
Sebelum melanjutkan ceritanya, suaminya itu sempat memaksa Nayla mengubah posisinya.
Yang tadinya Nayla hanya memainkan jarinya dikaki Reyhan, sekarang Nayla harus memeluk kakinya. Entah apa maksudnya. Tapi Reyhan bilang, dia tidak akan mendengarkan kalau Nayla tidak menurutinya.
Hah, benar-benar mengancam.!
"Sekarang lanjutkan ceritamu..Aku akan menjadi pendengar yang baik kalau kamu menurut seperti ini..."
Ucapnya dengan bangga.
Tidak sadar ya dia? Nayla kan menurut karena diancam ya?
"Awalnya aku benar-benar membencimu.. aku pikir Papa memilih kamu karena urusan bisnis perusahaan.. Makanya, aku kabur kan waktu itu?"
Tanya Nayla sambil terkekeh geli. Sebenarnya Nayla malu, bisa-bisanya Nayla berpikir buruk tentang Reyhan saat itu. Padahal laki-laki ini sangat baik. Terlalu baik malahan jika disandingkan untuk Nayla.
"Boleh, aku tanya sesuatu?"
"Apa Rey?"
"Apa dia tau kalau kamu sudah menikah?"
Nayla menghembuskan nafasnya jengah. Bukan maksud Nayla menyembunyikan status pernikahannya untuk menjaga perasaan Satya atau bahkan berniat kembali pada laki-laki itu. Bukan.
"Semua tidak semudah itu Rey, ini sangat rumit...
__ADS_1
Satya menghamili sahabatku sendiri.
Aku tahu itu terjadi tanpa sengaja... Aku mungkin bisa memaafkan Satya karena itu, Tapi...
Bayi kecil yang terlanjur ada, aku tidak mungkin bisa membuatnya lahir tanpa ayah jika saja aku memaksakan diriku untuk terus bersama dia.."
Sesak sudah dada Nayla. Dia ingin menangis. Kedua mata Nayla sudah terasa panas. Rasanya sudah tidak kuat mengingatnya kembali.
"Tapi masalah lain, Satya bahkan tidak peduli pada perempuan itu. Dan malah mengejarku yang jelas-jelas sudah melepaskannya dua hari sebelum kita menikah.
Sekarang, aku ada diantara mereka berdua Rey, satu laki-laki yang pernah bersama ku dua tahun lamanya, satunya perempuan, sahabatku sendiri..
Kau masih ingat, Nina kan?"
Nina. Dari cara dan gayanya bicara, Reyhan tahu Nina tidak banyak bicara. Dia cenderung diam dan memiliki sikap yang lebih dewasa dibanding perempuan satunya, dan istrinya itu.
"Jadi, dia belum tahu tentang pernikahanmu?"
Nayla menggelengkan kepalanya lemah.
Maaf ya Reyhan, mungkin kau akan berpikir bahwa aku masih menjaga perasaan Satya. Tidak bisa dipungkiri memang itu salah satu alasannya.
Tapi ada alasan lain yang tidak bisa aku katakan padamu.
"Maaf ya Rey... "
__ADS_1
Ucap Nayla seraya bangun dari posisinya. Sekarang dia duduk mensejajari posisi Reyhan. Ada guratan gelisah diwajah Reyhan yang mampu Nayla tangkap dengan mata polosnya.
Tanpa sadar, Nayla mendekatkan kepalanya bersandar didada bidang Reyhan. Maksudnya adalah, Nayla ingin memberi ketenangan dari perasaan yang sedang mengganggu suaminya dengan memeluk Reyhan, memastikan pernikahan mereka akan baik-baik saja. Bukankah itu yang diinginkan Reyhan? Pernikahan yang sakral tidak untuk dibuat mainan. Nayla tahu itu, dia juga sedang berusaha menjaga pernikahan mereka kok.
Sayangnya, sekarang dia terlena dengan pelukan nyaman sang suami beserta pagutan mesra bibir mereka.
Entah dimulai sejak kapan, ciuman mereka semakin dalam dan panas. Gairah yang sudah lama terpendam tiba-tiba muncul memberontak, membuat denyutan terasa diubun-ubun kepala Reyhan saking kuatnya dia menahan.
Pun dengan Nayla, kenikmatan yang pernah dia rasakan dulu tiba-tiba saja membuatnya merindu. Dia ingin merasakannya lagi, malam ini...
Baiklah...
Suara batin Nayla menyerah. Kerinduan pada kenikmatan yang membawanya kesurga dunia itu sudah menguasai dirinya kali ini.
Nayla tidak akan menahannya lagi.
Lagian Reyhan sudah SAH menjadi suaminya kan?
Nayla akan menggoda Reyhan kali ini. Ya, sedikit saja untuk membuat Reyhan menyadari bahwa mereka sama-sama menginginkannya.
Persetan dengan yang Reyhan bilang, bahwa dia akan menunggu Nayla dulu.
Toh nyatanya, Nayla sudah mulai merasa nyaman kan berada disamping suaminya itu? Nayla yakin, akan dengan mudah dia mencintai Reyhan. Perangai yang sempurna dan sikap yang baiknya luar biasa, siapa juga yang tidak akan jatuh cinta?
Menurut Nayla, kekurangan Reyhan hanya satu, terlalu munafik karena sok-sok an menahan hasratnya sendiri. Padahal jelas Nayla tahu, sudah lama Reyhan ingin meminta haknya sebagai seorang suami... Hahaaaa
__ADS_1