
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Dan mungkin, Nayla adalah salah satunya. Setidaknya begitulah selama ini Reyhan memaknai pertemuannya dengan sang istri.
Siapa yang menyangka secepat ini dia menikah? Sejak dulu, Reyhan enggan mengenal wanita. Bukan para wanita itu yang menolak, tapi Reyhan yang sengaja mengelak .
Bagi Reyhan, ada hal lain yang lebih penting menurutnya saat itu. Yaitu mendirikan sebuah tempat yang penuh kasih sayang kekeluargaan bagi mereka yang tidak mempunyai keluarga. Tempat yang nyaman bagi mereka yang tidak punya rumah. Hingga akhirnya, saat tujuan mulia itu perlahan sudah berhasil dia dirikan, Nayla hadir dengan cara tak terduga. Mengisi sebuah tempat kosong dihatinya.
Kalau kalian bertanya, apakah Nayla pantas? Jawabannya adalah, sangat pantas. Reyhan bukan tipe laki-laki yang peduli dengan masa lalu seseorang, selama dia ingin berubah menjadi yang lebih baik, bagi Reyhan itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa dirinya berarti untuk orang itu.
"Nanti, pulang dari sini.. kita nginep dirumahmu ya? Aku kangen Naura, Jeni.. dan mereka semua Rey..."
Permintaan Nayla membuat Reyhan semakin mempererat pelukannya.
Lihatlah, bukankah Nayla memiliki cinta kasih yang luar biasa ? Lalu apa yang diragukan lagi?
Kalau kenyataannya kehadiran Reyhan dihidup Nayla yang begitu tiba-tiba saja sanggup diterima secara keseluruhannya, mengapa Reyhan tidak bisa menerima Nayla juga dengan segala kekurangannya?
"Hey, katanya kamu capek? Kenapa kau masih banyak bicara?"
Suntuk Reyhan mendesah.
Berada disebuah kamar Royal Suite President, Sadewa Hotel yang tak jauh dari tempat Restoran tadi, sekarang mereka tengah mengatur deru nafasnya masing-masing setelah pergulatannya beberapa menit yang lalu. Reyhan tengah memeluk tubuh polos Nayla dari belakang, dibawah selimut tebal yang menutupinya.
"Jangan memancingku secepat ini Nayla..."
Nayla menggelengkan kepalanya. Tidak habis fikir karena dari belakang, justru Reyhan yang tidak bisa diam. Lihat saja, dia yang terang-terangan sengaja memancing Nayla lagi dengan sentuhan sentuhan lembut diceruk leher belakang Nayla.
Membuat Nayla merinding saja..!
__ADS_1
"Reyhan hentikan, kenapa sekarang kamu mesum sekali sih? Dikit-dikit kepingin.."
Ucap Nayla dengan sebal.
Reyhan terkekeh. Yang jelas saja, bagaimana bisa Reyhan tidak tergoda dengan tubuh indah istrinya?
Reyhan tidak pernah merasakan keindahan seperti ini sebelumnya. Jujur saja, Nayla adalah wanita pertama yang berhasil membuat Reyhan tersulut gairahnya. Dan Reyhan berjanji, akan selalu berusaha menjadikan Nayla wanita yang terakhir dan satu-satunya dihidupnya.
"Karena tubuh mu adalah candu... Mau mulai lagi sekarang?"
Tawar Reyhan dengan spontan diiringi dengan jilatan dileher Nayla.
"A...Apaa.?"
Detik selanjutnya, dimulailah lagi pergumulan mereka dalam suasana bulan madu singkat ala Reyhan.
Reyhan mulai membelai bahu putih Nayla perlahan. Dan sangat lembut. Menciumnya beberapa kali ditempat yang berbeda. Seolah seluruh tubuh Nayla adalah hak paten miliknya. Tidak ada yang terlewatkan. Bahkan satu centi pun di seluruh tubuh perempuan bermanik mata hitam itu telah sepenuhnya dijamah laki-laki bermata tajam bernama Reyhan.
Bisik Reyhan dengan suara parau sukses membuat Nayla merasa tenang. Bahagia yang tak pernah dia rasakan sekalipun bersama Satya dulu.
Tidak tidak. Jangan merusak moment indah Nayla dan Reyhan dengan mengingat-ingat perihal Satya. Tolonglah!
Nayla menarik nafasnya dalam. Mempersiapkan diri melayani suaminya, lagi.
Tidak pernah bisa Nayla tebak, kejutan apalagi yang akan Reyhan berikan padanya dalam sesi bercinta kali ini. Sensasi berbeda yang seperti apa lagi yang Reyhan suguhkan dalam memuaskan dirinya kali ini.
Sungguh, sedikitpun Nayla tidak pernah bisa menebaknya.
__ADS_1
Nayla menggigit bibir bawahnya saat jari jemari Reyhan yang nakal itu mulai berusaha menerobos masuk didaerah sensitif miliknya. Membuat deru nafas Nayla semakin tidak bisa dikontrol lagi.
"Reeyy....."
Desahnya dengan suara serak saat gairah yang dia tahan tadi tidak terkontrol lagi kali ini. Dan saat Nayla hampir saja mencapai kepuasannya, Reyhan tiba-tiba menghentikan gerakan jarinya dibawah sana.
"Kenapa berhenti?"
Protes Nayla dengan membalikkan badannya. Hal pertama yang dia lihat adalah, cengiran Reyhan yang nampak tidak berdosa. Padahal, dia baru saja mempermainkam hasrat Nayla dalam bercinta. Menyebalkan.!
"Wahh wahh wahh, istriku mulai ketagihan ya?" Ledeknya tanpa merasa bersalah.
"Kau mempermainkanku, sekaligus membuat ku malu...."
Nayla menekuk wajahnya frustasi. Keinginannya dalam bercinta sudah dibatas ubun-ubun. Bisa-bisanya Reyhan menghentikannya tiba-tiba.
Cup...
Reyhan mencium bibir Nayla sekilas.
"Aku hanya ingin tahu. Sebenarnya, hanya aku sendiri yang menginginkan, atau kita yang memang sama-sama saling menikmati..."
Reyhan menciumnya lagi. Bergerak menindih tubuh Nayla kemudian mengungkung dibawahnya. Dia mencium seluruh pipi Nayla.
Mengabsennya satu persatu disetiap bagian wajah istrinya.
Kemudian membisikkan sesuatu, sebelum memulainya. Bercinta.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Nayla ..."
"Aku menginginkanmu Reyhan, dengan seluruh hidupku...."