Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 32 : Jebakan


__ADS_3

''Gue benci sama lo Elll"" ucap Dea berteriak di kamarnya


Kemudia dia melihat kembali kalung punya Rehan tadi


"Sialan kamu Eliza kamu benar-benar membuat hatikku sanggat hancur kali ini"


Dan setelah itu dia bersumpah serapah akan membalas demdamnya untuk Eliza besok


Julian pov🙇


Kenangan kemaren bersama Eliza sangat sayang bila dilupakan


Disaat aku bersamanya serasa dunia baru ku hadir dan kembali menjadi sahabat baru ku


"Elizaa akankah cinta kita seabadi kisah cinta Romeo dan Juliet"ucapku sambil terus melamunkan dirinya


Aku hanya ingin waktu terus berjalan dan berhenti apabila itu saat aku bersama  kamu


Berbagai makna cinta telah ku terjemahkan dan mengandung sebuah arti yang  misterius


Dan itu selalu tentang kamu


Aku terus memandangi foto Eliza di layar ponselku terlihat bagaikan artis korea yang sangat cantik dan mengemaskan sifat ke ibuanya yang sekarang muncul menjadikan aku takut bila harus kehilangan dirinya


"Oh Eliza aku kali ini benar-benar terbelangu akan dirimu"


Dan aku terus menghayal sampai tak terasa aku harus segera ke sekolah


****


"Eliza tunggu" ucap Aftur dari kejahuan


"Aftur"ucap Eliza sambil menghentikan langkah kakinya


"Barengan yuk ke kelasnya"ajak Aftur kepada Eliza


"Oke" jawab Eliza mengiyakan


"O iya ntr pas istirahat bisa ke kantin bareng gak" ajak aftur ke Eliza lagi


"Gak tau deh biasanya udah bareng sama Vey juga Rena sih"jawab Eliza yang berusa menghindar dari ajakan Aftur


"Kalo gak bisa gak papa kok kapan kapan aja"


Dan Eliza menanggapinya dengan tersenyum


Eliza juga Aftur berjalan berduan sambil mengobrol tentang perasaan kemaren saat pensi dan semenjak itu mereka jadi lebih dekat


Dan saat itu Julian belum datang


"Ikut aku!" tiba-tiba tanggan Rehan menarik paksa tanggan Eliza


Aftur yang tidak mengerti berusaha membiarkan dan masuk ke kelas


"Apaaan sih kak"ucap Eliza berusaha menarik gegaman dari tanggan Rehan


"Bentar doang" ucapnya sambil sedikit tersenyum


"Iya tapi gak usah pegang tanggan aku" balas Eliza sambil berusaha melepaskan gegamanya


Cupp....


Dan Rehan Membawa Eliza ke toilet dan langsung mencium bibir Eliza

__ADS_1


"Lo tu apa apaan sih kak" ucap Eliza berusaha mebersihkan bekas ciuman Rehan dan tanpa diketahui disana ada Dea dan kedua temanya dan ternyata Dea bersama kedua temanya sudah bersiap untuk mengerjai Eliza habis habisan kali ini dan hal itu tidak diketahui oleh Eliza dan Rehan


Dia sudah menyiapkan seember air comberan bercampur tanah liat


"Sudah siap kan gaes"" ucap Dea sambil menyeringai


"Tentu"


Fitri dan Devi sudah siap apa yang diperintahkan oleh Dea


Tiba-tiba Dea mendengar suara seseorang dari bilih toilet yang bersebelahan dan dia berusaha melihatnya


"Oh gini ya kelakuan kalian berdua di depan aku''ucap Dea yang baru mengetahui keberadaan mereka


Dan membuat Eliza kaget


Plak!!!! tibatiba Dea menampar Eliza


"Janggan pukul dia" ucap Rehan dengan keras


"Gue kecewa Han sama lo sanggat kecewa tapi hati gue gak bisa"ucap Dea berusaha mengatur nafasnya


Dan Eliza tak membalas apapun dan membiarkan kelakuan Dea karena disituasi saat ini dia seperti terjebak di dua hal yang semuanya membuat ia akan terus tertekan


Dan tiba-tiba Dea mendekati Eliza lebih dekat dan menjabak rambut Eliza dengan kasar serta kalung ya ia rebut kemaren dari Rehan ia lempar ke arah mukanya dengan keras dan membuat pipi Eliza sedikit berdarah


"Rasain Eliza ini yang aku rasain selama ini lo tu gak tau sakitnya hati gue Eliza disaat lo di rebutkan Rehan hidupku rasanya tambah hancur "


Ucap Dea sambil menangis


Dan Rehan berusaha memisahkan keduanya


"CukupDea" sekarang Eliza benar-benar marah dan dia meraih rambut Dea dan menjabaknya keras serta menampar mukanya


"Lo tu brengsek Dea" ucap Eliza kembali  sambil bercucuran air mata


"Rasain ini Eliza"


Dan tiba-tiba Dea menguyurkan cairan di ember itu dan mengenai seluruh tubuh Eliza


Dan tubuh cantik Eliza berubah seketika menjadi seperti gembel


Rehan yang melihat itu berusaha menghentikan tingkah Dea


Namun sudah terlanjur


"Lo tu ya De benar benar gila....." ucap Rehan keras ke arah Dea


Dan kata kata itu membuat hati Dea semakin terluka parah


"Rehan lo tu kali ini aja tau hati gue" ucapnya memohon namun Rehan hanya menghiraukanya


"Lepas Dea" ucap Rehan sambil membersihkan tubuh Eliza namun karena Dea tak terima dia kembali menampar Eliza lagi dengan membabi buta


**


At 06.45


Semua siswa sudah bersiap-siap untuk upacara dan lima belas menit lagi akan segera dimulai


"Eh ada yang berantem tau di toilet" ucap sesorang siswa yang sedang bersiap-siap berbaris


Dan itu terdengar sampai di telingga Julian

__ADS_1


"Siapa sih" ucap Julian ke Dika yang di sebelahnya dan mukin mengetahui 


"Tau tu Jul'' Jawab Dika karena emang tak tau


"Eliza tu Jul dengar-dengar" ucap Roy yang dia mendengar sediri dari ucapan siswa lain


"Apa,,serius!!!"


Dan Julian segera beranjak ke toilet dengan tergesa-gesa


"Eliza " ucapnya mengetahui Eliza masih berantem dengan Dea


"Lo tu banci" ucap Julian lagi yang mengetahui Rehan hanya diam menonton dan berusaha menghentikan perkelahian ini


"Apa lo bilang " jawab Rehan sambil menaikan kerah baju Julian


"Lo ngajak ribut lagi" balas Julian


"Sory gue gak akan ladeni bocah kaya lo" ucapnya penuh kesombongan


"Cuih....mending lo pergi banci!!!"ucap Julian dengan sangat keras sambil meludah di depan Rehan


''Awas lo bocah "ucap Rehan ke arah Julian sambil berlalu pergi


Dan segera Julian menarik tubuh Eliza dan memisahkanya dengan Dea


"Gue akan bikin perhitungan dengan lo El" ucapnya terus sambil di tenangin ke dua temanya


"Udah kita pergi yuk De" ajak kedua temanya


"Sayang maafin aku" ucap Julian sambil memeluk Eliza


''Dan lo Dea janggan sekali kali sentuh Eliza" ucap Julian kasar dan itu membuat hati Dea tambah sakit


"Lo tu harus tau Julian dia tu habis  di cium sama Rehan" ucapnya keras dan berusaha memanas-manasi Julian


"Dan lo tu cuma jadi sisanya"tambahnya lagi


"Cukup Dea dan mending sekarang lo pergiii!!!" ucap Julian penuh amarah


dan dia segera berlalu meninggalkan Eliza  dan Julian dengan muka berantakanya


"Maafin aku sayang aku baru tau kalo Dea separah ini nglakuin semua ke kamu"


Eliza tak menjawab dia masih menangis sasengukan


Dan Julian berusaha membersihkan baju kekasihnya tersebut


"Kamu aku anterin pulang aja ya"ucapnya ke Eliza


Dan Eliza menganguk


Karena saat ini  upacara sudah dimulai jadi tak ada waktu untuk mengikuti


Dan Julian berencana mengantarkan Eliza pulang


Dia segera mengangkat tubuh kekasihnya tersebut ia tahan semua bau menyengat dari baju Eliza


Dan Eliza terus terdiam


Sampai di parkiran Julian langsung mendudukan tubuh Eliza dibangku dan mengambil motor


Ia hiraukan pertanyaan dari satpam yang berjaga

__ADS_1


Dan dia segera beranjak mengantarkan Eliza ke rumah


Next


__ADS_2