
Julian pov
At 16.00 pm
Aku pulang sekolah langsung masuk rumah tak ada salam dariku aku langsung menuju kamar
"Siallll """umpatku kesal saat aku harus di scros dua hari
Kubanting tas hitam pekatku sembari mengijak bebarapa buku yang masih berserakan di bawah lantai
Terasa beratnya amarahku kali ini
''Akan ku buat perhitungan lagi sana cowok sialan itu "
Kulihat pantulan wajahku dicermin begitu mengelikan jika aku harus merelakan El demi pecundang itu
Kulihat layar ponselku yang penuh pesan dari Eliza
Ingin rasanya aku bertemu dengannya tapi hatiku sekarang masih marah juga kecewa, aku benar benar menjadi gila hanya karenanya
Dreettt ..
Tiba tiba Eliza menelponku lagi
Ingin rasanya aku angkat
Namun percuma aku akan tetap marah
Kenapa sih El gak lelah buat menghubungiku batin ku dalam hati
Dan mama mergokin aku yang sedang marah-marah gak jelas
"Kamu kenapa sih kak kok marah-marah sendiri dikamar" tanya mama yang langsung menghampiriku ke kamar
"Gak papa'' kujawab singkat
"Kok mukanya lebam kaya gitu kenapa sih" tanya mama aku sekali lagi yang terlihat kawatir
"Aku gak papa ma ini tadi cuma berantem biasa aku mau pergi bentar "
Ku jawab dengan sangat tak sopanya dan beranjak meninggalkan mama di kamar
Karena berasa suntuknya hati aku kali ini
"Kakak tunggu dulu makan dulu mama udah siapin tu makan siang buat kamu "
Tak aku jawab teriakan mama dan aku terus berjalan keluar rasanya aku tak sangup jika harus di kamar terus kuputusin nongkrong dengan teman SMP ku dulu,Raja buat cari udara segar istilahnya
Dan tidak mukin aku ke rumah ke tiga sohib ku yang ada aku di ejek mentah- mentah oleh mereka
Segera aku keluar rumah dan nyalain motor ninja hitam yang setia mememaniku
Aku rasanya benar-benar suntuk di rumah semua masalah rasanya tak hilang justru bertambah
Dan masih terdengar teriakan mama yang mengkawatirkan aku
Setelah berada jauh dari rumah aku hubungin Raka untuk ku ajak nongkrong ke kafe yang biasa dulu aku singagahi bersama Dia dan kawan-kawanku dulu
Setelah dia mengiyakan aku segera tancap gas dan menuju ke kafe
Aku kendarai motor ku dengan kecepatan tinggi
Serasa beban di otakku sedikit reda
Setelah sampai Raka sudah menunggu ku di depan kafe aku segera rurun dan menghampirinya
"Halo brow lama gak bertemu" ucapku ke dia sambil menyegol bahu nya layaknya orang yang lama tak bertemu
__ADS_1
Karena aku sudah hampir setengah tahunan tak bertemu dengan kawanku ini karena kita beda sekolah juga sibuk dengan urusan masing-masing
"Tumben lo Jul ngajakin gue keluar dan kenapa dengan muka lo itu" tanyanya ke aku yang sedikit meledek sambil menujuk ke arah muka aku
"Namanya anak keren ya gini suka bikin ulah suntuk gue men dirumah terus"
Jawabku ke dia sambil berjalan masuk ke kafe
Dan selanjutinya kita masuk ke dalam
Dan mencari tempat duduk
Dan kita memilih duduk dipojok yang terlihat sepi
"O iya aku ajak Ingit juga lo Jul"
Ucapnya memberitahuku sambil melihat lihat daftar menu
"Oh serius bagus lah biar lebih seru lagi "
"Iyalah kan secara kita lama gak bertemu" ucapnya sambil nyodorkan sebungkus rokok
Aku tersenyum sinis
"Eh lo mending simpen aja tu candu" ucapku dengan sedikt bercanda
"Yaelah kuper lu Jul "
Ledeknya dia ke aku
"Serah " jawabku pasrah
Dan tak berapa lama Inggit datang
"Woi broww " teriaknya sembari menghampiriku dan Raka
Raka mempersilahkan dia duduk
Betapa aku rindunya dengan suasana kaya gini umpatku dalam hati
Sambil menikmati stek kentang dan segelas coklat panas kita bercengkrama membahas perihal kekonyolan dulu
"O iya gue nginep dong dirumah lu besok gue libur" ucapku ke Raka dan dia menyetujuinya
"Okeh siap rumah gue terbuka lebar buat lo Jul " jawabnya yang membuat hatiku tenang
Aku sengajain gak pulang kerumah karena aku ingin merasakan suasana baru
Dan tak terasa kita di kafe sampai larut malam serasa masih kurang pertemuan kali ini
Dret...
"Apaan sih" umpatku kesal aku coba lihat ponselku dan membuka pesan darinya
Dan isinya menanyai kabarku terus
Seketika aku maatiin ponselku dan bergegas kerumah Raka kuhiraukan semua pesan darinya
"Maaf El aku pengn jeda saat ini"
Eliza pov
Aku saat ini sedang kawatir Jul sama kamu tapi kenapa itu tak membuat hatimu bergeming sedikitpun.
Kucoba terus menelfonya sampai selarut ini kucoba membuka jendela kamar yang berukuran sedang kuhirup udara malam yang sejenak menenang kan hati aku
Terasa dingin sejuk namun menenangkan
__ADS_1
Jangan terus diami aku Jul
Aku tak pernah menduakan kamu
Masalah Rehan aku merasa hanya sedikit terjebak, akupun tak yakin akan perasaanya ke aku yang mukin ku tau ini semua ada hubunganya dengan Dea
Jul kumohon kamu melihat aku yang sebenarnya bukan seperti topeng mainan ini
Aku kembali membuka kalung kaca yang yang tak pernah aku pakai sekarang
Ku lihat untain yang sekarang sedikit berbeda aku jadi teringat kamu ka
Bagaimana kabarmu sekarang
Aku sekarang seperti terjebak sendiri di dalam percinta ini
Ku coba menghentingkan renunganku yang cuma membuat pikiranku down dan aku kembali ke ranjang
Sambil kupeluk guling yang selama ini menjadi temanku dalam tidur dan aku mencoba memejamkan mata
Drettt....
Ponselku berbunyi segera ku tengok lagi aku berharap penuh itu dari Julian
Dan betapa aku terkejutnya ternyata dari kak Rehan
Apalagi kali ini batinku
Aku mencoba menghiraukan dan ku matikan ponselku namun sebelum itu dia mengirim pesan berisi bujukan yang membuatku sedikit kesal
"Dapet no aku dari mana coba" umpatku sambil mengerutu
Dea pov
Begitu terniang-niang perkatan Fitri tadi yang memberikan info rentang El dan keributan disekolah tadi yang ada Rehan ikut berperan
Awalnya dulu aku begitu percaya El dengan kamu begitu terasa indah pertemanan kita waktu itu
Tapi sekarang kamu sebanding dengan sampah,yang tak ada artinya lagi bagiku
Yang dengan gampangnya waktu itu kamu merebut sesuatu hal yang aku cintai
Dan begitu rumitnya kejadian hari ini saat aku tau Rehab mencoba mendekati Eliza dan lebih kagetnya lagi Julian juga berperan didalam Drama ini
Saat melihat kalian berantem betapa sakitnya hati aku kamu diperebutkan dengan dua orang Eliza,dendamku semakin menjadi kali ini
Aku tsrtawa dengan sedikit mengeretakan gigi aku
Betapa mengerikan jika aku tak ambil bagian di dalam semua dendam ini
"Gue sekarang akan bikin perhitungan dengan lo,Eliza karena beraninya lo mainin hati Rehan dan lo seakan mengajak keributan yang dulu muncul kembali "ucapku dengan bersemangat sambil kumainkan arah anak panah di miniatur deket nakas tempat tidurku
"Kali ini gue akan jebak lo dan Julian juga Rehan
Siapin aja mental kalian bertiga "ucapku dengan penuh dendam
Aku telah kalah akan kisah cintaku yang bertepuk sebelah tangan dengan Rehan dan aku akan menuntaskan ssmuanya kali ini
Betapa bodoh nya kamu El sekarang terjebak dalam dendam ku yang rumit ini
Seketika aku tertawa sinis sambil ku geser kembali anak panah nya .
Betapa jahatnya aku kali ini
****
Next👍😅
__ADS_1