Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 115


__ADS_3

Hari ini Rehan sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya wanita bernama Ayunda itu sedang sibuk mengurus adminitrasi perawatan Rehan selama seminggu di runah sakit. 


Dia saat ini sedang berada di loket pembayaran.


Lelaki berjas rapi itu dengan setia mendampimgi Ayunda di sampingnya.


"Udah biar aku yang bayar aja plis..." ucap lelaki itu seraya mengeluarkan kartu ATMnya dari dompet.


"Udah mas biar aku aja ini kan anak aku udah kewajiabn aku..." jawab Ayunda menolak dengan halus.


"Tolonglah terima niat baiku kali ini..." lelaki utu terus memohon namum Ayunda terus menolaknya.


"Mas ini udah urusan aku jadi sewajarnya aku yang bayar..."


Lelaki itu akhirnya pasrah dengan sikap Ayunda.


"Yaudah terserah kamu tapi jangan sungkan-sungkan kalau butuh bilang aku ya.."


Ayunda hanya tersenyum Ia tunjukan lesung pipi itu yang selalu menjadi daya tarik bagi lawan jenisnya.


Sedang disi lain Rehan sedang di periksa ulang sebelum Dia keluar dari rumah sakit.


Peralatan medis yang menepel di tubuh Rehan itu satu persatu di lepaskan oleh tim medis terlihat raut wajah Rehan begitu bahagia.


"Makasih ya sus.." ucapnya kepada suster berapakian serba putih itu.


"Iya sama-sama cepet sembuh ya kak sama jangan lupa tiga hari lagi kontrol kesini..." jawab suster muda itu dengan tersenyum ke arah Rehan, suster itu seperti salah tingah di buatnya.


Rehan bersyukur akhirnya dia bisa kembali ke rumah setelah hampir seminggu lamanya dia berbaring di rumah sakit.


Dia mulai dipapah menuju kursi roda dengan perlahan oleh kedua suster itu.


Ayunda dan lelaki itu segera menghampiri Rehan yang sudah duduk di kursi roda.


"Suster terimakasih ya...." ucap Ayunda dengan menunjukan senyum.


"Iya buk sama-sama....," jawab suster itu seraya berjalan pergi.


"Rehan biar om bantu..." lelaki berusaha mendorong kursi roda Rehan namun Rehan menolak.


"Gak, gak perlu aku bisa sendiri" jawab Rehan dengan sikap keras kepalanya.


"Rehan jaga sikap kamu..." ucap Ayunda dengan nada ketus.

__ADS_1


"Udah gak papa..." lelaki itu berusaha mengerti kondisi Rehan.


Ayunda dan lelaki itu mulai mendorong Rehan dan berjalam menuju pintu depan.


Mobil yang akan membawa pulang Rehan itu sudah tiba.


Setelah itu Rehan segera di bawa menuju mobil dan pulang.


..


"Hari ini suruh jadi ojek lagi ya buat nganterin ke rumah sakit...?" tanya Julian dengan wajah lesu tersirat jelas dari wajahnya dia semakin tak nyaman dengan keadaan ini.


"Jul kamu cemburu...??" perlahan Eliza mendekati pangeranya itu dengan lembut Ia sentuh jemari yang membuatnya selalu rindu akan sentuhan itu.


"Gak..." Julian membuang muka Ia masukan tusuk gigi itu kedalam mulutnya sembari ia gigit.


"Terus kenapa..." Eliza mulai paham perasaan kekasihnya, jemari itu terus Ia gegam dengan erat agar si empunya tau hatinya tetaplah menjadi miliknya.


"Gak usah di tanya lagi, lagian orang waras juga tau El sikap kamu ke Rehan itu berlebihan gak pantes bukan siapa-siapa tapi ngerawat serutin kaya gitu...!" jelas Jukian dengan melepas gegaman itu dengan kasar.


"Maaf Jul aku menyita waktu kamu buat keperluan aku..." Eliza menghempaskan nafas dengan berat Dia berucap meminta maaf atas kesalahanya.


"Aku gak masalahin waktu karena aku tulus yang aku masalahin kamu rawat cowok lain kamu ngerti gak sih ini tu lama- lama bisa sakit...!" ucap Julian dengan menujuk jari telunjuk Eliza kearah ulu hatinya dengan wajah merah padam.


"Oke aku pegang janji kamu awas kalau sampai kamu langgar janji kamu aku yang akan ngomong sama Rehan..." jelasnya lagi dengan ketus.


"Its oke my baby ..." Eliza mulai memeluk tubuh itu dengan erat dari belakang.


"Gak usah sok ingris dikira turis apa...??" ucapan Julian yang justru membuat Eliza mwnertawai dirinya sendiri.


"Lucu deh kalau ngambek..." Eliza mulai menyentuh rambut hitam milik Julian itu ia seka agar tidak menutupi matanya.


Mereka mulai berjalan ke arah motor yang Ia parkirkan didekat danau itu.


"Cepetan naik lah..." perintah Julian dengan nada tak sabaran.


"Dia udah di bawa lho pulang Jul" ucap Eliza mengingatkan agar Julian memutar balik motornya menuju jalan ke rumah kak Rehan.


"So kita ke ruamhnya aku gak tau alamatnya."


"Aku tau kok kita jalan aja.." ucap Eliza seraya melingkarkan tanganya diperut rata milik Julian.


Mereka berdua berboncengan menuju rumah Rehan.

__ADS_1


....


Sedang di sisi lain lelaki yang dekat dengan Ayunda itu sedang membantu Rehan masuk ke dalam kamar.


"Gak usah bantu aku..." Rehan berusaha menolak uluran tangan dari lelaki yang dekat dengan mamanya itu.


"Rehan gak papa lagian Om San cuma bantuin aja kok...." ucap Ayunda berusaha menasehati anaknya.


Karena tubuh Rehan yang belum pulih sempurna Ia hanya pasrah tubuhnya di bopong lelaki itu.


"Ma rapiin bantalnya kurang enak.." ucap Rehan dengan kasar.


"Yaudah aku keluar dulu ya..." melihat tampang ketidak suakan Rehan lekaki itu sadar diri dan berjalan ke arah pintu.


"Iya makasih ya mas nunggu di luar dulu gih..." ucap Ayunda dengan halus.


...


Mereka berdua saat ini sudah sampai di gerbang utama menuju perumahan Rehan.


"Itu kaya mobil aku deh El..." ucap Julian dengan terus melihat ke arah mobil yang melaju yang tak sengaja dia lihat.


Eliza langsung menoleh dan benar saja itu mobil milik papanya Julian, Eliza semakin ketar-ketir mobil berwarna hitam itu memang persis dengan yang di lihatnya beberapa waktu lalu ketika berada di rumah Kak Rehan.


"Bukan kali Jul kan banyak yang punya mobil kaya gitu..." ucap Eliza berusaha menutup-nutupi kebenaran itu, Dia berharap Julian tak terlalu memusingkan dengan mobil yang lewat itu.


"Iy kali ya El aku salah lihat mungkin..." jawab Julian dengan berdecak.


Eliza sedikit lega mendengar ucapan Julian yang bisa dia bohongi.


"Ini terus ke arah mana El..?" tanya Julian sedikit berteriak ke arah Eliza yang duduk di belakangnya.


"Kita lurus aja terus belok kiri ada pos kita pilih kanan jalan itu rumahnya Jul..." jelas Eliza dengan menjawab ucapan Julian dengan berteriak karena suara bising dari kendaraan yang berlalu lalang.


"Oke deh demi kamu ni aku rela kerumah musushku..." ucap Julian dengan suara khasnya.


"Iya sayangku..." jawab Eliza dengan perasaan gembira.


Walaupun Eliza tau perasaan Julian saat ini, namun yang Dia lakukan hanya ingin membayar nyawanya waktu itu.


Julian mulai mematikan mesin motor miliknya itu ketika sudah sampai di depan Rumah milik Rehan.


Tanpa mereka sadari lelaki yang dekat dengan Ayunda itu masih di dalam rumah Rehan, Eliza yang mengetahui itu langsung memutar otakknya agar Julian tak bertemu dengan papanya karena Dia yakin Julian belum tau ini semua.

__ADS_1


Nextt


__ADS_2