Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 18 : Falling Love.


__ADS_3

Julian pov


Kesal rasanya saat Eliza menolak ajakan dariku dan lebih mengutamakan sahabatnya, padahal ingin rasanya belajar bareng sama dia


Sampai di rumah sehabis nongkrong langsung ku rebahan di kasur aku coba mengirim pesan ke dia namun tak pernah dia respon


"Sepenting apa sih mereka ketimbang aku" gumanku dengan kesal


Aku coba mengambil ponselku dan menghubunginya, namun masih sama dia tak merespon


"Kemana sih Eliza" umpatku dengan wajah murah


Karena tak kunjung dia balas pesanku aku putuskan sejenak untuk tidur


*


Saat Azan mahrib tiba aku terbangun dari tidur nyenyakku,


"Huftdd..." dehamku sembari membuka mata


Rasa kantuk ternyata benar-benar membuatku tidur kali ini


Segera aku bangun dan turun ke bawah untuk makan karena cacing di perutku sudah berteriak minta di isi


Sampai meja makan ternyata sudah siap beberapa makanan yang sudah di siapin mama


"Ada sate juga opor ayam mukin mama lagi dapet orderan banyak jadi masaknya lumayan waow" gumanku dalam hati


Segera aku mengambil piring dan makan


Selesai makan aku beranjak nonton tv yang disana sudah ada papa sama mama yang lagi ngobrol santai


"Gimana Jul sekolah kamu...??' tanya papa mengawali obrolan


"Ya biasa sih pa" jawabku singkat dan sedikit lesu


'"Di tingkatkan tu nilainya biar bisa masuk PTN kak" tambah mama


"Iya mamiku sayang pasti" jawabku sambil ngasih senyum yang lebar


"Ni mama serius lho kak jangan diremehin..!!!!!" jawab mama yang terdengar sedikit kesal


"Tau tu kakak" sela adek ku yang kepo


"Iya mama udah ah aku mau belajar" ucapku menyudahi obrolan sembari berjalan ke atas


"Eh ni anak di bilangin malah pergi ya" teriak mama ku yang masih kedengeran


"Ya kan kakak lagi punya gebetan ma wajar kalo sifatnya yang sekarang berubah" ledek adekku yang pas banget dengan isi hatiku saat ini


"Mukin mama sama ayah menanggapi ucapan adekku namun biarlah" dehamku dalam hati


Lagi sebel ditambah dinasehatin rasanya kesebelanku memuncak


Aku coba mengecek ponsel lagi dan ternyata dia baru online


Langsung senyum dong aku


Sampai cicak pun ikutan senyum


"Huftt dasar bikin kesel aja" kesalku ke ponsel yang gak peka


Ku coba tak merespon panggilan darinya biar dia tau rasanya dicuekin


"Yaelah baper amat gue" umpatku dalam hati


Dan aku berencana pura-pura marah biar dia lebih care sama aku


Aku sengaja chatingan sama si tiga curut biar si Eliza tambah sebel dan di kiranya aku chatingan sama yang lain

__ADS_1


Wakakakkakak


"Aku makin gila ya gara-gara dia" umpatku girang dalam hati


Dan aku baru inget tugas matematika yang sebejibun belum aku kerjakan


Aku langsung cus ngerjain tak lupa ponselku aku matikan agar dia tambah kawatir


"Jahat banget ya" gumanku dalam hati sembari senyum


Aku mengerjakan dengan sanggat serius tak lupa pikiranku aku kosongin dan aku isi dengan terus fokus


Tapi dia terus terbayang diotakku dan selalu bersarang dihatiku


Dan sampai aku selesai ngerjain pr dia terus menghubungiku


Aku seneng dong dia peduli namun tak aku respon dan justru aku tinggal tidur


                              ###


Eliza pov


Setelah sampai dikamar langsung aku buru-buru membuka paket dan ternyata dari Julian


Seketika aku langsung merasa kawatir soal sikap Julian tadi dan segera aku cari ponselku dan mencoba menghubunginya


Dan ternyata dia mengirip pesan yang lumayan banyak juga pangilan tak terjawab lima kali


Aku merasa bersalah telah menghiraukan pesan darinya


Dan aku langsung membalas semua pesanya dan mencoba menelpone balik, aku coba beberapa kali namun tak diangkat olehnya rasa kawatir terus menghampiriku kini


Sambil menunggu respon dari dia aku coba membuka amplop berwarna silver yang di kaitkan di pita bungga tadi yang diatasanya tertera nama Julian Dokta


Rasa bahgia langsung menghampiriku lagi


Aku baca dan aku dalami maknanya 


Rasanya aku benar-bener mencintainya tak sabar pengen hari cepat esok untuk bisa bertemu lagi


'Rasa kangen terus menghampiriku


Semoga penantianku berujung padamu


Rindu kupun seberat beban seratus kilo


Kamu pun tak kan kuat menanggunya El


padahal hari ini hari jadian kita


Tak ada yang sepesial selain pertemuan juga obrolan kita


Semoga cintakupun bisa melengkapi


Indahnya hari harimu juga bahagiamu


Dan menambah semangat di hidupmu


Dan awanpun tak sagup melihat kita bahagia


Maka pergilah dia dan tergantikan dengan matahari


Yang menerangi hari hari mu bukan mengelapi hatimu


Ibarat bunga kamu melati bukan mawar karena kamu putih juga bersih sebersih hatimu


Ibarat pohon kamu itu daunya karena tanpa daun pohon tak terlengkapi


Seperti aku tanpa kamu hidupku tak terlengkapi

__ADS_1


Salam sayang Julian Dokta😘"


Yang aku tahu dia membuatnya sediri namun ku akui bagus juga tak terlihat jelek walaupun kurang sempurna


Begitu romantisnya kamu Jul ...


Pengibaratan apa lagi yang pas untuk melukiskan tentang kehebatan dirimu


Bibirku pun sampai tak bisa berkata


-kata lagi untuk merangkai tentang kamu


Kamu benar-benar membuat bom di hati aku yang setiap saat bisa meledak .


Karena hatiku benar-benar meletup-letup setiap menggingat hal yang itu tentang kamu


Aku mencoba menghubunginya terus sampai panggilan mama aku hiraukan


Julian jangan marah maafin aku*


Ku kirim pesan demikian berkali-kali namun tak dibalas olehnya


Maafin aku Jul...


Tak berapa lama ponselku bergetar dan aku berharap penuh Julian merespon pesan juga panggilanku segera aku ambil namun sayang ternyata dari temanku yang lain


Rasa kecewa menghampiriku


''Huft.... kukira dari kamu Jul" umpatku kesal dalam hati


Aku terus menunggu balasan dari dia aku terus menghidupkan data dan tertera dia cuma ngeride pesan dariku


Aku semakin sedih juga takut dia marah sungguhan terhadapku


Aku mencoba menghububginya via suara namun juga nihil dia tak merespon


Aku segera membereskan buku untuk pelajaran besok


Wajahku yang tadi sumringah sekarang sedikit mlempem😪


Ternyata tugasku juga banyak dan aku  segera menyelesaikan


Tak terasa pukul 23.00 aku baru selesai mengerjakanya


Mataku sudah teramat berat serasa menangung beban seratus ton


Kuputuskan untuk tidur tak lupa aku mengecek ponsel lagi dan ternyata masih sama


"Apa kah dia marah beneran ya" umpatku dalam hati


Aku ngelamun sembari melihat bunga mawar yang dibungkus rapi yang diberi julian tadi


"Eliza mama mau masuk"


Dan tiba-tiba mama masuk ke kamar dan mengejutkanku


"Kok belum tidur ma...??" tanyaku ke mama yang diam tak menjawab pertanyanku


"Kamu tadi masak apa kok ada banyak sampah" tanya mama langsung ke aku


Aku jelaskan semua hal yang ku lakukan bersama sahabatku tadi


Dan mama mengerti namun juga memperingatiku untuk gak makan sembarangan


Setelah itu mama keluar dan menyuruhku segera tidur


Aku segera cuci muka dan tidur


                             ******

__ADS_1


__ADS_2