
"Nanti kita mampir kerumah ku dulu ya...Aku mau kenalin sama anak-anak kalau kamu mama barunya.."
Ucap Reyhan terkekeh.
Menggoda Nayla adalah hobi baru nya saat ini. Entah sejak kapan dia mulai menyukai wajah istrinya yang cemberut masam.
Toh tidak masalah juga kan? Nayla sudah menjadi istri SAH nya.
Dari sini dia ingin membangun perasaan yang kuat dan rumah tangga yang harmonis untuk kedepannya.
Hari sudah hampir siang. Nayla sudah berkemas ingin segera pulang dan meninggalkan hotel dengan kamar mandi terkutuk itu. Diiringi alunan suara yang keluar dari mulut Reyhan dan terdengar sangat menyebalkan. Seperti itu.
Tangannya sibuk menyisir rambutnya yang sudah mulai kering didepan sebuah cermin.
Setelahnya dia memoles tipis wajahnya dengan bedak baby tabur dan lipstik berwarna nude untuk menambah kesan natural.
Wajahnya menahan kesal. Reyhan terus saja menggodanya sejak tadi pagi.
Tapi entah kenapa, Nayla tidak bisa menyimpan perasaan kesal terlalu lama dengan suaminya itu.
Sedangkan Reyhan, dia masih duduk selonjoran memainkan ponselnya diatas ranjang. Meskipun dia sudah siap chek out dari hotel itu. Reyhan menunggu Nayla sambil bertukar kabar dengan Jeni dan Mbak Nana tentang kondisi anak-anaknya dirumah lewat pesan singkat.
Taukan cewek kalo lagi dandan siap-siap? Ditinggal kuliah juga kelar sampek dapat gelar sarjana. Hehe
Senyum tipis terpancar saat dia mengetahui anak-anaknya dalam keadaan yang baik-baik saja.
__ADS_1
"Katanya, anak-anak sudah gak sabar ketemu mama barunya"
Seru Reyhan dengan melirik Nayla. Reyhan sangat menikmati wajah kesal istrinya itu.
Terlihat sangat menggemaskan.
Meskipun Nayla tidak mau menjawabnya, tapi Reyhan tau Nayla diam-diam menggerutu didalam hati.
"Nay, Kalau suami ngajak ngomong itu mbok ya dijawab" Reyhan terkekeh.
"Kau ini... kenapa suka sekali menggodaku"
Seru Nayla mencebikkan bibirnya. Membuat Reyhan tertawa keras.
"Aku tidak menggodamu... tapi anak-anak pengin ketemu mama barunya"
Duduk selonjoran diatas ranjang dengan selimut yang masih menutupi kakinya membuat Reyhan merasa nyaman.
Coba, kapan lagi dia menikmati waktu santainya seperti ini?
Nayla menghela nafas panjang enggan menjawab lagi perdebatan suaminya itu. Memilih meneruskan aktifitasnya dalam merapikan rambut.
Seperti biasanya, dia mengikat rambut model ekor kuda kesukaannya.
Melihat itu, Reyhan segera beranjak dari tempatnya menghampiri Nayla.
__ADS_1
Dia memainkan rambut Nayla didepan cermin. Dengan dahi berkerut menampilkan ekpresi yang sulit ditebak.
"Apa kau suka sekali model rambut diikat seperti ini?"
Reyhan memandang wajah cantik Nayla dari pantulan cermin. Manik mereka bertemu saat Nayla juga melihat Reyhan dicermin yang sama.
Sejenak berpikir. Bagaimana mengatakan pada Nayla kalau dia sangat tidak suka melihat Nayla dengan leher terbuka seperti itu?
Baru kemaren mereka menikah, dan Reyhan tidak mau terlihat suka mengatur.
"Apa menurut mu, ikat rambut seperti ini membuatmu lebih cantik?"
Sungut Reyhan. sambil memilin-milin ujung rambut Nayla.
"Kau ini kenapa? Biasanya juga begini. Kenapa cerewet sekali?"
Suntuk Nayla dengan kesal.
Reyhan mengusap pelan puncak kepala Nayla dan mendekatkan bibirnya disamping telinga Nayla.
Kemudian dia membisikkan sesuatu.
"Aku sudah menahan diri untuk tidak kurang ajar kepada istriku sendiri. Bukan aku yang menggodamu. Tapi leher mu yang terbuka dan terlihat jelas seperti ini yang justru menggodaku.
Kau harus ingat, aku ini laki-laki normal"
__ADS_1
Mencium aroma tubuh Nayla dilehernya sekilas sebelum beranjak mengambil minum sambil terkekeh.
"Berhati-hatilah kepadaku. Harimau yang tidur akan tetap bangun kalau ada daging didepannya."