
Reyhan membuka pintu kamarnya perlahan. Tangannya membawa nampan berisi sarapan yang sengaja dia siapkan untuk Nayla.
Istrinya itu masih terlelap dibawah selimut yang menutupi tubuh polosnya sampai keleher.
Reyhan tersenyum tipis menampilkan dua lesung pipi yang menawan.
Rupanya Nayla benar-benar kelelahan mengimbanginya semalam. Apa Reyhan keterlaluan bercinta sampai hari menjelang pagi.? Ah rasanya tidak. Meski berkali-kali, tapi Reyhan memberi jeda setiap akan memulainya lagi.
Reyhan berjalan mendekat kesisi ranjang kosong tempatnya tidur semalam setelah meletakkan nampan itu dimeja nakas.
Dia menyibak beberapa helai rambut yang menutup pipi mulus istrinya.
Nayla sangat cantik. Bahkan sedang tidur sekalipun...
Nayla menggeliat. Merasakan sentuhan yang mengusik kulitnya cukup mengganggu tidurnya.
"Sayang, bangun...."
Perlahan, Nayla membuka matanya. Menatap datar kewajah tampan suami sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Reyhan..." Seketika wajahnya merona saat dia menyadari masih diatas ranjang dengan tubuh polosnya dibalik selimut.
"Oh astagaa...."
Wajahnya semakin memerah. Malu saat mengingat aktifitasnya semalam.
#Flashback On
"Ahh...."
Kedua orang itu meleguh setelah mencapai kepuasan bersama. Reyhan ambruk sebentar diatas tubuh istrinya dengan miliknya yang belum dilepas dari lubang istrinya.
"Rey, sudah yaaa... aku capek.."
"Apa an, baru sekali... ingat, kau harus dihukum karena sudah berselingkuh...
Sekarang jangan banyak bicara, istrirahatlah sebentar, numpung aku lagi berbaik hati..."
Ucap Reyhan dengan suara parau didekat telinga istrinya.
__ADS_1
Bukannya melepaskan pelukannya, Reyhan justru mendekap tubul polos Nayla yang berada dibawah tubuhnya. Memeluknya erat sambil lidah yang bermain-main ditelinga Nayla.
Katanya menyuruh istirahat. Tapi dia sendiri yang mengacaukan waktu istrihatku. Dasar penjahat!. Umpat Nayla didalam hati.
"Rey... ahh... geli..."
Nayla berusaha menghentikan ulah suaminya yang terus bermain ditelinganya. Bahkan lehernya juga.
"Sebenarnya, aku ingin membuat tanda kepemilikan disini, tapi.... ah tidakk...
Aku tidak ingin teman-temanmu membayangkan bagaimana tubuhmu saat dijamah, seandainya mereka melihat ada tanda merah dilehermu. Kamu, jiwa mu, dan tubuh mu, adalah milikku.. Camkan itu!"
Katanya masih dengan suara parau.
Tubuh Nayla seakan membuat Reyhan candu.
"Iya iyaaa.. aku milikmu Rey..."
Kata Nayla yang sudah mulai tersulut api gairah lagi. Bagaimana tidak, Reyhan terus saja mempermainkan tubuh Nayla dititik-titik sensitifnya sehingga meningkatkan libido Nayla yang menuntut meminta diperlakukan lebih
"Apa kau mau lagi?"
Tanpa sadar, Nayla malah mengangguk penuh harap. Tidak bisa ditampik, bahwa tubuhnya memang menginginkan Reyhan menjamahnya lagi. Akal sehatnya seakan telah dikuasai oleh gairahnya sendiri sehingga dia sendiri ingin, kali ini Reyhan memainkannya dengan kasar.
Reyhan memulai aksinya lagi. Dimulai dari mencium bibir Nayla lembut. Perlahan semakin memperdalam ciumannya. Kemudian tangannya meremas gundukan sintal didada Nayla secara kasar bersamaan dengan dia memajumundurkan tubuhnya dengan kasar pula.
"Ahhh... Rey..." Desah Nayla tanpa bisa dia kontrol lagi saat sekilas bibirnya lepas dari ciuman Reyhan.
Tanpa ampun, meskipun Nayla sudah mencapai kepuasannya Reyhan enggan menghentikan irama gerakannya. Dia justru mempercepatnya lagi supaya dia segera mencapai kepuasaannya bersama dengan Nayla mencapainya lagi untuk kedua kali di ronde kedua ini.
Membuat Nayla kelabakan. Meliuk-liukkan tubuhnya yang bergetar hebat kekanan dan kekiri. Rasanya dia seperti terbang dilangit ketuju. Benar-benar surga dunia!
"Ahhh....."
Keduanya kembali melakukan pelepasan secara bersamaan. Lagi-lagi Reyhan ambruk diatas tubuh Nayla.
Tanpa jeda, Reyhan menggendong tubuh polos istrinya ke kamar mandi. Reyhan mencari suasana yang berbeda. Bercinta dibawah guyuran shower.
"Rey.. apa lagi?"
__ADS_1
"Aku mau mencari suasana yang berbeda..." jawabnya santai.
"Astagaa.. Reyhannn gilaa..." Pekik Nayka kaget. Dia benar-benar kuwalahan menangani suaminya.
"Ahh...." Jerit Nayla saat Reyhan kembali memasukkan miliknya.
Rasanya sakit. Reyhan melakukannya lagi tanpa pemanasan kali ini. Ya meskipun mereka sudah melakukannya tadi, tapi tetap saja.
Sekarang tubuhnya sudah terkena guyuran air shower, jadi rasanya sangat perih seperti tanpa pelumas.
Tapi entah kenapa, Nayla menyukainya.
Sepertinya Reyhan mampu membaca pikiran Nayla yang meminta diperlakukan dengan kasar tadi.
"Ahh... ahh..."
Reyhan terus membuat gerakan yang intens. Meskipun semakin lama semakin dipercepat. Tangannya tidak berhenti memainkan dua bukit kembar yang sangat menggoda.
Posisi berdiri seperti ini, sungguh membuat Reyhan benar-benar gila.Tubuh Nayla sangat memabukkan untuknya.
Dan setelah beberapa menit, terjadilah lagi pelepasan Nayla yang ketujuh dan Reyhan ketiga. Reyhan menompang tubun Nayla yang ambruk didadanya sambil membisikkan sesuatu ditelinga Nayla.
Kemudian mereka mandi bersama.
"Terimakasih, sayang..."
#Flashback Off
______________
Haloo..
Sebelumnya mohon maaf ya kalau author jarang update. Akhir-akhir ini rasa malas memang sedang menguasaiku gaes....
Bolak-balik kulihat karyaku, tapi like nya masih dibawah sepuluh...
Kayak gak ada semangat aja gitu buat nulis...
Jadi, tolong ya, sumbangin jempol kalian...
__ADS_1
Percaya gak percaya, jumlah like bisa menambah energi tersendiri untuk ku gaess...
Terimakasih yang sudah setia menunggu 😘