Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 24 : Dendam Dalam Cinta


__ADS_3

Julian pov


At 16.00 pm


Aku pulang sekolah langsung masuk rumah tak ada salam dariku aku langsung menuju kamar


"Siallll """umpatku kesal saat aku harus di scros dua hari


Kubanting tas hitam pekatku sembari mengijak bebarapa buku yang masih berserakan di bawah lantai


Terasa beratnya amarahku kali ini


''Akan ku buat perhitungan lagi sana cowok sialan itu "


Kulihat pantulan wajahku dicermin begitu mengelikan jika aku harus merelakan El demi pecundang itu


Kulihat layar ponselku yang penuh pesan dari Eliza


Ingin rasanya aku bertemu dengannya tapi hatiku sekarang masih marah juga kecewa, aku benar benar menjadi gila hanya karenanya


Dreettt ..


Tiba tiba Eliza menelponku lagi


Ingin rasanya aku angkat


Namun percuma aku akan tetap marah


Kenapa sih El gak lelah buat menghubungiku batin ku dalam hati


Dan mama mergokin aku yang sedang marah-marah gak jelas


"Kamu kenapa sih kak kok marah-marah sendiri dikamar" tanya mama yang langsung menghampiriku  ke kamar


"Gak papa'' kujawab singkat


"Kok mukanya lebam kaya gitu kenapa sih" tanya mama aku sekali lagi yang terlihat kawatir


"Aku gak papa ma ini tadi cuma berantem biasa aku mau pergi bentar "


Ku jawab dengan sangat tak sopanya dan beranjak meninggalkan mama di kamar


Karena berasa suntuknya hati aku kali ini


"Kakak tunggu dulu makan dulu mama udah siapin tu makan siang buat kamu "


Tak aku jawab teriakan mama dan aku terus berjalan keluar rasanya aku tak sangup jika harus di kamar terus kuputusin nongkrong dengan teman SMP ku dulu,Raja buat cari udara segar istilahnya


Dan tidak mukin aku ke rumah ke tiga sohib ku yang ada aku di ejek mentah- mentah oleh mereka


Segera aku keluar rumah dan nyalain motor ninja hitam yang setia mememaniku


Aku rasanya benar-benar suntuk di rumah semua masalah rasanya tak hilang justru bertambah


Dan masih terdengar teriakan mama yang mengkawatirkan  aku


Setelah berada jauh dari rumah aku hubungin Raka untuk ku ajak nongkrong ke kafe yang biasa dulu aku singagahi bersama Dia dan kawan-kawanku dulu


Setelah dia mengiyakan aku segera tancap gas dan menuju ke kafe


Aku kendarai motor ku dengan kecepatan tinggi


Serasa beban di otakku sedikit reda


Setelah sampai Raka sudah menunggu ku di depan kafe aku segera rurun dan menghampirinya


"Halo brow lama gak bertemu" ucapku ke dia sambil menyegol bahu nya  layaknya orang yang lama tak bertemu

__ADS_1


Karena aku sudah hampir setengah tahunan tak bertemu dengan kawanku ini karena kita beda sekolah juga sibuk dengan urusan masing-masing


"Tumben lo Jul ngajakin gue keluar dan kenapa dengan  muka lo itu" tanyanya ke aku yang sedikit meledek sambil menujuk ke arah muka aku


"Namanya anak keren ya gini suka bikin ulah suntuk gue men dirumah terus"


Jawabku ke dia sambil berjalan masuk ke kafe


Dan selanjutinya kita masuk ke dalam


Dan mencari tempat duduk


Dan kita memilih duduk dipojok yang terlihat sepi


"O iya aku ajak Ingit juga lo Jul"


Ucapnya memberitahuku sambil melihat lihat daftar menu


"Oh serius bagus lah biar lebih seru lagi "


"Iyalah kan secara kita lama gak bertemu" ucapnya sambil nyodorkan sebungkus rokok


Aku tersenyum sinis


"Eh lo mending simpen aja tu candu" ucapku dengan sedikt bercanda


"Yaelah kuper lu Jul "


Ledeknya dia ke aku


"Serah " jawabku pasrah


Dan tak berapa lama Inggit datang


"Woi broww " teriaknya sembari menghampiriku dan Raka


Raka mempersilahkan dia duduk


Betapa aku rindunya dengan suasana kaya gini umpatku dalam hati


Sambil menikmati stek kentang dan segelas coklat panas kita bercengkrama membahas perihal kekonyolan dulu


"O iya gue nginep dong dirumah lu besok gue libur" ucapku ke Raka dan dia menyetujuinya


"Okeh siap rumah gue terbuka lebar buat lo Jul " jawabnya yang membuat hatiku tenang


Aku sengajain gak pulang kerumah karena aku ingin merasakan suasana baru


Dan tak terasa kita di kafe sampai larut malam serasa masih kurang pertemuan kali ini


Dret...


"Apaan sih" umpatku kesal aku coba lihat ponselku dan membuka pesan darinya


Dan isinya menanyai kabarku terus


Seketika aku maatiin ponselku dan bergegas kerumah Raka kuhiraukan semua pesan darinya


"Maaf El aku pengn jeda saat ini"


Eliza pov


Aku saat ini sedang kawatir Jul sama kamu tapi kenapa itu tak membuat hatimu bergeming sedikitpun.


Kucoba terus menelfonya sampai selarut ini kucoba  membuka jendela kamar yang berukuran sedang kuhirup  udara malam yang sejenak menenang kan hati aku


Terasa dingin sejuk namun menenangkan

__ADS_1


Jangan terus diami aku Jul


Aku tak pernah menduakan kamu


Masalah Rehan aku merasa hanya sedikit terjebak, akupun tak yakin akan perasaanya ke aku yang mukin ku tau ini semua ada hubunganya dengan Dea


Jul kumohon kamu melihat aku yang sebenarnya bukan seperti topeng mainan ini


Aku kembali membuka kalung kaca yang yang tak pernah aku pakai sekarang


Ku lihat untain yang sekarang sedikit berbeda aku jadi teringat kamu ka


Bagaimana kabarmu sekarang


Aku sekarang seperti terjebak sendiri di dalam percinta ini


Ku coba menghentingkan renunganku yang cuma membuat pikiranku down dan aku kembali ke ranjang


Sambil kupeluk guling yang selama ini menjadi temanku dalam tidur dan aku mencoba memejamkan mata


Drettt....


Ponselku berbunyi segera ku tengok lagi aku berharap penuh itu dari Julian


Dan betapa aku terkejutnya ternyata dari kak Rehan


Apalagi kali ini batinku


Aku mencoba menghiraukan dan ku matikan ponselku namun sebelum itu dia mengirim pesan berisi bujukan yang membuatku sedikit kesal


"Dapet no aku dari mana coba" umpatku sambil mengerutu


Dea pov


Begitu terniang-niang perkatan Fitri tadi yang memberikan info rentang El dan keributan disekolah tadi yang ada Rehan ikut berperan


Awalnya dulu aku begitu percaya El dengan kamu begitu terasa indah pertemanan kita waktu itu


Tapi sekarang kamu sebanding dengan sampah,yang tak ada artinya lagi bagiku


Yang dengan gampangnya waktu itu  kamu merebut sesuatu hal yang aku cintai


Dan begitu rumitnya kejadian hari ini saat aku tau Rehab mencoba mendekati Eliza dan lebih kagetnya lagi Julian juga berperan didalam Drama ini


Saat melihat kalian berantem betapa sakitnya hati aku kamu diperebutkan dengan dua orang Eliza,dendamku semakin menjadi kali ini


Aku tsrtawa dengan sedikit mengeretakan gigi aku


Betapa mengerikan jika aku tak ambil bagian di dalam semua dendam ini


"Gue sekarang akan bikin perhitungan dengan lo,Eliza karena beraninya lo mainin hati Rehan dan lo seakan mengajak keributan yang dulu muncul kembali "ucapku dengan bersemangat sambil kumainkan arah anak panah di miniatur deket nakas tempat tidurku


"Kali ini gue akan jebak lo dan Julian juga Rehan


Siapin aja mental kalian bertiga "ucapku dengan penuh dendam


Aku telah kalah akan kisah cintaku yang bertepuk sebelah tangan dengan Rehan dan aku akan menuntaskan ssmuanya kali ini


Betapa bodoh nya kamu El sekarang terjebak dalam dendam ku yang rumit ini


Seketika aku tertawa sinis sambil ku geser kembali anak panah nya .


Betapa jahatnya aku kali ini


****


Next👍😅

__ADS_1


__ADS_2