
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Nayla berjalan santai ke dapur. Kegiatan yang sudah beberapa hari ini dia lakukan selama tinggal dirumah suaminya dijam segini adalah membantu Mbak Nana memasak. Meskipun dia tidak mahir-mahir banget, masih amatiran, setidaknya Nayla sudah berusaha. Sekalian mengakrabkan diri.
"Mbak Nana mau masak apa?"
Tanyanya sambil melihat-lihat bahan yang sudah disiapkan. Ada terong yang sudah dipotong-potong, ada tomat yang sudah dirajang halus, beberapa butir cabai, Juga ada bawang merah bawang putih yang sudah dikupas.
"Biar ku tebak, masak oseng terong sambal tomat kan ?"
"Haha, tau aja mbak, iyaa kemaren Rista bilang lagi kepingin makan oseng terong buatan saya..
Katanya sih kangen, sudah lama juga gak bikin oseng terong. Baru sempetnya hari ini.."
"Ooh gitu, tapi aku bantuin ya Mbak... Selain oseng terong masak apa lagi mbak? biar aku yang mengolah menu lainnya"
Nayla bertanya dengan antusias.
Konyol memang. Dulu saat dirumahnya sendiri, Nayla bahkan sangat jarang masuk area dapur. Sekarang saat dirumah suaminya, justru tangannya gatal kalau mencium aroma-aroma makanan sedangkan tangannya tidak bergerak.
"Ada empat menu sih mbak buat nanti malam, ada tumis terong, oseng kangkung, ungkep ayam sama goreng telur. Gimana kalau tumis terong sama ungkep ayamnya biar urusan saya.." Jawab Mbak Nana berusaha mencari jalan tengah. "Kamu goreng telur aja ya mbak? Tuh disana telurnya sudah ada sekalian sama daun bawang nya.."
Nayla menoleh mengikuti arah tangan Mbak Nana. Benar, disana sudah ada telur dan daun bawang yang sudah di cincang halus. Mata Nayla berbinar melihatnya.
Ah kenapa dia bersemangat sekali ya kalau berada dirumah ini?
__ADS_1
Goreng telur kan? Gampang, Nayla bisa kok kalau cuma goreng telur.
Lalu Mbak Nana meneruskan kalimatnya.
"Sama tumis kangkung bisa nggak?"
La ini yang susah...
Nayla menyengir kuda. "Haha, aku coba deh mbak, gak papa sekalian belajar... tapi buatkan bumbunya ya,"
"Oke Nyonyaaa..." Canda Mbak Nana disertai tawanya yang pecah.
Memasak dimulai.
Eits. Jangan lupa tambahkan daun bawang tadi ya sebelum digoreng.!
Ngomong-ngomong soal telur, Nayla jadi ingat dulu saat dia masih kecil. Masih Sekolah Dasar. Hampir setiap pagi sarapanya adalah telur goreng dengan daun bawang yang banyak, serta ditambah kecap manis diatasnya nasi. Dan anehnya, bibir Nayla sama sekali gak pernah bosen dengan makanan yang itu itu aja. Padahal hampir setiap hari loh..
Apalagi dimakan dengan nasi yang masih panas. Ya Tuhan, rasanya mengalahkan masakan restoran dihotel bintang lima. Rasanya mau lagi dan lagi.
Termasuk makanan yang umum sih sebenarnya, semua orang indonesia pasti juga suka. Kecuali yang anti telur yaa....
Bukan cuma itu, dulu banget
__ADS_1
Saat Nayla masih kecil, Mama Riana sangat telaten menyuapinya setiap pagi sebelum Nayla berangkat sekolah. Sambil mengomel-ngomel tidak jelas ala emak-emak, karena Nayla kecil yang kebingungan mencari pasangan kaos kakinya.
Biasalah anak kecil lupa naruh...
Makanya, setiap pulang sekolah itu kaos kaki ditaruh ditempatnya... biar pagi harinya gak kelimpungan Nay...
Pokoknya, kalau sarapannya gak habis gak tak kasih uang saku lo
Nayla tersenyum masam mengingatnya.
Ahh, Nayla jadi kangen Mama deh..
Ditinggal melamun, wajan sama spatulanya tadi kerja sendiri gaes... tuh lihat, gak terasa telurnya sudah matang sempurna. Puas banget sama hasil gorengan sendiri.
"Loh, kangkungnya tadi mana mbak.?" Tanya Nayla sambil mencari-cari bahan selanjutnya yang akan dieksekusi.
"Tuh udah tak masak.. Mbak Nayla kelamaan ngelamun...
Hampir satu jam lo mbak kamu goreng telurnya.."
"Masak?" Jawab Nayla tidak percaya. Lalu dia melihat jam didinding. "Astaga.. kok bisa lama gitu sih aku masaknya...?"
Mbak Nana terkekeh mengejek. Reflek tangan Nayla mengusap tengkuknya. Malu.
__ADS_1