
Senja adalah bagian waktu setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam dan tenggelam. Senja identik dengan perasaan rindu dan dikaitkan dengan perasaan cinta.
Ketika berbicara tentang senja, tentu banyak orang menganggap bahwa senja adalah hal yang romantis dan puitis. Seolah menjadi primadona simbol keindahan. Tanpa mereka sadari, kehadiran senja sama saja menjadi tanda akan hadirnya malam. Suasana gelap dan pekat tanpa sinar. Sepi, dan sunyi.
Meski begitu, kenyataannya senja mampu membuat manusia mengaguminya, tanpa aba-aba. Senja juga mampu membuat jutaan orang rela menunggu kehadirannya, yang sekilas tapi bermakna.
Tidak bisa dipungkiri, banyak yang menjadikan senja sebagai momen untuk bersajak dengan menguntai kata-kata indah. Ya, tentu saja tergantung dari suasana hati mereka.
"Rey, kita mau kemana?"
Duduk disamping kemudi tanpa tahu tempat yang akan dituju, tentu saja membuat Nayla bingung. Sedari tadi Nayla mencoba biasa saja tanpa banyak bertanya, namun kenyataannya rasa ingin tahu didalam dirinya berdemo meminta jawaban yang pasti.
"Bulan madu..."
Jawaban singkat dari suaminya membuat pipi Nayla meremang sempurna. Pikiran nakalnya mulai berkelana, membayangkan aktifitas bulan madu pada umumnya. Pergi ke suatu tempat yang indah, menghabiskan waktu berdua didalam kamar dengan pemandangan alam yang luar biasa, sambil.... bercinta.
"Iya, tapi kemana?"
"Rahasia..."
Jawaban singkat Reyhan sukses membuat istrinya berhenti bertanya, tapi dengan bibir yang memberenggut. Reyhan tahu dia pasti menahan rasa kekesalannya.
Rencananya, akhir pekan seperti ini Reyhan ingin mengajak Nayla kesebuah pantai yang sejak dulu menjadi tempat favoritnya dalam mencari suasana hati yang damai. Reyhan memang enggan banyak bicara. Dia sedang memfokuskan dirinya dalam mengemudi. Membelah jalanan kota yang sedang ramai-ramainya. Karena ada sesuatu yang dia kejar.
Nayla membulatkan matanya penuh kagum. Hamparan pantai yang luas membuat dia mengagumi tanpa suara. Sebuah maha karya ciptaan Tuhan yang maha sempurna.
"Apa kau suka?" Tanya Reyhan yang masih duduk dikursi pengemudi.
Nayla menganggukkan kepalanya dengan senyum mengembang sempurna.
__ADS_1
Reyhan mendekatkan wajahnya. Meraup bibir ranum Nayla dengan ciuman sensual. Dan disambut hangat oleh perempuan itu.
Beberapa menit kemudian, Reyhan melepas ciuamannya. Tangannya membantu Nayla melepas sabuk pengaman yang sedari tadi belum pindah dari posisinya.
"Kita lanjut nanti malam...
sekarang, mari turun... aku ingin mengenalkan sesuatu padamu..." Ucapnya setengah berbisik didekat telinga Nayla.
Dibalas anggukan dan senyum manis dari gadis cantik itu.
***
"Rey, masih jauh ya?"
"Enggak sayang, tinggal beberapa tangga lagi... Pelan-pelan saja..."
Maklum, Nayla gadis yang manja. Mana pernah merasakan sensasi petualangan seperti ini?
"Wahh.. Reyhan, ini baguss banget..."
Ucapnya dengan berbinar. Bahkan Nayla sampai melompat-lompat kegirangan setelah mereka sampai dipucuk dan mendapati pemandangan yang berbeda dari pusat kota.
Sebuah pemandangan pantai yang indah terbungkus rapi dan sempurna dari atas bukit tersaji didepan mata Nayla. Memanjakan setiap mata yang menatapnya penuh cinta. Ini sih namanya, cinta pada pandangan pertama.
"Kamu suka?"
"Bangett...." Jawab Nayla antusias.
"Oiyaa, siapa yang mau kamu kenalin ke aku Rey?"
__ADS_1
"Nanti, tunggu sebentar lagi... sekarang kita makan dulu yukk.."
Reyhan menggandeng tangan Nayla. Mereka berjalan bersama diatas kayu yang sengaja disusun berjejer sampai menuju sebuah tempat makan.
Restoran Sadewa. Sebuah rumah makan mewah dua lantai yang sengaja dibangun diatas bukit ini terlihat sangat ramai oleh pengunjung. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan muda-mudi yang mencari suasana paling romantis untuk menikmati waktu bersama dengan orang terkasihnya.
"Kamu tau nggak, sulit banget loh siapapun pengunjung yang ingin mendapatkan tempat disini. Setiap hari slot tempat kosong direstoran ini selalu penuh.
Kecuali, mungkin bagi pemiliknya."
"Trus kita gimana dong Rey..."
"Aku sudah memesannya Nayla, sejak beberapa hari yang lalu..."
"Benarkah? Terimakasih Reyhan"
"Hemm.. Tunjukkan rasa terimakasihmu, nanti malam..."
Reyhan terkekeh menggoda. Sukses membuat pipi Nayla merah semerah kepiting rebus.
Reyhan membuatnya malu... dengab perasaan berbunga-bunga...
"Dasar mesum..!"
Reyhan tergelak. Tertawa lepas didepan Nayla mendengar ocehan gadis ini.
Mata dan ekpresi wajah tidak bisa bohong kan?
Nayla terlihat seperti, malu-malu tapi mau.
__ADS_1