
Terdengar bel pulang berbunyi segera aku berkemas dan beranjak pulang
Aku sedikit mempercepat langkah kakiku agar segera sampai di gerbang
Settt
Dia sudah muncul
rasa deg-degan kini menghampiriku aku sedikit menelan ludah agar sedikit mencairkan suasana
"Nunggu lama ya..?" ucapku yang terdengar kaku
"Ish... gak lah" jawabnya sambil menyeka keringat di keningku
Karena tak ingin berlama-lama aku segera memberikan surat yang sudah aku tulis tadi
"Nih dibaca dirumah aja ya...!!" ucapku sambil memberika surat ke tanganya
"Apa nih...??" ucapnya yang membuatku sedikit kesal
"udah di baca di rumah aja...!!" ucapku sedikit senyum
"Kan kepo" ucapnya yang mengulur waktu dengan berpura-pura membuka isi surat
"Julian gue mau pulang... !!!" jawabku dengan kasar dan semua kini melihatku karena keadaan sekolah yang masih ramai berlalu lalang siswa pulang sekolah
"Malu kan aku" ucapku lagi sedikit lesu
"Lagian sih pakai teriak kan cape...!!!" ucapnya lagi tanpa merasa bersalah atas ucapanya
"Terserah....!!" ucapku ketus ke arahnya sembari meninggalkan Julian yang masih tersenyum sendiri terlihat seperti orang kurang waras
"Eliza...!!" ucapnya meneriaki aku namun aku menghiaraukanya
"Dasar Julian ngeselin namun juga ngangenin...!!" umpatku dalam hati sembari sedikit membuatku tersenyum tipis
***
At 06.45Pm.
Dretttt......
Terdengar getaran ponsel dari atas nakas
Segera aku mengambil dan mengangkatnya
Tertera pangilan masuk dari Julian
Senyumku mengembang dan rasa ragu kini menghampiriku
"Halo" sapaku duluan ke Julian
"Hai Sayang" jawabnya yang membuat jariku bergetar
"Iya Jul ada apa...???" tanyaku sedikit gemetar.
"kok ada apa ya kangen lah...!!" jawabnya yang membuatku sedikit tertawa
"Oh gitu..." jawabku terdengar datar
"O iya El kamu nerima aku ya...??" ucapnya yang membuatku seketika malu
Iya Jul kamu udah buka suratnya ya...??"
tanyaku balik ke Julian
"Udahlah.... udah jadian dong kita" ucapnya terdengar sedikit mengoda
"Apa sih'' jawabku sedikit malu
"O iya kamu lagi apa Jul...???" tanyaku lagi agar keteganganku tak terdengar jelas olehnya
"Lagi belajar..." jawabnya terdengar santai
"Oh, belajar apa..??" tanyaku sedikit penasaran
"Belajar buat mencintaimu.." jawabnya yang membuatku ingin memukul dia saat ini
"Ishh bercanda mulu aku tutup ya Jul..." ucapku ke dia yang mukin membuat dia sedikit kecewa karena rasa tegang kini sedang menghampiriku
"Kok buru-buru lagi tegang ya..??" jawabnya lagi yang masih berusaha mengodaku
__ADS_1
"Iya'' jawabku seraya menutup telepone darinya
"Begitu membuatku jantungan kamu Jul" gumanku dalam hati
Segera aku kembali membereskan meja belajarku, namun saat aku akan mengambil buku dari rak mataku teralihkan dari sebuah kotak yang aku baru tersadar itu pemberian Julian waktu itu terlihat rapi dengan dibalut pita berwarna ungu
Segera aku membuka isi dari kotak tersebut
Dan yang membuatku terkejut karena terlihat sebuah kalung kaca yang aku cari selama ini
Terlihat berbeda namu mirip itu kata dasarnya dan terdapat secarik surat yang bertuliskan
*Gue minta maaf ya sudah rusakin kalung kamu*
Semoga kamu gak marah
Dan semoga kamu cepet sembuh
Aku tersenyum...
Dan setelahnya aku pasti akan tersenyemun karena bahagianya aku memiliki kamu Jul
Perhatianya....
Sifatnya...
Dan kelucuanya...
Dan semua hal tentangnya yang membuatku terpikat
****
Julian pov
Aku tersenyum puas akhirnya dia menerima aku untuk menjadi pacarnya
Aku terus tersenyum girang layaknya cacing kepanasan saat pertama kali mendengar suaranya via telepone
Begitu membuatku seketika menjadi sesosok yang beruntung
Rasanya hari pengen cepat esok untuk kembali bertemu dia
Kemudian aku menulis sebuah surat untuk dia
Semoga penantianku berujung padamu
Rindu kupun seberat beban seratus kilo
Kamu pun tak kan kuat menanggunya El
padahal hari ini hari jadian kita
Tak ada yang sepesial selain pertemuan juga obrolan kita
Semoga cintakupun bisa melengkapi
Indahnya hari harimu juga bahagiamu
Dan menambah semangat di hidupmu
Dan awanpun tak sagup melihat kita bahagia
Maka pergilah dia dan tergantikan dengan matahari
Yang menerangi hari hari mu bukan mengelapi hatimu
Ibarat bunga kamu melati bukan mawar karena kamu putih juga bersih sebersih hatimu
Ibarat pohon kamu itu daunya karena tanpa daun pohon tak terlengkapi
Seperti aku tanpa kamu hidupku tak terlengkapi
Salam sayang Julian Dokta😘"
Kucoba membuat puisi dan sebucket bunga yang sudah kepersiapkan untuknya
Ingin rasanya waktu cepat berlalu dan tiba saatnya kita di pertemukan dipelaminan
Hanya sebuah hayalan namun harus kuwujudkan
Kembali aku membuka galeri ku cari foto saat di Dufan kemaren teramat bodohnya bila aku menyia-nyiakan wanita secantik dia
__ADS_1
Terlihat foto saat dia tersenyum
Baju yang ia kenangkan pun sangat sepadan denganya
Dimabuk cinta rasanya sekarang
Makanpun makin berselera
"Eliza Anandian calon biniku" teriakku sambil tertawa
''Eh kak lagi kenapa sih teriak-teriak ganggu nih" teriak adekku dari luar menanggapi celotehku
"Apo sih dek ganggu ajo" selaku membela diri dengan kulogatin manado
"Makan sana tu janggan makan cinta mulu" ledeknya yang membuat hatiku ambyar
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan adekku
Dan tiba-tiba ke tiga temenku datang si Dika Denis Juga Roy
"Woy pada ngapain nih dateng" tanyaku kemereka yang sudah berada di ruang tamu
"Main lah" jawab si Roy yang terdengar akrab
"Oh masuk aja langsung ke kamar" jawabku sambil mempersilahkan mereka ke kamar
"Okeh..." jawab mereka serentak
Setelah itu aku segera ke dapur untuk mengambilkan minuman juga beberapa makanan kecil
"Ada tamu ya kak..??" tanya mama yang tiba-tiba nongol dari ruang kerjanya
"Iya nih" jawabku sambil mengambil gelas juga piring di rak
"Siapa...??" tanya mama lagi sembari duduk
"Temen aku ma.." jawabku sambil menuangkan juice ke gelas
"Oh..." jawab mama yang terlihat sedang capek
"Ayah mana ma...??" tanyaku ke mama
"Tidur tu di kamar...." jawab mama sambil membantu menata mkanan kecil di piring
"O iya kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma" ucapku sambil berlalu meninggalkan mama sembari membawa nampan serta piring yang berisi makanan kecil
Saat sampai di kamar mereka sudah sibuk dengan permainan yang ada
Denis dan Dika sudah bersiap memulai memainkan permainan dan Roy sibuk memilih kaset yang akan kita mainkan nanti
"Woy pada minum dulu..." ucapku sedikit teriak dari depan pintu
"Sip bro.." jawab mereka serentak
"Oh iya kok lo dateng gak kabar gue sih" ucapku dengan penasaran
"Ya gak lah kan kita spesial Jul..."
"Apanya...??" jawabku sambil menaruh nampan serta piring kecil di dekat mereka
"Lo jadian kan sama El....??" ucap Denis ke arahku
Yang membuatku sedikit canggung
"Oh.... siapa yang bilang.. ???" tanyaku yang berpura-pura sok gak tau
"Adalah ngaku lo...!!" sekarang Dika yang memaksaku buat jujur
"Boog kali" ucap Denis sedikit nyengir
"Tau sediri kan Julian tu raja nya bohong" sekarang Roy ikut memanas-manasiku
''Gak lucu" ucapku menanggapi ucapan Roy
"Yee dia ngambek" ucap Dika sedikit meledek
"Ya kagak lah" jawabku sedikit datar
Setelah itu kita terus bercanda sembari main ps hingga larut malam
* bisa dibayangin saat orang lagi main ps*
__ADS_1
*****************