
Waktu istirahat tiba.
At 12.35 pm
Bel istirahat berbunyi Siswa-siswi mulai beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing dan berjalan ke luar kelas tak terkecuali Eliza dan ketiga temanya, Fitri Devi dan Intan yang terlihat makin hari makin akrab dan kompak dengan gaya rambut yang selalu sama.
Mereka mulai berjalan ke arah kantin anak kelas dua belas itu yang terletak di sebelah selatan dekat dengan perpustakaan dan laboratorium jaraknya tak terlalu jauh dari kelas mereka namun harus terlebih dahulu melewati kelas anak IPS.
Mereka mulai berjalan beriringan sembari bercanda ria membahas pelajaran bahasa ingris tadi yang tampak menyenangkan itu Intan yang jago bahasa ingris itu menujukan keahlianya menhahfal beberapa kata kerja yang tampak sulit bagi sebagian orang dan ketiga temanya selalu mendukung dan memuji kehebatan Intan.
Eliza mulai tersenyum ketika mendapati kedua sahabatnya Vey dan Rena berada di depan pintu kelas mereka yang terletak di ujung namun sayang belum sempat Eliza menyapa kedua sahabat lamanya itu justru mengalihkan pandangan matanya ke arah lain dan tak mempedulikan keberadaan Eliza, ya Dia paham akan perasaan kedua temanya yang sekarang terasa mulai menjauhinya padahal Eliza tetap menjadi Eliza yang dulu.
"El lo mau ke kantin anak IPS....?" tanya Intan yang tampak heran dengan Eliza yang terlihat sedang melihat sesuatu di arah Vey dan Rena yang sedang berdiri itu karena kelas IPA 1 berada dekat dengan kantin anak IPS walau sebenarnya tak ada bedanya.
"Gak kok gak papa..." jawab Eliza dengan tersenyum.
Eliza menghela nafas raut wajahnya tampak kecewa namun Dia hanya bisa berharap kedua temanya tak memikirkan hak negatif tentanganya karena baginya Dia tetaplah sama tak ada yang berubah.
Meraka mulai berjalan menuju kantin yang terlihat saat ini kantin cukup ramai mereka mulai memilh tempat duduk yang tak jauh dari arah penjual.
Eliza dan ketiga temanya mulai memesan makanan pilihan mereka yang berada di daftar menu yang di tempel di depan etalase penjual nasi uduk itu.
Eliza mulai memilih menu komplit seperti biasanya dan segera duduk menempati tempat duduk yang sudah di tempati Intan karena jika tak di tempati terlebih dahulu akan di tempati orang lain yang datang duluan.
"Lo pesen apa tan...?" tanya Eliza kepada Intan yang saat ini sedang sibuk menyuruput minuman dingin bertulis cola itu.
"Nasi goreng gue ma..." jawab Intan dengan tersenyum sembari menutup botol minum itu.
"Drett..." suara getaran ponsel milik Eliza yanh terlihat ada pesan masuk dari Julian segera Eliza membuka dan membaca isi pesan tersebut rasa bahagia tampaknya sedang di rasakan Eliza saat ini tak seperti biasanya Julian memintamya untuk menemui seperti yang tertulis di pesan masuk yang baru dia baca itu.
"sayang aku tunggu di gedung belakang sekolah sekarang💖" isi pesan yang di baca Eliza dari layar ponsel bening milliknya itu.
"Em kayaknya aku kebelet ke toilet aku duluan ya..." ucap Eliza pada Intan sedang Devi dan Fitri terlihat keheranan dengan Eliza yang tak seperti biasanya menibggalkan acara makan di kantin itu.
"Tapi makanan kamu El....?" tanya Devi yang mulai duduk di kursi warna coklat itu.
"Buat lo aja..." ucap Eliza dengan tersenyum dan segera berjalan keluar dadi bangku itu.
"Aneh deh Eliza..." ucap Fitri yang terlihat kepo dengan sifat aneh Eliza.
Eliza segera berjalan dengan terburu-buru menuju gedung belakang sekolah karena Dia tak ingin Julian menunggunya.
Eliza muali melangkahkan kaki dan mendapati Julian sudah duduk dengan menyilangkan kaki di atas kursi itu
Julian berdecak kagum dengan Eliza yang tampil lebih cantik dan segar kali ini, dengan tatanan rambut sebahu yang di kepang satu itu. Walau setiap hari selalu memandang bidadari cantik keturunan sunda itu baginya belum puas.
Julian mulai melihat sisi kanan dan kiri menuggu situasi aman karena rasa rindu nya terhadap kekasihnya itu rasanya sudah tak bisa di bendung lagi.
Eliza mulai menghampiri Julian dan tersenyum bahagia ke arahnya.
__ADS_1
Julian mulai meraih tubuh seksi milik Eliza dan mendudukanya dipangkuannya itu. Rok abu-abu yang di pakai Eliza saat ini sangatlah ketat membuat Julian semakin tak kuat menahan nafsu birahinya.
Di dekat tanaman liar yang tumbih bebas itu menjadi saksi bisu rasa rindu mereka yang sangatlah bernafsu.
Julian mulai memeluk tubuh Eliza dengan erat dipangkuanya seakan-akan setiap hari matanya di uji untuk menahan nafsu ini namun untuk hari ini Julian bisa merasakanya dan menikmatinya setiap setuhan jemarinya yang membuat Eliza bergeliat.
"Sayang aku kangen banget...."ucap Julian dengan terus memeluk tubuh kekasihnya itu dengan seerat mungkin.
"Iya aku juga..." jawab Eliza dengan bahagia dan sedikit menahan desahanya wakau hanya sentuhan membuatnya bagai candu.
"Boleh kan minta ini...." ucap Julian sembari menyentuh bibir Eliza dengan nakal karena hampir satu bulan Jukian menahanya.
Eliza hanya tersenyum liar dan menganguk.
Julian mulai menyentuh bibir chery milik Eliza dengan bibir ranum milknya satu kecupan dua kecupan dan setelahnya mereka melakukan ciuman yang begitu liar serasa nafsu mereka sedang bergejolak hebat.
Ketika hampir sepuluh menit lamanya Eliza muali melepas ciuman itu karena Dia takut akan ada yang mengintip mereka.
"Cukup nanti kita lanjutin kapan-kapan ya..." ucap Eliza sembari melepas ciuman itu namun dengan langkah mengoda.
"Oh oke kamu nantangin ya....?" jawab Julian justru semakin nakal dengan tingkah Eliza yang tampak mengodanya.
"Gak gitu takut ketahuan aja sayang ..." ucap Eliza dengan nengusap sisaan darah di bibir Julian.
Julian mulai merapikan kemblai tempat duduk itu sembari merapikan dasi yang tampak menyamping itu.
"Iya El karena kita masih nutupi hubungan inike semua " jawab Julian dengan mengangkat alis matanya.
"Iya tapi kan lebih baik begitu Jul daripada ada yang gak suka kaya dulu..." jelas Eliza dengan menunjukan pipi chubynya yang membuat Julian semakin gemas.
"Iya sayang" jawab Julian dengan tersenyum.
"O iya besok berangkatnya sama pulang bareng aku aja gimana aku jadi ojek gratis kamu deh..?" tambah Julian lagi menawarkan usulanya sl
"Setuju sih asal jangan hari sabtu aja ada mama takut di omelin" jawab Eliza mwrasa tak keberatan Justru bahagia namun perihal mamanya jadi permasalahanya.
''Oh siap sayangku" ucap Julian dengan mengangakt tangan seperti orang hormat ke arah Eliza.
Tettt tettt teettt
Bel masuk berbunyi julian mulai menyuruh Eliza untuk segera berjalan terlebih dahulu ke kelas agar lebih aman walau waktu lima belas menit itu baginya bagai satu menit rasanya.
"Sayang kamu duluan gih biar gak ada yang lihat" ucap Julian memberi intruksi ke arah Eliza sembari menatap Eliza dengan tatapan mendalam.
"Oh iya makasih ya Jul buat hari ini..." jawab Eliza dengan menyetuh rambut hitam milik Julian dengan posisi berdiri yang mebuat Julian justru semakim bernafsu.
"Sama-sama" ucap Julian sembari memasukan kedua telapak tanganya ke dalam saku celana seragamnya.
Setelah mengetahui Eliza mulai berjalan ke kelas Julian segera berjalan mengekori Eliza dari belakang namun dengan gaya berpura-pura membawa buku catatan rumus milik guru kimia itu.
__ADS_1
Pelajaran kembali dimulai seperti biasa kelas tampak ramai saat guru belum datang.
Sedang ketiga teman Eliza tampak menunjukan tatapan penasaranya terhadap kedatangan Eliza yang begitu lama di luar kelas yang menimbulkan tanda tanya.
"El lo habis ketemu cowok ya...?" tanya Intan dengan mengangkat alis matanya dengan tersenyum.
"Gak kok" jawab Eliza sembari duduk dan membenarkan posisi duduknya walau itu hanya untuk basa-basi semata.
Intan tampak tak percaya dengan ucapan Eliza Dia berusah mendekati tubuh Eliza.
"Bohong deh aku kaya kenal ini parfume cowok tau" jawab Intan dengan mengendus-endus aroma tubuh Eliza sedang Fitri dan Devi mulai ikutan kepo.
"Kayaknya iya deh coba aku cium..."Devi mulai keluar dari bangkunya dan mencium baju srragam milik Eliza.
"Serius coba cium deh" tambah Devi lagi ke arah Fitri.
"Hayo Eliza..." goda Fitri yang mulai kepo dengan Eliza.
"Gak apaan sih" Eliza berusaham menghindar dari Fitri dan berusaha mengibas-ibaskan baju seragamnya karena memang benar bau parfume milik Julian menempel di seragamnya.
Sedabg Julian tampak senyum-senyum sendiri dibangku yang ditempatinya bersama Andre sembari membuka buju Kimia untuk pelajaran hari ini.
Suasana kelas kembali gaduh sebelum guru berkacamata itu datang yang membawa buku rumus tebal seperti biasanya.
"Selamat siang anak-anak" ucap Bu Gina guru Kimia paling gemuk di sekolah ini dengan baju yang seragam yang tampak tak muat dengan lipatan lemak di tubuhnya itu.
"Siang buk" jawab seluruh siswa serentak
"Oke hari ini bisa kita mulai kemabali pelajaran kimia tentang rumus unsur gas mentana yang sudah kita bahas sebelumnya " jelas Bu Gina sembari membuka lembaran buku paket yang tebal itu yang membuat semua siswa tak nafsu mempelajarinya.
Eliza begitu bahagia kecupan dari Julian itu serasa selalu membekas di bibirnya hingga Ia engan mengusap bibir itu.
"El lo kenapa sih senyum-senyum sendiri..?" tanya Intan dengan serius dan semakin penasaran tentunya dengan Eliza.
"Apa gak ada apa-apa kok"jawab Eliza berusaha menujukan wajah datarnya.
"Bohong hayo lagi mikirin siapa" cibir Devi dari arah depan.
"Tolong bisa lebih serius untuk siswa yang duduk di baris dua dari depan."ucap Bu gina mengarah ke arah Eliza dan Intan yang tampak sangar dengan kata-katanya hingga membuat Eliza dan Intan diam bagai patung.
"Huuu" sorak seluruh siswa yang membuat Eliza tampak ngeri-ngeri sedap.
Julian hanya tersenyum menangapi kelakuan kekasihnya saat ini ya Dia tak menyangkal ini semua akibat kesalahanya telah mencumbui pacarnya yang belum tuntas itu.
"Woy serius men...." ucap Ardan menyengol bahu Julian sembari berbisik.
"Yoi..." jawab Julian degan kembali mencoba fokus untuk pelajaran kali ini.
Dan kegiatan belajar mulai di lanjutkan seperti biasanya.
__ADS_1