
Nayla dan Satya menghabiskan baksonya dengan duduk di sofa ruang tamu. Menyalakan televisi dengan kartun Spongebob sebagai tontonan nya.
"Mana mangkoknya... Biar aku cuci." Celoteh Nayla sembari berdiri membereskan bakso mereka yang hanya tersisa mangkoknya saja.
"Rajin banget calon ku..." Puji Satya sambil terkekeh menggoda Nayla.
" Iyalah.. dari pada kamu.. Rakussss" Balass Nayla sambil melangkah cepat menuju dapur dan segera mencuci mangkoknya.
Sambil bergumam yang suaranya masih mampu ditangkap oleh indra pendengaran Satya.
"Masak dua porsi makan?" berkata lirih sambil tertawa cekikian mengejek Satya.
"Apa kamu bilang?"
Tiba tiba Satya sudah berdiri dibelakangnya. Tangannya dengan cepat meraih tubuh Nayla lalu menggendongnya ala pengantin baru.
"Kamu harus dapat hukuman yaa..." Katanya dengan mengedipkan sebelah matanya sembari berjalan kearah sofa..
Nayla sudah bergidik ngeri mendengarkan kata hukuman dari Satya. Karena pasti kali ini Satya akan menggelitik dirinya tanpa ampun.
"Satyaa.. turunin ndak?" Bentaknya yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Satya.
Nayla memasang wajah memelas dengan manik mata membulat seperti memohon agar dia lepas dari Satya.
"Gak ngefek" Jawab Satya terkekeh dan mengalihkan pandangannya dari Nayla
Bruuukkkkkk
Kaki Satya tersandung meja dan membuatnya jatuh disofa dengan posisi menindih tubuh Nayla. Lenggang sementara. Kedua manik mata mereka berhadapan dengan jarak kurang dari sepuluh senti.
Cup
Satya mencium bibir Nayla cepat membuat Nayla tidak sempat menghindari nya. Mata Nayla terbelalak kaget menatap wajah Satya yang malah tersenyum tanpa rasa bersalah sudah membuatnya jengkel setengah mati
"Kamu cantik banget Nay...." Katanya sambil mengarahkan tangannya ke bibir Nayla. Membelainya lembut membuat Nayla hanya bisa diam terpaku.
Seketika menyirnakan rasa jengkel dihati Nayla. Kini ruang hatinya serasa berbunga-bunga. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya Satya memuji kecantikan Nayla, tapi ini adalah keadaan yang paling romantis selama dua tahun mereka berpacaran.
"Boleh aku cium?"
Seperti dihipnotis, Nayla tanpa sadar mengangguk begitu saja mendapat perlakuan manis dari Satya. Akal sehatnya hilang seketika.
Cuma ciuman kan?
Entah sejak kapan, ciuman mereka menjadi candu bagi keduanya.
Satya menyeringai mendapatkan anggukan kepala dari Nayla pertanda si pemilik mengizinkan dirinya menikmati bibir nya yang ranum.
Dengan cepat Satya menyatukan bibir mereka berdua. Mencium bibir Nayla dengan lembut meski belum mendapatkan balasan yang serupa.
Tangan kirinya menahan tubuh agar tidak sepenuhnya menindih Nayla. Sementara tangan kanannya memegang bagian belakang leher Nayla dan mengusapnya menambah rangsangan pada Nayla.
Sedangkan kedua tangan Nayla memeluk erat punggung Satya.
"Eeumpt." Desahan Nayla yang tertahan membuat Satya semakin liar menciumnya.
Lidahnya menerobos masuk menyusuri rongga mulut lawannya.
Tanpa terduga, Nayla membalas ciuman Satya yang membuat tangan Satya semakin berani berpindah dari belakang leher menuju dua gunung kembar yang sangat menggodanya sejak tadi.
Sedikit mendapatkan kesadarannya kembali, tangan Nayla berusaha menghentikan pergerakan tangan Satya. Namun sayang
__ADS_1
Nayla kalah cepat dan Satya berhasil merem*s kasar payud**a Nayla.
"Ahh Sat..ya....."
Nafas Nayla yang tersenggal-senggal sama sekali tidak mempengaruhi pergerakan Satya.Tangan Satya justru bermain dengan lebih cepat dari sebelumnya.
Sementara Nayla sendiri sebenarnya sadar bahwa ini sudah melewati batas, tapi kenikmatan yang dia dapatkan mampu membuatnya lupa sekejap akan peraturan.
Krrriingggg... kriingggg....
Suara ponsel yang nyaring mampu merusak arah fokus Satya. Seketika tangan Satya berhenti bermain-main dengan tubuh Nayla. Satya mendapatkan kesadarannya kembali.
"Ah maaf Nay.. Astagaa, aku khilaf..."
Satya segera beranjak dari posisinya. Mengusap kasar wajahnya. Detak jantungnya berdegup kencang seakan bersiap-siap menerima kemarahan Nayla. Kini Satya hanya bisa berpaling muka tanpa berani menatap muka kekasihnya.
Tetapi keadaan justru tak seperti yang Satya bayangkan. Pikiran kacaunya seakan langsung hilang ketika tangan lembut menggenggam tangannya yang kekar.
"Tidak apa apa...." Jawab Nayla dengan nada yang halus mampu membuat Satya berbalik badan menatap manik mata Nayla mencari kebenaran akan kata-katanya.
"Sungguhh....." Nayla meyakinkan satya sambil tersenyum. Seketika satya meraih tubuh Nayla, memeluknya erat lalu mencium puncak kepala gadisnya dengan lembut.
"Bentar ya, aku lihat dulu ponsel ku.. siapa tau penting..."
Hah.. hampir saja.
Nayla bernafas lega. Kali ini dia selamat dari nafsunya sendiri.
Nayla mengkerutkan dahinya ketika didapati yang menelfon nya tadi adalah sang Papa. Merasa heran, tidak biasa-biasanya sang Papa menelfonnya disaat jam kantor seperti ini.
Terlebih Nayla tidak pesan apa apa pada papanya hari ini.
"Bentar ya, papa Nelfon... aku telfon balik dulu" Pamitnya yang dibalas anggukan kepala Satya.
Dan sampai sekarang, Satya belum menemukan cara bagaimana dia harus berhadapan langsung meminta maaf kepada Papa Nayla untuk mendapatkan hatinya kembali.
Justru, Satya bermain curang. Mendekati Nayla secara diam-diam bahkan sampai sejauh ini. Pecundang sekali bukan?
Halooo Paa....
Suara Nayla yang mampu ditangkap oleh indra pendengaran Satya.
Lagi sama Satya....
Papa nyuruh pulang? Ada apa pa?
Harus ya?
Siapa sih pa?
Ya ampun Papa, Nay tidak berniat membantah Papa, kenapa Papa mudah sekali marah sih.?
Iya iya Nayla pulang sekarang.
Byeee Paa...
Nayla memasang wajah cemberutnya menghampiri Satya yang terlihat tenang duduk disofa.
Seakan Nayla tidak rela melepaskan momen romantisnya begitu saja.
"Papa nyuruh pulang..." Kata Nayla lirih. Haah sebenarnya Nayla sendiri masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu. Tapi mau bagaimana lagi?
__ADS_1
"Yaudah pulang saja... " Jawab satya sambil tersenyum manis kearah Nayla.
Padahal jauh didalam lubuk hatinya, Satya merasa hubungan mereka hancur sudah.
Ini adalah kali kedua Om zeko menyuruh Nayla pulang ketika tau putrinya sedang bersama Satya. Pertanda tak sedikitpun ancamannya waktu itu dapat berubah. Satya menarik nafasnya dalam.
"Aku udah sembuh kok... kan tadi udah dapat vitamin C nya" Satya meringis menampilkan gigi putihnya kearah Nayla membuat Nayla ingin menjitak kepala lelaki didepannya ini.
"Satyaaa.. ya Ampun kamu meledekku?" Memasang wajah cemberut dengan bibir dimanyunkan kedepan.
Tapi Satya berpura-pura mengabaikannya dan malam membantu merapikan tas Nayla yang sedikit berantakan.
Membuat hati Nayla luluh seketika. Laki-laki ini begitu mencintainya bukan?
"Tapi aku masih ingin bersamamu..." Katanya lirih dan sangat pelan hampir tak terdengar didaun telinga Satya namun mampu membuat Satya berhenti berpura-pura mengabaikannya.
"Aku tak akan kemana-mana, kau bisa kemari kapanpun yang kau mau Nay..." Satya menyusul Nayla berdiri. Membantu Nayla memakai tas slempangnya.
Tiba-tiba Nayla menangkup pipi Satya dengan kedua tangannya.
"Satya, kenapa akhir-akhir ini kau kelihatan gusar?"
Tanyanya sambil menatap manik mata berwarna coklat milik Satya.
"Huuuuu... itu perasaan mu saja.."
jawabnya sambil mengacak-ngacak rambut hitam Nayla.
Tangannya meraih kedua tangan Nayla yang sedari tadi menempel dipipinya. Lalu mencium tangan Nayla secara bergantian.
"Cepat pulang sanaa..." Usirnya dengan nada yang dibuat sejutek mungkin.
"Auuuuuw, sakitt tau..."
Nayla meringis kesakitan setelah hidungnya dicubit keras oleh laki-laki didepannya ini.
Cup.!!
Satya mencium kening Nayla tiba tiba. Membuat bibir perempuan cantik itu yang sedari tadi melengkung kebawah kini berubah melengkung keatas menampilkan kebahagiannya.
"Yaudahh.. aku pulang dulu yaa... byeee.."
Nayla melangkah keluar apartemen dengan tenang setelah mendapat kecupan manis dikeningnya..
I love you Satyaa....
-------------------------- **❣️
HALOOOOO teman-teman
Sebelumnya perkenalkan, aku author dari karya ini. Karya ini murni karya ku sendiri ya..
Anti menjiplak. hehe
Dan terimakasihh untuk kalian yang sudah mendukungku, serta yang setia menyukai setiap episode di Novel "Rey, Suamiku.".
Author minta maaf kalau masih banyak typo nya.. hehe maklumm pendatang baru gituu...
Oiyaa satu lagi... jangan lupa vote aku yaa..
biar aku semakin semangat updatenya 😘😘
__ADS_1
Kritik dan saran kalian sangat saya tunggu dikolom komentar.
Terimakasihhh..... 💌💌💌**