
Sedari tadi pulang sekolah aku merasakan hawa tak nyaman disaat dekat dengan Julian.
Dia berusaha mencairkan suasana namun aku abaikan mentah-mentah
Tak ada rasa kecewa dari wajahnya justru dia semakin gencar mendekatiku
Dia mangajak aku ke sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi letaknya lumyan jauh dari rumah ku
Dia mengajaku ke Danau yang masih terlihat asri namun eksotis
Setelah itu dia memarkirkan motor ditempat yang sudah disediakan dan kita turun
"Kita berkeliling sini dulu ya El..." ucapnya sambik meraih tangganku
"Iya..." jawabku sambil senyum
Setelah itu kita mengelilingi Danau danĀ dia mengajakku sejenak memandang keindahan tempat ini
Yang berlokasikan dekat perumahan elit
Dan setelah itu dia mengajakku duduk dikursi taman dekat pohon mangga yang rindang yang langsung mengarah ke tepi Danau
"Kita ke kursi yang deket Danau itu ya sayang " ajaknya dia ke aku sambil mengegam erat tanganku
"Iya Jul" jawbku sedikit tersenyum
Setelah itu aku duduk dan tiba-tiba mata aku ditutup pakai kain yang mukin sudah dia siapkan
Tiba-tiba.....
Jepret.. dia memotret ku berkali-kali seketika aku terkejut dan berteriak
"Kamu apa apaan jul" ucapku dengan nada terkejut
"Udah diam aja ntar aku hitung sampai tiga kamu buka ya mata kamu...!!!" ucapnya sambil mendekatiku
"Satu.. Dua.. Tiga" ucapnya sambil menghitung angka
Dorrrrrr šš
Terdengar letusan balon
Dan aku membuka mataku perlahan-lahan
Aku terkejut dia nembak aku dengan cara yang begitu romantis
Aku merasakan sebuah kebahagian yang belum pernah aku temukan diamana pun, aku terkejut haru namun bahagia
Dan di letusan balon berbentuk love berwarna merah itu terdapat sebuh cicin berwarna putih serta lembaran bunga mawar merah yang berjumpalh banyak dan menyebar mengelilingi badanku saat aku berdiri
Lalu dia berjongkok layakamya orang mau ngelamar dan ternyata dia nembak aku
"Baca ini El....!!" ucapnya sambil membuka lembaran yang terbungkus pita warna merah dan dia membukanya di lembaran itu bertuliskan sebuah kata kalimat
*Apakah kamu mau jadi pacar aku Eliza*
Aku tak bisa mejawab langsung kaliamt itu m karena terlalu terburu-buru dan hatiku juga belum terbuka sepenuhnya untuk dia
"Kok diam..??" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya dengan bibirku
Dan cupp...
Dia mnyiumku dengan lembut
Tak terasa buliran air mataku jatuh dan membasahi pipi serta wajah Julian
"Kamu kok nangis...??" tanyanya dengan sedikit panik
Segera aku memalingkan wajah dan menyeka air mataku
"Makasih Jul sebelumnya, tapi aku jawabnya beberapa hari lagi gak papa kan...??" ucapku dengan lirih
"Iya gak papa El...." jawabnya sambil meraih tangan aku
__ADS_1
"Tapi kamu harus janji sama aku kalau kamu mau jadi pacar aku ya..!!" ucapnya dengan lembut dan mata yang terus menatap ke arah mataku
"Aku usahainĀ Jul..." jawabku pelan
"Kita duduk yuk..!" ajakknya ke aku sambil mengegam erat tanganku
"Iya..." jawabku sambil berusaha berjalan mendekati kursi taman
"Adem ya El.." ucapnya dengan tangan diletangkan di sisi atas kursi taman
"Iya.."
"Tapi lebih adem kalau itu ada kamu..." ucapnya sambil tersenyum
"Kok bisa...?" tanyaku sedikit kepo
"Ya karena setiap ada kamu apaun yang panas seketika jadi dingin"
"Gombal kamu Jul.."
"Serius"
"Elizaa..." ucapnya dengan tatapan mata yang berbeda
"Apa...???" tanyaku ke dia
"Aku boleh minta satu hal ke kamu gak ??"
"Apa..??" jawabku sambil menatap ke arah wajahnya
"Andaikan kita jadian nanti jangan pernah bikin aku kecewa ya El..."
"Iya...!!" jawabku singkat
"El... Andaikan kamu tau saat aku sayang sama seseorang aku akan memperlakukan dia dengan sebagaimana tapi, satu hal yang harus kamu tau El aku akan menyerah dengan orang itu saat aku kecewa karena kecewa itu seperti memundak benan berton-ton" ucaonya seperti membuka lembaran kesedihanya
"Iya Jul aku usahain.." jawabku sedikit memastikan
Oh Tuhan diakah lelaki yang engkau kirimkanĀ untukku yang akan menemaniku saat ini dan selamanya umpatku dalam hati sambil memendang setiap inci wajahnya
"Akankah dia berhasil menjadi lelaki ku dan meminangku suatu saat nanti..??" ucapku lagi dengan air mata yang tak lelah kembali mengalir namun sebisa mukin aku segera menyeka agar Julian tidak mengetahuinya
"O... iya El kita naik perhu itu yuk.."
"Iya" jawabku sambil menganguk
Dia tetap mengandeng tanggan ku dengan erat dan berjalan menuju perahu yang menunggu di tepi danau
"Kamu duluan sayang...!!" ucapnya dengan lembut
Segera aku melangkah dan memasukkan kaki ku ke dalam kapal dan dia terus menjagaku saat naik
"Hati-hati..." ucapnya dengan oenuh perhatian
Setelah itu dia melompat dengan lincahnya dan duduk di sebelahku
Segera perahu melaju dan dijalankan seseorang yang bertugas mendayung perahu
"Ini El dimakan ya...!" dia menyodorkan sebungkus coklat
''Iya makasih..." aku terima dan dia membantuku membuka bungkusnya
"Pelan-pelan makanya"Ā ucapnya sambil mengusap sisa cokelat di bibiku
"Indah ya El..??" ucapnya sambil mennyetuh rambutku dengan lembut
"Iya, makssih ya Jul udah ajak aku ke tempat ini..."
"Ini pengalaman pertamaku" ucapku lagi
"O iya kita foto berdua yuk...??" ajaknya dia sembari dia mengambil kamra dari tasnya
Setelah selesai berkeliling danau dengan perahu segera kita menepi dan beranjak dari perahu kedaratan
__ADS_1
Aku melihat arloji di tangganku sekarang pukul tiga sore
"Jul kita langung pulang ya...??"Ā tanyaku ke dia
"Makan dulu lah.." ucapnya sedikit kecewa
"Oh oke kalo gitu" jawabku dengan berhati hati
Setelah itu dia mengajakku ke sebuah restoran yang ada di dekat danau yang langsung mengarah ke danau
"Kita ke sana yuk..."
"Oke" Jawabku sambil senyum
"Kamu mau makan apa sayang...??" ucapnya sambil melihat buku menu
"Aku sama kaya kamu aja Jul..." ucapku sembari duduk
"Mentang-mentang udah jadian maunya samaan ya..??" ucapnya sedikit bercanda
"Apa sih yaudah aku pesen sendiri aja" jawabku sedikit ngambek
"Iya-iya bercanda sayang..."
"Kita pesan bakso aja ya kan enaknya kalo lagi dingin gini yang anget-anget ya gak sayang .....???"
"Setuju..." jawabku segera berdiri untuk memesan makanan namun dia tahan
"Aku aja yang pesan...!!" ucapnya sembari menahan tanganku
"Pasti bakalan dia lagi yang bayarin'" umpatku dalam hati
"Aku aja Jul gak papa.." ucapku lagi
"Udah kamu duduk aja" jawabnya dia dengan penuh penekanan
Hufdss....
"Yaudah terserah kamu aja Jul"
Tak berapa lama dia segera menuju ke meja kasir dan untuk memesan makanan dan langsung membayarnya
Sembari menunggu dia aku mengecek ponselku
Belum sempat aku membalas pesan dari temanku dia merebut ponselku dengan kasar
"Eittsss kita lagi lunch berdua jadi gak boleh main Ponsel....!!" ucapnya sambil sedikit mengiturksi dengan tegas
"Baikalah.." jawabku pasrah dengan raut wajah sedikit kesal
Dia duduk disebalahku dan terus mengodaku agar tersenyum kembali
Dan setiap ucapnya selalu berhasil menelurusuri celah agar aku tersenyum
Tak berapa kama pesanan kita datang
"Maksih mas" ucap Julian kepelayanĀ yang membawa makann
"Ini sayang" ucapnya sambil meyodorkan semangkuk bakso dan segelas Jus jeruk
Setelah itu kita menikmati makanan
Ditemani hembusan angin yang menyejukan serta alunan piano yang merdu mampu menyeimbag kan suasanya hati aku saat ini yang begitu terasa nyaman
Tak berapa lama langit mendung dan hujan deras datang
"Kamu kediangan El...???"
"Gak kok Jul"
Setelah itu kita kembali menikmati makanan dengan ditemani rintikan hujan
***
__ADS_1