
Tak terasa aku sudah hampir tiga hari tidak masuk sekolah terasa rindu sekali dengan suasana sekolah dan ke dua sahabatku, Vey dan Rena
Mereka tidak sempat menjengukku saat sakit kemaren karena sibuk latihan volly.
"Haiiii...!!!" ucapku lantang ke mereka yang sedang berdiri di depan gerbang
"Eliza..." ucap Vey sambil berlari memelukku
"Udah sembuh kan El .."
"Udah kok ini buktinya aku masuk" jawabku sambik melepaskan pelukan mereka
"O iya maafin kita ya sampai gak bisa jenguk"
"Iya vey gak papa, lagian aku juga udah sembuh kan" ucapku sambil kita berjalan ke kelas .
Sampai di kelas....
Aku juga rindu dengan suasana kelas aku langsung duduk di sebelah vey dan kita melanjutkan obrolan kita yang terputus tadi dan mereka selalau menanyakan penyebab aku bisa sakit
Bel masuk berbunyi
Tak berap lama Bu Lia datang dan membawa sejumplah buku tugas yang dikumpulin minggu lalu
Aku penasaran dengan hasilnya
Tanpa aku sangka nilaiku lumayan bagus walaupun saat ulangan aku tidak belajar
***
Istrahat jam ke tiga
Aku langsung mengajak Vey dan Rena ke kantin
"Kantin yuk.." ajakku ke mereka
"Oke..." jawab mereka serentak
Sampai dikantin aku langsung memesan makanan
"Eh El kemaren si Julian minta nomer kamu tu..., terus karena dia maksa banget aku kasih gak papa kan El" tanyanya ke aku yang baru meletakkan makanan dan duduk
Aku terdiam dan sedikit menghiraukan ucapan Vey
"Kamu marah El...?" tanya Vey membuyarkan lamunanku
"Gak kok..., gak apa-apa Vey" jawabku sambil tersenyum
Setelah itu kita lanjutkan obrolan yang lain sambil kita menikmati makan di kantin
Tiba-tiba aku baru teringat kalo hari ini ada latihan drama dan karena kemaren aku tidak masuk jadi aku putuskan ke kelas Stevi untuk menanyakan perihal latihan kemaren
"Vey... Ren.. aku baru inget deh kalo hari ini jadwal latihan "
"Terus ada apa El...?"
"Aku belum tau ni pengumuman kemaren soal latihan hari ini" jawabku sambil berusaha menghabiskan makanan
"Jadi aku mau ke kelas Stevi dulu" tambahku lagi ke mereka dan mereka menjawab dengan anggukan
Setelah itu aku beranjak dari tempat duduk dan bergegas ke kelas Stevi
Belum sampai di kelas Stevi tangan kiriku terasa berat dan seperti ditarik seseorang
Refleks aku menarik tangan kiriku agar terlepas
Dan saat aku lihat ternyata dia Julian
"Apaa-apaan sih jul,lepas...!!!!" teriaku agak keras.
"Aku pengen ngomong sama kamu"jawabnya pelan dan berbisik di telinga aku
"Maaf jul aku ada urusan sebentar, lagian juga bentar lagi masuk" jawabku dengan nada sedikit pelan namun membentak
"Bentar aja plisss" rengeknya dia yang penuh harap ke aku
Aku menuruti keinginanya yang sebenarnya ingin sekali aku menolaknya tapi hati aku kali ini memaksa untuk menerima
Aku merasa malu ketika melewati koridor sekolah karena di saksikan beberapa pasang mata dan tanggan aku terus digengam erat olehnya
Dia mengajak aku ke Aula belakang sekolah yang memang terlihat sepi karena ini ruang Aula lama dan dia mengajak aku duduk di kursi panjang yang usang dia memgusap debu dengan dedauan yang tubuh didekat kursi
Wajah aku masih terlihat memerah dan perasaan campur aduk menyelimutiku
Aku padangi sekeliling tempat ini yang berasa asing seasing hati aku saat ini
Jantungku terus berdegup kencang layaknya orang habis berlari berkilo-kilo
Aku mencoba mengatur kembali agar normal namun rasanya sangat sulit
Setelah kita terdiam beberapa menit dia mulai berbicara dan mengungkapkan maksud mengajak aku ke sini.
"El maaf ya aku ngajak kamu ke sini pas lagi mau masuk..." ucap nya seraya menatap wajah aku dengan serius
Mata kita bertemu
"Oh... Tuhan jaga iman aku jangan sampai aku terpedaya olehnya" umpatku dalam hati
"Asal segera bicara tak ada masalah" jawabku dengan nada tegas dan wajah yang selalu ku alihkan ke arah lain
"Baiklah..." jawabnya sambil tersenyum
"O..... Iya keadaan kamu gimana El..?, maaf ya aku gak tau kalau kamu pas itu pulang gak bawa motor" tambahnya lagi yang sekarang menanyakan keadaanku
"Aku baik-baik aja" jawabku singkat
__ADS_1
"Kamu udah buka kotak itu" tanyanya lagi yang terus berusaha mencari topik
"Aku lupa jul belum aku buka" jawabku apa adanya
"Gini El aku minta maaf ya kemarin aku gak sengaja patahin kalung kamu terus aku benerin walau gak sesempurana dulu"
Settt.....!! Otakku serasa berhenti sejenak aku kembali mengigat kalung itu dan Aska...
Kenapa ini bisa terjadi secara
bersamaan....???
Kucoba melihat matanya...**
"Kamu kok bisa bawa kalung aku, terus kenapa bisa ada di kamu...? tanyaku ke dia dan sebisa mukin aku rendahin nada suaraku walau sebanarnya aku ingin memarahinya
"Iya El pas aku gak sengaja nabrak kamu,kamu inget kan" jawabnya yang membuat aku agak teringat kejadian kemarin
"Sekarang udah selesai kan dan itu yang cuma mau bicarakan lagian gak terlalu penting" ucapku ke dia dengan datar dan aku berusaha mengangkat kaki dan segera melangkah pergi
"El......." ucapnya yang masih terdengar dan langkah kakiku belum jauh
"Kenapa gak kamu bales chat aku...?" ucapnya dengan ketus
"Maaf...." jawabku pelan.
"Aku mau kamu tetap disini" rengeknya lagi ke aku dengan wajah sok imutnya
"Ini udah masuk Jul lagian cuma itu yang mau komu omongin gak ada lagi kan"
"Ini gak lucu Jul" tambahku lagi
Brakkkk.!!!!!
"Gak....!!!!!!!... Ya engak"
Tiba-tiba dia marah dan membalik kursi yang kita buat duduk tadi
Lelucon apa lagi kali ini gumanku dalam hati
Segera aku menghampiri dia sambil menahan emosi karena dari kemaren begitu menyebalkan dia serta sifatnya yang terlihat kekanak-kanakan
"Kamu apa apaan sih Jul...!!" ucapku dengan bada membetak
"Lagian kita gak kenal dan sifat kamu tu aneh" tambahku lagi dengan nada sedikit tinggi
"Oh gitu ya...?"
Dia terlihat marah ....
Berasa seperti anak kecil umpatku dalam hati
"Aku mau kamu tetap disini.....😊"
" Tapi ini udah ma..." belum sempat aku melanjutkan ucapanku dia menutup bibirku dengan jarinya
"Udah kali ini aja kok" jawabnya cengegesan sambil membalikan lagi kursi seperti semula
Dia kembali meraih tanganku dan menyuruhku untuk kembali duduk
"Kamu kan belum kenal aku terus pertemuan kita gak seindah disinetron kan jadi hari ini tanggal 22 september ini aku mau memperkenalin diri aku"
Tiba-tiba dia ngomong panjang lebar yang membuat aku sedikit nahan tawa
"Aneh deh kamu" ku coba menanggapi lelucon dia yang terlihat garing
"Kamu katanya belum kenal aku gimana sih"
"Iya tapi emang peting "
"Iya petinggg buat aku,kenapa emang"
"Iya udah coba kenalin" ku coba buat mengerti maunya
Dan setiap perkenalnya dia selalu membuat aku tersenyum walau sebenarnya terlihat memalukan
"O iya El kamu nanti les drama kan "
"Kok tau "jawabku pura-pura masih jutek
"Tau lah apa sih yang gak aku tau aku juga latihan basket."
"Oooooo gitu" ku jawab sesingkat mukin
"Kok kamu kaya gak peting gitu sih buat aku kasih tau" ucapnya dia yang bikin aku pengen tertawa
"Ya buat apa aku tau"
"Tu kan jawaban kamu nyakitin"
"Ya emang" ku jawab buat bikin dia kesel lagi
"Kamu hargai lah setiap ucapan aku"jawabnya dia degan wajah muram
Dan akhirnya aku tertawa lepas dan itu buat dia ikutan tertawa
"Kamu kok malah ketawa emang lucu"
"Lucu lah tu kamu juga ketawa"
Dan dia terus ketawa selepas mukin .
Dretttt..."
Terdengar deringan bunyi ponsel
__ADS_1
Dan ternyata milik Julian
"Ya elah ganggu aja sih" ungkapnya dia dengen kesal sambil melihat layar ponselmya
"Ada apa jul....??" tanyaku penasaran
"Maaf ya El aku harus ke kelas dulu ini ni pak Dito suruh ngumpulin berkas kemaren" jawabnya dengan kesal
"Iya gak papa" jawabku sambil melangkah meninggalkan dia
"El ntar nunggu di gerbang ya titik...!!! " ucapnya lagi dengan keras
Kucoba menoleh lagi namun aku hiraukan dan tetap berjalan
"El..."
Dia terus memanggil namaku namun aku berpura-pura tak mendengarkan dan menghiraukan
"El.... pokoknya kalo kamu gak nungguin kamu bakal ada urusan sama aku" teriaknya lagi yang terdengar lantang dari kejahuan
Aku tetap berjalan dan menghiraukan ucapanya
Aku sedikit berlari agar cepat sampai di kelas
Sampai di kelas bu Aini belum hadir
"Syukurlah" gumanku dalam hati
"Dari mana lo El.." tanya Vey keheranan
"Tadi aku ketemu teman yang latihan drama Vey" jawabku bohong
"Emang kamu latihan.." tanyanya lagi yang mukin masih penasaran
"O... iya Bu Aini ngasih tugas apa" tanyaku ke dia yang terlihat sedang mengerjakan soal
"Ini tugas biologi"
"O iya maksih ya Vey" jawabku sambil memeluk dia
"Lu kenapa si El aneh banget" tanyanya sambil melihat wajahku dengan serius
"Gak ada apa-apa kok" jawabku singkat.
Setelah itu aku segera mengerjakan tugas dari Bu Aini
Ini pelajaran terakir aku segera mengerjakan dengan teliti walaupun kejadian tadi masih terniang-niang di kepala
Kring...kring
Bel pulang berbunyi aku segera mengumpulkan tugas di meja guru dan memasukkan buku ke tas dan segera bergegas keluar
"Kok gak barengan aja si El kan sama sama mau keluar juga" tanya Vey ke aku yang terlihat masih membereskan buku
"aku duluan ya" tanpa menjawab pertanyaanya aku segera berlalu keluar kelas karena Stevi sudah menungguku diluar kelas
"Ayo El buruan" ajak Stevi ke aku yang sudah menunggu sesari tadi di luar kelas
"Iya ...." jawabku sambil tersenyum
"O iya kamu kemaren sakit ya El maaf ya aku gak bisa jenguk "
"Iya gak, papa kok lagian juga cuma demam aja kok"
"Yang peting kan udah sembuh El
O iya nanti habis pulang latihan ke kafe yuk kan kita belum pernah jalan bareng".
"Iya kalo gak hujan ya" jawabku menangapi ucapan Stevi
***
Setelah itu kita segera menuju Aula
Latihan kali ini aku harus banyak mengejar ketinggalan soal membawaka mimik dan gesture
Kebetulan dua minggu lagi akan pentas
Jam lima sore latihan sudah selesai aku dan Stevi segera keluar Aula dan bergegas menuju parkiran
Kita terus mengobrol serta bercada bersama menangapi kelucuan tadi
Belum sampai diparkiran ternyata Julian sudah nunggu aku di gerbang dan yang membuat aku kesal dia membawa motor aku, refleks aku meninggalkan Stevi dan menghampiri Julian
"Ngapain sih Jul bawa motor aku" tanya ku dengan raut wajah kesal mukin sangat kesal
Tanpa menjawab pertanyaanku dia menyuruhku segera naik
"Cepet naik mana kuncinya gak usah banyak omong"
"Gak bawa aku" jawabku keras ke arahnya
"Lo tu anaeh deh Jul kaya anak kecill !!!!"tambahku menangapi tingakh dia yang konyol
Tiba-tiba Stevi mengahampiri Aku
"El kita jadi ke kafe gak...?" tanyanya ke aku yang masih berantem di depan gerbang sama Julian
"Maaf ya Stev kapan kapan aja ya" jawabku menolak ajakkanya
"O gitu ya udah gak papa kok aku pulang dulu ya" jawabnya dengar raut wajah sedikit kecewa
"Jul kamu kok belum pulang sih, tumben pakai motor matic...?" tanya Stevi ke Julian penasaran
"Duluan gak.....!!!!!!" tanpa menjawab pertanyaan Stevi Julian menyuruh Stevi segera pergi
__ADS_1
Dan stevi berlalu pergi karena dia tau kalau itu kode untuk segera pergi.......
Lanjut ke part selanjutnya.....😀😀