
Malam yang pekat ditengah kesunyian yang gelap, sayup-sayup Nayla terbangun dari tidurnya. Matanya masih terasa panas akibat tangisannya semalam yang sampai tidak sadar membuat Nayla tertidur didalam kelelahan. Nayla bahkan tidak tahu, kapan dan jam berapa Reyhan menyelesaikan urusannya membersihkan diri didalam kamar mandi.
Niatnya sih pura-pura tidur, tapi malah tidur beneran!
Tubuhnya terasa berat karena tangan kekar Reyhan yang memeluknya erat. Dalam mode yang belum sepenuhnya sadar, Nayla menatap lekat wajah suaminya dalam tatapan sendu.
Apa aku yang terlalu jauh berfikir? Tapi kenapa kau tega sekali mengajak perempuan lain ketempat itu tanpa sepengetahuanku?
Kau selalu bersikap baik didepanku. Tapi aku tidak pernah tahu, apa yang kau lakukan diluar sana Rey. Apa salah aku marah melihat mu dengan wanita lain?
Reyhan, siapa kamu sebenarnya?
Kau hadir dengan tiba-tiba, membuatku mudah melewati masa-masa sulitku melepaskan Satya.
Aku bahkan sempat berfikir bahwa aku tidak perlu lagi mencari tahu latar belakangmu ketika kau mengenalkan ku pada mereka. Ku pikir semua tentangmu adalah baik. Sampai rasanya aku tidak sanggup menerima hal baik lagi tentang masa lalu mu.
Tapi ternyata aku salah,
Ada banyak tentangmu yang belum ku ketahui. Semuanya terlalu misterius untuk ku abaikan.
Nayla meraih ponselnya diatas nakas berniat melihat jam menunjukkan pukul berapa. Tapi tanpa sadar, gerakannya itu membangunkan seseorang yang tadi tengah terlelap memeluknya.
"Kenapa sudah bangun?"
Nayla sempat terkejut mendengar suara Reyhan yang tiba-tiba bersamaan dengan sebuah gerakan tangan yang menyikap rambut didahinya. Pandangan matanya yang sendu bersitatap dengan mata Reyhan yang tajam. Membuat bayangan-bayangan waktu Reyhan bersama perempuan lain tadi terputar otomatis dikepalanya.
__ADS_1
Tanpa bisa dicegah, air mata itu jatuh lagi. Air mata penuh amarah yang sejak tadi Nayla sembunyikan. Nayla ingin bertanya tentang wanita itu, hanya saja Nayla tidak siap dengan jawaban Reyhan yang mungkin saja akan menyakitinya.
Dalam amarah yang kian menggebu, tiba-tiba ada dorongan tersendiri dalam diri Nayla untuk melepaskan semuanya. Kesedihan dan kesepiannya.
Dia merindukan Reyhan. Hati dan jiwanya sudah terbiasa dengan sosok Reyhan yang selalu disampingnya. Nayla menginginkan Reyhan, seutuhnya tanpa harus berbagi.
Dengan gerakan cepat dan tanpa sabar, Nayla mencium bibir Reyhan dengan tergesa-gesa membuat Reyhan membelalakkan matanya kaget. Ciuman yang penuh nafsu itu seketika membangkitkan gairah mereka berdua. Terutama Reyhan.
Tubuh Nayla yang memang sudah membuatnya candu dengan mudah merangsang hasratnya bangkit, meski Reyhan belum menguasai kondisi dengan sepenuhnya. Sedangkan amarah dalam diri Nayla membuat fantasinya jauh lebih liar dari biasanya. Nayla mencium bibir Reyhan dengan tidak sabaran.
Ciuman yang begitu tergesa-tergesa itu merupakan sensasi baru untuk mereka. Sepintas Reyhan sempat berfikir ada apa dengan Nayla, tapi semuanya sirna begitu saja, saat tubuhnya sama sekali tidak menolak sentuhan sang istri.
Nayla menghentikan sementara ciuman itu dengan nafas yang terengah-engah. Dadanya naik turun mengikuti irama nafas yang tersenggal-senggal. Nayla mendekatkan wajahnya dileher Reyhan. Mencium aroma tubuh yang sangat memabukkan milik Reyhan, sambil menyusuri leher itu dengan bibirnya.
Dengan bibir yang masih menyelusuri leher suaminya, bersamaan dengan itu tangan Nayla melepas kancing Reyhan satu persatu. Menyikap bagian dada Reyhan yang keras agar leluasa Nayla sentuh. Nayla memberi kecupan disana.
"Aku menginginkan sentuhanmu..."
Jawab Nayla dengan suara seksi yang seketika membuat darah Reyhan mendidih terbakar oleh api gairahnya sendiri.
Dengan gerakan cepat Reyhan membalikkan posisi menguasai tubuh Nayla. Mengungkung Nayla dibawahnya dengan kedua tangan.
"Dengan senang hati sayang..." bisik Reyhan sambil memberi sentuhan lidah dileher jenjang istrinya. Membuat Nayla mendongakkan kepalanya menahan gelenyar aneh yang menjalar disetiap sarafnya.
Tidak butuh waktu lama, Reyhan sudah berhasil melepas semua pakaian Nayla dan membuangnya kesegala arah. Pun dengan pakaiannya sendiri. Pelan tapi pasti, Reyhan memulai penyatuan mereka.
__ADS_1
Membuat Nayla menjeritkan namanya saat Reyhan menenggelamkan miliknya dalam satu kali hentakan.
"Ahhh... Rreeyyy..."
Dalam tempo irama dan pola yang teratur, Reyhan memainkan gerakannya secara lembut. Emosi yang dirasakan Nayla tanpa sadar mempengaruhi emosi Reyhan saat bercinta.
Saling menggeram memberikan kenikmatan yang sesungguhnya.
Keduanya larut dalam sesi bercinta yang menggairahkan. Sesi bercinta diantara amarah dan gairah.
Hingga tubuh Nayla bergetar hebat, bersamaan dengan Reyhan yang mencapai kepuasaannya. Lalu ambruk disamping istrinya yang juga sudah berbaring tak berdaya.
Reyhan mencium pucuk kepala Nayla setelah kedua tangannya meraih kepala Nayla lalu menenggelamkan didadanya.
Siapa perempuan itu?
gumam Nayla sesaat setelah kembali terlelap sukses membuat Reyhan mengkerutkan dahi nya.
***
Bab kedua hari ini...
Selamat Siang pembaca setia ku.
Terimakasih atas dukungan kaliaan... Dan jangan lupa like nya ya? Biar makin semngat 😘
__ADS_1