Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
PROLOG : RUMAH REYHAN


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja. Sebagai mana mestinya. Pun dengan dunia yang fana dan selalu berhasil menggoda.


Jika tahta masih menunjukkan kekuasaannya, jika harta masih menunjukkan kekuatannya, dan jika paras masih menunjukkan kecantikannya. Lantas bagaimana bisa manusia akan dengan mudah berpaling dari dunia dan pesonanya?


Bahkan sampai sekarang dunia yang fana masih suka terbar pesona. Mengerlingkan mata untuk menipu jiwa, tersenyum indah untuk melebur sukma, dan masih juga menyentuh rasa untuk menyesakkan dada.


Benar, dunia masih menang dalam segala urusannya.


Disini Nayla sekarang. Rumah bergaya klasik semi modern yang kala itu masih tahap pembangunan untuk bagian lantai dua, sekarang sudah sembilan puluh persen hampir selesai. Sudah jauh berbeda dari pertama kali Nayla menginjakkan kakinya disini.


Lantai dua yang didominasi dengan warna putih itu terdiri dari banyak kamar. Sekitar kurang lebih sebelas kamar. Meskipun kamar-kamar itu tidak berukuran terlalu besar namun cukup luas untuk disebut sebagai ruang tidur.


Satu kamar paling besar dengan ukuran hampir tiga kali lipat dari kamar lainnya berada ditengah-tengahnya. Sedangkan lima kamar dilorong sisi kiri, dan lima lagi disisi kanan.


Rencananya, semua anak-anak itu akan Reyhan boyong ke atas. Menempati kamar-kamarnya sendiri. Sedangkan kamar yang paling tengah akan Reyhan gunakan untuk kamarnya dan Nayla.

__ADS_1


Setelah lantai dua seratus persen siap dihuni, Katanya, Reyhan juga punya rencana untuk merenovasi lantai satu. Bukan merubah semuanya, hanya memperbarui saja beberapa bagian.


Kamar didepan pintu masuk paling depan yang dulu menjadi kamarnya, akan dialih fungsikan untuk kamar Mbak Nana, sedangkan laki-laki paruh baya yang kini Nayla panggil dengan sebutan Pak Man itu akan menempati ruang tidur lantai satu bagian belakang.


Segala yang Reyhan rencanakan sudah pasti dia pikirkan dengan matang sebelumnya. Dengan pertimbangan yang benar berdasarkan tujuan serta keamanannya.


Sebagai contoh, Mbak Nana yang mendapat kamar didekat pintu depan itu Reyhan maksudkan agar perempuan itu bisa mengawasi keluar masuknya anak-anak mereka. Jam berapa mereka pergi dan jam berapa mereka harus kembali, selain itu siapa saja yang anak-anak mereka bawa masuk bermain kerumah Reyhan.


Pun dengan Pak Man yang mendapat kamar bagian belakang, lelaki paruh baya itu yang nanti akan mengawasi keluar masuknya anak-anak dari pintu belakang. Tugasnya sama dengan Mbak Nana, hanya bagian tempatnya saja yang berbeda.


Sedangkan dibagian lantai dua, rencananya Reyhan akan menempatkan anak laki-laki disisi kiri dan anak perempuan disisi kanan. Lalu ditengahnya adalah kamar milik Reyhan, itu bertujuan agar Reyhan lebih mudah memantau kegiatan malam mereka. Agar tidak akan terjadi hal-hal yang tidak Reyhan inginkan. Ya bagaimanapun, mereka tinggal diatap yang sama sekalipun tidak memiliki hubungan sedarah. Reyhan juga harus berjaga-jaga kan untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi?


Karena itulah, Reyhan akan membimbing mereka. Jika benar cinta tumbuh diantara mereka, setidaknya masih dibatas jalur yang benar.


Bukan karena ia mengekang anak-anaknya, hanya saja sebagai orang yang sudah mengambil alih tanggung jawab orang tua dari delapan anak itu, Reyhan sedang berusaha memberikan yang terbaik. Kasih sayang yang cukup, tempat tinggal yang nyaman dan juga perhatian yang tak akan kurang.

__ADS_1


Nayla tersenyum tipis ditempatnya sambil mengingat bagaimana semalam Reyhan menjelaskannya secara rinci tentang rumahnya ini. Suaminya itu begitu detail.


Dibalik sikapnya yang santai, ternyata dia cukup teliti.


Hidup semakin lama bersama Reyhan, bukan sikap buruknya yang semakin Nayla ketahui. Justru Nayla menemukan alasan lebih banyak lagi bagaimana sosok Reyhan sebagai suaminya itu pantas untuk dikagumi.


Sedangkan dirinya?


Lantas apa yang membuat Reyhan begitu memperlakukan aku dengan baik.? Apa yang dia lihat dari sosok sepertiku? Apa karena dia sungguh-sungguh mencintaiku?


Aku belum terlalu percaya diri untuk itu...


bisa jadi Reyhan bersikap baik karena aku adalah istrinya.. ya itulah yang benar.!


Dan kata-kata cinta itu adalah formalitas sebagai bentuk kewajiban suami kepada istri.

__ADS_1


***


Nunggu like nya banyak dulu, nanti baru up lagi... 🙄


__ADS_2