Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 67: Libur Tahun Baru


__ADS_3

Semua tak menjadi impianku, hari libur tahun baru yang srharusnya aku sambut dengan gembira, tapi tidak untuk kali ini aku hanya menghabiskan waktu liburku di rumah.


Aku melihat layar ponselku terlihat beberapa temanku menyambut tahun baru dengan pesta di tempat lain ya tentu membuat ku iri, Dea yang terlihat sedang di luar jawa serta Vey memasang story sedang di Bali tak terkecuali Rena dia sedang berlibur di Puncak dan jangan tanya Julian dia sedang bahagia tentunya memikirkanya menjadikan aku tak bernafsu.


Aku matikan layar ponselku aku tak membuat story apapun tentang tahun baru kali ini.


"Ma kenapa sih kita gak kaya yang lain liburan gitu...??" tanyaku ke mama sambil menonton acara tv yang membosankan.


"Emang penting ya El..?? kamu kok kelihatan kecewa gitu sih gak seneng di rumah aja sama mama ayah serta kak Dio" jawab mama yang justru membuatku bersalah.


"Ya gak gitu ma cuma aku iri sama temen aku yang lain mereka pada liburan"


"Nanti malam bikin pesta gimana..?" ucap mamaku mukin sedikit merayuku.


"Gak seru lah ma orang hari ini tahun barunya kan seharusnya tadi malam" ucapku dengan nada bercanda.


"Aku punya ide kita makan siang di restoran aja gimana yang ada di Mall kota" ucap kak Dio yang membuat aliran darahku sedikit segar.


"Yuk yah.." ajakku ke ayah dengan semangat walau ayah hanya terus membaca koran.


"Iya ayah setuju aja"


"Yaudah buruan mandi sana kalo jadi" perintah mamaku mengintruksi.


"Siap mama"


Tak berselang lama aku serta angota keluarga yang lain sudah bersiap berangkat menuju Mall segera ayah mengeluarkan mobil dari garasi dan kak Dio ambil alih kemudi.


"Yah kapan-kapan ajarin El nyetir mobil dong..??" ucapku ke ayah sembari menutup pintu mobil.


"Jangan yah nanti dia sering keluyuran lo" ucapc kak Dio yang membuatku kesal.


"Bener tu yah"


"Ya apa hubunganya ya kan aku pengen sedikit keren aja"


"Huh dasar kamu ini harusnya yang kamu pentingin itu belajar El"


"Iya ma tapi gak salah kan kalau aku bisa nyetir" ucapku tanpa mendapat jawaban.


.....


Butuh waktu kurang lebih satu jam mereka sampai di pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota, karena memang jalanan padat dan macet


Suasana tampak ramai mengingat hari ini libur tahun baru dan terlihat kebanyakan pengujung yang datang terdiri dari beberapa keluarga.


"Lama banget sih yah antri parkir aja..?" ucapku dengan cemberut.


"Ya sabar lah namnya juga liburan makanya kalo pengen tu sedari pagi tadi kita kesini"


"Tau tu Eliza"


"Kok aku yang di salahin sih"


"Udah sih yang sabar aja kaya anak kecil aja kamu ini" seka mama


Tak berapa lama mereka akhirnya mendapat tempat parkir walaupun berada sangat jauh dari pintu utama.


Setelah itu mereka memasuki toko pakaian bermerk yang ada di mall itu terlihat wajah gembira terpancar dari wajah Eliza yang memang memiliki hobi belanja.


"Yah nanti habis makan kita nonton Film yuk banyak Film baru tau'' ucapku ke ayah


"Iya buruan milih bajunya keburu ramai lagi nanti restoranya" jawab ayah sambil berusha memilih baju juga.


"Iya yah"

__ADS_1


"jaket yang ini bagus gak ma buat aku" ucap kak Dio sambil menunjukan jaket bewarna army.


"Bagus sih kak terserah kakak aja"


"Ma aku ke toilet bentar ya kebelet nih" ucapku yang tiba-tiba pangilan alam datang tanpa aku suruh.


"Kamu ini ada ada saja, mau mama anterin gak" jawab mamanya sedikit kesal.


"Gak usah kan cuma berada di sisi kiri toko jam tangan"


"Iya jangan lama-lama nanti mama tinggal"


"Iya ma"


Tidak menjadi keinginanku sebenarnya harus ke toilet disaat sedang berbelanja.


"Hai..." ucap seseorang yang familiar dengan telingaku


Setelahnya aku menoleh


"Hah kak Rehan...?"ucapku sedikit gugup


"Kamu di sini juga El..?" tanyanya sok lembut


"Iya kakak sediri..?" tanyaku sambil berusaha berjalan cepat


"Gak usah grogi ini kebetulan banget ya kita di pertemukan lagi"


"Aku mau ke toilet sebentar kak maaf..''


"Tunggu "


Tiba-tiba dia menarik tanganku dan terlihat toilet yang sepi menjadikan kecemasan kini muncul


"Lepas kak" ucapku berusaha menarik tangan dari gegeamanya


"Kamu ini apa-apaan Sih kak..!!!" ucapku dengan amarah yang muncul.


"Eliza kamu kira selama ini rasa suka ku hilang dan begitu mudahnya kamu melupakan aku..?"


"Kak bisa gak kita bicaranya yang santai saja"


"Oke aku tunggu kamu di luar"


Aku masuk ke toilet dan rasa takut kini muncul aku takut kejadian waktu iti terulang kembali namun aku berusaha sebisa mukin tenang.


"El buruan" ucapnya dari luar emang dasar sifat cowok gak sabaran.


"Iya" setelah itu aku keluar.


"Kak sebelunya maaf aku kesini sama keluarga aku jadi gak enak kalo lama-lama"


"Iya gak papa aku juga kok sama adik aku tu yang duduk dekat patung santa"


"Oh yang itu" jawabku sambil menujuk arah gadis kecil duduk bersama ibunya.


"Tapi El kamu janji ya besok mau jalan sama aku jam delapan aku jemput"


"Tapi kak aku ada acara lain" jawabku menolak dan berbohong.


"Aku cuma mau jalan aja kok tenang aja aku gak mukin lakuin hal lain sama kamu"


Jika di lihat dari wajahnya ucapnya tampak serius


"Yaudah aku duluan ya kak"

__ADS_1


"Iya sampai besok"


Aku segera berjalan cepat dan menutupi rasa gugupku sebisa mukin.


"Kamu kok lama amat sih El" tanya mamaku heran.


"Iya ma ngantri tadi" jawabku berbohong.


"Yaudah buruan kita menuju restoran itu ayah sama kak Dio udah pesenin makanan"


"Oh kita mau makan apa ma..?" tanyaku sambil berjalan menuju kedai bertulis Resto Japanes itu.


"Biasa kak Dio pengen makan masakan jepang"


"Yah gak seru padahal aku kan pengen ke hokben aja"


"Banyak yang mentah tau ma" tambahku lagi.


"Gak juga kok" jawab mama sambil membuka pintu restoran.


Setelah itu aku bersama mama menuju kursi yang tertera nomer dua puluh lima yang disana kak Dio dan ayah sudah menunggu.


"Ah kakak kenapa kita gak ke hokben aja sih..?" kesalku sambil sedikit menekuk wajah.


"Norak deh kamu enakan juga disini" jawab ayahju tegas.


"Makan di sini mentah semua ah gak suka aku"


"Yaudah kamu kakak pesenin yang mateng deh gak yang mentah"


Dari ketiga bersaudara aku memang yang paling gak suka masakan jepang tidak seperti ayah dan mamaku yang memang sering keluar negeri jadi makanan dari manapun sudah cocok di lidah mereka.


"Nih kamu kakak pesenin ramen sama rice bowl" ucap kak Dio sambil menyerahkan semakuk ramen dan sepiring berisi bulatan nasi yang di bungkus rumput laut.


"Serah deh kak"


"Oh iya kamu jangan pengen sama pesenan kita ya" candanya kak Dio yang membuat aku cemberut.


Aku makan sedikit tak bernafsu mengingat kejadian tadi, sifat kak Rehan yang mirip malaikat berhati lembut namun entah lah apa itu hanya akal bulusnya untuk menipuku lagi...??


"Woi nglamunin apa sih aku tau kamu pasti lagi mikirin cowok, cowok kamu Julian kan..?" ucap kak Dio dengan mengoda.


"Apa sih kakak ini"


"Tapi benar kan El cowok kamu namanya Julian..??"


"Gak" jawabku malu-malu


Setelah itu kita terdiam menikmati hidangan yang tersedia serta mama hanya tersenyum tipis mendapati tingkah lakuku.


....


Setelah acara makan selesai aku bersama keluargaku menuju gedung bioskop yang berda di lantai tiga kita menonton film bergenre action dari Amerika walau harus menunggu natri yabg cukup panjang tak lupa kak Dio membelikanku sebungkus pop corn serta sebotol minuman.


Raut wajah bahagia yang terpancar jelas di wajahku begitupun kak Dio yang memang menyukain film ini.


Setelah kurang lebih dua jam menonton akhirnya aku keluar dari gedung dan melanjutkan menuju supermarket yang berada di lantai bawah sudah menjadi kebiasanku dan keluargaku berbelanja bulanan.


Hari semakin larut aku dan keluargaku memutuskan pulang.


Rasa lelah terbayar sudah dengan kebahgiaanku hari ini.


Pada dasarnya kebahagian hanya tercipta dari diri kita sediri entah apapun hal itu jika diri kita bisa menciptakan sebuah kebagiaan maka itulah sejatinya kebahagiaan berasal, dan semua tak harus mewah ataupun berlebihan.


Next

__ADS_1


Maaf ya jika lama updetnya dan maaf juga jika kosa katanya jadi kurang menarik


Salam dari penulis


__ADS_2