Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 89


__ADS_3

Aku kembali melirik arloji berwarna hitam yang aku kenakan di tangan kiriku waktu masih pagi tapi persiapanku akan lomba sudah kupersiapakan semaksimal mungkin.


Pukul 06 00 aku sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah ya bisa di bilang hari ini penentuan juara satu dan dua, tentu aku berharap bisa juara pertama namun semua hasil ada di tangan Tuhan


Sampai di sekolah terlihat Denis Dika dan Roy serta kelima temanku yang lain sudah bersiap dengan mengenakan baju seragam olahraga berwarna biru putih tanpa lengan itu dan di tutupi dengan jaket berwarna biru tua jaket kebangaan tim basket Sekolahku.


"Jul sebelum berangkat kita foto dulu yuk ucap Putri sembari mengandeng tangganku, dia bersama teman wanita yang lain akan ikut mengingat mereka tim cheerleader yang akan menjadi pandu penyorak pertandingan nanti.


"Oke..." jawabku sambil berdiri di posisinya.


Putri mulai memposisikan diri dia berdiri disanpingku dia terlihat cantik dengan rambut yang di kepang dua serta memakai pita berwarna warni menambah mempercantik aura di wajahnya.


Di gerombolan sebelah kanan ada Dea dan grmengnya yabg asik berfoto ria.


"Oke anak-anak sebelum berangkat terlebih baik kita berdoa dulu" ucap pak Anto selaku pembibing olahraga basket di Sekolahku.


Aku bersama anak-anak yang lain mulai menundukan kepala dan berdoa.


Kurang lebih satu menit berdoa selesai dan kita menempelkan tangan satu sama lain dan berteriak yel yel penyemangat kita .


Saat bus mulai dibuka satu persatu siswa siswi mulai masuk dan mencari tempat duduk untuk yang laki-kaki di baris depan dan perempuan di baris belakang.


"Jul lo sini aja..." ucap Denis sembari menyuruhku duduk di baris kedua dari depan itu.


"Siap..." jawabku tentu tak masalah.


"Tadi ada titipan buat kmu...." Denis mulai duduk dan mengambil kotak yang di titipkan Eliza tadi dan di tunjukan kepada Julian.


Julian hanya menangapi biasa saja ya mungkin dari teman sekelasnya batinya dalam hati.


"Dari siapa emang...??" ternyata kekepoan Julian bergerak juga.


"Dari Eliza..." jawab Denis cengar-cengir.


"Woy pada ngomongin apaan sih...." ucap Roy yang ikut-ikutan nimbrung percakapanku dengan Denis.


"Kepo..."


"Serius.. ..??" julian menjawab dengan mata terbuka lebar karena dia tak percaya berasa kupu-kupu di hatinya mulai berterbangan satu persatu.


'Nih" Ucap Denis sambil membuka isi teng-tengan itu.


"Wih lo serius kok gue engak tau sih...??" tanya Julian masih tak percaya dia tau ada surat didalam tas itu dia langsung mengambil sebelum Denis mekihatnya.

__ADS_1


"Lo sih sibuk sama cewek genit mulu jadi engak tau kan...??" ucap Denis sambil membenarkan posisi duduknya.


Tak berselang lama bus mereka sampai di gor tempat mereka lomba yang berpusat di kota Jakarta


"Jul gue deg-deg an gila...."  ucap Denis yang mulai berdiri disusul Julian.


"Kaya ngehadapin penghulu aja pake deg deg an udah mending lo berdoa agar hasil nanti kita bisa bawa pulang tu piala..." jawabku menyemangatinya.


"Betul juga kata lo Bang Jul..." ucap Denis yang ternyata memiliki kerecehan tingkat dewa.


"Oke anak-anak silahkan turun" ucap Pak Anto mempersilahakn para murid turun menuju gor tempat mereka berlomba.


Kurang lebih lima belas menit m


enunggu tepat pukul 09.00 pertandinganpum di mulai.


Sebelum dimulai dari para tim berdoa terlebih dahulu sebelum peluit wasit itu berbunyi.


Julian sebagai kapten mulai memposisikan dirinya diikuti keempat temananya.


Dia mulai memegang bola dan mendrible serta berusaha memasukkan bola di keranjang namun sitt tim lawan lebih gesit rupanya.


Dari babak pertama tim Sekolah Pelita Bangsa lebih unggul dan di babak ke dua serta ke tiga lebih unggul dari tim lawan menjadikan tim Julian kalah dengan skor telak.


Kita mulai berhenti setelah peluit itu berbunyi.


'Kita gagal" ucapku dengan putus asa sembari mengusap peluh keringat yang menetes ini.


Aku berdiri dan memang kecewa dengan hasil akhir ini.


"Jika hari ini adalah kegagalan maka besok adalah kemenangan, aku yakin itu Jul tetap semangat .." ucap Bagas sembari merangkulku.


"Iya gue ngerasa ini semua salah gue"


"Gak papa Jul ini pertandingan ada kalah ada menang gak usah merasa putus asa..." ucap Roy sembari menepuk pundakku.


"Lo sih Jul kurang fokus tadi harusnya sebagai kepten lo bisa bikin performa yang baik" Dika memang sedikit dendam denganku menjadika dia melampiasakn kekalahan ini karena salahku.


"Dik lo diem kek kita semua tim gak seharusnya lo menjatuhakn satu sama lain"


"Gue kan ngomong yang sebenarnya" bualnya dia sembari mengambil tas ranselnya karena dia memang han\=a pemain cadangan.


"Udah gak papa emang ini salah gue, gue harusnya mundur dari kapten waktu itu" Julian memang terlihat sudah lelah di tambah mendapat ucapan Dika yang membuatnya semakin terpuruk.

__ADS_1


"Udah Jul jangan dengerin ucapan Dika gak peting dia hanya jatuhin semangat lo aja"ucap Denis berusaha membanguun rasa percaya diriku lagi.


"Iya sih tapi persiapan kita ternyata kurang matang juga"


"Maaf ya pak kita gak bisa jadi juara..." ucapku ku kepada Pak Anto


"Gak papa kita sudah sampai disini termasuk sudah memberikan hasil terbaik tetap semangat masih ada banyak pertandingan yang menanti kalian....." ucap pak Anto dengan bijaksana.


Setelah itu kita mengikuti penyerahaan penganghargaan dan piala. Tak lupa kita saling berjabat tangan dengan pemain lawan serta mengucapkan selamat atas kemenanganya.


Tak berselang lama setelah usai kita langsung masuk ke bus dan pulang.


Di dalam bus semua hanya diam meratapi kekalahan kita.


Tak berselang lama pak Anto mulai membagikan dus putih berisi makanan itu.


"Oh iya kita jangan lupa makan bekal dari Eliza" ucap Denis sedikit berbisik.


"Mending kita makan ntar di rumah gue aja lo simpen aja deh kasih tau Roy juga"


"Sip..."


.....


Eliza sedari tadi terus mantengin grub di sekolahnya dia selalu berharap dan berdoa agar sekolahnya menang sehabis pulang Sekolah dan jalan dengan Rehan dia sibuk dengan ponselnya sembari duduk di sofa ruang tamu dengan ditemani secangkir coklat panas buatannya.


Memang pertandingan sudah berlangsung sedari tadi tapi infomarsinya belum juga kunjung tiba.


Tak lupa dia berbalas chatingan dengan kedua sahabatnya.


"Ada yang lagi galau nih...." chatingan dari Vey


"Iya betul kan ada yang lagi tanding nih" tamabh dari Rena dengan di bumbuhi emoticion 😛


Eliza hanya senyum-senyum sendiri melihat chat dari kedua sahabatnya yang jelas saat ini sedang menyindirnya.


Dia berharap bekal yang ia kasih ke Denis tadi sedikit menambah semangat Julian.


Namun hasilnya sekolahnya gagal hanya memperoleh juara dua.


Eliza sedikit kecewa namun dia tetap bangga dengan kerja keras Julian bersama timnya


"Kalian sudah berjuang untuk yang terbaik  tetap semangat" tulisnya dalam kolom kmentar instragam itu.

__ADS_1


Dan postingan isntragam milik SMA Pelita Bangsa itu saat ini sedang banjir bergama komentar, sudah banyak komentar dan like dari para siswa.


__ADS_2