Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 134


__ADS_3

Saat ini Eliza dan Julian sedang menghabiskan waktu berdua dimobil sembari mendengarkan musik pop barat  dari musisi terkenal itu.


Mobil berwarna merah itu terus melaju melewati padatnya jalan raya kota Bandung saat sore hari.


Mereka akan menuju Cafe Rosalina untuk menjemput Amelia yang saat ini tengah bertemu dengan Ayunda.


"El..." ucap Julian dengan tatapan nakalnya itu.


"Jul liatin apa sih..." tanya Eliza sembari menutupi bibirnya dengan telapak tanganya dia tau Julian ingin menciumnya saat ini.


"Singkirin tanganya..." ucap Julian yang membuat Eliza semakin yakin pacaranya sedang bernafsu.


"Nanti kamu aku kenalin ke mama aku..." ucap Julian dengan berbisik ke arah telinga Eliza dan membuat Eliza menjadi salting karena dia kira Julian akan menciumnya.


"O iya tapi aku keliahatan anak baik gak sih Jul..?" tanya Eliza berusaha menghilangkan rasa malunya.


"Hahaha apaan sih jadi sok deh..." jawab Julian dengan terkekeh.


"Ya kan aku takut nanti dikira mama kamu aku anak gak baik" ucap Eliza terdengar seperti anak kecil yang baru kenal dengan teman barunya.


"Udah simpan tu semua perasaan inscure kamu jadilah apa adanya seperti aku kemarin ya gak" jawab Julian dengan nada santai.


"Kamu sih masih tertolong dengan wajah ganteng kamu" ucap Eliza yang membuat Julian besar kepala.


"Berarti aku ganteng dong..?" jawab Julian dengan percaya diri.


"Ye kepedean deh" ucap Eliza dengan sedikit menyidir kekasihnya tersebut.


Mereka terus tertawa dan saling bercanda.


"Bagus banget ya Jul langitnya..." ucap Eliza ketika melihat langit berwarna putih berpadu orange itu.


"Iya itu namanya senja El foto deh buat story" ucap Julian kepada Eliza untuk mengambil foto lukisan Tuhan itu yang terlihat begitu menakjubkan.


"Iya juga" Eliza segera mengambil ponsel miliknya dan mengarahkan kamera ke arah langit itu.


"Kamu tadi di marahin mama kamu ya gara-gara jalan sama aku lagi...?" tanya Julian dengan nada tak biasa dan membuat Eliza tak tega mendengarnya.


"Gak kok Jul biasa mama aku suka ngatur aku, namanya juga ibu-ibu sering khawatir sama anak perempuanya.." jawab Eliza berusaha membuang pikiran negatif Julian walau perkataan Julian saat ini memang yang sedang Ia alami.

__ADS_1


"Tapi beneran lho aku jadi gak enak sayang apalagi nganterin kamu pulang nanti" ucap Julian lagi dengan tatapan sendu.


"Iya sayang tenang deh gak papa ini bagus kan Jul" Eliza berusaha memperlihatkan hasil foto kamera tadi ke arah Julian.


"Mana coba lihat bagus kok El" ucap Julian setelah melihat foto di layar ponsel itu.


"Dua hari lagi aku balik ke jakarta Jul kamu gimana...?" tanya Eliza sembari menyimpan kembali ponsel itu


"Aku sih mau samapi tangal 22 artinya empat hari lagi" ucap Julian terdengar gembira dan disambut hangat oleh Eliza.


"Oh iya sih kasian mama kamu kalau cuma sebentar..." tamabh Eliza berusaha memahami keadaan keluarga Julian.


Saat ini mereka mulai sampai diperempatan Jalan memuju Cafe yang berada di tengah pusat perbelanjaan itu.


"El itu kayaknya mobil papa aku deh O iya itu bukanya mamanya Rehan gila ya..." ucap Julian dengan nada terkejut serta dengan tatapan mata yang terus Ia arahkan ke arah mobil hitam yang terparkir di depan Cafe itu


"Jul kayaknya bukan deh.." ucap Eliza berusaha meragukan ucapan Julian walau Ia memang tak menyangkal mobil hitam itu memang benar milik papanya Julian


"Udah deh mending kamu diem" jawab Julian dengan nada kasar berusaha membukam mulut Eliza.


"Jul mungkin aja hanya mirip ya kan...?" ucap Eliza lagi dengan rasa takut Dia takut hal yang tak diinginkan akan terjadi hari ini.


Sedang Eliza berusaha mengejar Julian namun sayang Julian lebih dulu sampai di di deoan mobil hitam milik papanya itu.


"Tokk tokk...!!" Julian mengetuk pintu itu dengan kasar dan benar saja dia mendapati lelaki yang di pangil papa itu berada di dalam mobil bersama wanita bernama Ayunda itu.


"Oh jadi ini yang papa bilang keluar kota...!!" teriak Julian dengan keras dengan terus memukul kaca mobil itu dengan kepalan tangan erat. Yang membuat siapapun miris mendengarnya.


Merasa terusik lelaki itu segera keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Julian begitupun Ayunda yang merasa tak tau harus bagaimana.


"Julian kamu disini...?"tanya lelaki itu merasa tak tau diri kalau dirinya salah.


"Papa masih sangup berbicara seperti itu aku tanya ngapain papa ada disini hah dengan wanita ini ...??" ucap Julian dengan kasar sembari menunjuk-nunjuki wajah Ayunda. Ya memang saat ini mereka tertangkap basah atas segala hal yang telah mereka tutupi selama ini secara rapat-rapat.


Disaat terjadi keributan Amelia mulai keluar dan mendapati mantan suaminya sedang bersama Ayunda dan Julian yang berdiri di depan mereka.


"Ada apa ini Jul...?" ucap Amelia berusaha menghampiri putranya kini tubuhnya limbung mendapati teman yang dia angap sebagai sahabat itu ternyata selingkuhan suaminya. Mulutnya terasa kaku dan ait mata itu seperti tertahan gelombang untuk keluar, luka di hatinya itu serasa terbuka kembali.


"Oh jadi gini kelakuan papa hah mau nemuin mama sama selingkuhan papa yang bajingan ini....!!!" ucap Julian lagi yang terlihat mulai tak sabar ingin meninju keras wajah lelaki yang seharusnya menjadi panutan baginya.

__ADS_1


"Julian jaga mulut kamu....!!" ucap lelaki itu dengan kasar ke arah Julian yang hanya di tangapi pukulan keras darI anak yang selama ini Ia sayangi.


"Buangh... buangh .." dengan brutal Julian meninju wajah lelaki yang di panggil papa itu tanpa ampun dengan raut wajah yang terlihat merah membara. Hatinya terasa sakit emosinya sudah tak usah ditanya lagi.


Sedang Ayunda itu hanya menutupi wajah cantiknya dengan kedua tanganya.


"Jul udah .. udah...." ucap Eliza berusaha melerai keributan itu namun dengan kasar Julian menampik tangan halus milik Eliza


"Mending kamu diem kamu gak tau apa Yang aku rasain saat ini...!!" ucapnya dengan kasar ke arah Eliza .


Amelia tak kuasa menahan air matanya yang perlahan mulai keluar itu sedang Ayunda hanya diam dan terlihat lesu.


"Dasar lo ya wanita gila berani-bernainya lo nemuin nyokap gue apa udah gak punya urat malu lo rupanya...!!" ucap Julian dengan kasar ke arah Ayunda kali ini Dia tak punya sopan santun karena emosinya sudah memenuhi jiwa dan pikiranya.


"Julian jaga ucapan kamu gak sepantasnya kamu berbicara kotor ke orang yang lebih tua..." ucap lelaki itu berusaha membela Ayunda yang kini terlihat masuk ke dalam mobil.


Julian kembali meluapkan emosinya hingga penjaga dari Cafe itu datang dan melerai sedang lekaki itu masuk kembali ke mobil bersama Ayunda yang membuat Julian semakin marah.


Julian memandang nanar ketika mobil hitam itu mulai berjalan pergi dan Ia segera menuju ke arah mamanya yang sedang terpukul hebat oleh kejadian hari ini.


Eliza ikut meneteskan air mata melihat kejadian ini Dia terus memeluk wanita yang sedang tertunduk lesu di dekat kursi rotan berwarna coklat itu.


"Jul..." ucap Eliza yang tak di dengar oleh Julian.


Julian segera menghampiri mamanya sembari menyeka buliran bening di pelupuk mata wanita itu dengan halus.


"Udah mama gak perlu buang energi serta air mata mama buat lelaki bodoh seperti papa..." ucap Julian masih dengan emosi yang tak kunjung reda itu.


Amelia hanya Diam Dia mulai berdiri sembari berjalan menuju mobil itu dengan di tuntun oleh Julian.


"El kamu bisa naik taksi kan..?" ucap Julian dengan nada lesu dan membuat Eliza kasihan.


"Bisa kok Jul kamu hati-hati ya.." ucapnya kepada Julian yang terlihat mulai menutup pintu mobil itu.


"Aku duluan...." ucap Julian dari kaca mobil itu seraya meninggalkan Eliza.


Eliza tak menyangka kejadian ini akhirnya terjadi Dia segera menelphon kak Dio untuk menjemputnya.


Eliza kembali mencerna kejadian yang dialaminya saat ini terasa begitu menyayat hatinya.

__ADS_1


__ADS_2