
Bersama orang yang tepat, membuat waktu berjalan begitu cepat.
Tak terasa kehamilan Nayla sudah berusia delapan bulan. Dan perut Nayla pun sudah membesar selayaknya ibu hamil pada umumnya.
Sejauh ini, kehamilan pertama Nayla dilalui dengan sangat lancar, bahkan terkesan mudah.
Apalagi didampingi seorang suami yang amat sangat pengertian.
Reyhan memperlakukan Nayla begitu istimewa. Setiap sebelum tidur, lelaki itu juga selalu memperhatikan perut besar istrinya. Membantu mencarikan posisi tidur paling nyaman untuk sang istri. Tak lupa, Reyhan juga menyapa anak didalam perut sang istri. Membelai nya lembut, dan menyampaikan rasa sayangnya yang begitu besar kepada calon anaknya.
Pagi ini, perempuan hamil yang memiliki ciri khas mata bernetra hitam tengah mengusap bedak ke wajahnya.
Telinganya sudah tidak asing dengan suara ramai dirumah sang suami.
Riuh menggema suara anak-anak dilantai bawah sempat membuat Nayla tertarik untuk bergabung.
Dari kamar Nayla yang pintunya terbuka, terdengar suara Naura yang paling keras dan mendominasi. Mungkin sedang memperebutkan piring makan kesukaannya. Ditambah suara Jeni yang berusaha mengatur adik-adiknya dimeja makan. Dan juga suara Mbak Nana, yang tak kalah lembut menengahi obrolan mereka.
Hati Nayla menghangat. Setiap hari selalu ramai seperti itu, jauh dari kata sepi jika malaikat-malaikat kecil itu berkumpul dengan riang di rumah.
Biasanya Nayla akan bergabung,
Sayangnya, hari ini dia dan Reyhan harus segera bersiap-siap kedokter kandungan untuk pemeriksaan.
"Sudah siap Nay..?"
"Sudah." Sekali lagi Nayla memperhatikan penampilannya didalam cermin. Tunik berwarna biru dongker panjang selutut, model rambut yang sudah ditata sedemikian rapi, make up tipis yang natural ditambah lipstik warna pink nude menambah kesan manis yang terpancar dari aura ibu hamil. Sangat cantik.
Setelah dirasa pas, Nayla meraih tas tentengnya. "Ayo berangkat mas..."
Reyhan mengangguk dan mengikuti langkah Nayla yang sudah berjalan lebih dulu didepannya.
"Hati-hati..."
Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya Nayla mengelus perutnya sendiri. Sedang Reyhan fokus mengemudi.
Membawa ibu hamil tentu membuat Reyhan lebih ekstra berhati-hati lagi dalam membawa mobilnya.
Dia tak ingin sedikitpun lalai, sampai membahayakan keselamatan istri dan calon bayinya.
"Bayi nya sehat. dan sangat aktif." Ucap dokter Elsa, "Berat badannya juga stabil dan perkembangannya bagus." Lanjut sang dokter lagi.
__ADS_1
"Lincah banget.. Minggu depan juga sudah memasuki usia sembilan bulan. Ibu nya harus tahan nih kalau tiba-tiba gerakannya kuat. .."
Lagi-lagi Nayla kembali tersenyum. Untuk saat ini memang tidak ada yang lebih penting bagi calon ibu muda sperti Nayla, kecuali kesehatan jabang bayi yang ada di dalam perutnya.
Semua hal yang berkaitan dengan anak didalam kandungannya selalu Nayla lakukan dengan sepenuh hati. Ikut senam ibu hamil, olahraga kecil sendiri dirumah, menjaga pola makan dan asupan vitaminnya, sampai meminum ramuan jamu tradisional yang biasa mama Riana bawakan kerumahnya.
Usaha tidak akan mengkhianati hasilnya bukan?
"Alhamdulillah.." Ucap Reyhan mengekspresikan rasa bahagianya. Reyhan menggenggam tangan Nayla erat, sambil tersenyum ke arah sang istri.
Sama halnya dengan Nayla, kesehatan Nayla dan bayi didalam kandungan itu adalah prioritas utama Reyhan saat ini. Tidak ada yang lebih penting dari itu.
Saat berjalan keluar rumah sakit, tak pernah sekalipun lelaki itu melepaskan genggaman tangan Nayla. Bahkan sampai kedalam mobil.
Reyhan benar-benar lelaki idaman, dan tentunya lelaki terbaik yang ada didalam hidup Nayla.
Pernah sesekali mata Nayla menangkap beberapa perempuan muda mencuri pandang ke arah suaminya saat mereka berjalan bersama. Perempuan-perempuan itu menatap Reyhan dengan tatapan penuh minat.
Tapi sejauh ini, Nayla sangat bersyukur karena Reyhan benar-benar menjaga pandangannya dengan perempuan lain.
"Kita cari makan dulu yukk.?" Ajak Reyhan saat sampai didalam mobil. Dan seketika dibalas anggukan kepala oleh Nayla. "Kamu ada pingin makan apa gitu Nay..?"
Semua makanan yang dia buka terlihat begitu menggiurkan. Tapi ada satu makanan yang paling menarik perhatian perempuan itu. "Gimana kalau kita makan nasi padang aja mas?? Kayaknya enak deh, siang siang gini makan rendang..?
"Boleh juga, yaudah kalau gitu kita jalan."
"Makan dimana emangnya mas?"
"Duduk dan nikmati perjalanan ini. Aku yakin kamu akan suka..."
Mobil berhenti disebuah rumah makan bergaya klasik dipinggir Danau.
Tak jauh dari tempat mobil Reyhan berhenti, Nayla melihat gapura yang diatas nya bertuliskan "Danau Hijau".
Ini danau yang lagi viral itu kan? Yang dibangun oleh lelaki paling kaya di negeri ini? Yang peresmiannya disiarkan langsung oleh berbagai macam stasiun televisi?
Ya, Nayla ingat. Dan sungguh sangat berkesan karena Reyhan ternyata membawanya ketempat yang digadang-gadang memiliki julukan sebagai danau pernyataan cinta ini.
Apa itu berarti Reyhan juga akan mengutarakan pernyataan cinta nya lagi? Mimpi.
Reyhan tidak seromantis itu. Meski Reyhan juga tak kalah romantis. Batin Nayla. Membayangkan Reyhan melakukan hal itu juga membuat Nayla tersenyum.
__ADS_1
Reyhan memarkirkan mobilnya tak jauh dari rumah makan yang dia pilih.
Uniknya rumah makan satu ini adalah, bagian tempat makan yang terpisah dari dapur dan tempat pemesanannya.
Tempat makan yang menarik dengan lesehan gazebo yang menghadap langsung ke pemandangan pohon hijau dan danau cantiknya.
Bahkan bisa juga memilih tempat makan yang bergaya gubug atau saung dari bambu.
"Bentar mas, ponsel ku bunyi." Ucap Nayla, sesaat turun dari mobil.
"Yaudah, aku aja yang pesen makanan nya. Kamu pilih tempat duduknya aja tuh disana."
Perempuan itu mengangguk. Sambil menjawab telfonnya dia berjalan hati-hati menuju satu saung yang terlihat kosong. Selain lebih nyaman dan asri, gubug atau saung ini juga lebih tertutup dan privat jika ingin menikmati makan siang berdua bersama suami seperti ini.
Sederhana, tapi tak kalah romantis. batin Nayla.
Dan tak menunggu lama, dua porsi hidangan Nasi Padang tersaji sempurna dihadapan Nayla.
Ditambah satu piring rendang.
"Aku sengaja memesan rendang yang banyak untuk mu."
Ucap Reyhan setelah melihat kerutan didahi Nayla saat piring berisi rendang itu dihidangkan. Tak lama,
Nayla pun memakannya dengan lahap,
"Makan yang banyak sayang." Diusapnya kepala Nayla, seperti seorang ayah mengusap anaknya. "Ingat, ada makhluk lain yang juga minta jatah makan didalam perut kamu".
Begitu ucapnya lagi, sambil beralih mengusap lembut perut Nayla.
"Setelah ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat." ucap Reyhan,
"Kemana lagi mas?" Tanya Nayla dengan sedikit tidak terima.
Pasalnya perempuan itu ingin segera pulang, dan berkumpul dengan anak anak yang lain dirumah.
Nayla begitu nyaman berada dirumah Reyhan, rasanya dia tidak ingin bepergian terlalu lama.
"Nanti juga tau sendiri."
Dan jawaban Reyhan, cukup membuat perempuan itu makan dalam rasa penasaran. Meski tak mengurangi kelezatan cita rasa dan keromantisan suasananya.
__ADS_1