
'.Ayunda bersama laki-laki itu sedang menghabiskan waktu makan siang di sebuah Restoran yang menyajikan makanan khas Bandung yang terletak tak jauh dari pantai.
Dengan disuguhkan pemandangan laut yang terlihat mempesona dari kejahuan, serta tempat wisata kolam renang yang dikelola oleh Restoran ini menjadikan tempat ini banyak di kunjungi oleh waisatawan.
Ya selama liburan beberapa hari ini di Bandung Ayunda lebih bisa dekat dengan lekaki itu serta memliki banyak waktu untuk di habiskan berdua.
Penampilan Ayunda saat ini lebih berani di banding keseharianya saat di Jakarta dan membuat mata lelaki yang duduk di hadapanya itu semakin tergoda.
"Nanti deh kalau aku ada tugas keluar negeri kamu aku ajak" ucap lealaki itu tiba-tiba dan membuat Ayunda tersenyum keheranan.
"Berlebihan kamu mas..." jawab Ayunda dengan malu-malu.
"Gak lah buat kamu apa sih yang engak...?" ucap lelaki itu terlihat berani dengan kata-kata manisnya itu.
Sedang Ayunda hanya tersenyum menangapi ucapan lelaki tersebut
"Kenapa Rehan pulang duluan padahal aku mau ngajak dia makan ke Restoran bintang lima disini..." ucap lelaki iti sembari menyatap nasi putih dengan lauk ikan bakar itu.
"Ya begitulah mas aku gak bisa maksa Dia sepenuhnya..." jelas Ayunda yang terlihat sedang mengikat rambutnya karena rambut panjangnya mengangu saat Dia makan.
"O iya gimana kamu udah ketemu teman online kamu ..?" tanya lelaki itu terlihat penasaran karena baginya itu hal bodoh jika Dia yang melakukanya.
"Belum mas..." jawab Ayunda yang membuat lelaki itu menahan tawanya.
"Kenapa sih mas kok tertawa..." tanya Ayuda sembari menyeruput es degan itu.
"Kamu itu ada-ada aja Ayunda masak hari gini masih percaya hal kaya gitu biar kamu lebih fres kita jalan-jalan di tempat wisata disini gimana...? aku janji bakal nunjukin ke kamu tempat wisata yang tak kalah indahnya di Eropa..." jawab lelaki itu terkekeh dengan pertanyaan Ayunda sembari menawarkan spot wisata di kota Bandung ini.
"Waktu kemarin itu temen onlineku itu lagi gak ada di butiknya, boleh sih mas kalau kamu gak sibuk sama pekerjaan kamu ..." jawab Ayunda sembari menangapi tawaran liburan berwisata di kota ini.
"Besok gimana hari ini udah selesai kok urusan pekerjaan dan bisnis aku, lagian kan hari minggu nanti kita balik ke Jakarta gak ada salahnya dong kita habiskan waktu sehari untuk refresing" jelas lekaki itu lagi dengan tatapan mata yang tak Ia alihkan dari padangan mata Ayunda.
"Boleh mas tapi sehabis makan aku mau ketemu teman online ku itu di Butiknya " ucap Ayunda yang terlihat mulai menghentikan acara makan siangnya.
"Iya gak papa kalau kamu penasaran aku yang anter jemput tapi aku cuma anterin karena ada janji sama temen gak enak kalau gak dateng..." ucap lelaki itu yang tak keberatan mengantarkan Ayunda.
"O iya gak papa mas" jawab Ayunda yang bisa dimengerti.
....
Setelah selesai kuliner di sebuah restoran Ayunda bersama lelaki itu mulai melajukan mobilnya menuju Butik tempat usaha Amelia yang tengah di kembangkan itu.
Ayunda mulai mengingat kembali nama Jalan itu dan tak butuh waktu lama mereka sampai di depan butik itu dan membuat kelaki itu sedikit tak percaya ada butik sebagus ini di pusat kota Bandung yang terlihat masih bangunan baru.
"Gak sekalian masuk mas...?" tanya Ayunda sembari melepaskan selfbelt yang menempel di bahunya itu.
"Gak usah aku mau kelarin kerjaan ku yang satu ini dulu" jawan lelaki yang terlihat sedang mengamati bangunan Butik yang namanya tak asing bagi penglihatanya memang nama Butik ini mirip nama mantan istrinya namun pikiran tak masuk akal itu ia buang jauh-jauh.
"Tapi bentar deh mas barusan dia bilang dia minta ketemu di Cafe Rosalina kamu tau tempatnya ini mas...?" Ayunda kembali meraih ponsel miliknya yang bersda di tas kecil itu sembari membaca isi pesan dari Amelia yang terdapat pesan Dia sedang menunggu di sebuah Cafe.
__ADS_1
"Oh itu tak jauh kok dari sini yaudah aku anterin aja ke sana" lelaki itu mulai mengingat nama tempat itu dan mulai menyalakn mesin mobilnya kembali dan melajukanya.
Mobil yang mereka tumpangi mulai berjalan kembali, Ayunda saat ini tengah sibuk membalas cahtingan dari Amelia.
"Oh dari sini tinggal lurus deh mas..." ucap Ayunda kepada lekaki yang tengah sibuk memutar kemudi itu.
"Iya sayang tapi aku gak anterin sampai dalam ya tenang aja kalau kamu udah selesai nanti aku yang jemput...," ucap lelaki itu sembari membelokan setirnya ke arah kanan.
"Iya mas tapi apa gak ngrepotin...?" tanya Ayunda yang merasa tak enak.
"Gak lah" jawab lelak itu dengan nada halus.
Tak berapa lama mobil berwarna hitam itu sampai di depan Cafe gaya moderen itu.
"Yaudah aku turun dulu ya mas" ucap Ayunda sembari membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
"Iya"
Ayunda mulai berjalan kedalam Cafe itu yang kini terlihat tampak ramai karena mengingat saat ini jam makan siang.
Amelia melambaikan tangan dan ponsel miliknya itu berdering tanda pangilan masuk dari Ayunda.
"Oh..." ucap Ayunda dengan tersenyum dan segera berjalan menghampiri wanita yang terlihat sebaya denganya yang duduk di antara ramainya pengunjung ini yang berada di kursi sisi kanan.
"Oh kamu Amelia kan...?" tanya Ayunda sembari tersenyum dengan ramah ke arah Amelia.
"Kenalin nama saya Ayunda..." ucap wanita yang tampak memakai pakaian kekinian itu kepada Amelia dengan mengulurkan tangan kananya.
"Oh iya padahal kan nama di aplikasi kamu Dewi ya hhh.." jawab Amelia dengan tangan menerima uluran tangan Ayunda semvari menunjukan senyum tipis.
"Iya nama saya kan Dewi Ayunda" ucap Ayunda dan mulai duduk berhadapan dengan Amelia.
"Oh iya begitu rupanya nama yang cantik secantik orangnya" Amelia tak memungkiri wanita kenalan di aplikasi itu memang terlihat sangat cantik dan menarik bagi lelaki mana saja.
Mereka mulai berbincang-bincang sembari tertawa tanpa Amelia sadari wanita didepanya adalah wanita yang selama ini membuat hidupnya hancur lebur dan berantakan
"Pelayan" ucap Amelia kepada pelayan yang sedang berada di meja kasir itu.
"Mau pesen apa kamu mbak..?" tanya Amelia pada Ayunda.
"Mangilnya Ayunda aja kayaknya biar lebih akrab" jawab Ayunda yang tak ingin do pangil dengan sebutan "mbak"
"Aku minum aja deh soalnya habis makan siang bareng temen aku tadi" tambah Auyunda lagi menangapi ucapan Amekia tadi.
"Oh apa yang kamu bilang temen deket itu bukan ..?" tanya Amelia sedikit penasaran.
"Benar sekali kamu " ucap Ayunda terlihat malu-malu dengan nada gugup.
"Kok gak diajak sekalian kesini ...?" tanya Amelia yang hanya sekedar pertanyaan basa-basi.
__ADS_1
"Mau pesen apa kak...?" ucap pelayan yang tengah membawa buku menu itu kearah Amelia dan Ayunda.
"Saya capucino aja ya satu gulanya sedikit aja" ucap Ayunda dengan menunjuk gambar menu minuman dingin itu.
"Kalau kakak yang satunya...?" tanya pelayan itu lagi dengan ramah
"Disamaain aja tapi di tambah kentang goreng satu porsi" jawab Amelia dengan sopan.
"Oh iya silahkan di tunggu ya"
"Makasih lho kamu kemarin udah bawain brownis maaf ya waktu itu lagi ada urusan di rumah jadi harus pulang ceoet-cepet" jelas Amelia dengan nada meminta maaf.
"Gimana suka apa Gak..?" tanya Ayunda dengan antusias.
"Suka kok Nda makasih pokoknya" jawab Amelia yang membuat Ayunda tersenyum senang.
Tak berapa lama pesanan mereka mulai di antarkan. Tak lupa kedua wanita itu mengucapkan terimaksih kepada pelayan itu.
"O iya ada acara ya kok tumben kamu liburan ke Bandung apa ada tugas kantor...?" tanya Amelia sedikit pemasaran walau setidaknya hanya pertanyaan basa-basi agar pembicaraan ini terasa tak membosankan.
"Iya nih ada acara liburan aja sama temen deket aku itu ya sekalin refresing kebetulan dapet kamar hotel gratis berkat sponsor temen ku itu..." jelas Ayunda yang membuat hati Amelia sedikit iri.
"Oh gitu udah lama ya emang deket sama temen laki laki kamu itu...?" tanya Amelia kembali.
"Ya hampir setengah tahun sih..." jawab Ayunda dengan cepat dan berusaha menutup-nutupi kelakuannya yang salah merebut lekaki orang.
"Ya semoga segera nikah kalian..." ucap Amelia sembari mencicipi kentang goreng itu dan di celupkan ke saus sambal yang berada di wadah kecil itu.
"Amin tapi sih kendalanya ada di anak saya" jawab Ayunda terkihat putus asa
"Kenapa emang..?" tanya Amelia dengan mengangkat alis matanya.
"Ya semenjak kematian papanya Dia jadi anak yang keras kepala susah di atur" ucap Ayunda dengan nada sendu.
"Oh iya namanya juga anak remaja kita harus bisa memakluminya...." jawab Amelia dengan tersenyum sembari menyeruput minuman dingin itu.
Hampir sore hari kedua wanita itu sampai lupa waktu karena obrolan mereka terasa asik hingga engan meninglkan Cafe itu.
"Oh udah sore aja ya..." ucap Amelia pada akhirnya ketika mengetahui ponsel miliknya berdering dan terlihat pangilan masuk dari Julian, putra kesayanganya.
"Iya nih.." jawab Ayunda sembari melirik jam tangan cantik yang ia kenakan di pergelangan tangan kanannya.
"Kamu kesini tadi bareng siapa bareng aku aja gimana kebetulan anak aku udah mau sampai jemput aku nih..." ucap Amelia menawarkan tumpanganya.
"Oh gak usah sebentar lagi temen aku juga dateng kok ....." jawab Ayunda sembari mengirimkan pesan le lelaki yang saat ini sudah otw ketempat Cafe ini.
Nextttt .
Untuk cerita Julian dan Eliza liburan masih screet ya😀
__ADS_1