Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 129


__ADS_3

Ayunda dan Amelia bertemu.


Wanita bernama Amelia itu sedang duduk sembari meneliti laporan keuangan bulan ini maklumlah Dia baru pertama kali membuka bisnis menjadikan Dia sangat berhati-hati dan teliti.


Keseharianya adalah menjaga butik ini dengan di bantu satu pelayan wanita yang sekarang sedang menata barang di rak berbahan kayu nan minimalis itu terlihat barang yang di jajakan banyak jenisnya mulai dari baju tas sepatu dan perlengkapan lainnya yang tentunya hasil desainya sendiri yang tak tertinggal dari desainer ternama.


Sudah lebih hampir tiga bulan lamanya usahanya mulai berjalan hingga kini dia bisa memperkerjakan lima pegawai, walaupun terbilang pemula wanita itu tampak gigih belajar dari ibunya yang juga seorang desainer terkenal yang sekarang usahanya dilanjutkan oleh kakak tertuanya yang bernama Renata.


"Dreettt..." ponsel berbentuk pipih itu terus berdering di atas meja hingga membuat getaran yang mengusik pendengaranya tak berlama-lama Dia segera mengangkat pangian telephon yang tertera nama Julian itu.


"Hallo.." ucap Julian dari seberang telepon.


"Iya hallo..." jawab Ayunda sembari menutup buku laporan keuangan itu.


"Ma aku udah samapi....." ucap Julian yang membuat wanita itu tersenyum bahagia.


"Oh iya Jul mama segera pulang tunggu dulu ya..." ucap wanita itu sembari menutup pangilan suara dengan anaknya itu.


Wanita itu segera beberes dan mengambil tas miliknya serta memasukan ponsel itu kembali ke dalam tas.


"Andin..." ucapnya sembari beranjak dari tempat duduk.


"Iya buk.." jawab pegawai berseragam bernama Andin itu.


"Saya mau pulang dulu sampai malam nanti tolong jaga butik ini ya kuncinya besok kamu yang bawa gak papa, jika ada yang mencari saya bilang aja untuk hari ini gak bisa melayani karena ada urusan keluarga..." ucap Ayunda dengan nada halus seperti biasanya yang membuat lawan bicaranya tersalut.


"Oh iya baik buk..."


"Yaudah saya pergi dulu ya"


"Iya buk"


Amelia segera menaiki taksi itu dan berjalan menuju rumahnya perasaanya sungguh bahagia Dia tak sabar bertemu Julian yang sudah sampai di ruamah yang sekarang dia tinggali.


Dia tak memiliki mobil membuka usahanya itupun Dia meminjam uang dari ibunya yang berjumplah ratusan juta rupiah..

__ADS_1


Dari penghasilan usahanya tak lupa ia sisihkan untuk menabung dan membayar hutang itu dikit demi sedikit walau sebenarnya wanita yang dipangil ibu olehnya itu tak mempermasalahkan uang tapi baginya hutang adalah hutang yang harus dibayar karena hutang bukan mantan suaminya yang patut dibuang dan dilupakan dari pikiranya.


Sekitar tiga puluh menit taksi itu sampai di depan rumah yang Ia tinggali saat ini.


"Pak makasih ya..." ucapnya dengan ramah kepada supir taksi itu dan membayar dengan uang lima puluh ribu. Walau sebebarnya dia bisa lebih mengirit dengan menaiki gojek namun karena dia terburu-buru ingin segera menemui anaknya menjadikan Dia tak mempermasalahkan hal itu.


"Iya sama-sama..." jawab pengemudi itu dan berlalu pergi.


Wanita itu segera berjalan dan membuka pintu gerbang.


"Julian...." baru sampai di gerbang wanita itu sudar berteriak memangil anak kesayanganya itu.


"Mama..." jawab Julian seraya berdiri dan menghampiri wanita yang berdiri di depan pintu itu.


"Uh anak ganteng mama akhirnya main juga ke Bandung gimana kabar kamu sayang..." ucap wanita itu dengan terus memeluk erat anaknya.


"Amelia biarkan Julian duduk dulu dia habis perjalana mungkin masih lelah..." ucap wanita yang dipangil oma oeh Juluan itu dengan mengelengkan kepala.


"Oh iya maafin mama ya yang terlalu berlebihan nak..." jawabnya sambil melepaskan pelukan itu.


"Gak ma gak papa..." jawab Julian dengan menunjukan senyum yang membuat hati Amelia terenyuh.


Sedang disiisi lain Ayunda dan lelaki yang sedang dekat denganya itu, sedang berjalan bersama menikmati waktu libur mereka walau kali ini mereka masih di lobi hotel mereka menginap di hotel yang sama dan berbeda kamar dan itu tak di ketahui oleh Rehan yang sekarang masih tidur di dalan kamar.


"Jadi kamu mau ketemat usaha temen kamu itu...?" tanya lelaki itu dengan membenarkan posisi dasinya yang terlihat kurang rapih.


"Jadi dong mas nanti aku sama Rehan aja yang kesana kerjaan kamu lebih baik kamu selesain dulu agar nanti kita bisa makan malam bareng...." jawab Ayunda dengan tersenyum menampakan barisian gigi putih miliknya serta aroma tubuh Ayunda mampu membuat lelaki itu tambah tergila-gila dengan Ayunda.


"Iya..." jawab lelaki itu yang mulai berjalan dan meninggalkan Ayunda yang sekarang sedang berdiri di lobi hotel itu.


Ayunda tersenyum dia kembali berjalan ke kamar yang sekarang Dia tempati.


Dia membuaka pintu dan mendapati anak semata wayangnya masih tidur dan brrbalut selimut tebal itu.


"Rehan..." ucap wanita itu mulai mendekati putranya.

__ADS_1


"Apa sih ma..." jawab Rehan yang terlihat masih mengantuk itu dengan mata yang susah Ia buka.


"Temenin mama yuk jalan-jalan..." ucap Ayunda lagi berusaha membangunkan anaknya.


"Entar sore aja ini masih pagi juga" jawab Rehan menolak ajakan mamnya tanpa mau membuka matanya.


"Yaudah mama aja kalau gitu..." ucap Ayunda dengan nada kecewa.


Rehan tak ingin menemani Ayunda jadilah Ayunda ke butik itu sendirian.


Kurang lebih dua puluh menit dari jarak hotel tempat Ia menginap tempat butik milik teman barunya itu.


Dia kembai melihat layar ponsel milikmya dan terus memperhatikan nama jalan dan nama Butik yang tertera di ponsel itu


Ayunda tersenyum dia tampak tak menyangaka sehebat wanita itu yang singel perent namun bisa mengelola bisnis sebesar ini Dia berdecak kagum dan tersenyum puas penuh rasa salut


Terlihat di depan butik itu ada beberapa pengunjung yang mulai berdatangan.


Ayunda mulai menuju pintu berbahan kaca transparan itu dan membukanya.


"Permisi..." ucap Ayunda dengan ramah sembari membuka kaca mata hitam miliknya.


"Iya buk ada yang bisa saya bantu" tanya wanita bernama Andin itu


"Apa bener ya ini tempat Bu Amelia pemilik butik ini...?" jawab Ayunda sembari menanyakan pemilik butik ini apakah benar milik teman onlinya tersebut.


"Oh iya benar buk ada janji dengan Bu Amelia..?" tanya Andin kepada Ayunda.


"Gak sih cuma saya lagi jalan-jalan ke Bandung aja sekalian mampir oh iya Bu Amelianya ada..." jawab Ayunda menanyakan keberadaan temen onlinya yang tak nampak batang hidungnya walau saat bercakap-cakap di internet Dia tak mengetahui wajah aslinya hanya foto profil beebentuk bunga.


"Maaf buk hari ini Bu Amelia sudah pulang solanya anaknya dari Jakarta berkunjung kesini" ucap Andin menjelaksakan keberaadan Bu Amelia yang sekarang sedang tak ada di butik dan sudah pulang ke rumahnya.


"Oh iya gak papa ini saya titip aja tolong kasih buat dia ya sekalian saya titip catatan boleh" jawab Ayunda dengan raut wakah kecewa katena penantianya ingin bertemu wanita pemilik toko ini tak tersampaikan namun dia tak memusingkan hal itu dia masih punya waktu dua hari dan Dia akan ketempat ini lagi untuk menemui Amelia.


Ayunda mulai menulis isi pesan tersebut di selembar kertas dan memasukanya kedalam paperbag berisi dua bungkus kue brownis yang baru dia beli di pusat perbelanjaan tadi.

__ADS_1


Ayunda sedikit kecewa tapi setidaknya dia bisa mengetahui tempat usaha teman online nya tersebut.


Dia mulai berjalan keluar dan kembali memesan grabcar untuk mengantarkanya kembali ke hotel.


__ADS_2