Reyhan, Suamiku

Reyhan, Suamiku
Membersihkan Kamar Pribadi


__ADS_3

Semua mahasiswa kampus tidak ada yang benar-benar tahu tentang pernikahan Nayla. Kecuali dua orang, Nina dan Sari.


Nayla sengaja menyuruh kedua sahabatnya itu untuk tutup mulut. Salah satu alasannya adalah Satya.


Biar bagaimanapun, Satya pernah menjadi orang yang paling spesial beberapa tahun ini didalam kehidupannya. Dan tidak semudah itu Nayla bisa menyakiti perasaannya.


Alasan lainnya adalah Nina.


Nayla tidak ingin berita pernikahannya membuat Satya menggila. Dan ujung-ujungnya siapa lagi yang akan sedih selain seorang perempuan yang sedang hamil mengandung darah dagingnya?


Jadi jangan heran kalau Satya sendiri pun tidak sedikitpun mengganggu acara pernikahan Nayla. Orang dia tidak tahu?


Haha jahat banget ya? Satya dan Nayla sudah putus belum sih?


Author lupa.!


Dering ponsel menyadarkan Nayla dari lamunannya. Matanya membulat sempurna saat nama penelfon yang tertera belum dirubah sedikit pun.


*Satyaku*


Satyaku? Ya ampun.. aku bahkan belum mengganti namanya. Untung Reyhan gak tau...


Nayla tertawa dalam hati. Bibirnya tersenyum masam mengingat takdir yang sudah digariskan untuknya.


Sebercanda itu ya?


Rasanya baru kemaren semua kebahagiaannya adalah karena laki-laki itu. Rasanya baru kemaran, Nayla menerima cinta dari Satya.

__ADS_1


Sekarang? Ah sudahlah, semua sudah berakhir.


Tapi Nayla enggan menjawab ponselnya. Dia lebih tertarik untuk segera mengganti nama laki-laki itu dengan tanpa dibumbui bumbu-bumbu spesial.


Bagaimanapun perasaan hatinya, Nayla bertekad akan menghapus tempat istimewa yang sudah dia bangun dihatinya sendiri untuk Satya.


Lagi-lagi Nayla tersenyum masam.


Kenapa harus Satya lagi sih yang masih berlarian didalam pikirannya?


Lupakan Satya. Dan sekarang, ayo bersihkan kamarmu dari benda-benda yang terlarang untuk dilihat Reyhan.!


Nayla memanggil Bi Sri. Meminta bantuan asisten rumah tangga yang sudah Nayla anggap seperti ibu kedua nya dirumah itu untuk membersihkan kamarnya. Menata ulang agar tercipta suasana yang baru.


Dimulai dari tempat yang paling dekat dengan ranjang. Laci dimeja nakas tak luput dari jangkauan Nayla.


"Ya Tuhan, banyak sekali..."


Rasanya, Nayla sangat berat hati membuang foto-foto kenangan itu.


Satu persatu dia amati. Tak terasa air matanya jatuh menetes. Nayla segera mengusapnya. Tidak ingin lagi menangisi masa lalu.


Dia tersenyum kecut. Maaf Satya!


Dengan cepat dia memasukkan benda-benda kenangannya itu didalam kardus bekas air mineral.


Lalu mengecek tempat lain lagi. Dan melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Setelahnya Nayla mengepak rapi. Tak terasa ada sekitar dua kardus besar.


Ini melelahkan. Tapi tak apalah. Demi kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya.


"Bi, simpan digudang aja yaa ini... Jangan dibuang dulu. Takutnya yang punya nanti nyariin"


"Siap Non ..."


Jawab Bi Sriya singkat.


"Oiyaa bi... Nanti ambil kan sprei yang baru ya, sama itu aku juga mau ganti gordennya juga. Mau warna yang agak gelap gelap gitu deh Bi.. Nay mau suasana baru..."


"Okee Non...."


Pada akhirnya Nayla disini sendirian. Merasa aman karena kamar nya sudah bersih dari sisa-sisa kenangan masa lalu.


Hal sangat disyukuri olehnya adalah dimana dia memiliki kesempatan untuk bersama dengan orang yang dia sayangi.


Seperti kata orang-orang


Jangan berusaha memiliki apa yang kamu cintai, tapi berusahalah mencintai apa yang kamu miliki.


Nayla punya Papa, punya Mama yang keduanya tidak pernah menghianati Nayla sedikitpun. Tidak salahkan jika dia lebih memilih Mama dan Papa nya dari pada Satya?


Nayla yakin akan mudah mencintai sosok suaminya yang baik itu.


Reyhan memang bukan orang hebat, bukan orang yang ahli bertarung.

__ADS_1


Dia juga bukan penguasa bisnis di negeri ini.


Tapi, dia memiliki hati yang lembut dibalik tatapan matanya yang tajam.


__ADS_2