Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 40 : Salah Paham part2


__ADS_3

Sreettt.....


Darah mengalir deras dari lengan tangganku dan.


Tubuhku lemas serta pandanganku kabur


Seketika aku limbung.


"Eliza......???" ucap seorang wanita paruh baya masuk ke kamar putrinya serta membawakan sepiring nasi dan segelas susu dengan terkejut melihat putrinya mengeletak dilantai serta tangan yang dipenuhi darah.


Elizaaaa, bangun sayang......????" ucapnya lagi sambil berusaha mendekati putrinya


"Ayah...yah.....!!!!" teriaknya lagi memangil suaminya.


"Ada apa sih ma teriak...?" jawab si lelaki dengan heran.


"Ini Eliza pa...?".


"Elizaaaaa....????" teriak ayah Eliza dengan terkejut.


"Kenapa dia....???" ucapnya lagi dengan nada cemas yang seketika muncul.


"Mama sih pakai marahin dia segala...!!"


"Papa kok malah salahin mama..??" bela mama Eliza yang tak merasa bersalah.


"Udah yang peting ambilin tisu ma...!!!" perintah ayah Eliza dengan cekatan


"Ini hambir kena buluh nadinya ma cepat ambilkan ma...!!" tambahnya lagi dengan nada was-was.


Segera wanita tersebut bergegas ke bawah untuk mengambil tisu serta aroma terapi.


"Ini yah...." ucapnya sambil menyidorkan tisu.


Segera mama Eliza menempelkan sebotol aroma terapi ke arah hidung Eliza.


Dan ayah Eliza mebersihkan darah dengan tisu.


Tak berapa lama Eliza bangun.


"Mama ucapnya lirih......?"


Segera lelaki paruh baya tersebut mengangkat putrinya ke kasur dan menidurkanya serta menciumnya berkali- kali.


"Aku cape...." ucapnya lagi dengan pandangan mata yang mulai terbuka.


"Apa yang kamu lakuin sayang maafin mama ya" ucapnya sambil memeluk lembut putrinya.


Dia tak menjawab dan hanya air mata yang mampu mewakili dengan terus mengalir deras.


"Kamu tadi kenapa disekolah apa yang terjadi....??" ucap mama Eliza degan nada khawatir.


*


Aku tak menjawab ucapan mama rasanya semua kelu.


"Ambilin air hangat ma....!!" perintah ayahku ke mama.


"Iya yah..." jawab mama aku sambil berlalu ke dapur.


"Ini minum sayang..." mama datang dan segera menyodorkan segelas air hangat untukku.


"Jangan ulangi lagi ya, berusaha bunuh diri gini gak baik sayang.." tambah mama aku lagi sambil mengelus-elus lembut rambut aku.


Aku hanya menganguk dan tanpa balasan,tangan dan kakiku terus bergetar hebat.


Segera mama membersihkan serpihan kaca serta mengepel tumpahan darah dari tangganku.


"Janji sama mama jangan lakuin ini lagi ya sayang" ucap mamaku sambil mencium pipi aku.


Jawabku mengangguk


Otakku kembali membayangkan kejadian hari ini lagi, rasanya aku menjadi trauma


Dan Julian....


Mengingat dia rasanya beban di hatiku serasa terus bertambah dan bertumpuk-tumpuk tanpa henti.


"Udah jangan nangis terus makan dulu ya sayang...!!" ucap mama aku sambil menyega air mataku.


Aku menolak dan kujawab dengan mengeleng kepala.


"Ini udah malam sayang namti kamu sakit lho"


"Taruh situ aja ma nanti aku makan"


"Asallamualaikum..." tiba tiba ada suara dari lantai bawah.

__ADS_1


"Tamu ma" ucap ayahku


"Siapa yah...?" tanya mama aku penasaran.


"Eliza mama kebawah bentar nanti dimakan ya..!!!" ucap mama sembari berlalu keluar.


"Iya ma..." jawabku dengan suara parau


Ayah dan mama segera turun kebawah.


"Julian..." ucapku seketika


Kamu salah paham Jul


Jangan terus membuat rekanan di hati alu bertambah.


Aku berusaha memejamkan mata namun kejadian tadi terus terniang-niang di kepalaku.


Rehan..!! aku tadi diapakan olehnya..???" tanyaku dalam hati dan shittt.


Segera aku berusaha bangun dan segera mandi, aku tidak lagi mempedulikan keadaanku saat ini


Segera aku melihat semua keadaan tubuhku.


"Syukurlah tak ada yang janggal.." ucapku sedikit lega.


Aku terus membasuh wajahku berkali kali.


"Harus aku singkirkan segala hal yang semua dari Reham...!!".


Sirrrr


Dan tangganku terasaa perih saat menyetuh air.


"Kenapa aku masih hidup, kenapa tak jadi mati...??" ucapku dalam hati sambil aku bercermin di kaca, memandangi tubuhku yang sudah tiada arti.


Selesai mandi segera aku mengambil baju dari almari dan memakainya.


Drettt


Ponselku berbunyi dan ternyata panggilan masuk dari Aftur segera aku matikan.


Aku kembali menunduk lesu dengsn air mata yang tak lelah mengalir pikiranku serasa penuh oleh beban kesedihanku.


***


"Gue kecewa El sama lo sangat kecewa" umpatku dalam hati sambil terus melajukan motor dengan tatapan kosong.


Dadaku sakit, otakku kelu, pikiranku kacau dan semua yang aku rasakan rasanya seperti tamparan keras.


Sampai rumah aku langsung memasukkan motor ke garasi, segera masuk rumah dan langsung menuju kamar aku hiraukan Ayah maupun mama yang sedang duduk di ruang tamu.


"Baru pulang kak...???" tanya mamaku, namun aku tak menghiraukan ucapan mama dan langsung menuju atas.


Jebraaakkk.....


Aku menutup pintu dengan keras dan langsung membating badanku ke kasur dengan keras.


"Gue kecewa El sama lo...!!!!!".


Sejenak aku bangkit dan aku berantakin semua barang yang ada di meja belajarku serta aku jatuhin semua ke bawah.


"Gue benci sama lo El....!!!" ucapku dengan nafas tersengal-sengal dan semua barang berserakan di lantai.


Aku terduduk lemas di tepi ranjang aku mengingat semua kejadian yang terjadi hari ini.


Aku tadi menangis dan hanya tadi aku meneteskan air mata dan hanya karena cinta.


"Cinta...???" seperti kata namun tipuan.


Semua cintaku selama ini sia-sia rasa sayangku semua hancur dan


Dadaku sesak saat aku kembali melihat wajah Eliza tadi.


Serta yang membuatku semakin sakit saat aku mendengar ucapan Rehan tadi ''terlalu menjadi pengecut aku saat ini" gumanku dalam hati.


Dan semua kekawatiranku serasa hanya menjadi barang sisa.


Kemana tadi kamu El..??


Apa yang kamu lakukan El..??


Apakah semua rasa sayangku kurang membahagiakan kamu..??


Hingga kamu mencari lelaki lain...??.


"Rehan..? ingin rasanya aku membunuh kamu hidup hidup saat ini...!!!" ucapku sambil menggeretakan gigi.

__ADS_1


Aku tak ***** makan hidup pun rasanya segan untuk kembali melangkah.


"Sialll..!!!" umpatku keras dalam hati


Aku terpedaya oleh permainan cinta.


Haruskah aku mengakhiri hubungan ku dengan Eliza...?? namun itu terlalu membuka lebar-lebar luka dihati aku.


"Julian makan dulu sayang...!!" ucap mamaku dari depan pintu.


"Aku capek ma mau tidur...!!" jawabku dengan lesu.


Segera aku beranjak ke kasur dan menidurkan otakku saat ini.


Kamu harus tau El kecewa itu lebih berat dari pada ditinju berkali-kali.


Segera aku terlelap.


****


Rehan pov


"Sial gagal semua rencanaku kali ini..."


"Lo sih pada bego suruh jaga aja pada molor semua...!!" ucapku memarahi ketiga temanku.


"Maklum lah siang bolong mata susah buat melek..." jawab Gilang sambil menghisap sebatang rokok


"Ya tapi sifat bodoh lo tu jangan terus dipertahanin....!!!" ucapku lagi dengan kesal.


"Karena kesalahan kalian yang begitu fatal lo semua harus mau lakuin apa yang aku mau...!!".


"Apa emang...?" tanya Andi penasaran.


"Lo culik Eliza lagi dan bawa dia ke hotel..!".


"Benar-benar gila lo Han .." jawab Andi dan Gilang serentak


"Apa lo bilang...??" tanyaku sambil mendekati wajah mereka.


"Lo serius Han....??" sekarang balik Bagas bertanya.


"Lo gak takut kalau Julian apa Aftur laporin lo...!!".


"Udah sih pada jangan banyak cingcong lakuin aja apa yang gue suruh...!!" ucapku memperongati mereka.


"Tapi bahaya Han...".


''Ya terus saat ***** gue hampir tercapai harus tertahan berapa saat lagi hah...?" tanyaku dengan nada kecewa dan kesal.


"Serah deh Han kalau hal itu aku susah buat lakuin dan kita mau cabut..." ucap Gilang.


"Lo sialan ya pada....!!"


" Tenang aja Han waktu masih banyak".


"Dasar teman munafik kalian...!!!".


"Kenapa gak Dea aja Han...??".


"Oh sihhttt mau kena bogem gue hah...???".


"Sory han..."


"Gue tadi hampir puas tapi karena Aftur rencana gue jadi sia-sia".


Udah yuk cabut.


Prok..prok..prok


"Tunggu...  aku udah rekam semua ucapan kalian dan terserah apa yang akan terjadi diantara kalian dan terutama lo Han...!!" ucap Dea sambil tepuk tangan yang tiba-tiba datang yang aku gak tau kapan dia datang dan mendengar semua pembicaraan aku dengan ketiga temanku.


"Tunggu Dea serahin ponsel lo ke gue...!!" jawabku sambil berusaha merebut ponselnya dari dia.


"Apa gue gak salah dengar...??" ucapnya dengan kesombongan.


"Serahin ke gue...!!" ucapku lagi dengan keras ke arahnya.


"Gak gampang Rehan dan selamat berbahagia kalian...!!" jawabnya sambil menyeringai puas dan berlalu pergi.


Cuihhh


"Dasar sialan si Dea...!!" ucapku sambil meludah di depanya.


"Oke tugas baru kalian rampas ponsel Dea besok awas kalau sampai gagal lagi....!!" ucapku keras-keras mengintruksi tugas baru ketiga temanku.


"Oke..." jawab ketiga temanku serentak dan kita segera beranjak pulang.

__ADS_1


__ADS_2