
Aku tersadar saat sayup-sayup angin membantuku menghirup udara serta membantuku membuka mata.
Aku memandangi sekelilingku yang terlihat asing seasing pikiranku saat ini.
Aku melihat didepan ku ada dia Rehan
"Ada yang terjadi..?" umpatku dalam hati sambil terus mencerna kejadian saat ini.
Aku mencoba berdiri namun ada yang mengganjal serta terasa berat saat aku mengangkat kakiku aku menyadari kaki ku terikat tali serta kedua tangganku.
Aku tersadar mulutku juga dibungkam olehnya.
"Aku akan melakukan semua hal yang ingin ku lakuakn Eliza Anandian...!!!!!!" ucap Rehan dengan licik serta dia tertawa puas yang membuat aku seketika menjadi takut.
"Rehann..." ucapku keras
Aku berteriak namun nihil mulut ku tertutup lakban.
"Eliza kamu pinter..." ucapnya sambil mendekatkan bibirnya memdekati wajahku, aku segera mengeser sedikit wajahku agar tak tersentuh olehnya.
"Lepasih han....!!!!!!!" ucapku dengan suara yang tak rerdengar jelas
Dia berpura-pura seolah-olah dia mendengarkan.
"Gak gampang Eliza, mari kita lakukan apa yang seharusnya dilakukan laki laki dan perempuan mengerti kan...???"
Ucapnya sadis sambil menjilat leherku dengan ******* ***** yang membuatku bergidik ngeri.
Aku ketakutan sangat ketakutan, Tuhan lindungi aku seketika tanganku bergemetar dan tiba-tiba buliran bening ini jatuh lagi begitu tertekanya hati aku saat ini.
Dia yang melihat itu justru tertawa puas.
"Beringas nya aku ingin melakukan sekarang El...!!!" ucapnya sambil membuka kancing baju miliknya
Aku terus mengerakan kaki serta tangan agar aku bisa mencari celah untuk bisa bebas
"Aku gak boleh cengeng aku harus terlihat kuat!!!"" ucapku dalam hati sambil terus aku berdoa memohon siapun yang bisa menolong aku saat ini.
"Eliza kamu akan jadi wanitaku selamanya....!!!" ucapnya lagi sambil menyeringai buas dan dengan isi otak yang mukin sudah tidak beraklak lagi.
Seketika dia langsung menuju baju seragamku dan berusaha membuka kancing baju ku sebisa mukin kaki ku aku gerakan agar dia bisa terkena tendanganku tapi hanya sebuah harapan palsu dengan ketakutan teramat hebat rasanya ini sulit aku lakukan.
Tiba-tiba dari arah pintu ada bayangan hitam, aku menjadi semakin takut dan apa yang akan terjadi dengan diriku hari ini.
Aku berusaha melihat suasana luar dari dinding yang berlubang terlihat langit sudah semakin sore.
"Oh Tuhan tolang aku, lindungi aku..." ucapku terus dalam hati yang tak mukin aku keluarkan saat ini.
Aku sangat kawathir dengan Julian jika dia mengetahui aku sedang begini pastilah dia akan marah serta salah paham.
Otakku terus berputar-putar layaknya kincir angin yang terkena angin kencang aku membayangkan hal buruk yang akan terjadi dengan diriku.
"Jangan menangis sayang ini gak ngeri kok dan ini akan nikmat....!!!" bisiknya dia dengan pelan serta berusaha menyentuh dada aku.
Aku berteriak dan dia justru melakukan apa yang tak bisa aku hindarkan dari nya saat ini
"Aku akan pelan pelan kok sayang" ucapnya hampir menyentuh dada aku dan dia berusaha mengoda diriku.
Prakkk..!!!!!
Tiba-tiba ada seseorang yang memakai baju hitam serta topeng memukul leher Rehan dari belakang dan seketika Rehan ambruk ke lantai.
Aku sedikit lega dan berharap aku segera bebas dan dia berusaha mendekati ku.
"Eliza sabar ya...!!!" ucapnya pelan dan aku mengenal suaranya dia Aftur.
Aku mencoba menjawab namun bibirku susah untuk aku gerakkan.
Dan air mata ini terus menetes
Dia menyeka dengan tanganya begitu menyentuh hati aku.
__ADS_1
"Udah diam dulu, nanti kedengeran temenya Rehan buruan kita pergi....!!!!" ucapnya sambil berbisik.
Aku menganguk dia terus melepaskan setiap tali yang mengikat tangan serta kakiku dengan gunting.
Dia segera mengajakku pergi dan meninggalkan Rehan dengan pelan-pelan namun pasti Aftur terus menatihku untuk berjalan pelan agar segera keluar dengan selamat.
"Kamu tenang ya ada aku disini...!!" aku mengangguk dan berusaha berjalan sepelan mukin sambil melihat sekeliling agar tidak ada barang yang bergerak.
Terdengar diluar temen Rehan sedang tertidur pulas disertai dengkuran sedikit keras.
"Jangan berisik oke...!!!" ucapnya sambil membukam biburku dengan jarinya.
Aku terus menganguk.
"Awww...!!!" terdengar Rehan merintih kesakitan aku berusaha melihat belakang dan ternyata dia sudah tersadar.
Aku semakin takut dan berusaha mengikuti langkah Rehan dengan cepat.
"Dia bangun.." ucapku pelan.
"Udah buaruan El..." jawabnya dan masih mengegam erat tanganku.
"Tunggu.... siapa lo hah..??"
Dia berdiri dan berusaha mengejar aku dan Aftur dengan badan sempoyongan.
"Cepet Eliza....!!!" aku berjalan sangatlah lambat karena rasa takutku menjadikan kaki serta tangan ku terus bergetar hebat.
Aftur segera mengendongku
"Aftur.... lepas...!!!!" ucapku berusaha turun.
"Udah jangan berisik dia akan mengejar kita"
Kita segera berlari dan menerabas pagar kayu yang mulai reot dan dipenuhi rumput serta dedauan.
"Oke akhirnya kita selamat" ucap Aftur dengan lega begitupun aku, segera aku dan Aftur berlari sekencang mukin mencari kedua teman Aftur yang sudah menunggu didepan kios yang tutup.
"Iya..." jawabku sebisa mukin, akhirnya kita sampai di depan kios dan segera aku diajak masuk ke mobil oleh Aftur.
"Cepat El...!!!!" perintah Aftur segera dia menutup pintu mobil.
"Kejar dia...!!!!!!" samar-samar aku mendengar ucapan dari kak Rehan beserta temanya yang membantu dia.
''Sialan lo pada bisa kerja gak sih...!" ucapnya memarahi ketiga temanya.
Dan ternyata dia bergerak cepat segera dia menyusul aku dan Aftur.
"Aku takut Tur..." ucapku dengan ketakutan
"Udah buruan cepetan tancap gas...!!!" ucap Aftur kepada Andrean yang ada didepan.
"Oke..."
Segera mobil Aftur melaju dengan kencang
"Udah Eliza tenangkanlah pikiran kamu ada aku disini" ucapnya berusaha menenangkanku.
"Tapi aku masih takut" ucapku dengan suara gemetar.
Setttt
Tanpa disadari mobil Rehan menghadang di tengah jalan karena begitu liciknya Rehan
Dia turun dan segera menghampiri mobil Aftur
"Udah kamu tenang biar aku yang keluar"
Ucap Aftur
"Bisa keluar lo hah...!!!" ucap Rehan keras sambil memukul kaca mobil
__ADS_1
"Oke biar aku yang keluar" segera Aftur keluar dan menemui Rehan.
"Hey lo siapa hah berani ganggu rencana gue...!!!!" teriak Rehan dari luar.
"Lo masih punya otak kan lo tau kan lo masih sekolah harusnya lo punya aklak yang bagus bukan kaya gini...!!" ucap Aftur meladeni Rehan.
"Pllllakkkkk"
"Bang*sat....!!""
Rehan memukul dengan keras wajah Aftur aku melihat itu semakin tercabik-cabik rasa sakit di hati ini, begitu nafsunya Rehan memukul Aftur.
Dan kedua teman aftur segera keluar membantu Aftur.
''Eliza kamu disini dulu ya biar aku yang ladeni Kak Rehan" ucapnya sambil berlalu keluar.
Dan terjadilah pertikaian yang membuat ku semakin sedih, Rehan terus membabi buta memukuli Aftur serta Aftur selalu meladeni pukulan Rehan.
Tanpa aku sadari Julian datang dari arah berlawanan.
"Oh sitttt apa lagi yang akan terjadi....???" ucapku sambil memukul tubuh ku sendiri.
"Hey lo Han apa-apan sih berantem kaya gini segala dasar orang gak punya kerjaan" ucap Julian memancing emosi Rehan.
Sejenak Aftur maupun Rehan menghentikan perkelahian mereka.
Prok...prok..prok..
"Oh pahlawan datang..?" ucap Rehan dengan begitu angkuhnya serta dilanjutkan tepuk tangan ketiga temanya.
"Apa maksud lo hah..?" ucap Julian dengan wajah yang ia majukan ke arah Rehan.
"Dasar lelaki bodoh, oh.... iya kok lo dikasih otak ya sedangkan otakk lo aja gak bisa mikir..." ucap Rehan dengan kata-kata yang aku tau pasti itu memancing emosi Julian.
"Drak..."
Sontak Julian menendang keras-keras dada Rehan.
Seketika hatiku serta otakku beriringan berteriak..
"Julian....." Ucapku segera keluar
Dan Rehan tertatih-tatih berdiri namun masih dengan sisa kekuatan tubuh nya dia berdiri sambil nenendang balik perut Julian
Dan settt
Julian limbung dia ambruk
"Julian...??" ucap ku sambil mendekati Julian namun tangganku ditahan Aftur
"Gue bilang lo masuk Eliza....!!!!"
"Tapi tur...??"
Julian bangun dan memalingkan wajahnya ke arahku.
"Oh gini El ternyata renacana kamu..?????" Seketika Julian bangun dan menghampiriku.
"Tenyata gini yang kamu lakuin saat aku kawatir sama kamu....??"
"Seketika aku menangis kenapa semuanya terjadi secara bersamaan ya Tuhan harus seperti apa lagi kekuatan hati aku di uji" ucapku dalam hati sambil aku berjongkok di depan mobil, meratapi setiap kejadian hari ini maupun kemarin yang terus terjadi berulang-ulang dan melibatkan kesalapahaman dari Julian.
"Ini gak seperti yang kamu pikirkan Jul..." ucapku sambil terus terisak.
"Dia udah aku sentuh Julian terimaksih lelaki bodoh...!!!""" ucap Rehan dengan kata-kata yang tak pantas dan tidak sebenarnya yang terjadi.
Aftur masih diam memantung mencerna kembali teka-teki semua ini begitupun ke dua temanya yamg tidak mengetahui awal serta permasalahanya.
"Disini bisa tau kan siapa yang lebih pantas jadi cowok Eliza...???" ucapnya lagi sambil kembali meninju wajah Julian.
Julian yang sedang merasakan sakit serta keputusasaan hatinya dia tidak membalas sedikitpun tonjokan dari Rehan dengan tatapan kosong dia terus memandangi Eliza.
__ADS_1
"Gue kecewa El sama Lo...!!!" ucapnya dengan wajah yang sangat lesu dan mata memerah.