Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Hanya Kalah Populer


__ADS_3

Naura versi dewasa !


"Kamu tidak mau? Akan aku gandakan..."


Cup..


"Jangan brisik. Nihh... aaakkk"


Belum sempat Reyhan menyelesaikan ucapannya, Nayla malah mencium pipi kiri Reyhan dengan tiba-tiba.


Reyhan tersenyum simpul. Membuka mulutnya untuk menerima suapan roti dari istrinya.


"Apa acaramu hari ini? Kalau kamu jenuh, boleh kok main ketoko buku. Ada karyawan aku disana... Kamu bisa lihat cowok ganteng yang sedang beli buku.. Hahaha"


Reyhan tertawa sangat keras menirukan ucapan Nayla tempo hari.


Reyhan tahu, Nayla mengambil cuti kuliah sejak menjelang pernikahan mereka dan masih tersisa beberapa hari kedepan.


Jangan ditanya kok bisa?


Jangan lupa, Pak Zeko adalah donatur tetap dikampus anaknya itu.


Nayla melirik tajam Reyhan.


Kumat lagi kan?


"Sudahlah berangkat sana..."


Nayla mengusir sambil mengibaskan tangannya. Membuat Reyhan semakin tergelak.

__ADS_1


"Baiklah. Kau mengusirku."


Reyhan berucap sambil beranjak. Mengambil tas yang sudah dia siapkan sejak tadi.


Berjalan kearah pintu.


Saat tangannya memegang handle pintu, dia memutuskan kembali menghampiri Nayla yang masih duduk disofa.


Sampai didepan Nayla, Reyhan membungkukkan badannya sampai kepalanya sejajar dengan kepala Nayla.


Tangannya memegang kepala Nayla bagian belakang. Lalu dia mencium kening Nayla lama.


Menikmati setiap perasaan aneh yang muncul saat dia bersama istrinya. Perasaan ingin selalu melindungi dan menjaga perasaan istrinya.


"Aku menyayangimu Nay... Jangan lupa, hukumanmu nanti malam.."


Nayla hanya diam mematung. Kecupan mesra dikeningnya Reyhan lakukan dengan tiba-tiba. Membuat otak Nayla seketika membeku. Terlalu sulit menerima sesuatu yang begitu cepat terjadi.


Nayla mengusap dadanya. Gelenyar aneh membuatnya sesak nafas tiba-tiba.


Membuatnya lupa, perihal hukuman nanti malam.


***


Disisi lain, Satya yang tengah duduk disofa apartemennya terlihat mendesah frustasi.


Ditemani Andi dan Joan yang memainkan game di ponselnya masing-masing.


Ada banyak hal yang membuat fikiran Satya kacau. Salah satunya adalah

__ADS_1


Kemana Nayla?


Sudah hampir semingu Nayla tidak menghubunginya.


"Aaaaarghh....." Desahnya dengan keras.


Pikirannya terlalu semrawut hanya karena memikirkan Nayla. Belum lagi masalah Nina.


Banyak hal yang sudah Satya lewati beberapa hari ini tanpa tahu dimana Nayla. Jangankan keberadaan Nayla, kabarnya pun Satya tidak tahu.


Satya tidak melihat Nayla dikampus. Dan saat dia menanyakan pada salah satu sahabatnya, Sari bilang Nayla ambil cuti mau menenangkan diri.


Memang apa yang bisa Satya lakukan selain percaya ?


"Kenapa lagi men.?"


Joan bertanya setelah mendengar sahabatnya mengerang frustasi.


"Nay kemana ya? Sudah seminggu dia gak ngabarin gue...!"


Satya menjawab sayu. Dia berdiri berjalan kedapur mengambil sebotol minuman bersoda. Lalu meneguknya. Berharap pikirannya yang panas berangsur mendingin.


"Kalau menurut gue nih ya, lebih baik kamu nikahin Nina deh bro.. Bukan apa-apa, tapi kamu laki-laki. Tanggung jawab dong..."


Andi mengeluarkan pendapatnya dengan hati-hati. Andi tahu Nina adalah gadis yang baik. Dia juga cantik. Nina hanya kalah populer dari Nayla dikalangan mahasiswa kampusnya.


Andi tahu betul kalau Nina tidak mungkin menggoda Satya duluan. Apalagi yang dia tahu, saat kejadian itu berlangsung, Satya dalam pengaruh minuman keras.


Sudah pasti Satya melakukannya dengan kasar dan penuh paksaan.

__ADS_1


Andi jadi ingat masa-masa dimana gilanya dulu mereka bertiga menghabiskan waktu dengan wanita ****** diclub malam. Apalagi bagaimana kelakuan Satya kalau sudah dalam pengaruh minuman itu?


Meskipun tidak bisa dielak, Andi mengagumi Nayla yang mampu membuat Satya berubah dalam waktu singkat.!


__ADS_2