Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 20 : Pecundang!!


__ADS_3

Duas'''


Dia memukul bibir manisku ini dengan keras


Lumayan sakit tapi lebih sakit hati aku serasa di cincang-cincang dengan pisau tajam


"Dia yang harus jadi cewe gue nj*ng" umpatnya sambil menyeringai


"Gue gak bodoh tol*l"


Aku balas dengan memukul perutnya sambil ku kepalkan erat-erat tanggan ku


Kita sama-sama berhenti sejenak untuk mengampil nafas dan serasa  kemarahanku pun memuncak mukaku yang awalnya tampan menjadi ganas


"Lo berani deketin cewe gue mam*us lo"


ucapku buat dia berhenti mainin drama dia yang gak lucu ini


"Gak segampang itu gue lepasin Eliza buat lo" jawabnya yang bikin aku jijik


Aku tertawa sinis


"cuih... Kenapa gak lo tembak duluan kalo lo beneran suka dasar banci" ucapku sambil meludah di depan mukanya


"Dia incaran gue dan gue baru mau deketin kenapa lo duluan yang nyrobot jelas m-jelas lu tu gak pantes buat dia"


Aku kembali memukul wajahnya dengan keras


"Lo inget jaga mulut lo dan berhenti buat berharap El jadi cewe lo yang gak pantes tu lo pecundang"


"Hah lihat aja gue lebih licik" ucapnya sambil menyeka darah di bibirnya


Belum sempat aku membalasnya tiba-tiba Pak Roni datang dan dia guru Bk yang lumayan klier


"Kalian ini apa-apaan berantem sana cepat masuk jam istirahat udah selesai!!"


Perintahnya dengan keras


Karena aku tak mau memperpanjang masalah aku putuskan beranjak duluan


"Awas lo kalo lo nyata laki temuin gue saat pulang nanti" bisikku pas didepan mukanya


Dan aku segera berlalu serasa aku seakan akan membawa bara api yang siap aku lemparang ke cowo brengsek tadi


"Sial tu orang berani-beraninya mau rebut cewe gue" umpatku dalam hati


Eliza pov🙇


Seneng banget rasanya saat Julian mau maafin aku tadi


Seakan-akan kebahagiaan lagi memihakku namun tiba-tiba perasaan tak enak menghampiriku


Namun aku acuhkan aku coba memikirkan buat latihan drama nanti


"Eh El lu nanti latihan drama ya" tanya Vey ke aku yang lagi ngelamunin Julian😂


"Iya nih" jawabku


"Padahal kita mau nongrong tau"


"Iya nih El" tambah Rena


"Lain kali aja deh ya" aku tolak ajakan mereka sambil mengerjakan tugas karena kebetulan Bu Ika tak datang dan disusul mereka .

__ADS_1


Bel pulang telah berbunyi aku langsung keluar dan pamit sama kedua sahabatku


Setelah itu aku berjalan keluar dan menuju kelas Stevi karena kita sudah janjiian buat barengan dan kebetulan aku ngelewati kelas Julian, dan ku coba tengok dia dari kejahuan namun dia sudah pulang


Kuhembuskan nafas kecewa padahal aku pengen lihat senyumnya buat nambah semangat ku nanti saat latihan


Dan belum sempat aku menuju kelas Stevi dia sudah memenghampiriku di depan kelas Julian


"Ayok El.." ajaknya ke aku


"Oke" jawabku penuh semangat


Dan kita mengobrol tetang persiapan pentas drama kali ini


Sambil kita berjalan menuju ruang Aula


Dreetttt....


Tiba-tiba ponselku bergetar dari saku bajuku segera aku lihat siapa yang mengirim pesan tersebut


Berisi pesan yang membuatku binggung namun ku acuhkan karena sebentar lagi akan dimulai latihanya


Pukul 17.00 aku telah usai latihnya aku segera mengirim pesan ke Julian karena dari habis istrahat dia tak menghubungi ku


Aku pun jadi kawatir


Dia tak membalas dan aku segera ke parkiran untuk pulang dan Stevi udah pulang terlebih dahulu


Tiba-tiba dari belakang ada yang narik tanggan aku


"Ikut aku" ajak seorang cowo memakai hodie hitam dan masker


"Lepasin kamu siapa..??" ucapku ke dia


"Udah ikut aja" ajaknya dia lagi sambil mengegam tanggan ku


Tiba-tiba dia berhenti di balakang Aula sekolah


Dan dia membuka maskernya


Aku sangat kaget karena dia kakak kelasku mantan kapten basket tahun lalu


Dia yang dulu banyak dikagumi sama siswi-siswi di sekolah ini tapi buat aku dia biasa aja dan dibanding Julian dia sedikit lebih tampan


Dan di mukanya ada banyak lebam serta luka memar dan dia terlihat habis berantem aku yang super bingung langsung berfikir apa alasan dia membawaku ke sini


"Ngapain lo ngajak aku kesini" tanyaku ke dia dengan sedikit keras


"Gue suka sama lo El" jawabnya dia benar- benar membuat tubuhku seketika lemas


Serasa aku habis tertabrak beban berat


Aku gak tanggapi ucapnya dan kualihkan pandanganku ke arah lain


"Ini lagi gak bercanda gue nanya serius...??" tanyaku lagi buat pastikan tingkah aneh dia


"Aku serius El" ucapnya sambil meraih tangganku namun aku hempaskan keras


"Lepasin lo tu apa-apaan sih" elakku ke dia sambil melepaskan tangganku yang digegamnya erat


Seketika aku terpikirkan Julian💕


Tiba-tiba dia meraih tubuhku dan mencoba memelukku namun aku berusaha melepaskan peluknya dan berlari...

__ADS_1


"Eliza tunggu" teriaknya dari kejahuan


Aku segera mengambil motor dan berlalu pulang rasa cemas sekarang menghampiriku


Maafin aku Jul*


Saat diperjalanan pikiranku campur aduk aku memikirkan ucapan kak Rehan tadi


Dan itu benar-benar buat ku bimbang


Seketika pandanganku teralihkan tempat nongkrong di sebrang jalan dekat minimarket dan benar ada Julian disana motor juga helm yang diletakkan disitu mirip punya Julian


Aku berhenti di pinggir jalan dan mencoba menelponya


Tak berapa lama dia keluar buat angkat telepone seketika aku langsung menghampirinya


"Julian..." teriakku


Betapa aku terkejut ada luka memar diwajah tampanya


"Kamu kenapa Jul..???" tanyaku penuh kekawatiran


Dia tak menjawab justru mengalihkan pandanganya ke arah lain


"Jul kamu kenapa" tanyaku sambil meraih tangganya


Namun dia menghempaskan dan mencoba menghindariku


"Jul maafin aku, kamu kenapa berubah" aku benar-benar bingung dengan sifat anehnya


"Lo tadi ketemu kan sama Rehan" ucapnya sambil menunjukan foto saat aku dipeluk rehan tadi


Dan aku tak menyangka saat kejadian tadi ada yang mengambil gambar saat aku dipeluk tadi


''Jul itu tadi gak bener, serius aku" ucapku sambil terus meraih tangganya


"Gue cape gue mau pulang" ucapnya yang bikin hati aku seketika sakit


Dan dia berlalu memakai helm dan mengendarai motor nya


Aku tak bisa apa-apa aku juga tak tau kejadian tadi begitu cepat juga rumit


Muka dia muram juga penuh amarah dan  ada sedikit rasa kecewa tergambar di wajahnya


Seketika air mataku jatuh


Begitu melihat dia sudah di kejahuan tak tertampak olehku


Aku begitu binggung dengan kejadian hari ini


Aku segera kembali menaiki motor dan beranjak pulang


Sampai rumah aku langsung kekamar aku langsung banting tas aku ke lantai tak lupa aku berteriak biar hatiku lega


"Jul kamu salah paham!!!


Janggan terus uji hati aku Jul!!!"


Aku langsung menelpone dia berkali-kali namun hanyalah sama dia tak merespon


Aku coba kirim pesan suara dia hanya mendengarkan tak membalas


Betapa gundahnya hatiku saat ini

__ADS_1


Next😳


__ADS_2