Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Reyhan, Suamiku


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat.


Tak terasa sekarang kehidupan Nayla sudah lengkap.


Memiliki suami yang mencintainya, dan memiliki buah hati yang dia cintai.


Kaisar juga tumbuh sehat dan aktif. Bayi tampan itu tumbuh penuh kehangatan di dalam keluarga kecil yang bahagia.


King Kaisar adalah buah hati yang begitu dicintai oleh pasangan suami istri Reyhan dan Nayla.


Kehadirannya bisa dikatakan sebagai hadiah dari Tuhan atas segala perjuangan mereka.


King Kaisar adalah bukti,


bahwa pernikahan tanpa cinta pun akan tetap bisa berjalan dengan baik jika saja,


kedua pasangan sama sama mau bertahan, berjuang dan saling menghargai.


Hari demi hari Nayla lewati dengan penuh cinta. Tidak ada seharipun yang Nayla lewatkan tanpa perasaan bahagia.


Reyhan membuat hidup Nayla sempurna.


Reyhan membuat hidup Nayla jauh lebih berharga.


Sekarang,


semuanya sudah berjalan dengan normal


Perusahaan papa Zeko yang sudah dipimpin langsung oleh orang kepercayaan Reyhah, agar papa beristirahat di masa tua nya.


GMT Group yang masih di pegang penuh oleh Bima.


Toko buku yang sudah berpindah tangan dikelola oleh Jeni dan kawannya.


Reyhan memilih pensiun di usia muda dan menjadi tokoh penting cukup di balik layar saja.


Kesibukan sehari-hari lelaki itu hanya datang ke kantor GMT, dan menjalani peran sebagai mana layaknya karyawan biasa.


Hari menjelang sore saat Nayla bermain dengan Kaisar dan Naura di ruang tengah.


Bayi kecil bernama Kaisar itu sudah mulai pinter mengoceh seolah bercerita dengan bundanya.


Sementara itu, Naura yang tumbuh semakin cantik sedang asik mewarnai tugas sekolahnya.


"Bunda, Naura sudah selesai gambarnya. Naura mandi dulu ya Bunda..?"


Gadis kecil itu melipat buku gambar dan pensil warnanya. Memasukkan peralatannya kedalam sebuah tas.


"iya sayang. Mandi sama bunda, atau sama mbak Nana?"


"Sama mbak Nana aja bunda, kasian dedek Kai kalau ditinggal bunda."

__ADS_1


Nayla mengangguk setuju. Bocah kecil yang mulai tumbuh menjadi gadis cantik itu begitu dewasa dan memiliki rasa pengertian yang tinggi.


Sebelum pergi mencari mbak Nana, Naura sempat mencium pipi Nayla, sambil berucap "Naura sayang sekali sama bunda."


Membuat Nayla merasa terharu "Bunda juga sayang sama Naura."


Kemudian Naura tampak bersemangat mencari mbak Nana yang akan membantunya mandi.


Sementara itu,


Nayla membereskan ruang tengah yang sedikit berantakan. Sebelum beranjak membawa Kaisar masuk kedalam kamar.


"Mas, tolong jagain Kai bentar ya.. aku mau mandi dulu."


Ucap Nayla kepada sang suami yang sedari tadi sibuk dengan berkas kantor dan laptop hitam miliknya.


Nayla menaruh bayi kecil itu diranjang tidur dan berniat segera mandi. Namun,


bukan Reyhan namanya kalau membiarkan ikan segar lolos begitu saja, sedangkan dia adalah kucing pencari mangsa yang cukup kelaparan.


"Emangnya, Kai mau dijagain ayah ya?"


Reyhan menutup laptopnya. Kemudian lelaki itu segera berjalan menghampiri si kecil.


"Enggak ayah. Bunda bohong." Itu adalah suara Reyhan yang dibuat-buat seperti suara bayi, "Kai sudah besar jadi Kai gak perlu ditungguin. Ayah juga mandi aja bareng sama bunda. Biar Kai cepet cepet punya adik."


Nayla melotot tak percaya. Tingkah suaminya selalu saja usil diluar dugaan Nayla. Lagian mana mungkin bayi sekecil Kai bisa berbicara seperti itu?


"Maaasss... jangan ngada-ngada deh."


"Lagian kamu, masak mandi gak ngajak-ngajak." Kata Reyhan dengan manja, seraya menghampiri istrinya yang belum beranjak dari sisi Kaisar. "Dititipin mbak Nana ya, kita mandi bareng."


"Mas, ihh." Nayla merona malu. Bibirnya menolak, tetapi pipinya bersemu merah karena perlakuan usil Reyhan yang kini tengah duduk dibelakang Nayla. "Gak boleh ngomong begitu didepan Kai, mas."


"Di titipin mbak Nana ya?" Pinta nya lagi dengan manja. Kali ini disertai dengan bibirnya yang mulai men cium leher belakang milik Nayla.


"Gak boleh, mbak Nana lagi mandiin Naura mas.." Sejujurnya, seorang istri mana yang tidak ikut meremang ketika diperlakukan begitu in tim oleh sang suami?


Begitupun yang dirasakan Nayla.


"Nanti malam aja gimana? Nunggu Kaisar tidur dulu."


"Tapi aku pinginnya sambil mandi."


"Iya iyaaa" Nayla meraih tangan Reyhan, lalu mencium telapaknya. "Nanti habis makan malam, kalau kaisar udah tidur, kita mandi lagi gimana?"


Nayla mengerlingkan sebelah matanya dengan berharap penuh agar dilepaskan mandi.


"Bener ya.?"


"Iya mas. Ya Ampun, udah kayak punya bayi dua tau aku tuh mas.. yang satu bayi gede."

__ADS_1


"Hehe" akhirnya Reyhan bangkit dari duduknya, dan melepaskan Nayla. "Yasudah, buruan mandi. Biar Kaisar main sama ayah."


"Nah gitu dong..."


"Buruan, sebelum aku berubah pikiran."


Dengan langkah yang cepat, Nayla segera menuju ke kamar mandi.


Sementara itu, entah apa yang Reyhan lakukan bersama Kaisar sehingga sayup sayup dari dalam kamar mandi Nayla dengar bisik tawa putra kecilnya.


Hidup Nayla terasa sempurna sekarang.


Dikaruniai suami yang begitu baik dan juga memiliki putra yang begitu tampan.


Belum lagi,


Anak-anak asuh Reyhan yang lain, yang sudah Nayla anggap sebagai keluarga.


Nayla berencana melanjutkan kuliahnya nanti setelah Kaisar tumbuh lebih besar lagi. Dan suaminya itu juga menyetujui apa yang menjadi keinginan Nayla.


Bagi Nayla,


Reyhan adalah suami sempurna. Dia menerima Nayla dengan utuh, membimbing Nayla dengan penuh sampai membuat Nayla menjadi seorang istri yang patuh.


Untuk Reyhan, suamiku


Hidup memang tidak akan pernah selalu bahagia. Tetapi asal bersama dengan Reyhan, Nayla rasa siap menghadapi badai sebesar apapun di depannya nanti. Dan Nayla juga berjanji,


akan terus menjaga keutuhan rumah tangga ini, apapun yang terjadi.


Selesai.


***


**Hai, assalamualaikum...


Alhamdulillah teman-teman, ini novel pertama ku yang berhasil aku selesaikan sampai bab ini.


Terimakasih atas dukungan teman-teman semua, mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam novel ini. Semoga kedepan aku bisa bikin novel yang lebih bagus lagi.


Oiya, sekalian mau promo novel baruku,


judulnya "Aku kira Rumah"


Semoga teman-teman semua berkenan untuk membaca novel baruku.


Novel "Bias Cinta"


InsyaAllah nanti pelan-pelan juga bakal aku selesaiin kok. Sabar yaa, 😁😁


Sekali lagi terimakasih**.

__ADS_1


__ADS_2