Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 41 : Melangkah Atau Berhenti


__ADS_3

Kring... Kring..


Bunyi Alarm dari atas nakasku berteriak membangunkanku dari tidur malamku.


"Huft...!!" aku hempaskan nafas lelahku


Sejenak aku membuka mata dan melihat cahaya matahari telah menampakan diri.


"Sudah pagi...." ucapku pelan sambil merasakan hembusan kesedihan yang aku rasakan kini.


Segera aku bangun membenarkan tatanan bantal dan beranjak menyenderkan kepala lagi.


Air mataku masih terus mengalir hingga meninggalkan bekas lingkaran merah di mataku.


Tok.. Tok... Tok..


"Eliza bangun sayang ini udah jam enam nanti telat sayang...!" ucap mama sambil mengetuk pintu kamarku.


"Aku gak masuk ma badan aku rasanya tak enak...!!" jawabku pelan tanpa menghiraukan terikan mama.


Mendengar itu mama mukin menyadari dan langsung pamit berangkat ke kantor.


"Yaudah mama berangkat dulu ya sayang" ucapnya lagi dengan lembut.


Tak aku jawab aku kembali merasakan kesedihanku saat ini.


Aku capek..!!


Aku lelah...!!


Aku tak semangat....!!


Kata kata itu yang mukin sedang mengerumuni otakku.


Aku lihat tanggan ku yang masih membekas sebuah garis merah yang tertutup perban.


Begitu bodoh namun itu adanya.


Aku mengecek ponsel tapi rasa sesakku kembali muncul pikiran-pikiran lain telah memanasiku untuk mengingat Julian lagi.


"Mulai saat ini aku ingin mengosokan pikiranku sejenak...!!" ucapku sambil menyeka air mataku.


Aku terus berusaha memejamkan mata namun pikiran ku terus tak seimbang.


Tak juga tidur kata-kata yang terus kuucapkan dihati aku


Kulihat jam menunjukan pukul sembilan pagi


"Aku rindu Jul sama kamu...!" ucapku lirih.


Apakkah yang harus aku lakukan lagi Jul biar kamu percaya...??.


Aku menangis kembali begitu lelahnya aku mengusap air mata yang lama-lama membuat mataku perih.


Aku kembali bangun ku acak-acak rambutku dengan buas


"Hati aku sakit jul pikiranku kacau...!!"


ucapku terus menerus dengan keras.


Kupukul keras setiap tubuhku yang tak bersalah karena tersentuh oleh Rehan.


Harus apa lagi, yang harus aku lakukan Jul...??.


Bibirku pucat, otakku beku, air mataku menjadi panas ketika menyentuh pipiku

__ADS_1


Wajah ku memerah, mata ku sembam itulah keadaan ku saat ini.


"Ku mohon Jul kamu tau betapa tersiksanya aku saat ini...!!!".


Julian pov


Eliza


Dia terus yang sekarang memenuhi isi otakku


Selalu dia dan dia


Plakkkk....!!!!!


Kutampar keras wajahku.


Segera aku bergegas ke sekolah dengan ku awali langkah penuh semangat


"Aku harus bisa lupain dia...!!!" umpatku sambil tersenyum palsu.


Aku bercermin di kaca kamarku kulihat pantulan tubuhku di cermin


Jangan menjadi pengecut...!!!


lelaki haruslah tak mudah sakit hati....!!!


Segera aku turun ke bawah dan saraapan, kuteguk segelas susu yang sudah dibuatin mama.


"Ma pa aku berangkat...." ucapku sambil bersalaman dengan mereka.


"Iya kak hati-hati ya" jawab mama aku sambil tersenyum.


"Siap ma...!!" jawabku dengan semangat walaupun sebenaranya palsu


Lima belas menit aku sampai di sekolah aku berpas-pasan dengan Dika saat di parkiran


"Sory brow buat kemaren...!!!" ucapku dengan wajah berbinar.


"Lo lagi minum baigon ya Jul aneh...!!" jawab dika yang terlihat syok saat melihat keanehanku hari ini.


"Apa sih serius gue kemaren terlalu kekanak-kanakan...!!" icapku sok dewasa.


"Lha itu lo nyadar...!!" tambah Roy yang tiba-tiba datang.


Tak kujawab ucapanya namun ku tunjukan senyum perdamaian sembari berjabat tangan dan menempelkan di dada.


"Eh ada yang lagi beda..!!" sindir Denis ke arah ku.


"Tau nih udah sembuh kali..." jawab Roy lagi dengan wajah meledek.


"Apa sih lo pada...!!" ucapku keras ke mereka.


Sejenak aku harus terus melupakan dia dan memulai awal yang baru.


"Hey Julian..." tiba-tiba datang kedua temanya Eliza yang datang mengagetkanku begitupun ketiga kawanku.


"Apa...???" kujawab singakat dengan wajah seolah-olah tak suka akan kehadiranaya.


"Gue mau nanya sama lo, Elizza kemaren kemana kok lo nanya ke kita terus EliA juga gak ada kabar sekarang??" tanya Vey dengan nada sedikit kawatir.


"Ya mana aku tau kemaren cuma mau balikin buku aja kok lagian bukan urusan gue..!!"jawabku dengan dada bergetar hebat.


"Oh gitu kok lo tiba-tiba jadi beda, perasaan kemaren lo begitu kawatir sama El...??" jawabnya Vey menangapi ucapkanku yang terlihat kaku.


"Eh gue peringatin ya gue cuma mau ngembaliin buku gak lebih gue kemaren kawatir karena katanya bukunya mau di gunain jelas..!!!" jelasku ke mereka dengan emosi yang hampir meledak.

__ADS_1


"Santai kali Jul kita kan cuma mau nanyain Eliza ke kamu kok malah balasan kamu bikin kita nyesel tanya sama lo...!!!" ucap Vey terlihat kecewa dengan ucapanku.


"Tau...!!! udah yuk Vey cabut aja, nyesel kita nanyain El ke cowok ini...!!" ucap Rena menambahkan segera mereka berlalu pergi.


"Sialan tu orang...!!" ucapku sedikit pelan.


"Lo ada hubungan apa sih Jul sebenaranya sama Eliza...??" tanya Denis sedikit menyelidiki.


''Diem lo pada gue tu tadinya mau deketin dia tapi gara-gara dia sudah punya cowok yaudah" jawabku dengan kepalsuan.


"Ohh gitu, yaudah ke kelas yuk..." ajak mereka sembari menyudahi obrolan kita.


"Sory gue mau ke toilet bentar...!!" pamit ku ke mereka.


Segera aku berlari ke kamar mandi aku keluarkan semua kemarahan yang ada di hati aku begitu suntuknya hati aku saat ini.


"Sialan lo El bikin otak gue sekarang benar- benar mendidih...!!!!" ucapku pelan namun penuh penekanan.


"Dan lo Rehan ambil dia kalo mau, gue tak sudi dapet cewek bekas lo...!!" gumanku dalam hari sambil menyeringai puas.


Setelah selesai dengan menenangkan pikiran, sejenak aku memutuskan segera ke kelas.


Settt...


Ada Rehan bersama ketiga kawanya sedang duduk di kursi dekat perpustakaan.


"Begitu bodohnya kalian...!!" ucapku tanpa keliru mataku menatap tajam ke arahnya.


"Broo... Sini dulu...!!" ucap Rehan sambil berteriak ke arahku.


Ada dua pilihan yang akan aku lakukan meladeninya atau membiarkanya.


Dengan jawaban yang tepat segera aku menghampiri dia.


"Apa lo hah...???" ucapku sambil mengepalkan tangan kuat-kuat.


"Giman hubungan lo sama El...??" tanyanya sambil menaikan alis.


"Apa lo bilang bukanya lo kemaren bilang kalo lo cowoknya Eliza ya...??" ucapku dengam tangan yang mulai bergetar serta hembisan nafas yang naik tak teratur.


"Apa?? Apa..?? gue gak salah dengar kan??".


"Kalau telinga lo masih berfungi ku kira lo dengar...!!" ucapku dengan ketus.


Buaghh...


"Ambil aja dia sesuka lo karena gue gak sudi punya cewek bekas dari lo...!!"


Ucapku sambil memukul dia dan berlalu ke kelas.


Maafin aku El hatiku rasanya tak ingin berdamai dengan keadaan akupun tak tau apa yang kulakukan salah apa benar yang pasti akan bikin hati kamu sakit jika itu kamu tau.


Bodoh harus aku hilangakan semua kata- kata itu karena kecewanya hatiku belum bisa pulih.


*****


Waktu istirahat ke tiga tiba aku yang sedang nongkrong didepan kelas tak melihat wajah Eliza sama sekali sedari pagi.


"Apakah dia tidak masuk...?" tanyaku ke diri aku sendiri


Sedih, kawatir itu dua kata yabg sekarang menghampiriku.


Sedikit aku memikirkan keadaanya bagaimankah dia..??


Namun aku tak ingin lagi melangkah aku ingin menguji dia apa yang dia lakukan dengan Rehan, agar dia mengetahui akibatnya.

__ADS_1


"Kamu harus tau El begitu tersiksanya aku kali ini...!!" umpatku dalam hati dengan tatapan kosong.


*** *** ***


__ADS_2