
Kantin Sekolah
Hari ini aku sangat bahagia karena hari terakir ujian semester, aku seperti burung yang terbang ke alam bebas yang terlepas dari sangkarnya.
Senyum bahagia tersirat di wajaku begitupun Vey dan Rena yang sedari tadi terus mengobrol tentang rencana liburan.
Yang entah kenapa selalu menjadi tradisi anak sekolah untuk menghabiskan bulan Desember dengan liburan.
"Hey udah sih di obrolin nanti aja kan masih seminggu ini" ucapku berusaha melerai perdebatan kecil mereka dengan sedikit jaim.
"Eitss tunggu El kita kan lagi dapat Promo liburan ke Bandung gak seru kali kalo kita gak join" jawab Vey yang membuatku mengganga.
"Serius .....???" ucapku dengan terkejut.
"Nih liat aja makanya dari tadi kita seneng banget" jawab mereka berdua dengan terus mantengin layar ponsel.
''Pantes deh" jawabku sedikit acuh karena melihat mereka tak mempedulikan keberadaanku.
"El ada yang cariin tu..." ucap Rena dengan menyengol bahu kiriku.
Sontak seketika aku membalikan wajah dan menoleh ke belakang dan benar saja ada Julian yang sudah berdiri tepat di belakangku dan segera berjalan menuju arahku.
"El ntar pulang sekolah nunggu di parkiran ya...???" bisiknya dia dengan memberikan kode keras.
"Iya" jawabku dengan malu-malu dan berusaha memberikan senyuman.
Setelah itu dia berlalu pergi mukin masih ada acara kumpul osis.
Kebetulan saat ini kita bertiga masih di kantin untuk mengisi perut kita yang sedari tadi kosong.
"El ngomong apa Julian tadi...??" tanya Rena yang terlihat kepo.
"Kepo...!!" jawabku sedikit bercanda.
"Serius lah..." uapnya merengek minta dituruti maunya.
"Nih baca deh..." ucap Vey yang membuat aku dan Rena harus melihat layar ponsel miliknya.
"Terus....??" jawabku sok tak tau.
"Kamu ajak lah Julian.. " ucap Rena yang membuatku ingin memukul lenganya.
"Whattt gila kali, gak ah gak pede aku" jawabku mengelak keinginanya.
"Udah sih El kita butuh tiga orang lagi buat penuhin persyaratanya" ucapnya lagi dengan rayuan.
"Ya tapi kan gak harus ajak dia" ucapku mencari solusi lain.
"Terus kan El ini murah banget dapet diskonya 50 persen lho sayang kalo gak kita ambil" ucap Rena berusaha membujukku.
"Apa jangan-jangan lo mau ada acara liburan berdua ya sama dia...??" tambah Rena lagi.
.....???
Tanpa jawaban
"Hey pada ngobrolin apa sih kok rame amat" ucap Aftur yang tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sebelah aku tanpa aku suruh.
"O iya Aftur kamu aku daftarin ya kita liburan bareng-bareng ke bandung baca deh ini...!!" ucap Vey yang mulai mencari target untuk melancarkan acara liburanya
"Oh oke-oke aja" jawab Aftur dengan santai.
__ADS_1
"Btw Eliza ikut kan...??" tambah Aftur lagi yang membuatku sedikit terkejut.
"Pastinya nanti Julian juga ikut kok..." ucap Rena penuh akal-akalan tanpa meminta persetujuan dari Julian terlebih dahulu.
"Serius ...??" ucap Aftur dengan kaget.
"Ya gak papa sih pasti seru" tambahnya lagi.
Karena aku merasa tak di butuhkan lagi oleh mereka, aku memutuskan untuk beranjak meninggalkan kantin karena matahari juga mulai bergerak ke arah barat dan juga ada Aftur yang membuatku tak nyaman untuk mengobrol hal lain dengan kedua sahabatku itu.
"Gue duluan ya" ucapku beranjak dari dari tempat duduk berwarna coklat tua yang sedari tadi aku dudukin.
"El lo kok buru-buru sih masih jam tiga sore juga" tanya Vey yang mukin ingin aku masih tetap disini.
"Sory Vey aku ada janji sama Julian" jawabku memberikan alasan.
''Oh oke deh gak bisa ganggu kalo gitu...!!"ucap Rena dengan mengedipkan mata ke arah Vey.
"Dah ah ni bayarin pesenan gue tadi" ucapku seraya mengambil uang dua puluh ribu dari tas dan memberikan kepada Vey.
"Sip kembalianya buat gue ya El" ucap Vey terlihat gembira.
"Iya" jawabku sambil beranjak meninggalkan mereka
Setelah itu aku berjalan melewati koridor sekolah yang sudah tampak sunyi dan aku mempercepat langkah kakiku agar segera menuju parkirkan.
Dan ternyata Julian sudah menunggu di atas motornya sambil melihat sisi kiri dan kanan mungkuin dia menunggu sudah terlalu lama.
"Lama banget...?"" tanya Julian dengan raut wajah kesal.
"Maaf ya Jul habis tadi aku ngborol bentar sama mereka bahas soal liburan" jawabku sambil menghampiri Julian.
"Iya Jul"
Setelah itu Julian mulai menjalankan motornya dan keluar dari halaman Sekolah.
Aku terdiam karena aku tau Julian terlihat kecewa serta menahan kesal terhadapku
"Jul..??" ucapku memulai membuka obrolan.
"Hemm" jawabnya hanya dengan dehaman
"Kamu marah..?"" tanyaku sedikit takut.
"Gak" jawaban yang singkat namun menusuk.
"Terus kita mau kemana...??" tanyaku terhadapnya karena aku bingung.
"Pulang aja.." jawabnya yang membuatku lesu padahal ingin sekali habis ujian aku ingin jalan sama dia.
"Kamu serius Jul.. ??" ucapku memastikan.
"Iya"
"Baiklah tapi di rumah ada mama sama ayah kan ini wekend" ucapku sedikit memberikan celah agar aku bisa jalan sama dia.
"Diem dulu aja...!!"
Mendengar jawaban dari Julian membuat air di pelupuk mataku mulai menebal dan raut wajah yang mulai memerah karena dia tak pernah berkata sekasar ini sebelumnya terhadapku.
Segera aku lepaskan pegangan tangan dari pingangnya dan aku renggangin sedikit jarak dari badanya.
__ADS_1
Aku sekarang sedang marah melihat sifat dia yang berubah dan dia pun tak berusaha menanyaiku dan itu membuat kesedihanku muncul.
Tiba-tiba dia membelokan motornya menuju arah pusat kota membuatku tampak bimbang.
***
"kita makan disini" ucap Julian yang membuatku heran karena saat ini kita berada di depan restoran jepang yang aku tau pasti harga makanan disini mahal.
Dan dia mulai melajukan motornya menuju parkiran bawah.
"Udah sini aku usapin air mata kamu" ucapnya sambil mengambil tisu dari saku celananya.
"Gak usaah" jawabku berusaha menolak
"Kamu ngambek ya...??" ucapnya yang membuatku justru semakin kesal.
"Tau" jawabku cuek
"Tadi cuma bercanda kali habis kamu cerewet sih" ucap Julian yang membuatku tambah kesal.
"Yaudah aku pulang aja'' jawabku sedikit merengek.
"Udah sih ngambeknya cuma gitu aja kok"
"Kita mau makan disini Jul..?" tanyaku memulai obrolan lain.
"Yaiyalah kan gak mukin kita sampai sini cuma buat foto" jawabnya dengan bercanda.
"Serius sayang..." tambahnya lagi sambil mengulurkan tanganya.
Segera dia mengajaku menaiki beberapa anak tangga dan menuju lantai basement restoran yang paling atas yang terlihat mewah dengan tema autdoor.
Sekitar beberapa menit kita sampai di atas.
Syurr...... Terasa sejuk serta aroma masakan yang harum membuatku ingin segera memesan makanan disini dan membuat air liurku muncul.
"Capek ya....?"" tanya Julian sambil menyeka keringat di keningku.
"Lumayan Jul..." jawabku sedikit ngos-ngosan
"Kita duduk paling pojok tu..." ucap Julian menujuk meja kosong dengan angka satu dan lima.
"Iya" jawabku sambil berjalan menuju kursi nomer 15 itu.
"Bagus kan suasana disini kita bisa memandang keindahan kota serta gedung tinggi pencakar langit"
"Iya sih Jul kok aku baru tau kalau disini ada restoran sebagus ini" jawabku terheran-heran.
"Udah tenang aja ini punya adik mama aku jadi kita dapet diskon'' jawabnya sambil menarik kursi untuk aku dudukin.
"Oh pantes, kan biasanya hanya anak orang kaya yang makan di sini" jawabku merendah.
"Udah sih sayang kamu tinggal pilih beberapa menu yang kamu mau" ucap Julian sambil menyodorkan buku menu yang tebal itu.
"El coba deh kamu tutup mata kamu" ucap Julian sambil memasang sapu tangan melingkar dimataku dan mengikatnya.
"Buat apa ..??" tanyaku keheranan.
"Udah lakuin aja..." jawab Julian terdengar menjauh.
Next.....
__ADS_1