
"Huffftd...."
Aku hempaskan keras tubuhku ke kasur begitu lelahnya aku hari ini
Membayangkan tingkah konyol Julian tadi yang begitu menyetuh hatiku namun seperti hayalan
Dan saat ini aku masih menutup rapat pintu hatiku untuk siapapun
"Elizaa...??" ucap mamaku dari luar pintu kamar dengan sedikit berteriak
"Iya apa ma...?" jawabku sedikit kesal
"Buka pintunya kamu kenapa jam segini baru pulang...!!!" perintah mamaku dari luar dengan nada tinggi
"Buka pintu nya Eliza...!!!" ucap mamaku lagi yang sekarang terdengar keras
"Iya-iya....!!!" jawabku kencang dengan wajah cemberut
"Apa sih ma....???" ucapku lagi sambil memnuka pintu
"Ini lihat jam segini bagus gak jam segini anak cewek baru pulang...??""
Aku terdiam dan berusaha memalingkan wajahku ke arah lain dan berpura-pura tak mendengarkanya
"Kamu bisa dengar gak....???" tanya mamaku dengan membentak
"Mama apa-apaan sih terserah aku lah..!!" jawabku membangkang semua perkataan mama
"Kamu berani ya sama-mama...??"
Aku tadi belajar kelompok ma terus motor aku dipenjem temen
Awas ya El kalo sampai besok motor kamu gak dikembaliin mama gak akan beliin kamu apapun yang kamu mau dan kamu berhenti naik motor ancam mamaku dengan ketus
Terserah ma ucapku sambil membanting pintu dan masuk kedalam kamar
"Eliza mama belum selesai bicara dengerin mama...!!" ucapnya lago dengan keras
Tak aku jawab dan aku berusaha memejamkan mata agar segera tertidur dan tak mempedulikan teriakan mama dari luar kamar
Namun tak kunjung terlelap dan isi otakku terpenuhi lagi akan dia Julian
Dengan tingkah anehnya serta kelucuanya dan segala hal yang mengaduk-aduk pikiranku
Ketika aku membayangkan wajahnya,
Tampan...?? Sedikit jawabku pelan dan dengan senyum yang mengembang
Segera aku bangun dan menuju washtafel di kamar mandi aku membasuh wajahku berkali-kali, agar sejenak otakku kembali normal yang sedari tadi terasa tak seimbang
L
Segera aku lanjutkan mandi dan membersihkan seluruh badanku
Setelah selesai mandi aku bercermin di kaca melihat pantulan wajahku di cermin aku sentuh bibirku yang terlihat berbeda
Mukin karena tadi, begitu menawanya dia ucapku dengan nakal
Tapi aku tak boleh berharap banyak, kadang sebuah cinta hanya akan menguji ***** dan apabila kita gagal kita akn merasakan kepahitan yang abadi
Segera aku beranjak menuju kasur kesayanganku dan merebahakn seluruh tubuhku
**
"Cepet bangu Eliza...!!" teriak mamaku dari luar kamarku
"Iya ma.." jawabku dengan suara orang baru bangun tidur
Eliza cepat bangun sayang terikanya lagi yang membuatku sedikit kesal
Aku melihat jam di dinding yang sudah diangaka enam aku tersadar hari ini hari sabtu jadi mama sama ayah libur
"Ini lagi mandi ma..." jawabku sedikit keras
Segera aku bergegas mandi dan memakai seragam tak lupa aku bercermin di kaca melihat kembali wajahku tak lupa kupoleskan bedak yang biasa aku pakai dan aku semprotkan ke seragam aku parfume merk ternama yang dibelikan kak Tea saat dari singapure bulan lalu
Segera aku turun kebawah, aku menuruni tangga sembari mengecek buku ku apakah sudah lengap
"Eliza teman kamu datang tu..." ucap mamaku lagi dari ruang tengah
Deg....
"Siapa coba..?" tanyaku dalam hati
"Eliza..?""
"Iya ma"
"Bukain gerbangnya sayang"
Segera kau menuruni tangga dengan cepat dan
Oh shittt
__ADS_1
Ternyata Julian mataku serasa melotot hebat dan perasaan campur aduk memenuhi hati ku sekarang
Dengan wajah tak tau malunya dia menyapaku dengan senyum manisnya
Tampan kata-kata yang terus mewakili setiap kerumitan disaat aku sedang merangkai kata tentang dia
"Oh... kamu masuk Jul" ucapku sambil membuka pintu gerbang dan yang bikin aku tepuk jidat dia masih memakai motor aku
Apa yang akan terjadi kalau mama sampai mengetahui umpatku dalam hati
Dia masuk dan tak berapa lama mama keluar
"Oh temanya Eliza masuk sarapan dulu gih..!!" ucap mama ku terdengar sudah akrab
"Eliza ajak temanya sarapan" ucap mamaku lagi
"Masuk Jul" ucapku mengajak dia masuk
Dan dia berjalan mengikutiku dari belakang dan kita langsung menuju meja makan
"Oh duduk sini..." ucap ayahku mengintruksi dan menyiapkan tempat duduk untuk Julian
"Rumahnya mana kak..??" tanya mamaku ke Julian sembari mengambilkan nasi goreng dari pengorengan
"Di perum Angkasa raya buk..." jawabnya sambi nyengir
"Nama kamu siapa..??" sekarang ayah yang menyanyainya
"Julian om" jawabnya sambil menelan makaanan
''Lahir bulan Juli ya...?"
"Iya om kok tau??"
Dan setelah itu kita terdiam aku berasa tak ***** makan seketika
"Nambah sayang.." ucap mamaku ke arahku namun Julian yang membalikkan muka
"Udah kenyang ma" jawabku pelan
"Kamu Julian nambah ya" ucap ayahku yang mengetahui piringnya sudah kosong
"Iya om..." jawabnya yang justru membuat wajahku memerah
"Astaga tak punya malu rupanya dia" ucapku dalam hati sambil menatap sinis ke arahnya
Setelah selasai makan kita segera bergegas kesekolah
"Iya sayang" jawab mamaku dengan lembut
"Kita duluan ya tante..'' ucap Julian terdengar akrab
"Iya nanti dikembaliin ya motor Eliza'" ucap mamaku yang mengetahui motorku ada didepan
"Siap tante.." jawab Julian sambil nyengir dan menampakan gigi putih nya yang berjejer rapi
Segera kita bergegas menuju sekolah
Selang lima belas menitan kita sampai disekolah
"Gue duluan ya Jul .."
"Oke nanti aku tunggu ya kamu didepan kelas kamu..."
"Serius...???" tanyaku memastikan
"Iya El... dah sono ke kelas ntar ada yang iri lo liat kita"
"Yee siapa juga yang mau nungguin kamu yang ada bisa kena bakteri kalau lama- lama aku dekat kamu" jawabku dengan suara tinggi dan dengan judes
"Sadis amat ucapnya" ucap Julian sedikit tertawa
Segera aku ke kelas dan membiarkan dia masih di parkiran
"Menyebalkan...!!" itu kata yang aku tangkap sekarang saat aku berboncengan dengan dia tadi
*****
Jam Istirahat...
Sehabis pulang sekolah nanti aku berencana nembak Eliza dan ditempat yang sudah aku tenrukan
"Eh Jul lo lagi kenapa dah muka lo tiba tiba bercahaya banget"
"Apa sih, ya mukin ketampanan gue kalo kena cahaya matahari jadi berbinar" ucapku sambil senyum dua jari dan dengan kesombongan yang abadi
"Et dah dibanding kan sama lo masih tampanan juga gue" ucap Roy yang tak mau kalah
Kedua temanku tepuk jidat dan menertawakan tingkah Roy yang konyol
"Jul ada surat tu dikolong meja lo"
"Serius lo...??" ucapku dengan jantung ikut berdisko
__ADS_1
Aku was-was aku berfikir itu pasti dari Eliza
"Okeh dah gue cus balik ke kelas" ucapku sambil membalikan badan dan langsung menuju kelas
Aku masuk perlahan-lahan karena ini jam istirahat jadi kelas terasa sepi
Ada beberapa surat dikolong meja aku meraba dan aku mengecek satu persatu oh shittt
"Hanya dari pengemar palsuku" umpatku dalam hati dan dengan wajah kecewa
"Dasar ni cewek suka tingal bilang juga, pakai surat suratan segala jaman udah moderen" ucapku sambil menyelipkan beberapa surat ke tas Roy
"Mam*us lo Roy..!!" ucapku sambil menyeringai puas
Dan tak berapa lama mereka datang dan aku masih duduk dengan manisnya
"Dari siapa Jul..??" tanya Denis tiba-tiba swmbari duduk disebelahku
"Dari seseorang, biasa gue kan hampir mirip artis korea" ucapku terlihat angkuh
"Jul jangan ngimpi ketinggian jatuh sakit lo" ucap Dika sedikit meledek
Dan tiba tiba Roy senyum girang layaknya seperti orang mendapat sebongkah emas
"Kenpa lo Roy..??" tanya Dika dengan keheranan
"Gak apa-apa.." jawabnya terdengar berbeda
"Dapet surat kali dari para janda aduhai" ledekku yang ngena banget dan muka dia seketika menjadi merah kehitam-hitaman seperto kepiting gosong
"Coba cek tas nya.." perintah Denis mengintruksi
"Apa sih santai kali...!!" ucapku ke dia yang berpura-pura sok santai
Dan byyuuuarrrr...
Pecah semua gelak tawa dari Dika maupun Denis dan aku juga ikut tertawa puas
"Roy... Roy.. dapet barang sisa aja seneng lo.." ucap Denis dengan memojokan Roy yang pas banget
"Oh ada yang ngerjain gue ya" ucap Roy yang baru nyadar
Dan
Bruk... Dia membanting meja
"Pasti lo ya kan Jul...???" ucapnya dengan nada ringgi dan amarah yang hampir meledak
"Hhhhhh sukur lo Roy makanya jangan manas-mansin gue"
Dan selanjutanya kita mengehentikan lelucon kita karena bel masuk telah bernunyi
****
Waktu pulang dekolah tiba segera aku memasukkan beberapa buku yang berserakkan diatas meja tak lupa beberapa bungkus coklat yang masih di kolong aku ambil dan kumasukan ke tas
"Lumayan dapat rezeki..." ucapku terlihat lugu
"Oke gue duluan.." ucapku ke tiga kawanku
"Ya deh yang lagi nemuin gebetan sukses lo Jul.." teriak denis yang masih terdengar dari luar kelas
Segera aku menunggu Eliza dari depan kantor guru
Menanti dia dengan penuh kesabaran
"Hay kak nungguin siapa..??" tanya adek kelas kujawab dengan senyum keramah tamahanku dan mereka seperti mendapat kekuatan yang tak biasa
"Sebenarnya kurang kerjaan aja sih gue disini mematung layakanya seperti tiang bendera yang tak henti mengabdi kepada negara tapi harus ada pengorbanan bukan untuk orang tersayang" gumanku dalam hati sambil menujukan muka se coll mukin
Dan wajah dia yang aku tunggu-tinggu datang dengan penuh semangat aku segera mendekati dia
"Ayo...!!" ajaku kedia dan dia sedikit berjalan menjauh dari aku
Segera aku keparkiran dan mengambil motor
"Cepat naik El..!" ajakku ke dia tanpa menjawab dia segera duduk manis di belakang
Segera aku menstarter motor dan mulai melajukan motor mengelilingi sepanjang jalan raya
"Pengangan yang erat El ...,!!"
Dia tak menjawab lagi
"Kamu ngambek El...??" tanyakuku lagi sedikit kawatir
"Gak... udah sih cepat sedikit keburu semakin panas udaranya" jaabnya yang membuat udara justru semakin panas
"Oke..." jawabku dengan semangat
"Eit kok ke arah sini Jul....??"
"Udah diam aja..!!" jawabnya sedikit bikin aku kesal
__ADS_1