Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Pemberi Harapan Palsu


__ADS_3

Makan pagi sudah tersaji dimeja makan pun dengan Nayla dan Reyhan yang sama sama kikuk tengah duduk dikursinya masing-masing yang berdekatan. Untungnya hari ini, Mama Riana dan Papa Zeko sudah pergi keluar kota sejak tadi dan melewatkan sarapannya dirumah.


"Ada yang mau kamu ceritain ke aku?" Tanya Reyhan memecah suasana. Reyhan merasa tingkah laku Nayla berbeda dari biasanya, sejak semalam.


"Memangnya mau cerita apa?" Jawabnya dengan ketus. Sambil terus memakan sarapannya meski terlihat tidak berselera.


Reyhan mengambil gelas didepannya, meneguk habis minumannya.


"Kali aja ada... habisnya kamu aneh..." Sanggah Reyhan sengaja menghentikan makannya. Dan beralih menatap ekpresi wajah Nayla.


Reyhan akan membaca perasaan Nayla dari raut wajahnya. Mencoba keberuntungan kali aja berhasil mempelajari dengan benar apa yang dibacanya semalam dari media online. Semalam setelah hubungan panas mereka, Nayla sukses membuat Reyhan tidak bisa kembali tidur karena gumamannya.


"Kamu tuh yang aneh..." Ucap Nayla dengan bibir mengerucut dan mengalihkan pandangannya dari tatapan Reyhan.


Menurut yang Reyhan baca, seseorang yang enggan menatapmu ketika sedang berbicara itu berarti menggambarkan rasa ketidaknyamanan, rasa ketidaksukaan. Atau bisa juga sedang tidak ingin membicaran topik obrolan yang sedang mereka bahas. Tapi,


kenapa juga bibirnya cemberut seperti itu?


Reyhan menggelengkan kepalanya tak berdaya.


Perempuan dan segala kerumitannya.!


"Nay...." Panggil Reyhan dengan suara lembutnya.


"Apa?" Dan dijawab Nayla dengan acuh.


Reyhan menghela nafanya putus asa. Sepertinya acara belajarnya semalam yang dadakan itu belum berhasil. Yasudah lah, mungkin Nayla ingin membahas topik lain.


"Mau jalan-jalan?" Tawarnya dalam mode merayu. Reyhan memang bukan pemain wanita. Tapi setidaknya Reyhan tau bagaimana menghadapi pasangannya yang sedang merajuk.


Nayla tersenyum tipis. Tawaran yang menggiurkan memang. Bukannya memang itu kan yang Nayla mau sejak kemaren?


"Enggak. Aku mau istirahat dirumah. Capek...!"

__ADS_1


Maaf Rey, merayuku tidak semudah itu..!


"Trus kamu mau nya ngapain? aku temenin ya?" Bujuk Reyhan lagi membuat hati Nayla berbunga-bunga.


"Nggak perlu.. ngapain juga kamu mau repot-repot nemenin aku? Toh biasanya sibuk sendiri kan?"


"Iya-iya, aku minta maaf ya soal yang kemaren...?" Ucap Reyhan memohon. Lalu menarik tangan Nayla menggenggamnya. "Hari ini aku mau nebus kesalahan ku... kasih aku kesempatan, Pleaseee..."


Nayla berpura-pura berpikir dulu. Padahal jawaban akhirnya pasti mengangguk setuju. Nayla sangat merindukan sosok Reyhan yang seperti ini. Sementara Reyhan kini tersenyum manis. Menampilkan dua lesung pipit yang sungguh menawan.


Ya Tuhan, sungguh senyuman paling indah yang pernah kulihat..!


"Pleasee ya... aku gak bisa didiemin sama kamu kayak gini..."


Nayla membelalakkan matanya tak percaya dengan ekpresi Reyhan sekarang.


"Lebaaay.... yaudah ayooo..!" Jawab Nayla dengan mata yang berbinar. Dengan menyembunyikan senyum yang merekah bahagia. Dan kemudian mereka sudah bersiap menelusuri pusat kota.


"Nay...."


"Hemmmbb..."


"Jangan dandan cantik-cantik... aku gak mau istriku yang cantik jadi santapan mata laki-laki liar..."


Nayla baru akan menjawab saat telfon Reyhan berbunyi.


Reyhan melihat ponselnya, kemudian mengkerutkan dahi sebelum mengangkatnya, membuat perasaan Nayla jadi tidak enak.


Ya Bimm....


Besok aja bisa nggak sih...? Aku lagi sibukk..!


Ya Tuhan... menyebalkan sekali.! yasudah aku kesana sekarang..!

__ADS_1


Setelah menutup telefonnya, Reyhan melirik Nayla takut-takut. Lalu dibalas tatapan tajam istrinya yang sudah mempunyai feeling buruk dari tadi.


"Naaaay...." Panggil Reyhan pelan-pelan.


"Apa lagi? Mau ngomong apa kamu?" Jawab Nayla dengan ketuss.


"Sayaang...." Rayu Reyhan dengan tangan kiri menggenggam tangan kanan istrinya. "Maafin aku yaa... hari ini ada kerjaan mendadak nih...


Bisa nanti sore aja nggak kita jalan-jalannya?" Izinnya memelas.


Pantas saja perasaanku buruk..! sialan!


Nayla mengutuk Reyhan dalam hati.


Apa Reyhan tidak peka kalau Nayla sedang sangat merindukannya? Apa Reyhan tidak mengerti kalau kini Nayla tengah khawatir karena perempuan asing kemaren? Apa Reyhan tidak bisa melihat kekhawatiran itu?


Kesedihannya tidak dapat disembunyikan lagi dan sekarang malah terpancar jelas diwajahnya. Namun Nayla enggan memohon, toh rasanya percuma juga.


"Yaudah deh...." Jawab Nayla cuek kemudian mengalihkan matanya yang berkaca-kaca keluar jendela.


Membuat Reyhan jadi tidak tega dan merasa bersalah karenanya. "Nay, lihat aku..."


"Gak mau, kamu jahat. Aku benci kamu..!" Ucapnya dengan suara yang bergetar. Reyhan sudah memberi harapan palsu. Menarik ulur perasaan bahagianya.


"Sayaang.. kamu nangis.? Atau kamu ikut aku aja gimana? Mau kan?"


***


Haloo Readerss... Author kembali lagi nihh..


Oh iya... Terimakasih untuk like nya diepisode Antara Amarah dan Gairah yang membludakk...


Aku seneng sekali gesss... Kalian luar biasa 😘

__ADS_1


Selamat hari senin kalian semuaa.. ❤️


__ADS_2