Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 58 : Keraguan yang muncul .


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul tiga sore aku dan Vey masih menunggu Rena yang belum menyelesaikan tugas dari wali kelas karena dia sekertaris banyak tugas yang harus diselesaikan.


Di kelas terasa sepi dan senyap yang tersisa hanya kita bertiga karena semua siswa sudah pulang pukul dua siang tadi.


"El mending lo duluan aja biar gue yang boncengin Rena" ucap Vey ke aku yang mungkin mengetahui aku menunggu terlalu lama.


"Udah gak papa barengan aja lagian juga belum sore banget' jawabku menolak perintahanya.


Setelah itu kita saling terdiam dan Vey tak henti-hentinya menyuruh Rena untuk segera menyelesaiakn tugas sekertaris yang saat ini harus segera terkumpul di meja wali kelas.


"Lo buruaan napa Ren udah satu jam lo nunggu kamu" ucap Vey ke Rena.


"Iya ini tinggal satu judul doang yang belum selesai" jawab Rena sembari terus menulis di buku tebal itu.


"Udah gak papa Vey kan kita temen masak iya tega ningalin Rena disini sendiri" ucapku sok bijaksana karena aku tentu tak ingin ningalin sahabatku sedirian.


"Iya sih El tapi aku kasian kamu kan rumahnya paling jauh kamu" jawab Rena sambil membalikan kursinya menghadapku.


"Iya sih tapi gak papa kok" jawabku dengan santai.


"Gue kebelet ni anterin gue ke toilet ya El" ucap Vey sedikit membujuku untuk mengantarkan dia ke toilet.


"Oh yaudah yuk sekalian aku cuci muka" jawabku mengiyakan ajakannya.


"Kalo gitu kita ke toilet bentar ya Ren" ucapku pamit ke Rena


"Iya tapi jangan kelamaan lo" jawabnya terdengar kasian.


"Iya-iya" jawab Vey sedikit ketus


Setelah itu aku dan Vey menuju toilet bawah karena toilet atas banyak siswa cowok yang nongkrong tak terkeculi disana pasti ada Julian dan gerombolanya aku tentu tak ingin bertemu dia dulu setelah kejadian kemarin.


"Vey kita ke toilet bawah aja yuk'' ajaku ke Vey


"Serius emang kenapa sih...??" tanya Vey menanyakan alasanku.


"Lo kaya gak tau aja aku kan emang gak suka jadi perhatiian cowok nongkrong" ucapku menjawab alasan aku tak ingin ke toilet atas yang memang lebih dekat.


"Cieee ada Julian kan...??" ucap Vey sedikit mengodaku dan membuat wajahku sedikut merah.


"Apa sih udah yuk buruan...." elaku ke Vey sembari aku menyembunyikan raut wajahku yang memerah dengan berjalan sedikit menunduk.


Setelah itu kita berjalan menuruni anak tangga tak lupa kita sedikit bercengkrama membicarakan perihal tugas yang mulai banyak karena sebentar lagi ujian semester.


Setelah sampai toilet kita segera memilih bilik toilet wanita


"Jangan lama-lama lo vey..." ucap ku ke Vey memperingatkan dia.


"Iya lo tungu aja diluar..." jawabnya sedikit bercanda.


"Iya.."


Aku menunguu Vey di wastafel sekalian aku cuci muka karena wajahku terlihat sedikit berminyak dan berkeringat.


Namun samar-samar aku mendengarkan obrolan dari tembok belakang toilet yang tepat mengarah taman sekolah.

__ADS_1


"Sekarang aku tau Put kalo kamu beneran suka sama Julian dari segala tingkah lakumu sekarang aku tau semuanya..." ucap lelaki yang aku tau itu suara Feri dan aku semakin menjadi penasaran apa benar dia bertengkar dengan Putri.


"Kenapa lo hanya diam...??" ucapnya lagi dengan ketus.


"Lo hancurin semua hubungan kita yang udah lama terjalin hanya karena dia dan lo yang jelas-jelas tau dia punya cewek...??" ucap Feri lagi yang tanpa jawaban sepatah katapun dari Putri.


"Gue gak tau Fer rasa suka ini mulai dari mana" jawab Putri yang membuat dadaku kembali sesak.


"Ya itu karena lo keseringan jalan sama dia" ucap Feri yang terdengar kesal dan membuat rasa kesalku semakin menjadi


"Lo lancang Fer aku sama dia gak pernah ada acara kencan" jawab Putri yang kutahu itu hanya bualan manisnya.


"Lo mau bukti..." ucap Feri dengan angkuh.


"Bukti apaa" jawab Putri sok berdrama.


"Lo tau kan saat Eliza sakit lo sama Julian ada acara kencan ingat baik-baik Put aku ngikutin kamu dari belakang..."


Deg jawaban Feri seoalah-olah menumpahkan dadaku dengan kawah panas.


Hatiku kembali bergetar mendengar pertikaian antara Putri dengan Feri, sekarang aku tau semuanya bahwa benar Putri dengan Julian ada hubungan serius


Suasana hatiku sekarang menjadi ragu akankah aku menerima semua kenyataan ini ucapku bertanya-tanya dalam kebimbangan.


"El.." ucap Vey yang membuatku segera menyelasaikan acara melamunku.


"Iya" jawabku dengan ragu.


"Lo kenpaa sih kok ngelamun" ucap Vey menanyakan alasan aku terlihat berbeda.


"Oh iya kok perasaan aku kaya dengar ada pertengkaran di belakang toilet ya" ucap Vey yang membuatku tak ingin menjawab pertanyaanya.


"Entah lah Vey aku tak mendengarnya" jawabku membual.


"Oh iya sih yaudah kita ke kelas yuk kasian tu sih Rena pasti sedang uji nyali sekarang" ucap Vey yang mukin tau aku sedang ada di suasana hati yang tak baik.


"Iya" jawabku dengan terus memikirkan kejadian tadi.


Setelah itu kita kembali ke kelas aku sedikit memepercepat langkah kakiku


"El tunggu lo kenapa sih kok jadi aneh...??" tanya Vey dengan serius.


"Gak papa aku tiba-tiba teringat sesuatu kalu sore ini aku ada janji sama Aftur" jawabku tanpa sadar.


"Oh lo serius" tanya Vey meyakinkan.


"Iyalah" jawabku dengan berat.


Setelah sampai di kelas aku segera mengambil tas miliku dan berpamitan dengan kedua temanku.


"Vey Ren aku duluan ya soalnya aku ada janji sama Aftur" ucapku ke Vey dan Rena karena aku pasti tak nyaman dengan situasi saat ini.


"Iya El tapi lo hati-hati ya..." ucap Vey dengan raut wajah penuh tanya.


"Iya" jawabku sambil berjalan ke luar kelas.

__ADS_1


Segera aku berjalan menuruni anak tangga dengan cepat dan bergegas menuju parkiran.


"Elizaaa" ucap Julian dari arah belakang namun sedikutpun aku tak menolehnya.


"El tunggu" ucapnya lagi memohon.


Aku tak menghiraukan rasa kecewa dihatiku kini memuncak dan rasa ingin melepaskan Julian berkecambik didalam hatiku.


"Apa sih Jul" ucapku keras ke arahnya dan aku membalikan wajahku ke arahnya.


"Kamu kenapa lagi sih El..?"" ucapnya penuh tanya.


"Aku mau pulang udah jangan ganggu aku lagi...!!" ucapku dengan ketus ke arahnya.


"Buat apa kita lanjutin hubungan kalo lo terus-terusan ngambek kaya gini hah...??" ucap Julian terdengar angkuh dan membuat luka yang mulai mengering serasa terbuka kembali.


"Ya terus mau lo apa hah...??" tanyaku ke Julian dengan lantang.


"Mau gue lo berubah El jangan terus buat kerumitan diantara hubuhgan kita" jawab Julian agar aku tersadar dari bualanya.


"Lo yang bikin semuanya rumit Jul...!!" ucapku dengan pasrah.


"Apa kamu bilang kamu yang harusnya nyadar dengan aku lakuin kemaren sama lo itu buktiin kalo aku benar-benar cuma sayang sama lo..." ucapnya membuat teka-teki sebuah pertanyaan.


"Apa kamu bilang dengan itu kamu mikir Jul dengan kamu lakuin itu semua ke aku justru buat aku tau kamu itu lelaki penuh nafsu dan semua yang kamu lakuin selama ini ke aku cuma nafsu tak ada arti cinta yang sesunguhnya" jawabku dengan rasa kecewa yang mulai keluar mewakili kesenduan hatiku.


"Palk...!!!" dia menampar wajahku kembali.


"Kenapa lo cuma nampar gue terus hah kenapa gak sekalian lo bunuh gue...??" ucapku sembari menyetih pipiku yang terasa panas dan sakit.


"Jaga ucapanmu Eliza jangan gampang- gampang ngomong mati emang lo pikir ada yang mau nangung mayat lo hah...??" ucap Julian yang terdengar seperti seorang ustad dan membuat ku sedikit tertawa walau rasa sakit kini lebih dominan.


"Kalian ini apaa-apaan sih gak malu berantem di dekat sekolah kaya gini...??" ucap Vey yang mengetahui aku sedang berantem dengan Julian.


"Lo juga Jul jangan karena kamu cowok berani nampar Eliza...!!" ucap Rene memperingati Julian dengan tegas.


"Lo pada ngapain sih ini urusanku sama Eliza gak usah ikut campur" ucap Julian yang tak mau digangu


"El mending lo bereng gue aja" ucap Rena sembari menarik tanggan ku.


"Tapi Ren...?" ucapku dengan bimbang.


"Udah kita tingalin dia aja kalo emang dia benar sayang sama lo gak mungkin tega bikin keributan kaya gini...!!" tambah Vey


"Tunggu lo siapanya hah lo cuma temen gak ada hak buat ambil paksa Eliza dari gue...!!" ucap Julian dengan ketus dan amarah yang mulai membabi buta.


"Gue gak akan brutal kalo Eliza tu mau mahami hati gue...!!"tambah Julian lagi yang membuatku tak ingin mendengarnya.


"Mending kalian berdua pergi...!!" ucap Julian dengan keras dan rasa kesal yang berkecambuk


"Oke kita akan pergi tapi awas kalo ada apa-apa sama Eliza ...!!" ucap Vey memperingati Julian.


Next


Keraguan yang muncul part 2

__ADS_1


__ADS_2