Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 66: Liburan Julian


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini aku Tak berhubungan dengan Julian chat serta pangilan dari dia tak aku hiraukan sama sekali.


Mukin dia kecewa dengan sikapku namun rasa marah ku kepada dia juga tak kunjung reda.


Sebenarnya bisa di bilang aku egois aku hanya mementingkan ego ku sediri tapi aku wanita aku berhak marah bila hatiku di sakiti.


Dia terus mencoba menghubungiku tapi tak sedikitpun aku meresponnya.


Aku mendengar kabar bahwa minggu depan Julian beserta temanya akan berangkat ke Jogja begitupun Putri.


Aku marah tentu aku tak di beritahu dan dia tak pernah membahas itu dengan aku.


Dan yang membuat aku semakin kesal saat teman-temanku memberitahuku bahwa rencana liburan yang sudah kita rencanakan itu di batalkan karena Vey dan Rena ada acara keluarga di luar kota.


Aku kecewa mendengaranya tapi aku bisa apa aku tak bisa memaksa siapapun.


Awal liburan yang tampak membahagiakan kita terasa mengecewakan.


Aku terus merenung di kamar tak seperti biasa saat wekend seperti ini aku selalu meluangkan waktu dengan kedua orang tuaku begitupn saat ini kak Dio sedang berada di rumah.


Tok.. Tok... Tok..


"Eliza ...." ucap mamaku dari luar kamar.


"Iya ma" jawabku pelan


"Itu ada teman kamu"


"Siapa...?" tanyaku seperti biasa.


"Gak tau mama, turun du lu sana..!"


"Iya"


Dengan langkah yang lesu aku berusaha bangkit dan berjalan memuju lantai bawah .


Samar-samar aku sedikit melirik dari arah pintu aku tak bisa menebak siapa yang datang.


Aku terus berjalan menuju lantai bawah.


Aku membuaka pintu dan berjalan menuju gerbang.


Dan ternyata tamu yang tak aku undang, ternyata Julian dia memakai mobil yang sepertinya bukan punya dia.


"Ada apa...?"" tanyaku terus terang


"El kamu kenapa sih?""


"Gak kenapa-napa kok" jawanku samnil mengarahkan pandanganku ke arah lain


Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyeretnya masuk ke mobil


"Apa apaan sih Jul ada mama aku tau"


"Bodo cepat masuk..!"


"Gila kamu ya..."


Plakk...


"Jelasin ke aku kenapa kamu marah"


"Kamu tu kasar deh jul sakit tau gak"


"Habis kamu bikin aku kesel El"


"Kamu marah tanpa sebab di kira lucu...???"


Aku semakin marah rasa kesalku kini memuncak dan rasa cinta sedikit demi sedikit mulai rapuh.


"Aku kecewa Jul sama kamu"


"Masalah apa emang..?"

__ADS_1


"Udah gak usah di bahas yang jelas aku lagi pengen sediri"


:Oh gitu ya kamu marah sama aku gak jelas apa alasan kamu iya gitu"


"Udah deh Jul aku mau turun"


"Oh baikilah silahkan turun.."


Setelah itu aku turun dan dengan tatapan kesel Julian mukai menutup kaca mobilnya dan dia berlalu pergi.


Aku kembali menyeka air mataku aku tak menyangka Julian bakal sekasar itu kepadaku.


El kamu kemapa


"Gak papa kok ma tadi temen aku sedikit marah sama aku"


''Siapa sih dia..?"


"Temen sekelas ma soal liburan"


"Oh itu udah masuk deh hal kaya gitu biasa aja kok mama dulu juga sering marahan sama temen mama cuma masalah sepele".


"Iya ma"


"Untung mama tak tau" umapatku dalam hati


...


Hari-hari berlalu setelah kejadian sore itu Julian tak pernah lagi menghubungi aku


Aku tau saat itu aku sedang dalam suasana hati yang tidak baik menjadikan aku marah kepada Julian aku sebenarnya menyesal tapi hati aku juga tak berniat membuaka celah untuk minta maaf.


Tiba-tiba aku teringat akan Putri pasti saat ini dia sedang bahagia karena Julian ada di dekatnya.


Aku semakin marah aku kecewa rasanya.


Aku menangis sejadi jadinya membayang lelaki yang sangat aku cintai sedang bersama wanita lain.


Kring... Kring... Kring


Deringan alarm itu terus berteriak membangunkan aku dari alam mimpi.


Aku mencoba meraih dan mematikanya.


Aku kembali terlelap berharap mimpi indah itu kembali datang.


"Bangun bego...!'" ucap Dika tanpa tau malu dan emmukul kepalaku dwngan guling.


Ya... ya.. begitulah sifat konyol Dika dan Roy membangun aku seenaknya.


"Gial lo ya gue manusia kali bukan batu" ucapku sembari memukulkan guliang ke arah wajah mereka.


"Ya habis lo kaya kebo"


"Buruan gih bangun kita kan mau joging gak enak lo di tungguin Putri sama Jelita" ucap Denis sembari mengedipkan mata.


"Ya itu lo gue ma engak" jawabku asal.


"Ya lo sediri punya cewek gak di ajak"


"Sereh gue kek"


"Udah deh buruan ini udah hampir jam tujuh Jul"


"Iya bawel amat sih lo pada"


Aku segera mandi dan berganti pakaian aku memakai kaos berwarna putih serta celana training berwarna hitam tak lupa aku kenakan kaca mata hitam.


Hari ini tepat hari ke dua aku berada di Jogja kita menginap di hotel dekat  Malioboro ya sesuai rencana kita liburan bertujuh dengan teman-temanku.


Aku mulai memakai sepatu berwarna putih itu tak lupa aku menyemprotkan parfum ke arah bajuku.


"Norak deh Jul"

__ADS_1


"Biarin sih urusin hidup gue aja"


"Udah yuk cuz"


"Oke"


Kita berjalan keluar kamar begitupun ketiga temanku yang lain yang juga mulai berjalan kekuar dari kamarnya masing-masing.


Begitupun Putri dan Jelita yang memang mereka satu kamar.


Aku mencoba tak melihat keberadaanya dan aku berpura-pura melihat arah lain.


Kita berjalan mengitari jalanan yang mulai tampak ramai kita berkeliling dan mengambil beberapa scen foto bersama untuk di jadikan kenang-kenangan, aku merasa bahgia walau rasana masih ada yang kurang.


"Jul bisa fotoin kita gak...??" ucap Putri.


"Iya"


"Aku mulai mengarahkan layar ke arah Putri dan Jelita"


"Nih" ucapku cuek ke mereka.


"Sarapan dulu yuk laper nih" ucap Dika yang memang bisa di tebak dia sedang lapar.


"Boleh " jawabku serentak dengan yang lain.


"Kita makan di kedai situ aja tu kayaknya enak deh" ucapku sambil menujuk ke arah kedai yang berada di sebrang jalan.


"Iya"


Setelah itu kita berjalan menuju kedai dan mulai memesan beberapa makanan.


Aku memesan gudeg dan teh hangat, begitupun temanku yang lain


Suasana jawa yang kental terasa disini.


"Ups sory Jul" ucap Putri berusaha memibta maaf.


Sialan Putri sengaja menumpahiku dengan minuman es teh yang dia pegang


"Oh gak papa kok" jawabku sedikit kesal.


"Udah deh gue udah kenayang cabut dulu nih gue nitip bayar dik" ucapku sambik menyerahkan uang dua puluh ribu.


Rasa kenyang kini lebih dominan yang aku rasakan.


"Oh, gak nungguin kita suku Jul" ucap Dika heran karena makanan yang aku prsam belum habis semuanya.


"Gak deh gue sama Roy mau belanja oleh-oleh" ucapku berusaha mencari alasan.


"Iya deh"


Setelah itu aku keluar dari kedai itu dan berjalan mulai ke toko oleh-oleh


"Jul"


"Apa..?"


"Aneh deh sama Putri"


"Iya tau tu"


"Sengaja banget dia numpahin tadi"


"Iya gue tau ya mau gimana lagi"


"Kegatelan amat deh jadi cewek"


"Udah sih biarin aja"  jawabku sanati berusaha menutup obrolan ini.


Aku jadi teringat dengan Eliza mukn saat ini dia masih marah dengan aku


...

__ADS_1


__ADS_2