Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 153


__ADS_3

Selangkah demi selakah Eliza mulai menapaki harinya tanpa kehadiran Julian ya memang benar terasa kosong tanpa kehadiran Julian namun terkadang keadaan membuat kita lebih bisa mendewasakan diri. Eliza yang terkenal cengeng itu nampaknya sudah bukan Dia lagi Dia merubah penampilanya saat ini dengan meniadak poni rambutnya yang biasa terlihat feminim itu.


Dan saat ini Dia mulai merubah kebiasaan buruknya malas membuka buku, kini Dia mulai berubah menjadi lebih rajin agar mimpinya bisa satu Universitas dengan Julian terwujud ya harapan mereka berdua adalah bisa kuliah di Universitas Indonesia yang sudah menjadi mimpi bagi semua pelajar di negeri ini.


Tak lupa saat jam istirahat Eliza, Fitri dan Devi serta Intan selalu pergi ke perpustakaan bersama untuk membaca buku atau mencari refrensi dari buku lain.


Mereka saat ini sedang duduk bersama di bangku yang berjajar rapi itu mereka saat ini berada di perpustakaan sekolah


Eliza kini terlihat lebih baik daripada hari-hari sebelumnya selalu ceria dan tampak lebih dewasa tanpa kehadiran Julian


Tak kurang dari satu tahun mereka akan lulus dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan Eliza akan mewujudkan mimpi itu.


Mimpi adalah janji yang harus di kejar dan di tepati, mereka selalu teguh untuk memegang kata-kata itu.


Suasana perpustakaan itu tampak lengah di karenakan semakin bertambah tahun minat pembaca terasa semakin berkurang.


"El lo baca buku ini deh di jamin nilai sejarah lo nambah..." ucap Fitri yang terlihat sumringath dengan tangan kanan membawa buku peket bersampul orang romawi jaman dulu.


"Fitri kita tu harus cari buku untuk menambah rumus kita tentang pelajaran matematika lo tau sendiri di antara kita berempat hanya Intan doang yang jago ngitung...." jawab Devi dengan nada sedikit sebal denga kelakuan sahabatnya ya memang Fitri jago di pelajaran sejarah karena bapaknya sendiri adalah guru sejarah.


"Bener tu Fit..." tamabh Eliza yang tampak tak mau ketinggalan dari temenya yang saat ini sedang serius membaca beberapa rumus kimia yang baru mulai dia pahami dengan cermat itu.


"Kalau aku jago apa lagi dong selain matematika...?" ucap Intan dengan gaya sok eleganya ya diantara keempat sahabat itu Intan lah yang paling hits dengan barang yang di pakainya selalu tak tertinggal brand ternama.


"Kamu ma jago ngembat makanan orang..." jelas Devi dengan ucapan yang keras dan membuat Intan menekuk bibirnya yang merah merekah itu memang Intan paling menor di antara mereka


"Oh Devi jahat atuh..." ucap,Intan yerlihat sebal ya walu Dia jago matematika tapi Dia tidak sombong


Mereka saling tertawa bersama seakan- akan mereka sedang menghiasi masa Sma mereka yang penuh dengan warna yang kelak akan menjadi lukisan manis yang engan di lupakan tentunya. Ketika mereka tertawa tampak mereka tau Dea belum pulih sempurna Dea masihlah sama menjadi takut akan melihat kehidupan menjadi takut akan bertemu lelaki ya saat ini Eliza sedang memikirkan Dea rupanya.


"El lo ngapain sih bengong lagi perasaan lo baru sembuh deh.. " ucap Fitri seraya menyentuh dahi Eliza yang terlihat sedang memikirkan Dea itu karena Devi sadar Eliza tampak aneh beberapa waktu lalu.


"Apa sih gue kok kangen ya sama Dea..." jawab Eliza yang membuat temanya ikut merasakan apa yang di rasa kawanya itu.


"Iya juga beber tu El gimana pulang sekolah kita kesana...." ucap Devi yang membuat ketiga temanya setuju


"Ide bagus biar sedikit encer otak gue agar tidak pusing mikirin pelajaran kimia melulu...." tambah Fitri yang sok-soak pandai mapel kimia itu.


"Huuu dasar anak idiot...." cibir Eliza berusaha mengatai Fiitri yang justru mendapat semburan keras dari Fitri.


"Elizaa...." ucap Fitri dengan berteriak jeras diikuti suara melengking khasnya.


Setelah waktu istirahat habis keempat sahabat yang hampir memiliki kesamaan itu mulai berjalan menuju ke ruang kelas ya baru-baru ini pemandangan yang sangat tak biasa itu terjadi.


"Em gue ke belakang dulu ya kebelet nih...." ucap Eliza sembari menahan ingin buang air kecil.


"Mau dianterin gak El..." tawar Devi yang memang terkenal sahabat paling perhatian sedang Fitri dan Intan sedang menghibahi teman sekelasnya yang tampak sedang punya pacar baru.


"Gak usah kan deket ini...." tolak Eliza dengan mengelengkan kepala.

__ADS_1


"Oh yaudah kalau gitu kita duluan ya" ucap Devi seraya berjalan diikuti Fotri dan Intan.


Eliza mulai berjalan ke arah toilet yang berada di belakang gedung kelas tiga dengan memutar arah dan sedikit berlari ke arah toilet tersebut.


Eliza mulai berjalan seperti biasa dan beruntungnya toilet siswa kelas dua belas itu tak ramai seperti biasanya yang tampak kosong. Hingga pertemuan dirinya dengan kedua sahabatnya dulu itu terjadi begitu hening.


Setelah selesai mengeluarkan cairan itu Eliza mulai keluar dari toilet dan mendapati Rena yang sudah berdiri di depanya yang menampakan wajah terkejut karena kehadiranya.


Perasaan cangung itu muncul karena meraka terlanjur menjadi asing seperti tak saking kenal menyapa pun rasanya engan apalgi untuk bercerita sedikit rasa.


"Mau ke toilet...?" ucap Eliza berusaha memecah keheningan yang terjadi saat ini.


"Iya" jawab Rena dengan tatapan salah tingkah tanpa berkontak mata dengan Eliza.


Eliza hanya diam mematung mendapati sifat Rena begitu berubah total Sedang Vey terlihat baru keluar dari bilih toilet yang lain.


"Hay..."ucap Eliza dengannada ceria ke arah Vey yang justru tak mengubris ucapanya


Veu hanya terdiam tanpa mempedulikan Eliza dengan tatapan mata sinis. Eliza mengelengkan kepal Mendapati sifat temanya Dia tak tau apa-apa dan letak kesalahanya dimana karena merasa tak dipedulikan oleh mereka Eliza pergi meningalkan mereka.


Dia mulai berjalan ke kelas seperti biasa dan tak berapa lama pelajaranpun dimuali


Eliza mengikuti pelajaran dengan seksama mimpinya denagn Julian tampakmya terus berkobar hebat dalam benaknya mereka berjaniji akan satu kampus kelak walau tanpa merka tau Tuhan lah penentu segalanya dan manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.


Waktu pulag sekolah tiba Eliza mulai mengambil motor matic mikiknya seprti janji ketiga temanya mereka akan menuju ke ruamh Dea.


Namun sayang saat ini Dea sedang terapi ke luar kota menajdikan keemapt sahabat utu merasa kecewa.


Walaikum salam..." ucap wanita parih baya yang biasa bekerja dirumah Dea.


Maaf Dea nya ada bik..." tanya Intan keada pemabntu itu.


"Maaf non Dea sedang terapi kekuar kota..".jawab wanita itu senbari tersenyum.


"Oh yaudah bik terimakasih" jawab Devi terlihat raut wajahnya kecewa.


"Yaudah kuta balik aja yuk..." ucap Fitri yang tamoaknya sidah muaki lapar utu terlihat cacing di perutnya sidah berbunyi.


"Oke..." jawab Eliza dan Intan.


Saat sampai di rumah seperti biasa Eliza langsung kekamarnya dan berbaring sembari memainkan jemarinya untuk bertukar komunikasi dengan Julian


kini Eliza mulai terbiasa tanpa kehadiran Julian di dekatnya seperti  biasa saat habis asar mereka melakukan vidio call dan setidaknya itu obat rindu untuk Eliza


Saat ini terlihat wajah Eliza begitu bahagia bisa melihat wajah Julian yang kian hati kian membuatnya rindu senyuman dan tawanya dari Julian terpancar jelas bahwa Elizalah pemilik hati satu-satunya.


Besok hari minggu dan Julian akan ke jakarta untuk menemui Eliza. Dan itu adalah berita bagus buat Eliza yang terasa bucin dengan Julian saat ini seakan akan jika bertemu nanti Eliza ingin rasamya mencubit wajah yang selalu membuatnya rindu setengah mati seprti saat ini.


"Hallo apa kabar..." ucap Jukian yang terlihat sedang duduk di balkon kamarnya dengan masih memakai baju seragam sekolah lengkap.

__ADS_1


Baik sayang tumben nanya kabar...?" tanya Eliza dengan yersenyum ke arah Jukian enath kenapa tanap Jukian berbicara rasanya Eliza audah cukup melihat pantulan wajah tampan itu.


"Ya kali-kali kan biasanya kamu nangis gimana udah makan belum...?" jawab Julian sembari melanjutkan Perhatianya kepada Eliza.


Udah kamu sendiri ...?"


Udah kok


"Gimanna sama sekolah baru kamu...?"


"Lumayan banyak siswa lebih pandai di sini rupanya jadi semangat buat belajar jadi makin berkobar deh" jawab Jukian dengan yersenyum menampilakan gigi putih miliknya.


"Oh begitu rupanya ada banyak cewek cabtik ya disana" jawab Eliza terlighat mulai cemburu rupanya dan membuat Julian terkekeh di buatnya


"Kok pinter banget duga-duga ya..." ucap Jukian semakin gemass dengan Eliza.


"Siapa juga ..." jawab Ekiza dengan memutar bola matanya, memang benar saat Julian mulai menceritakan sekolah barunya Eliza tampak sensitif.


"Udah gak cengeng ya...?" ledek Julian yang membuat Eliza malu di buatnya.


Eliza hanya tersenyum malu mengingat beberapa waktu lalu yang hanya menangis ketika melihat wajah Julian


"Jul minggu nanti janji kan temui aku...?" ucap Eliza yang terlihat tampak tak sabaran itu.


"Iya sayang janji..." jawab Julian dengan mengangkat jari kelingkingnya tanda Dia akan nebelati janjinya.


"Huam"


Tak berapa lama Julian tampak menguap dan membuat Eliza menjadi tak tega melihatnya


"Ngantuk ya Jul...?" ucap Elixa yang tak yega dengan Julian terlihat Julian deperti kurang tidur.


"Iya nih " jawab Julian dengan kemabli menguap.


Tanpa Eliza sadari setiap malam Julian bekerja lembur untuk mengerjakan penjualan online mamanya ya sekarang Julian tidak seperti dulu soal ekonomi dirasa Julian kini mulai menghargai lembaran uang rupanya.


"Yaudah Jul kamu bobo aja aku mau ngerjain tugas sekolah tadi belum kelar" icap Eliza membial Dia berusaha mencari alasan lain agar Julian tak terus menanyai alasanya apa.


"Oh iya sayang maaf ya aku ngantuk banget...." jawab Julian dengan yerus menguap.


Dan Eliza muali mematikan sambungan vicio call itu sembari berganti pakaian rumah.


Ya Dia kembali merail notebook miliknya untuk memulis ceritanya hari ini buku catatan berwarna hitam miliknya itu kini banyak terisi cerita hidup Eliza selama seminggu ini ketika berpisah dari Julian.


Memang Dia bukan yang sempurna tapi bagiku Dia yang paling sempurna, Dia hanya Dia yang paling aku cintai Dia memeng samudera luas bagiku disaat bersama Dia bagaik aku sudah melampaui indahnya semesta.


Aku memang tak sempurna namun aku hanya memiliki cinta dan setia.


Eliza.A. agst 21

__ADS_1


Begitulah tulisan cerita hidup Eliza hari ini yang sedang nengangumi Dia.


__ADS_2