayla bingung hingga sepersekian detik. Setelahnya dia terkejut, dan tersenyum lebar.


"Kak Nay..." Sambutnya pada Nayla seraya merentangkan tangannya. Dan Nayla pun membalas pelukan singkat itu.


"Ya Tuhan, gak nyangka kita ketemu disini kak.. Dan apa ini? Cantik banget sih kak, dari mana?" Tanyanya saat melihat penampilan Nayla dari kaki sampai ujung kepala.


Dress merah maroon yang masih melekat ditubuh Nayla.


Nayla mengangguk membenarkan, membalasnya dengan senyum simpul. Dan kemudian mengalihkan topik. "Kamu ngapain disini Al?"


"Mau beli buku lah kak.. kan ditoko buku. hehe" Menunjukkan pada Nayla sebuah novel bergenre romantis ditangannya. "Sambil nunggu seseorang sih,"


Gadis itu tersenyum malu. "Oh iya, kak Nay apa kabar? Aku berharap sih kakak selalu baik-baik saja..."


Berucap lalu setelahnya, wajah gadis itu menunjukkan sisi keprihatinan.


"Berarti sesuai harapanmu.. aku baik-baik saja Al..." Jawab Nayla sembari menyenderkan sebagian tubuhnya dirak buku.


"Kak Nay pasti sedih banget kan ya dengan pernikahan mereka, aku gak bisa bayangin ada diposisi kamu kak."


Alma ikut menyenderkan tubuhnya disamping Nayla. "Aku gak nyangka banget, atas nama kakak ku, aku minta maaf ya kak Nay..."


Mendengar kalimat itu, entah kenapa membuat Nayla terkekeh lumayan keras. Sampai salah satu tangannya ia gunakan untuk menutup mulutnya sendiri.


Apa aku terlihat begitu menyedihkan?

__ADS_1


Kekasihku menikahi sahabatku. Ah iya, itu kedengarannya memang sangat menyedihkan..


"Kok ketawa sih kak? Emang kak Nayla gak sedih gitu?" Tanyanya dengan heran. "Atau, Kak Nayla marah banget ya, sampai gak bisa sedih lagi? Sampai-sampai kamu gak dateng di pernikahan Kak Nina."


Nayla semakin terkekeh. Kenapa sepertinya aku terlihat begitu menyedihkan sih?


"Aku gak papa kok Al..." Masih dengan tawa nya yang belum bisa berhenti. "Serius aku gak papa, apa-apa an sih kamu ini..."


Nayla memukul lengan lawan bicaranya dengan pelan.


"Aku gak dateng itu karena aku repot, lagian aku sama Nina masih baik-baik saja kok.." Kata Nayla dengan yakin.


"Gak ada yang berubah Al, Nina masih sahabat baik ku, selamanya juga akan begitu.."


Dahi Alma berkerut dengan lipatan yang terlihat jelas. Mungkin dia sedang berpikir,


perempuan seperti apa Nayla? Bahkan dari wajah dan matanya, Alma benar-benar tidak melihat ada sorot mata kesedihan.


Pun dengan Alma yang harus memaklumi kutukan demi kutukan yang keluar dari mulut Nayla. Jika saja hal itu sampai terjadi.


Ah, kemarahan Nayla adalah hal yang sangat wajar. Yang sudah Alma prediksi sejak pernikahan itu.


Tapi apa ini? Kenyataannya, sikap Nayla yang sama sekali tidak membenci, justru terlihat begitu menyeramkan.


"Sudahlah, lupakan saja Al..." Ucap Nayla yang memutus tatapan heran diwajah Alma. "Yang lalu biarlah berlalu Al... kita jalani saja sekarang yang ada.."


Alma menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kak Nayla hebat..." Dia masih belum percaya jika Nayla baik-baik saja. Ya, Alma masih perlu bukti, jika perempuan didepannya ini, sama sekali tidak terluka.


"Kak Nay tau nggak? Kakak ku sudah hamil loh..."


Reaksi Nayla yang menganggukkan kepalanya lagi-lagi sukses membuat Alma memandang Nayla dengan cara lain. Dia yakin, Nayla memang bukan wanita biasa. Jadi penasaran, kesabaran siapa yang Nayla tirukan?

__ADS_1


"Jadi kamu sudah tau kak?"


"Tau dong..." Kata Nayla dengan senyumnya. "Ya kali sahabat sendiri hamil aku gak tau..."


Aku tau, bahkan sebelum kamu dan keluargamu tau Alma..


Alma baru akan berkata lagi saat seseorang yang dia kenal menghampiri mereka. Sosok yang sangat Alma rindukan karena sudah beberapa bulan ini sangat sulit Alma temui. Sosok yang sampai sekarang, masih dia kejar-kejar cintanya.


Alma menatap Reyhan dengan mata berbinar sampai dia menyadari, bukan dirinya yang sedang lelaki itu cari...


"Nay, pulang yuk..."


Sesaat pandangan Alma dan Reyhan bertemu. Alma yang terkejut dengan ajakan yang keluar dari mulut lelaki itu untuk Nayla,


Pulang?


Dan Reyhan juga terkejut, dengan interaksi yang terjadi antara istrinya, dan.... Alma.


"Rey... Sudah selesai ya..." Jawab Nayla sambil menggandeng tangan suaminya agar mendekat.


"Sini, tak kenalin sama adik ku... lebih tepatnya sih adiknya Nina"


Lalu Nayla menoleh pada Alma, belum sadar bahwa sekarang, Alma sedang menatap Reyhan dengan sorot mata meminta penjelasan.


"Almaa..." Panggilnya seketika memutus pandangan Alma dari Reyhan.


"Kenalin nih, suamiku... namanya Reyhan..."


***


Semangat hari senin...! 😘

__ADS_1


Kira-kira Reyhan jujur nggak ya kalau dia dan Alma sudah saling kenal?


__ADS_2