
Julian pov
Kesal rasanya saat Eliza menolak ajakan dariku dan lebih mengutamakan sahabatnya, padahal ingin rasanya belajar bareng sama dia
Sampai di rumah sehabis nongkrong langsung ku rebahan di kasur aku coba mengirim pesan ke dia namun tak pernah dia respon
"Sepenting apa sih mereka ketimbang aku" gumanku dengan kesal
Aku coba mengambil ponselku dan menghubunginya, namun masih sama dia tak merespon
"Kemana sih Eliza" umpatku dengan wajah murah
Karena tak kunjung dia balas pesanku aku putuskan sejenak untuk tidur
*
Saat Azan mahrib tiba aku terbangun dari tidur nyenyakku,
"Huftdd..." dehamku sembari membuka mata
Rasa kantuk ternyata benar-benar membuatku tidur kali ini
Segera aku bangun dan turun ke bawah untuk makan karena cacing di perutku sudah berteriak minta di isi
Sampai meja makan ternyata sudah siap beberapa makanan yang sudah di siapin mama
"Ada sate juga opor ayam mukin mama lagi dapet orderan banyak jadi masaknya lumayan waow" gumanku dalam hati
Segera aku mengambil piring dan makan
Selesai makan aku beranjak nonton tv yang disana sudah ada papa sama mama yang lagi ngobrol santai
"Gimana Jul sekolah kamu...??' tanya papa mengawali obrolan
"Ya biasa sih pa" jawabku singkat dan sedikit lesu
'"Di tingkatkan tu nilainya biar bisa masuk PTN kak" tambah mama
"Iya mamiku sayang pasti" jawabku sambil ngasih senyum yang lebar
"Ni mama serius lho kak jangan diremehin..!!!!!" jawab mama yang terdengar sedikit kesal
"Tau tu kakak" sela adek ku yang kepo
"Iya mama udah ah aku mau belajar" ucapku menyudahi obrolan sembari berjalan ke atas
"Eh ni anak di bilangin malah pergi ya" teriak mama ku yang masih kedengeran
"Ya kan kakak lagi punya gebetan ma wajar kalo sifatnya yang sekarang berubah" ledek adekku yang pas banget dengan isi hatiku saat ini
"Mukin mama sama ayah menanggapi ucapan adekku namun biarlah" dehamku dalam hati
Lagi sebel ditambah dinasehatin rasanya kesebelanku memuncak
Aku coba mengecek ponsel lagi dan ternyata dia baru online
Langsung senyum dong aku
Sampai cicak pun ikutan senyum
"Huftt dasar bikin kesel aja" kesalku ke ponsel yang gak peka
Ku coba tak merespon panggilan darinya biar dia tau rasanya dicuekin
"Yaelah baper amat gue" umpatku dalam hati
Dan aku berencana pura-pura marah biar dia lebih care sama aku
Aku sengaja chatingan sama si tiga curut biar si Eliza tambah sebel dan di kiranya aku chatingan sama yang lain
__ADS_1
Wakakakkakak
"Aku makin gila ya gara-gara dia" umpatku girang dalam hati
Dan aku baru inget tugas matematika yang sebejibun belum aku kerjakan
Aku langsung cus ngerjain tak lupa ponselku aku matikan agar dia tambah kawatir
"Jahat banget ya" gumanku dalam hati sembari senyum
Aku mengerjakan dengan sanggat serius tak lupa pikiranku aku kosongin dan aku isi dengan terus fokus
Tapi dia terus terbayang diotakku dan selalu bersarang dihatiku
Dan sampai aku selesai ngerjain pr dia terus menghubungiku
Aku seneng dong dia peduli namun tak aku respon dan justru aku tinggal tidur
###
Eliza pov
Setelah sampai dikamar langsung aku buru-buru membuka paket dan ternyata dari Julian
Seketika aku langsung merasa kawatir soal sikap Julian tadi dan segera aku cari ponselku dan mencoba menghubunginya
Dan ternyata dia mengirip pesan yang lumayan banyak juga pangilan tak terjawab lima kali
Aku merasa bersalah telah menghiraukan pesan darinya
Dan aku langsung membalas semua pesanya dan mencoba menelpone balik, aku coba beberapa kali namun tak diangkat olehnya rasa kawatir terus menghampiriku kini
Sambil menunggu respon dari dia aku coba membuka amplop berwarna silver yang di kaitkan di pita bungga tadi yang diatasanya tertera nama Julian Dokta
Rasa bahgia langsung menghampiriku lagi
Aku baca dan aku dalami maknanya
Rasanya aku benar-bener mencintainya tak sabar pengen hari cepat esok untuk bisa bertemu lagi
'Rasa kangen terus menghampiriku
Semoga penantianku berujung padamu
Rindu kupun seberat beban seratus kilo
Kamu pun tak kan kuat menanggunya El
padahal hari ini hari jadian kita
Tak ada yang sepesial selain pertemuan juga obrolan kita
Semoga cintakupun bisa melengkapi
Indahnya hari harimu juga bahagiamu
Dan menambah semangat di hidupmu
Dan awanpun tak sagup melihat kita bahagia
Maka pergilah dia dan tergantikan dengan matahari
Yang menerangi hari hari mu bukan mengelapi hatimu
Ibarat bunga kamu melati bukan mawar karena kamu putih juga bersih sebersih hatimu
Ibarat pohon kamu itu daunya karena tanpa daun pohon tak terlengkapi
Seperti aku tanpa kamu hidupku tak terlengkapi
__ADS_1
Salam sayang Julian Dokta😘"
Yang aku tahu dia membuatnya sediri namun ku akui bagus juga tak terlihat jelek walaupun kurang sempurna
Begitu romantisnya kamu Jul ...
Pengibaratan apa lagi yang pas untuk melukiskan tentang kehebatan dirimu
Bibirku pun sampai tak bisa berkata
-kata lagi untuk merangkai tentang kamu
Kamu benar-benar membuat bom di hati aku yang setiap saat bisa meledak .
Karena hatiku benar-benar meletup-letup setiap menggingat hal yang itu tentang kamu
Aku mencoba menghubunginya terus sampai panggilan mama aku hiraukan
Julian jangan marah maafin aku*
Ku kirim pesan demikian berkali-kali namun tak dibalas olehnya
Maafin aku Jul...
Tak berapa lama ponselku bergetar dan aku berharap penuh Julian merespon pesan juga panggilanku segera aku ambil namun sayang ternyata dari temanku yang lain
Rasa kecewa menghampiriku
''Huft.... kukira dari kamu Jul" umpatku kesal dalam hati
Aku terus menunggu balasan dari dia aku terus menghidupkan data dan tertera dia cuma ngeride pesan dariku
Aku semakin sedih juga takut dia marah sungguhan terhadapku
Aku mencoba menghububginya via suara namun juga nihil dia tak merespon
Aku segera membereskan buku untuk pelajaran besok
Wajahku yang tadi sumringah sekarang sedikit mlempem😪
Ternyata tugasku juga banyak dan aku segera menyelesaikan
Tak terasa pukul 23.00 aku baru selesai mengerjakanya
Mataku sudah teramat berat serasa menangung beban seratus ton
Kuputuskan untuk tidur tak lupa aku mengecek ponsel lagi dan ternyata masih sama
"Apa kah dia marah beneran ya" umpatku dalam hati
Aku ngelamun sembari melihat bunga mawar yang dibungkus rapi yang diberi julian tadi
"Eliza mama mau masuk"
Dan tiba-tiba mama masuk ke kamar dan mengejutkanku
"Kok belum tidur ma...??" tanyaku ke mama yang diam tak menjawab pertanyanku
"Kamu tadi masak apa kok ada banyak sampah" tanya mama langsung ke aku
Aku jelaskan semua hal yang ku lakukan bersama sahabatku tadi
Dan mama mengerti namun juga memperingatiku untuk gak makan sembarangan
Setelah itu mama keluar dan menyuruhku segera tidur
Aku segera cuci muka dan tidur
******
__ADS_1