Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Senja dan Filosofinya


__ADS_3

Makanan khas berbagai olahan seafood menjadi menu andalan di Restoran Sadewa. Bertempat dipinggir pantai menjadi kan seafood sebagai pilihan yang tepat menikmati suasana sore berganti malam seperti ini.


Reyhan sengaja memesan tempat duduk yang menghadap langsung keufuk barat. Sebuah tempat yang paling pas bagi kamu para pecinta senja. Jauh diujung sana, ada pemandangan gunung yang terlihat sangat kecil.


Meskipun jika untuk orang lain harganya reservasi tempat ini mencapai dua kali lipat tapi tak apa, Reyhan ingin kencan pertamanya dengan Nayla terasa berkesan.


"Reyhan, apa dia masih lama?"


Tanya Nayla sambil menikmati hidangan tumis kepiting beserta cumi panggang oles madu pesanannya tadi.


"Tidak, lima menit lagi..... Kamu tunggu disini sebentar ya..."


Reyhan pergi beberapa menit. Dan kembali dengan seorang laki-laki berkalungkan camera cann*n dilehernya.


Sukses membuat Nayla memperdalam lipatan didahinya dengan mata menyipit sempurna.


Nayla berjalan pelan kesamping Reyhan, mendekatkan bibir disamping telinga suaminya. Kemudian berbisik.


"Itu ya orangnya? Dia siapa?"


Reyhan tersenyum simpul. Sumpah demi apa, Nayla membuatnya terkekeh pelan. Seandainya saja, mereka berdua berada ditempat yang lebih privasi. Mungkin Reyhan akan....


"Bukan Nay, itu tukang foto.. Nanti kalau dia datang, kita bakalan foto sama dia..."


"Kamu bikin aku penasaran sa...."


Ucapan Nayla terhenti saat laki-laki berkalung kamera itu mengeluarkan suaranya ke Reyhan.


"Maaf mas, sepertinya ini waktu yang pass..."


"Ohh, baiklaahh...."


Jawab Reyhan sambil menarik lengan Nayla.


"Kemari lah Nay, posisikan dirimu dengan benar, kita akan mengambil foto disini...."


Untung saja, Nayla berpikir cepat. Dengan mengesampingkan rasa penasarannya, Nayla segera berpose, dan, jadilah siluet foto mereka dengan latar belakang senja...



"Terimakasih mas.. untuk soft file nya tolong kirimkan ke nomorku yang tadi ya..."


***


"Jadi, ini yang mau kamu kenalin ke aku?" Tanya Nayla antusias sambil melihat pemandangan yang sungguh luar biasa indah. Hamparan langit berwarna orange .


"Iya, kamu suka nggak?"


"Suka Rey, ya Ampun ini cantik banget..."


"Namanya senja, kamu pasti sudah tau kan? Tapi kamu ingin nggak mendengar tentang filosofi senja?"


Nayla mengangguk senang.


"Rey, aku sama sekali tidak menyangka. Ternyata jika dilihat dari tempat yang tepat, Senja bisa seindah ini... Ini benar-benar cantik..."

__ADS_1


"Ya, memang begitulah senja. Dia mengajarkan kepada kita bahwa kebaikan dan keindahan tidak perlu disuarakan. Jika itu tulus, biarkan para pecinta senja itu sendiri yang menilainya." Jawab Reyhan yang kini lebih tertarik memandang wajah cantik istrinya. Nayla tak henti-hentinya tersenyum. Matanya tak sedikitpun beralih dari pemandangan indah didepannya.


"Sebuah senja selalu menjajikan sesuatu yang baru. Dan senja juga mengajarkan kita arti sebuah kata rela.."


"Kenapa begitu Rey?"


Nayla tampak antusias mendengar pernyataan Reyhan. Sejenak dia mengalihkan pandangan ke suaminya. Seseorang yang sudah mengenalkannya dengan pemandangan seindah ini.


"Jangan melihatku, nikmati saja senjamu... Hanya beberapa menit lagi, senja akan benar-benar hilang diganti dengan gelapnya malam. Dan kau harus rela mengakhiri cendera mata yang murni alam sajikan ini..."


Bulatan setengah lingkaran berwarna orange yang berpadu dengan semburat jingga ketika senja, mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya. Tak heran, jika didunia ini ada cukup banyak penikmat senja.


Bahkan ada loh istilah pemburu senja, meski hanya sekedar untuk memandang keindahannya saja, yang memang mampu menyejukkan hati.


Dan benar saja, setelah beberapa menit berlalu senja hari ini benar-benar sudah berakhir. Wajah Nayla terlihat lesu. Sepertinya lagi-lagi penjelasan Reyhan mengenai senja itu memang benar adanya.


Nayla harus rela, berpisah dengan pemandangan indah bernama senja untuk sementara waktu. Demi menyambut hari baru esoknya.


Kalau masih ada yang bertanya mengapa senja mengajarkan kita arti sebuah kata rela? Jawab saja, karena keindahan senja yang hanya sebentar ini mengajarkan kita, bahwa di dunia ini tak ada keindahan yang hakiki. Maka rela tak rela, kamu tetap harus merelakan segala sesuatu yang indah untuk pergi.


Percayalah, Tuhan maha baik. Dia bisa saja menghadiahkan keindahan yang lebih indah lagi dikemudian hari.


"Reyhan, terimakasih..."


Nayla memeluk Reyhan, tanpa peduli dimana dia berada sekarang. Meskipun banyak juga pasangan lainnya yang ada disamping mereka. Tapi Nayla sungguh bersyukur. Memiliki suami yang mampu membuatnya bahagia meski dengan hal-hal sederhana, seperti ini.


***


Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Dan mungkin, Nayla adalah salah satunya. Setidaknya begitulah selama ini Reyhan memaknai pertemuannya dengan sang istri.


Siapa yang menyangka secepat ini dia menikah? Sejak dulu, Reyhan enggan mengenal wanita. Bukan para wanita itu yang menolak, tapi Reyhan yang sengaja mengelak .


Kalau kalian bertanya, apakah Nayla pantas? Jawabannya adalah, sangat pantas. Reyhan bukan tipe laki-laki yang peduli dengan masa lalu seseorang, selama dia ingin berubah menjadi yang lebih baik, bagi Reyhan itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa dirinya berarti untuk orang itu.


"Nanti, pulang dari sini.. kita nginep dirumahmu ya? Aku kangen Naura, Jeni.. dan mereka semua Rey..."


Permintaan Nayla membuat Reyhan semakin mempererat pelukannya.


Lihatlah, bukankah Nayla memiliki cinta kasih yang luar biasa ? Lalu apa yang diragukan lagi?


Kalau kenyataannya kehadiran Reyhan dihidup Nayla yang begitu tiba-tiba saja sanggup diterima secara keseluruhannya, mengapa Reyhan tidak bisa menerima Nayla juga dengan segala kekurangannya?


"Hey, katanya kamu capek? Kenapa kau masih banyak bicara?"


Suntuk Reyhan mendesah.


Berada disebuah kamar Royal Suite President, Sadewa Hotel yang tak jauh dari tempat Restoran tadi, sekarang mereka tengah mengatur deru nafasnya masing-masing setelah pergulatannya beberapa menit yang lalu. Reyhan tengah memeluk tubuh polos Nayla dari belakang, dibawah selimut tebal yang menutupinya.


"Jangan memancingku secepat ini Nayla..."


Nayla menggelengkan kepalanya. Tidak habis fikir karena dari belakang, justru Reyhan yang tidak bisa diam. Lihat saja, dia yang terang-terangan sengaja memancing Nayla lagi dengan sentuhan sentuhan lembut diceruk leher belakang Nayla.


Membuat Nayla merinding saja..!


"Reyhan hentikan, kenapa sekarang kamu mesum sekali sih? Dikit-dikit kepingin.."

__ADS_1


Ucap Nayla dengan sebal.


Reyhan terkekeh. Yang jelas saja, bagaimana bisa Reyhan tidak tergoda dengan tubuh indah istrinya?


Reyhan tidak pernah merasakan keindahan seperti ini sebelumnya. Jujur saja, Nayla adalah wanita pertama yang berhasil membuat Reyhan tersulut gairahnya. Dan Reyhan berjanji, akan selalu berusaha menjadikan Nayla wanita yang terakhir dan satu-satunya dihidupnya.


"Karena tubuh mu adalah candu... Mau mulai lagi sekarang?"


Tawar Reyhan dengan spontan diiringi dengan jilatan dileher Nayla.


"A...Apaa.?"


Detik selanjutnya, dimulailah lagi pergumulan mereka dalam suasana bulan madu singkat ala Reyhan.


Reyhan mulai membelai bahu putih Nayla perlahan. Dan sangat lembut. Menciumnya beberapa kali ditempat yang berbeda. Seolah seluruh tubuh Nayla adalah hak paten miliknya. Tidak ada yang terlewatkan. Bahkan satu centi pun di seluruh tubuh perempuan bermanik mata hitam itu telah sepenuhnya dijamah laki-laki bermata tajam bernama Reyhan.


"Aku akan melakukannya dengan sayang.."


Bisik Reyhan dengan suara parau sukses membuat Nayla merasa tenang. Bahagia yang tak pernah dia rasakan sekalipun bersama Satya dulu.


Tidak tidak. Jangan merusak moment indah Nayla dan Reyhan dengan mengingat-ingat perihal Satya. Tolonglah!


Nayla menarik nafasnya dalam. Mempersiapkan diri melayani suaminya, lagi.


Tidak pernah bisa Nayla tebak, kejutan apalagi yang akan Reyhan berikan padanya dalam sesi bercinta kali ini. Sensasi berbeda yang seperti apa lagi yang Reyhan suguhkan dalam memuaskan dirinya kali ini.


Sungguh, sedikitpun Nayla tidak pernah bisa menebaknya.


Nayla menggigit bibir bawahnya saat jari jemari Reyhan yang nakal itu mulai berusaha menerobos masuk didaerah sensitif miliknya. Membuat deru nafas Nayla semakin tidak bisa dikontrol lagi.


"Reeyy....."


Desahnya dengan suara serak saat gairah yang dia tahan tadi tidak terkontrol lagi kali ini. Dan saat Nayla hampir saja mencapai kepuasannya, Reyhan tiba-tiba menghentikan gerakan jarinya dibawah sana.


"Kenapa berhenti?"


Protes Nayla dengan membalikkan badannya. Hal pertama yang dia lihat adalah, cengiran Reyhan yang nampak tidak berdosa. Padahal, dia baru saja mempermainkam hasrat Nayla dalam bercinta. Menyebalkan.!


"Wahh wahh wahh, istriku mulai ketagihan ya?" Ledeknya tanpa merasa bersalah.


"Kau mempermainkanku, sekaligus membuat ku malu...."


Nayla menekuk wajahnya frustasi. Keinginannya dalam bercinta sudah dibatas ubun-ubun. Bisa-bisanya Reyhan menghentikannya tiba-tiba.


Cup...


Reyhan mencium bibir Nayla sekilas.


"Aku hanya ingin tahu. Sebenarnya, hanya aku sendiri yang menginginkan, atau kita yang memang sama-sama saling menikmati..."


Reyhan menciumnya lagi. Bergerak menindih tubuh Nayla kemudian mengungkung dibawahnya. Dia mencium seluruh pipi Nayla.


Meng-absennya satu persatu disetiap bagian wajah istrinya.


Kemudian membisikkan sesuatu, sebelum memulainya. Bercinta.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Nayla ..."


"Aku menginginkanmu Reyhan, dengan seluruh hidupku...."


__ADS_2